Biyanna Loralie Avacyn adalah gadis remaja yang tidak suka diatur. Anna, orang sering memangilnya itu. Anna memiliki satu orang sahabat yakni Ellerose Naselin Jasney yang sama sama suka kebebasan.
Namun tak disangka tak diduga tiba tiba orang tua kedua gadis itu menjodohkan mereka dengan anak sahabat mereka karena sudah tak sanggup lagi untuk menjaga kedua anaknya yang suka kabur kaburan.
Mereka adalah Xiaotian Charis Livian dan Albiru Sky Geovander yang ternyata musuh bebuyutan dua sahabat itu.
Gimana kehidupan mereka kedepannya?
kita saksikan kisah ceritanya di "Menikahi Musuhku".
Selamat membaca, , ,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
...~•Happy Reading•~...
......................
Suara bising kenalpot racing saling bersautan ditambah teriakan terdengar dimana mana. Malam yang sunyi biasanya dipakai orang untuk beristirahat dirumah, tapi berbeda dengan anak remaja yang ada di pinggir kota.
Malam yang sunyi dengan tempat jauh dari pusat kota dijadikan tempat berkumpul. Sirkuit yang sudah tak terpakai dijadikan mereka untuk balapan serta menunjukan skil masing masing.
Tidak hanya laki laki saja yang datang melainkan para perempuan pencinta motor pun datang untuk berpartisipasi. Ada juga yang datang hanya untuk melihat cowok tampan.
kebanyakan nya sih itu tujuan mereka karena yang bener bener terjun untuk balapan hanya bisa dihitung jadi untuk para perempuan.
"Yuhuuuuuuuu".
"Let's goooooo".
Teriakan terdengar dimana mana saat dia motor maju ke garis start.
Dengan pakaian serba hitam sudah memakai helm full face keduanya sangat keren. Dilihat dari body nya yang berbeda sudah dikatakan mereka berlawanan jenis.
"Itu pasti Queen racing, gue gak salah itu". Ucap salah satu penonton membuat orang yang mendengar itu kagat.
"Yakin Lo?".
"Bukannya Queen sedang ada di London".
"Gue gak bakal salah lagi, dari body dan cara jalannya itu pasti Queen racing". ucap orang itu dengan percaya diri.
"Gue juga pernah liat pas di Singapore, walaupun udah lama tapi emang bener. Queen racing seperti mempunyai aura yang berbeda dari yang lain". Sahut seorang gadis menanggapi.
"Wow kalau bener jekpot gue datang malam ini".
"Gak sia sia juga gue datang manjat tembok". Sahut yang lain diakhiri tawa karena dia seorang perempuan.
kembali ke area balap.
Kedua orang itu sudah menaiki motor masing masing. Mereka menunggu wasit aba aba sampai seorang wanita berpakaian seksi berjalan ke depan mereka sambil membawa bendera.
"Siap, 1 , 2 , GOO".
Bendera dilempar ke atas pertanda kedua peserta menarik gas mereka melajukan motornya dengan kecepatan tinggi saling kejar mengejar.
Anna yang biasanya memakai strategi santai diawal tak dia pakai karena dia yakin lawannya sudah bisa menebak. Alhasil gadis itu memakai strategi baru untuk mengecoh lawan.
BREMMMMMM
Motor Tian melaju kencang saat si tikungan membuat Anna kesal. Namun pas akan menambah kecepatan tiba tiba, , , ,
Ckitttttttttttt
Kedua tangan gadis itu menekan rem secara kuat membuat roda motor terpaksa berhenti sampai menimbulkan asap tebal.
Setelah motor berhenti tubuh Anna menegak menatap orang orang berpakaian hitam berdiri di depan dia. Tatapan gadis itu pun berubah tajam saat dia menebak siapa mereka.
"Mari nona ikut kami".
Anna tetap diam tak menanggapi.
"Jangan salahkan kami pakai kekerasan jika nona melawan". Tambah orang yang paling depan.
Terdengar helaan nafas, helaan nafas pasrah saat melihat banyaknya orang berpakaian hitam dengan senjata tersembunyi.
"Ish ganggu kesenengan gue aja". Batin Anna lalu turun dari motor.
Anna berjalan lebih dulu diikuti para bodyguard dengan penjagaan ketat. Mereka tahu nona nya seperti apa. lengah dikit hilang seketika.
Namun Anna malam ini hanya bisa pasrah, untuk kabur pun situasinya tak memungkinkan karena ruang lingkupnya untuk bergerak sangat minim.
Sesampainya ke tempat deretan mobil menunggu, salah satu bodyguard membukakan pintu. Anna dengan patuh duduk sambil merebahkan setengah tubuhnya di kursi.
Sedangkan di sirkuit mereka dihebohkan dengan satu motor yang datang hanya seorang diri.
"Tunggu, gak mungkin kan Anna ketinggalan jauh gitu". gumam Rose curiga.
"Alahhh kalau kalah terima aja lah". ledek Albiru.
Sudut bibir rose terangkat. Dia mengambil ponselnya untuk menghubungi sang sahabat tapi nomer itu tidak aktif sama sekali.
...~•Bersambung•~...