NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memori Tentang Malam Itu

Di gudang basecamp Trio J, Jax berbaring menatap langit-langit yang penuh dengan cipratan cat warna-warni. Tangannya melempar-lempar bola tenis yang kulitnya sengaja dikelupas lalu diwarnai menyerupai pelangi. Tanpa berkedip, dia sengaja memfokuskan pikirannya pada bola pelangi itu, untuk mencegah berkeliaran mendekati Dania.

Jangan terlalu pulang malam, hari ini aku memasak makanan kesukaanmu.

Jax tidak habis pikir dengan kalimat yang dilontarkan. Semudah itu Dania memaafkannya, atau sebenarnya dia tidak pernah memaafkannya. Mungkinkah selama ini hanya sebatas itu perhatiannya? Seperti Ibu kepada anak, seperti seorang kakak kepada adik kecilnya, atau mungkin seorang profesional yang memberikan jasa istri kepada kliennya.

"Aku harus bagaimana lagi?" Gumamnya, membuat bola kecil itu meleset dari tangannya dan malah melukai keningnya.

"Aw!!! Sssss ah!!!!"

Masih jelas di ingatannya, pertemuan dengan istrinya malam itu.

Malam dimana hidupnya hancur.

Malam dimana Jax kehilangan semuanya.

Dania datang berteriak padanya, "Turun!!!! Itu bahaya!!! Turunlah, aku mohon!!!"

Siapa dia? Jax tidak pernah mengenalnya, tapi dia menangis seperti memohon untuk nyawanya sendiri.

Dania berdiri disana, di belakang Jax yang bersiap melempar dirinya pada dinginnya sungai yang membentang menjanjikan kedamaian. Matanya yang sudah tidak hidup lagi menatap surga yang akan membawanya pada ketenangan abadi.

Tidak ada lagi kekhawatiran dan tidak ada lagi kesepian.

Itu yang Jax harapkan saat dia membayangkan tubuhnya mencapai dasar sungai.

"Tidak!!! Kumohon Jax!!!"

"Jax? Bagaimana dia bisa mengenalku?"

"Ayo!! Kita pulang.... Kamu masih punya aku."

Jax menoleh dengan tatapannya yang masih kosong.

Disana dia melihat seorang gadis cantik, berambut coklat, dan bermata hijau seindah taman bunga penuh kupu-kupu. Darinya, Jax melihat dirinya yang ceria sebelum tragedi itu terjadi.

Tanpa disadari, Jax menangis penuh derai air mata. Isakan memecah suara deburan air yang mengalir.

"Turunlah Jax, aku mohon."

Perlahan, Jax turun dari pinggiran jembatan dengan kepala yang masih menunduk.

Dania langsung berlari memeluknya. Membelai punggung lapang yang terkulai menahan semua kesedihan.

"Ayo kita menikah," ajak Dania tiba-tiba.

"Menikah? Aku bahkan tidak mengenalmu."

"Tapi aku sangat mengenalmu. Tenang saja, kamu tidak akan pernah sendiri lagi. Aku janji...."

Jax hanya mengangguk. Baginya pelukan gadis itu lebih hangat dari mentari yang menyinari embun pagi, lebih hangat dari selimut paling tebal di dunia, dan lebih hangat dari api unggun saat malam perkemahanan.

Dengan polosnya Jax mengikuti Dania kemanapun tujuannya. Karena memang hanya dia yang bersedia menolongnya saat semua orang mengusirnya, saat semua orang membuangnya.

Ketika kakinya menapak ke rumah yang tidak terlalu besar tapi nyaman itu, Jax tersenyum. Karena akhirnya setelah perjalanan jauh, dia menemukan tempat berteduh.

Dengan coklat hangat di tangannya, ia mencurahkan segala angan dingin tentang kematiannya. Mulai sekarang dia akan mengabdikan diri pada gadis yang membuatkannya coklat hangat.

"Lihat, betapa cantiknya dia. Apakah Tuhan memberkatiku dengan bidadari setelah menelantarkanku?"

"Kalau begitu, aku tidak akan mengeluh lagi."

Hari berganti hari dan semua sangat indah.

Jax kembali bisa merasakan kalau dirinya berharga dan tidak ada yang berhak membuangnya. Dia merasa telah menggenggam dunia di tangannya.

"Aku punya Dania, dan dia sangat mencintaiku."

Itu anggapannya.

Sampai saat acara pernikahan yang hanya dihadiri oleh dirinya, Dania, penghulu, dan beberapa saksi, semua kehangatan itu menghilang.

"Ah... Jadi selama ini Dania hanya melakukan tugasnya atas perintah nenek."

"Hah!! Jadi hanya sebatas itu? Pantas saja semua terasa berlebihan. Dan aku dengan bodohnya percaya kalau ada orang yang akan mencintaiku."

Mulai dari malam pertama, Jax telah kehilangan cintanya. Semua harapan tentang dirinya yang tersenyum lebar menyambut jemari Dania sudah lenyap.

Yang ada dalam bayangannya, hanyalah perasaan kasihan karena Dania harus melakukan semuanya untuknya. Dania harus memaksakan semua demi amanah dari neneknya.

Hidup terkungkung di rumah yang membuatnya semakin hari semakin layu. Mengikis cahaya keemasan yang semula terpancar indah dan kini hanya menyisakan kelelahan dan kemuakan.

Jadi Jax berencana melepasnya.

Agar semua kembali semula. Dania akan kembai ke dirinya yang cerah sedangkan dirinya cukup dengan kebahagian karena memujanya.

Biarkan dirinya sendirian meski harus kembali ke sungai dingin itu.

Namun, setiap kali mendengar suara Dania yang memanggilnya, melihat dia yang memakai apron setelah usai memasak, dan memandang senyum tipis darinya, membuat keegoisan itu muncul. Keserakahan akan mendapatkan Dania untuk dirinya semakin membuncah.

Sehari lagi, sehari lagi saja Jax menginginkan dirinya bersama Dania. Meskipun ia tahu tidak ada cinta diantaranya. Meskipun dia tahu dia tidak akan menjadi lebih dari seorang anak, adik, atau bahkan klien.

"Aku harus bagaimana lagi, agar aku mendapat perhatianmu? Bukan sebagai anak yang selalu kamu urus atau seorang adik yang selalu merasakan masakanmu."

"Bagaimana kamu bisa tidak marah? Bagaimana kamu bisa tidak cemburu? Sedangkan saat melihatmu berbicara dengan orang lain saja, hatiku terasa seperti terbakar."

Jax membenamkan dirinya pada momen perasaan cinta sepihaknya tanpa ia ketahui betapa hancurnya Dania sekarang, tanpa mengetahui betapa Dania sangat berusaha menata semua yang telah hancur menjadi kepingan-kepingan kecil itu seorang diri. Menahan sakitnya dikhianati berkali-kali hanya agar bisa tersenyum di depan Jax.

.

.

.

"Woy, ngapain tiduran gitu? Nggak ada kerjaan?" teriak Jason.

Jax terbangun dari ingatan masa lalunya. Matanya terpendar melihat sahabatnya yang membawa sebuket besar bunga mawar dengan wajah berseri.

"Kenapa? Kaget ya, aku bawa bunga? Tenang aja, bukan buat kamu!" celoteh Jason, sementara Jax masih terdiam dengan tubuhnya yang masih rebahan.

"Ini buat Bu Dania. Dia pasti suka kan? Hehe."

Jax terperanjat dari sofa ketika mendengar nama itu dari mulut sahabatnya. Bagaimana dia bisa mengatakan taruhan itu pada Jason sedangkan dirinya saja tidak pernah bisa merelakan Dania dimiliki orang lain? Betapa bodohnya.

"Apa? Ada apa? Kenapa melotot gitu?" ucap Jason. "Kamu sendiri yang bilang siapa yang cepat dia yang dapat."

Benar, dia sendiri yang mengatakan itu. Jax tidak berhak marah. Itu bukan kuasanya lagi. Dia telah menggores luka di hatinya Dania sangat dalam. Kalau memang berniat melepasnya, maka lepaskan saja sekalian. Biarkan Dania bahagia dengan orang yang tepat, orang yang bisa membuatnya tersenyum setiap hari.

Bukankah itu yang terbaik?

"Aku tarik omonganku, Dania dan aku sudah berpacaran. Aku hanya nggak bilang aja ke kamu."

BUGH!!!!

Jason meninju wajah Jax dengan kekuatan yang tersisa dari amarahnya karena merasa dipermainkan.

.

.

.

1
Vivenn
huhh sumpahh Baru Jugaa Mood Daniaa baguss malah dirusakk lagii,Jax pengen gw tonjok Luh yaa
Cinta(N)
berterima kasih kek si jax, kasihan deh dania
Siti Aisyah
untung saja ada ayah nya Liam yang menyelamatkan keluarga Dania😌
Siti Aisyah
jahat sekalii ayah Dania ini🥺🥺
Myz Pena
wkwkwkwk jax benar2 udah nggak tahan .. kasih aja daniah daripada ia tantrum seharian.. dan sakit kepala 😂
Myz Pena
apa yang mau di coba mau melakukan lagi astgaaa 😂
Myz Pena
astga mulutnya....
Myz Pena
astga si tante gila harta waris 🫣
Myz Pena
astga kasar sekali mulutnya si tante ini
Myz Pena
astga tante si jax ini ada masalh apa tiba2 datang marah2 kayak gini
Myz Pena
benar saat lelaki menangis ia tidak butuh nasihat melainkan pelukan dan kehangatan dari orang yang dicintainya 👍
Myz Pena
kuatlah jax.. ada dania yang selalu bersama mu
Myz Pena
kasihan jax pasti hatinya sakit dan sedih banget melihat orang orang yang disayanginya telah pergi meninggalkannya di dunia ini... 😭😭
Myz Pena
benar jax kamu garang di ranjang bagai singa kelaparan 😂
Myz Pena
tunggu jadi jax benar2 nggak ingat saat pertemuannya dengan daniah dulu ? astga benar2 lupa nyatanya ya kasihan jax
Myz Pena
wkwkwk jangan kan gendong mungkin pernah juga dimandiin dan di ceboin 😂😂😂
Myz Pena
ayolah jax.berkunjunglah.. semua akan baik baik saja
Myz Pena
jax ini setiap.kali bicara ke dania pikiran ku selalu mengarah ketempat lain. aku kiranya bakal.di.bawa ke ranjang 😂😂
Maya 摩耶
rasa bersalah dulu baru nanti sipilis 🙃
Maya 摩耶
emang gitu awalmula azabnya jaaaax wkwwk🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!