NovelToon NovelToon
TENTANG KITA YANG NGGAK SENGAJA

TENTANG KITA YANG NGGAK SENGAJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: grayen

Berawal dari tabrakan di koridor sekolah saat terlambat, hidup Alya yang tenang mendadak berubah jadi penuh drama gara-gara Raka, si kapten basket populer yang hobi mengganggunya. Situasi makin kacau saat foto candid Alya tak sengaja masuk ke story Instagram Raka dan membuat satu sekolah gempar.

Namun, dari benci jadi chattingan. Di balik sikap usil Raka, Alya pelan-pelan menemukan sisi rapuh cowok itu yang tersembunyi dari dunia.

Sayangnya, saat benih perasaan mulai tumbuh, kehadiran Kevin—murid baru yang mendekati Alya—menyalakan api cemburu Raka. Ditambah rumor sekolah dan kesalahpahaman masa lalu, Alya mulai ragu dengan perasaan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon grayen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obrolan Tengah Malam

Minggu malam biasanya jadi waktu paling menyebalkan buat Alya.

Besok sekolah.

Artinya tugas harus selesai, seragam harus disiapkan, dan alarm harus dipasang lebih dari satu kalau tidak mau terlambat lagi.

Di meja belajarnya, laptop masih menyala menampilkan slide presentasi sejarah yang belum selesai.

Alya menghela napas pelan.

“Sedikit lagi…”

Setelah hampir satu jam mengedit, akhirnya ia menyimpan file itu dan mengirimkannya ke grup.

Kelompok 6 Sejarah

Alya:

> Slide-nya udah gue revisi. Coba dicek ya.

Tak sampai satu menit, Dion membalas.

Dion:

> Oke, nanti gue lihat.

Nadya mengirim emoji jempol.

Lalu muncul pesan dari Raka.

Raka:

> Keren.

Alya membalas singkat.

> Belum lihat aja udah bilang keren.

Beberapa detik kemudian muncul lagi.

> Yang bikin juga keren.

Nadya langsung mengirim stiker orang muntah.

Dion ikut menimpali.

> Tolong fokus ke tugas.

Grup kembali sepi.

Alya menutup aplikasi dan meletakkan ponselnya di samping bantal.

Baru lima menit berlalu, layar ponselnya menyala lagi.

Raka mengirim pesan pribadi.

> Belum tidur?

Alya membalas sambil tetap rebahan.

> Belum.

> Lagi ngapain?

> Mau tidur.

> Oh.

Alya menunggu, tapi tidak ada pesan lanjutan.

Ia mengira obrolannya selesai.

Tiba-tiba muncul lagi.

> Susah tidur nggak?

Alya tersenyum kecil.

> Kadang.

> Sama.

> Kenapa?

> Kebanyakan pikiran.

Jawaban itu membuat Alya berhenti mengetik.

Selama ini Raka selalu terlihat santai, seolah tidak punya beban apa pun.

Baru kali ini ia mengaku sedang banyak pikiran.

> Mikirin tugas?

> Salah satunya.

> Yang lainnya?

Tiga titik muncul di layar, lalu menghilang.

Muncul lagi.

Hilang lagi.

Beberapa saat kemudian, balasannya hanya satu kalimat.

> Nanti aja ceritanya.

Alya tidak memaksa.

> Oke.

Untuk mengubah suasana, ia malah bertanya,

> Kalau nggak bisa tidur biasanya ngapain?

> Dengerin musik.

> Lagu apa?

> Macem-macem.

> Jawaban lo nggak membantu.

> WKWKWK.

Tak lama kemudian, Raka mengirim tangkapan layar playlist favoritnya.

Isinya campuran lagu pop Indonesia, lagu barat, sampai beberapa lagu lama yang bahkan tidak disangka Alya bakal didengarkan anak basket seperti dia.

> Selera musik lo lumayan juga.

> "Lumayan" doang?

> Iya.

> Kirain dapet nilai 100.

Alya terkekeh sendiri membaca pesannya.

Obrolan mereka berlanjut ke topik yang lebih ringan.

Tentang makanan yang tidak disukai.

Film yang bikin nangis.

Pelajaran paling membosankan.

Sampai cerita masa kecil yang memalukan.

Alya sempat mengirim foto kucing liar yang sering datang ke depan rumahnya.

Beberapa detik kemudian, Raka membalas dengan foto seekor kucing oren yang sedang tidur di jok motornya.

> Ini langganan rumah gue.

> Gemuk banget.

> Dia bahagia.

> Atau kebanyakan makan.

> Jangan body shaming.

Alya tertawa sampai ibunya yang lewat depan kamar mengetuk pintu.

“Belum tidur?”

“Sebentar lagi, Bu.”

“Jangan begadang.”

“Iya.”

Begitu pintu ditutup lagi, Alya melirik jam.

23.47.

Ia kaget sendiri.

Tidak terasa hampir satu jam ia mengobrol dengan Raka.

Padahal dulu, lima menit berbicara dengan cowok itu saja rasanya sudah melelahkan.

Sebelum menaruh ponselnya, masuk satu pesan terakhir.

> Makasih ya.

Alya mengetik cepat.

> Buat apa?

> Udah nemenin ngobrol.

> Sama-sama.

Beberapa detik berlalu.

Lalu muncul lagi.

> Selamat tidur, Alya.

Alya menatap layar cukup lama sebelum membalas.

> Selamat tidur juga, Raka.

Ia mematikan lampu kamar dan meletakkan ponsel di meja.

Namun bukannya langsung tidur, ia malah menatap langit-langit sambil mengingat obrolan mereka malam ini.

Aneh.

Mereka baru saling kenal beberapa minggu.

Tapi rasanya seperti sudah berteman cukup lama.

Di sisi lain, di kamarnya sendiri, Raka juga belum tidur.

Ia melihat pesan terakhir dari Alya lalu tersenyum kecil.

Dion pernah bilang kalau Alya itu susah didekati.

Tapi malam ini, mereka bisa mengobrol hampir tanpa jeda.

Mungkin perlahan-lahan, tembok yang Alya bangun mulai retak.

Dan mungkin juga, tanpa disadari keduanya, mereka sedang memberi ruang bagi seseorang untuk masuk ke dalam hidup masing-masing.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!