NovelToon NovelToon
DOKTER ITU AYAH ANAKKU

DOKTER ITU AYAH ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Anak Genius
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Aline gadis cantik yang berusia 23 tahun, tidak pernah menyangka saat ia menghadiri pesta adik tirinya menjadi sebuah bencana yang membuatnya harus kehilangan keperawanannya.

Puncak dunia Aline hancur saat ayahnya yang seharusnya mendukung dan melindunginya, dengan teganya mengusirnya dari rumah setelah mengetahui bahwa dia sedang hamil dan lebih memilih percaya pada istri dan adik tirinya.

Tidak berselang lama Aline akhirnya bertemu dengan pria yang tidur dengannya, akankah hidup Aline bahagia setelah memilih ikut dengan pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 8 KE TEMPAT DI MANA ADA KAMU

Di Jakarta. Erlangga baru saja keluar dari ruangan operasi, wajahnya terlihat sangat lelah. Hari ini tampaknya ia sangat sibuk terlebih lagi harus menyiapkan beberapa barang karena dipindah tugaskan untuk sementara waktu.

Erlangga melangkah menuju ruangannya terlebih dahulu, hal pertama yang ia ambil adalah lukisan wajah Aline yang harus ia tunjukkan pada sahabatnya.

Ia menatap wajah Aline dengan pandangan dalam, tangannya terulur mengelus setiap goresan lukisan itu.

"Aku berharap kita cepat bertemu, entah siapa namamu? Setiap apa yang ada dalam dirimu, aku menyukainya, dan aku akan mempertanggung jawabkan atas apa yang sudah kita lakukan." ucap Erlangga dengan penuh perasaan.

Untuk pertama kalinya dirinya tidak bisa mencegah perasaan yang tiba-tiba saja datang. Sejak malam itu Erlangga sudah jatuh cinta pada Aline.

Erlangga mulai ke luar dari ruangannya menuju parkiran, saat tiba di depan mobilnya ia langsung bergegas masuk dan melajukan mobilnya menuju bandung menyusul sahabatnya.

Di dalam perjalanan, seperti biasa selalu ada kendala yang namanya macet dan itu semakin menghambat perjalanan Erlangga.

*

*

*

Di balai desa, suasan semakin terasa nyaman bagi Aline. Apalagi dengan para ibu-ibu dan para gadis yang dengan ramah menyambutnya, seolah ia memang bagian dari mereka.

Waktu seminar sudah berakhir dari dua puluh menit yang lalu. Tidak membuat Aline ingin segera beranjak dari tempat itu. Apalagi ada seorang gadis yang selalu menempel padanya membuatnya merasa kehadirannya diterima.

"Kak Aline, apa kakak sudah menikah?" tanya Luna, gadis yang sempat membuat seisi balai desa tertawa terpingkal-pingkal dengan kepolosan gadis itu.

Aline menggeleng pelan sambil tersenyum ramah. "Belum." jawab Aline dengan suara lembutnya.

Jawaban itu seketika membuat Luna terlonjak kaget. Membuatnya bangkit dari tempat duduknya, kedua mata gadis itu melotot menatap Aline dengan pandangan tidak percaya.

"Gadis secantik Kakak belum menikah, kalau saja Kakak tinggal di desa ini, sudah pasti pintu rumah Kakak banyak yang ngantri buat ngelamar Kakak!" seru Luna dengan wajah polosnya.

"Mulut kamu itu manis banget sih, Luna! Selalu punya cara buat orang ketawa dengar celotehan kamu." kekeh Aline.

Namun, tiba-tiba gadis itu mendekat ke arahnya. Mengikis jarak di antara mereka. "Kak! Sepertinya Pak Dokter tertarik dengan Kakak. Lihat deh tatapannya dalem banget!" bisik Luna tepat di samping telinga Aline.

Aline yang mendengar perkataan gadis itu, menoleh sejenak. Seketika matanya tanpa sengaja bertemu dengan tatapan mata milik Reno, seolah waktu berhenti untuk sesaat. Namun, Aline dengan cepat memutus pandangan itu. Ia tidak ingin memberi harapan pada pria lain. Untuk saat ini fokusnya hanya satu yaitu memperbaiki masa depannya.

Di sisi lain, Reno tidak bisa menyembunyikan rasa suka yang tiba-tiba hadir untuk Aline. Ia selalu memperhatikan wanita itu saat tertawa lepas, berbincang dengan warga. Tidak ada jarak di antara mereka meski wanita itu dari kota, tidak membuat Aline membatasi dirinya bergaul dengan siapa pun.

"Kamu wanita yang berbeda, Aline." gumam Reno tanpa mengalihkan pandangannya dari Aline.

Reno melangkah mendekat ke arah Aline yang sedang bersama para warga di sana.

"Sepertinya asik sekali, ya! Sampai lupa waktu." ucap Reno tiba-tiba.

Aline menoleh sejenak guna menatap pria itu. "Mereka ternyata baik-baik, Pak Dokter! Sampai saya nggak mau meninggalkan tempat ini." jawab Aline sambil tersenyum manis.

"Memang desa kita ini bikin betah Kak!" sahut Luna dengan senyum polosnya. "Pak Dokter, sama Kak Aline mau ikut Luna nggak? Di sini ada tempat makan yang nggak kalah enak sama di kota loh!" ajak Luna tiba-tiba.

Reno menatap Aline sejenak sebelum menjawabnya. Seolah itu adalah tawaran yang sangat menguntungkan untuknya agar bisa lebih lama dengan Aline.

Aline dan Reno mengangguk bersamaan. Mereka mulai meninggalkan balai desa menuju tempat yang dikatakan gadis itu.

Mereka berjalan kaki menyusuri jalan tersebut, pemandangan di sana sungguh memanjakan mata. Persawahan yang ditanam padi mulai menguning tanda bahwa tidak akan lama lagi desa itu akan panen besar-besaran.

Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka tiba di sebuah pondok/saung yang dekat dengan air terjun. Hal itu sontak membuat Aline tidak bisa untuk sekedar melihat saja ia menyuruh Luna untuk mengambil potretnya menggunakan ponsel miliknya.

"Luna tempat ini bener-bener indah, apakah aku bisa meminta bantuan kamu! Tolong ambilkan poto saat aku berada di sini, ya." Aline menyerahkan ponsel miliknya kepada Luna.

Luna mengangguk antusias. Ia merasa bahagia seolah memiliki kakak perempuan. "Baiklah, Kak Aline! Tapi hati-hati jangan terlalu menepi takut Kakak jatuh." jelas Luna dengan nada perhatian.

Aline mengangguk cepat. "Kamu tenang saja Luna!"

Luna pun mulai mengabadikan beberapa photo Aline, dengan berbagai macam gaya. Wanita itu tampak bebas tidak seperti biasanya yang terkadang pendiam karena tekanan dari keluarganya.

Di sisi lain, Reno diam-diam memotret Aline tanpa sepengetahuan wanita itu. Sudut bibirnya tersenyum tipis saat menyimpan photo wanita itu. "Cantik." gumamnya.

Tidak lama kemudian, Aline yang sudah merasa cukup menyudahinya. Lalu kembali ke arah Reno yang tidak jauh dari tempat itu.

"Mau lanjut makan sekarang?" tanya Reno saat Aline sudah berada di hadapannya.

Aline dan Luna langsung mengangguk. Saat hendak menuju meja makan tiba-tiba saja ponsel Reno berdering, sebuah panggilan dari sang sahabat. Ia sejenak menoleh kepada Aline. "Kalian duluan saja, saya angkat telepon dulu."

Setelah mengatakan itu Reno menyambungkan panggilannya. Sementara Aline dan Luna sudah menuju meja makan.

"Hallo! Ada apa, Erlangga?" tanya Reno.

Dari arah sebrang sana, tampak terdengar helaan napas lelah. "Kamu di mana, Reno? Aku sudah di balai desa ternyata sepi."

"Acara sudah selesai, aku sedang berada di tempat makan yang tidak jauh dari balai desa. Kemari lah." balas Reno, tatapannya tidak teralihkan sedikit pun dari Aline yang sedang memilih menu makanan.

"Ok, aku ke sana sekarang." putus Erlangga singkat.

Setelah panggilan tersebut terputus, Reno kembali mendekat ke arah Aline dan Luna. Ia melihat kedua wanita itu tampak sangat akrab padahal ini adalah pertama kalinya mereka bertemu.

Reno mulai menarik kursi dan duduk di hadapan Aline.

"Pak Dokter mau pesan apa? Kebetulan saya sama Luna, pesan makanan yang sama." Suara lembut Aline menyapa pendengarannya, saat ia duduk di antara mereka.

"Memang kalian pesan apa?" tanyanya.

Aline menyodorkan sebuah buku menu di hadapan Reno. Pria itu meraihnya, namun yang ia lihat bukanlah jejeran gambar makanan dalam daptar buku itu, tapi wajah cantik wanita yang ada di hadapannya. Membuatnya sulit untuk mengalihkan arah pandang matanya.

"Kata Luna sih! Ikan bakar dan sayur asem di sini makanan yang paling favorite, jadi saya mau coba itu." antusias Aline dengan mata berbinar-binar, sambil menunjuk gambar menu itu kepada Reno. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa pria di hadapannya menyimpan perasaan untuknya.

Namun, di sisi lain berbeda, Luna yang tampak seperti gadis polos. Ia sangat menyadari akan hal itu. "Sebenarnya aku yang salah lihat atau Kak Aline yang nggak sadar sih! Kok bisa-bisanya Pak Dokter lagi mandangin intens kaya begitu masih nggak sadar juga." batin Luna penasaran.

Tiba-tiba saja ketenangan itu mulai terusik. Ketika dari arah pintu masuk seseorang datang, membuat Aline terkejut bukan main.

"Ternyata kamu di sini!"

Suara itu membuat tubuh Aline kaku untuk beberapa menit.

1
Ariany Sudjana
hahahaha Dimas Dimas kamu bodohnya kebangetan, perempuan dan anak sambung yang kamu bela, sampai mengusir anak kandung kamu sendiri, ga lebih daripada pelacur murahan 🤣🤣😂😂 begitu kamu bangkrut, mereka tertawa puas dan pergi mencari mangsa baru 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
jangan sampai Dina ini jadi pelacur murahan yang mencoba menghancurkan rumah tangga Erlangga sama Aline
Black Swan
Inget ya Genks cowok ijo neon kaya erlangga sama Bram cuma ada di dalam novel🤭🤭🤭kalau aja ada di dunia nyata
Black Swan
Ngapain datang tuh orang, usir aja
mawar merah
Benar, Ra. Yang penting suami kamu ra. jangan berbuat kejahatan kamu sendiri yang rugi
mawar merah
Dih si profokator datang, serakah lagi serakah lagi. Kamu jangan menuruti ide konyol mama kamu , Ra
Key
Bram suami idaman banget, saat istri dilanda gundah gulana dia bisa menentramkan sekaligus memberi pengarahan yang baik. Sekaligus memberi rasa tentram untuk Rara.
Semoga si Iblis bernama Anita itu, binasa aja🤣
Key
o ow, muncullah iblis berwujud manusia bernama Anita😬 Weh provokasinya bukan lagi😬😬😬
Black Swan
Kayanya kalau cowok udah di dapur kaya gini semua deh🤭
Black Swan
Katanya banyak yang bilang bawaan anak🤭
Key
Ngebayangin betapa randomnya dapur ketika Daddy masak🤭 Pasti setelah itu dapur berubah jadi kapal pecah.
Key
Ibu hamil dilanda badai hormon ya. Siap² Erlangga, bentar lagi Aline bakal minta macem². Mulai dari mangga muda sampe Balenciaga 🤣
mawar merah
Ya Allah pingin ngakak yang keras dech🤣🤣🤣🤣
mawar merah
Duh menggemaskan sekali kamu, Aline
Black Swan
🫠🫠Erlangga coba belajar sabar
Black Swan
Waduh kok ga bilang-bilang sih mau nikah, masa aku ga diundang🤭
mawar merah
Sabar Erlangga, kasian bumil nanti kelamaan berdiri di kamar mandi🤭🤭🤭
mawar merah
Kasian Reno ya..tapi mau bagaimana lagi Aline sudah di Unboxing sama Erlangga duluan🤭🤭🤭
Black Swan
🤭🤭gemas dah sama Erlangga
Black Swan
Didikan militer ini mah, memang kalau ama anak cowok kaya gini. Jangan kaya Andreas dibelain mulu sama emaknya🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!