NovelToon NovelToon
Si Jenius Pasar Saham

Si Jenius Pasar Saham

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anak Genius
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: (Rahu)l

Theo, seorang bocah jenius dengan pemahaman luar biasa tentang pasar modal, lahir di keluarga yang serba kekurangan. Kehidupannya yang sederhana berbanding terbalik dengan kecemerlangannya dalam menganalisis grafik saham dan memprediksi tren pasar. Suatu ketika, sebuah kesempatan tak terduga datang saat ia menemukan sebuah buku tua berisi strategi investasi legendaris. Dengan modal nekat dan kecerdasannya yang tak tertandingi, Theo mulai merintis jalan dari nol. Ia bertekad membuktikan bahwa kecerdasan finansial dapat mengubah nasib, bahkan bagi anak dari keluarga miskin sekalipun, dan membawa keluarganya keluar dari jurang kemiskinan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon (Rahu)l, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Persahabatan yang Tak Disadari

Hari-hari berlalu, dan pertemuan tak terduga di toko buku itu ternyata menjadi awal dari sebuah persahabatan yang unik. Theo dan Cristal, didorong oleh minat mereka yang sama pada pengetahuan, mulai bertemu beberapa kali. Tentu saja, pertemuan itu selalu didampingi oleh ibu mereka masing-masing, Ibu Ratna dan Tiara.

Pertemuan mereka biasanya terjadi di tempat-tempat yang nyaman dan aman. Terkadang mereka kembali ke perpustakaan kota, tempat pertama kali mereka berkenalan, untuk mencari buku-buku baru. Di lain waktu, mereka memilih kafe yang tenang atau bahkan taman kota yang rindang. Ibu Ratna dan Tiara menikmati kebersamaan ini. Mereka menemukan bahwa meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka memiliki banyak kesamaan dalam pandangan hidup dan cara membesarkan anak.

Theo dan Cristal semakin akrab. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam mendiskusikan berbagai topik, dari sains hingga sejarah, dari teknologi hingga filsafat. Theo kagum dengan keluasan pengetahuan Cristal, sementara Cristal terkesan dengan cara Theo menganalisis masalah dan menghubungkan berbagai informasi. Mereka saling melengkapi, mendorong satu sama lain untuk belajar lebih banyak dan berpikir lebih dalam.

Namun, di balik kehangatan persahabatan yang terjalin, ada sebuah ironi yang besar dan tak disadari oleh kedua belah pihak. Baik Ibu Ratna maupun Theo, sama sekali tidak mengetahui identitas asli Cristal dan Tiara. Bagi mereka, Tiara adalah seorang wanita yang ramah dan berpendidikan, sementara Cristal adalah seorang anak yang cerdas dan menyenangkan. Mereka tidak pernah menduga bahwa wanita yang begitu baik hati dan putri kecilnya yang menggemaskan adalah istri dan anak dari Rendra, pria yang telah menghancurkan hidup Baskara, pengkhianat yang menjadi musuh mereka.

Ibu Ratna, dengan segala kehati-hatiannya, tidak pernah membahas masa lalu Baskara secara mendalam dengan Theo di depan orang lain. Ia hanya fokus pada masa depan, pada pendidikan Theo, dan pada kehidupan baru mereka yang mulai membaik. Ia tidak pernah terpikir untuk menyelidiki latar belakang Tiara lebih jauh.

...****************...

Suatu sore yang cerah, Ibu Ratna, Theo, Tiara, dan Cristal memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama di sebuah kafe yang nyaman di pusat kota. Suasana kafe yang tenang dan aroma kopi yang menggoda membuat mereka merasa rileks. Theo dan Cristal duduk berdampingan, asyik berbagi cerita tentang buku-buku yang baru saja mereka baca, sementara Ibu Ratna dan Tiara berbincang santai tentang berbagai hal.

Tiba-tiba, perhatian Theo dan Cristal teralih oleh suara percakapan dari meja di sebelah mereka. Dua orang pria paruh baya sedang duduk di sana, masing-masing dengan laptop terbuka di depannya, tampak serius menganalisis grafik pergerakan saham. Tanpa sengaja, percakapan mereka terdengar cukup jelas.

"Lihat, saham milik PT. Alta sudah mulai menunjukkan koreksi," kata salah satu pria, suaranya terdengar penuh keyakinan.

Pria yang satunya lagi tertawa kecil. "Aku sudah menaruh uang di sana. Lima menit lagi pasti aku akan untung. PT. Alta sebentar lagi akan bangkrut, hahaha."

Theo, yang pendengarannya sangat tajam dan pikirannya selalu terhubung dengan informasi baru, langsung tersentak mendengar penyebutan PT. Alta. Ia teringat pada buku peninggalan ayahnya yang ia pelajari di rumah. Kemarin, saat ia sedang membaca-baca catatan Baskara, ia menemukan sebuah bagian yang membahas tentang PT. Alta. Dalam catatan itu, ayahnya menulis tentang bagaimana perusahaan tersebut berhasil bangkit dari keterpurukan, dengan strategi yang brilian dan prediksi yang akurat. Catatan itu juga menyebutkan bahwa ada pihak-pihak yang berusaha menjatuhkan PT. Alta dengan cara-cara yang tidak etis.

"PT. Alta... bangkrut?" gumam Theo pada dirinya sendiri, alisnya berkerut. Informasi yang ia dengar dari pria di sebelahnya sangat bertentangan dengan apa yang ia baca di buku ayahnya.

Cristal, yang duduk di samping Theo, juga menangkap percakapan itu. Sebagai anak yang cerdas,

...****************...

... Cristal, yang duduk di samping Theo, juga menangkap percakapan itu. Sebagai anak yang cerdas dan kritis, ia memiliki kebiasaan untuk menganalisis segala sesuatu di sekitarnya, termasuk data yang ia lihat. Ia melirik sekilas ke layar laptop salah satu pria yang terbuka. Meskipun tidak bisa melihat detailnya dengan jelas, ia bisa menangkap pola grafik yang ditampilkan.

"Tunggu sebentar," bisik Cristal pada Theo, matanya menyipit. "Pergerakan sahamnya terlihat aneh. Koreksi itu... sepertinya bukan koreksi alami. Ada sesuatu yang tidak beres."

Theo menoleh pada Cristal, matanya berbinar melihat kesamaan pandangan mereka. "Benar! Di buku ayahku tertulis kalau PT. Alta sedang dalam proses pemulihan. Mereka punya strategi baru yang sangat kuat. Kenapa orang-orang ini yakin mereka akan bangkrut?"

Cristal mengangguk. "Aku juga berpikir begitu. Grafik ini terlihat seperti sengaja dibuat terlihat buruk untuk menipu orang. Ayahku pernah menjelaskan tentang manipulasi pasar saham. Ini bisa jadi salah satunya."

Kedua anak itu saling berpandangan, sebuah pemahaman baru mulai terbentuk di antara mereka. Mereka menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih besar sedang terjadi di balik pergerakan saham PT. Alta. Pengetahuan yang mereka dapatkan dari sumber yang berbeda—Theo dari catatan ayahnya yang penuh rahasia, dan Cristal dari ajaran ayahnya yang seorang pebisnis ulung—kini bertemu dan menciptakan sebuah kesadaran yang sama.

Mereka tidak tahu bahwa percakapan yang mereka dengar secara tidak sengaja ini adalah bagian dari rencana jahat yang lebih besar, sebuah rencana yang melibatkan orang-orang yang sangat dekat dengan kehidupan mereka, meskipun mereka belum menyadarinya. Namun, rasa ingin tahu dan kecerdasan mereka telah memicu sebuah penyelidikan tak terduga.

...*************...

Theo merasa ada dorongan kuat untuk memberitahu orang-orang itu tentang apa yang ia ketahui dari buku ayahnya. Ia melihat potensi kerugian besar yang akan menimpa mereka jika mereka tetap pada rencana awal. Tanpa pikir panjang, ia bangkit dari kursinya, bergerak dengan cepat menuju meja kedua pria itu.

"Theo, tunggu!" bisik Cristal, tangannya langsung meraih lengan Theo. Matanya memancarkan kekhawatiran. Ia tahu betapa pentingnya berhati-hati, terutama di lingkungan yang asing. Ia tidak ingin Theo mendapat masalah.

Theo menoleh pada Cristal, tatapannya penuh keyakinan. "Aku hanya ingin membantu mereka, Cristal. Aku tahu apa yang tertulis di buku ayahku. PT. Alta tidak akan bangkrut." Ia meyakinkan Cristal dengan nada suara yang mantap, meskipun sedikit bergetar karena gugup.

Cristal ragu sejenak. Ia melihat keseriusan di mata Theo. Ia tahu Theo bukan anak yang sembarangan. Ditambah lagi, ia sendiri juga merasakan kejanggalan yang sama. Setelah berpikir cepat, ia melepaskan pegangan tangannya, namun tetap berdiri di samping Theo, siap siaga dengan tatapan waspada.

Theo melangkah maju dengan hati-hati. "Permisi, Paman," katanya dengan suara yang sedikit lebih kecil dari biasanya, namun tetap terdengar jelas. "Saya tidak bermaksud mengganggu. Tapi, sebaiknya Paman menarik uangnya saat candle merah itu menyentuh garis SL (stop loss), Paman." Ia menunjuk sekilas ke arah layar laptop salah satu pria itu, dengan gerakan yang cepat namun tepat sasaran.

Salah satu pria itu menoleh, alisnya terangkat melihat seorang anak kecil tiba-tiba muncul dan memberikan nasihat finansial. Ia tertawa kecil, mencoba meremehkan. "Hei, nak. Kau sepertinya paham sedikit tentang ini, ya? Tapi ini urusan orang dewasa. Jadi, sebaiknya jangan mengganggu dan kembali ke tempat dudukmu." Nada suaranya terdengar geli, namun ada sedikit nada kesal karena merasa diremehkan.

... Tepat pada saat itu, Ibu Ratna, yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik putranya dari kejauhan, menyadari bahwa Theo telah menghampiri meja orang asing. Dengan langkah cepat, ia segera menghampiri mereka, wajahnya menunjukkan sedikit rasa malu dan khawatir.

"Maafkan anak saya, Bapak-bapak," ujar Ibu Ratna dengan sopan, suaranya terdengar sedikit terengah-engah. Ia menarik tangan Theo dengan lembut, berusaha membawanya kembali ke meja mereka. "Dia kadang terlalu bersemangat. Mohon maaf jika mengganggu."

Theo sedikit kecewa karena percakapannya terputus, namun ia mengerti ibunya. Ia melirik Cristal, yang berdiri di dekatnya dengan ekspresi yang sama kecewanya.

Kembali ke meja mereka, Ibu Ratna menatap Theo dengan lembut. "Theo, lain kali jangan begitu ya, Nak. Itu urusan orang dewasa."

Theo mengangguk pasrah. Ia melihat Cristal yang kini duduk di sebelahnya, menghela napas.

"Apa aku bilang," ucap Cristal lirih, nadanya sedikit kecewa namun juga pasrah. "Kita tidak akan didengar kalau kita masih kecil."

Theo menatap Cristal, lalu kembali menatap kedua pria di meja sebelah yang kini kembali asyik dengan laptop mereka, seolah percakapan dengan Theo dan ibunya tidak pernah terjadi. Ia merasa ada sesuatu yang lebih besar yang sedang terjadi, dan ia yakin bahwa informasi dari buku ayahnya adalah kunci. Namun, untuk saat ini, ia hanya bisa menunggu dan mengamati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!