NovelToon NovelToon
My Boss, My Mistake

My Boss, My Mistake

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Office Romance
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Kurniasih Paturahman

Shana percaya bahwa diam saat melihat ketidakadilan adalah sebuah kesalahan.

Itulah yang membuat Shana berani menegur pria asing yang sedang memarahi seorang nenek.

Namun, ia terlalu cepat mengambil kesimpulan. Ia salah paham dengan pria itu.

Beberapa hari kemudian pria itu muncul kembali di kehidupan Shana, sebagai CEO baru di kantornya.

Perlahan kehidupan Shana yang penuh dengan ketenangan, berubah menjadi rumit, panik, rasa malu, dan penuh dengan kejutan yang tak terduga.

Ditengah hubungan bos dan karyawan yang rumit. Keduanya mulai menyadari bahwa terkadang cinta datang dari sebuah kesalahpahaman.

Selamat membaca❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurniasih Paturahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Yang Terlalu Nyaman

Hujan masih turun perlahan di luar mobil. Lampu-lampu kota memantul di jalanan yang basah, menciptakan pemandangan yang menenangkan.

Setelah insiden "Tertangkap Melirik" tadi, Shana memilih diam. Terlalu malu untuk memulai percakapan lagi. Sedangkan Evan masih fokus menyetir.

Beberapa menit berlalu. Shana yang sejak pagi berlarian ke sana ke mari, mulai merasakan kantuk kembali.

Matanya terasa berat, sangat berat. Padahal ia sudah sempat tertidur di kantor tadi. Tapi rasa kantuk itu muncul kembali saat ini, saat suasana terasa tenang dan nyaman.

Ia sudah mencoba bertahan, namun tubuhnya menyerah lebih dulu. Kelopak matanya perlahan tertutup. Kepalannya sempat terangguk - angguk dan akhirnya ia benar- benar tertidur.

Evan baru menyadari beberapa menit kemudian saat suasana di mobil sangat hening. Ia melirik sekilas ke kursi sebelah.

Shana tertidur. Sungguh tertidur.

Kepalanya miring ke arah jendela. Rambutnya sedikit menutupi wajah. Tangannya masih memegang tas yang dipeluk di pangkuannya.

Evan tersenyum kecil menatap kelelahan Shana. Lalu ia kembali fokus ke jalan.

Namun beberapa saat kemudian.

Bruk.

Kepala Shana terbentur pelan ke kaca mobil.

Beberapa detik kemudian.

Bruk.

Terbentur lagi. Evan menghela napas panjang. Wanita ini benar-benar tidak bisa tidur dengan tenang. Evan meminggirkan mobilnya. Lalu memandang Shana sejenak.

Ia kembali melepaskan jasnya. Kali ini ia selipkan di antara kepala Shana dan kaca jendela. Agar tidak terbentur lagi. Ia lakukan dengan hati-hati. Seolah takut membangunkannya. Untungnya Shana tetap tertidur. Bahkan terlihat lebih nyaman.

Evan kembali menjalankan mobil. Sesekali ia melirik ke samping. Entah kenapa, melihat Shana tertidur terasa berbeda. Tidak berisik, tidak ceroboh dan tidak membantah.

Untuk pertama kalinya sejak mengenalnya, wanita itu benar-benar diam. Dan ternyata..

Cukup manis.

Evan langsung menggeleng pelan.

"Apa yang saya pikirkan..." Gumamnya pelan.

Empat puluh menit kemudian, mereka tiba di depan apartemen Shana. Mobil berhenti, namun pemilik apartemen itu masih tertidur pulas.

Evan menunggu, satu menit.. dua.. lima menit, tetap tidak bangun.

Hujan di luar sudah mereda. Menyisahkan titik-titik air di kaca jendela. Evan melirik ke Shana lagi.

Shana tetap tertidur, dan sangat pulas. Rambut hitamnya jatuh menutupi sebagian wajahnya. Napasnya teratur dan tenang. Untuk beberapa saat Evan hanya memperhatikannya. Lalu mencoba membangunkannya.

"Shana."

Tidak ada respon.

"Shana."

Tetap tidak bangun.

Evan menghela napas pelan. Lalu ia mengulurkan tangannya perlahan. Bukan untuk membangunkannya. Hanya untuk menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Shana.

Gerakanya berhenti sesaat. Matanya terpukau pada wajah wanita itu. Dalam keadaan tidur, Shana terlihat jauh lebih lembut, lebih tenang, tanpa ekspresi panik.

Kulitnya tampak bersih dan halus. Pipinya sedikit merona karena udara dingin. Dan bibirnya yang melengkung tipis, seolah sedang memimpikan sesuatu yang menyenangkan.

Evan menelan salivanya. Tiba-tiba suasana di dalam mobil terasa begitu sangat sunyi. Terlalu dekat...

"Cantik.., sangat cantik. " Gumam Evan tiba-tiba.

Evan terdiam cukup lama, matanya turun sekali lagi memperhatikan wajah Shana.

Lalu...

"Pak?"

Evan langsung tersentak. Shana membuka mata. Keduanya membeku. Jarak mereka terlalu dekat, sangat dekat. Shana bahkan bisa melihat pantulan dirinya di mata Evan. Sementara Evan langsung menarik tubuhnya mundur. Sangat cepat. Jantung ke duanya berdetak kacau.

"Ma-maaf, Pak."

Shana langsung duduk tegak. Wajahnya memerah.Ia bahkan tidak tahu kenapa harus meminta maaf.

Evan berdeham pelan. Berusaha terlihat setenang biasanya.

"Sudah sampai."

"Oh..."

Diam, hening sangat hening. Biasanya Shana selalu punya sesuatu untuk dikatakan. Namun malam ini otaknya kosong, benar-benar kosong. Evan yang biasanya selalu tenang pun tampak kesulitan mencari kata-kata.

"Kamu tertidur."

"Iya..."

"Kelihatannya lelah."

"Iya..."

Setelah menjawab, Shana rasanya ingin membenturkan kepalanya ke dashboard mobil.

Kenapa jawabannya cuman "iya"?

Sementara Evan memalingkan wajah ke depan, berusahan menyembunyikan senyum kecil yang hampir muncul.

"Kalau begitu... saya turun dulu."

"Hm."

"Terima kasih sudah mengantar saya."

"Sama-sama."

Shana meraih gagang pintu. Namun sebelum turun ia sempat menoleh. Dan mendapati Evan juga sedang menatapnya. Keduanya langsung membuang pandangan pada saat bersamaan. Wajah mereka sama-sama memanas.

"Selamat malam, Pak."

"Selamat malam, Shana."

Shana buru-buru ke luar dari dalam mobil. Sedangkan Evan menunggu sampai Shana benar-benar sampai di lobby apartemennya.

Baru setelah sosok Shana menghilang dari pandangannya, Evan menyandarkan punggung ke kursi.

Kemudian mengembuskan napas panjang. Untuk pertama kaliannya, seteleh sekian lama... dirinya merasa gugup.

Dan penyebabnya adalah seorang wanita bernama Shana.

-My Boss, My Mistake-

1
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
tinggal jwb aja saya juga suka sama km
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudah mampir ketempat tinggal Shana, semoga kedepannya bisa cepat go publik 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Akhirnya jadian juga 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Shana : saya juga suka sama kamu boss🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
jawab iya Shana 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Nena ngapain sih datang segala, merusak suasana saja 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
nah kan ketahuan nenek 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenapa kalian lucu 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenapa gak duduk di balkon apa ruang tamu aja malah telfonan 🤣
dasar CEO kasmaran namun gengsi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudah lah Evan, cepat sat set halalin aja 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bener ya nenek cuma bilang apa yang terlihat 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tidak merepotkan, malah senang ya Evan 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
nenek menceritakan masa kecil Evan
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
Diterima ga ya🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: terima aja kak 🤭
total 1 replies
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ngapain sih Nena ada disnaa JD kan ke ganggu
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
nenek benar, Evan gak bisa berpaling darimu Shana 🤭
⃟ ⃟🐬🅿!💤©€$™_- 🐟
ehekkk... hayooo Shanaaa😂🤭
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
terus terang aja kalian tuh PD saling memikirkan
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kalian sudah cocok kayaknya knp gak jadian aja
Maura Ayna
semangat terussss, halalkan hubungan mereka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!