NovelToon NovelToon
SIAPA TAKUT Jadi BEDA?

SIAPA TAKUT Jadi BEDA?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:538
Nilai: 5
Nama Author: Danisa Danish

Di saat fisiknya yang sawo matang selalu dihina oleh geng Ivanka, Alisha membuktikan bahwa kecerdasan dan rasa percaya diri jauh lebih memikat daripada standar kecantikan dunia. Namun, ketangguhannya diuji oleh Reyshaka, rival abadi berotak encer yang hobinya berdebat, tapi diam-diam selalu pasang badan paling depan saat Alisha direndahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danisa Danish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kilau medali dan petuah bapak

Ruang tengah rumah malam itu terasa jauh lebih cerah dari biasanya. Di atas meja kayu, sebuah medali emas berlogo dinas pendidikan berkilau tertimpa cahaya lampu neon. Bapak memegang medali itu dengan tangan yang sedikit bergetar, matanya berkaca-kaca penuh rasa bangga.

"Bapak benar-benar bangga sama kamu, Sha. Juara satu tingkat provinsi itu gak main-main," ucap Bapak, suaranya terdengar berat karena menahan haru. Ibu yang berdiri di samping Bapak juga tersenyum lebar, buru-buru memotong lauk ayam goreng ekstra yang sengaja dibeli untuk merayakan kemenangan Alisha.

Di sudut sofa, Aleta hanya diam memperhatikan. Ia menatap medali emas itu, lalu menunduk dalam-dalam sambil memainkan ujung kausnya. Ada senyum tipis di bibirnya, tapi matanya meredup.

"Kak Alisha hebat ya..." cicit Aleta pelan, nyaris tenggelam di antara suara bising TV. "Selalu menang kalau ada lomba-lomba akademik. Selalu bikin Bapak sama Ibu bangga."

Alisha yang sedang melepas ikatan rambutnya langsung menoleh. Ia menangkap nada getir dari suara adiknya. Alisha menggeser duduknya, mendekati Aleta yang masih menunduk.

"Ta, lo kenapa?" tanya Alisha lembut.

Aleta mengembuskan napas panjang, matanya mulai berkaca-kaca. "Aku... aku cuma merasa minder aja, kak. Nilai akademikku gak pernah sebagus Kak Alisha. Kadang aku ngerasa bodoh banget. Di sekolah, orang-orang selalu bandingin aku sama Kakak. Katanya aku cuma menang tampang doang, tapi otaknya kosong."

Mendengar itu, Alisha langsung memegang kedua bahu adiknya, memaksa Aleta untuk menatapnya.

"Dengerin gue, Aleta. Gak ada yang namanya anak bodoh," ucap Alisha tegas namun penuh kehangatan. "Otak encer itu bukan warisan sulap. Gue bisa kayak gini karena gue belajar sampai tengah malam, gue baca buku sampai mata gue sepet. Semua itu bisa diusahakan, Ta, asal lo rajin dan gak gampang menyerah. Kalau lo mau belajar, gue bakal bantu lo tiap hari sampai lo bosen."

Aleta menatap mata kakaknya, mencari kebohongan di sana, tapi yang ia temukan hanyalah ketulusan seorang kakak yang sangat menyayanginya.

Alisha tersenyum miring, lalu menyentil dahi Aleta pelan. "Lagian, lo ngapain minder sama gue? Lo itu pinter ngerawat diri, luwes, temennya banyak. Gak kayak gue yang kuper dan mukanya ditekuk terus kayak kertas gorengan."

"Ih, Kak Alisha mah!" Aleta refleks mengerucutkan bibirnya sambil mengusap dahinya yang disentil, tapi air matanya kini berganti menjadi tawa kecil. "Tapi emang bener sih, Mbak Alisha kalau lagi mikir rumus mukanya serem banget kayak ibu kos mau nagih duit kontrakan!"

"Heh, sembarangan lo!" sahut Alisha sambil tertawa, lalu sengaja mengacak-acak rambut Aleta hingga berantakan, memicu aksi saling balas dendam dan kejar-kejaran kecil di ruang tengah yang membuat suasana rumah mendadak ramai dan hangat.

Setelah puas saling ledek, Aleta kembali duduk di dekat Bapak yang sedang meminum teh hangatnya. Rasa sedihnya tadi menguap, digantikan oleh sifat kepo remajanya yang mendadak kambuh.

"Eh, Pak, tahu gak?" celetuk Aleta sambil menyenggol lengan Bapaknya dengan heboh. "kak Alisha bisa menang begini tuh gara-gara dibantu sama Kak Shaka! Itu lho, cowok paling ganteng, paling pinter, dan paling populer sesekolah! Kemarin aja Kak Shaka minjemin jaket almamaternya ke Kak Alisha!"

Alisha yang baru mau melangkah ke dapur langsung tersedak ludahnya sendiri. "Aleta, diem gak lo!"

Bapak yang sedang memegang cangkir teh langsung menurunkan cangkirnya ke meja dengan suara brakk kecil. Alis tebal Bapak bertaut, menatap Aleta dan Alisha bergantian dengan tatapan menyelidik khas seorang ayah.

"Shaka siapa? Pacar kamu, Sha?" tanya Bapak, nadanya mendadak berubah interogatif.

"Bukan, Pak! Cuma partner olimpiade, suwer!" bela Alisha sambil mengangkat dua jarinya, mukanya mendadak panik.

Bapak berdeham keras, lalu menatap Aleta dengan sorot mata memperingatkan. "Bapak gak melarang kalian berteman. Tapi inget ya, terutama kamu Aleta, jangan pacaran-pacaran dulu! Baru juga kelas sepuluh, urusin dulu tuh nilai matematika kamu yang masih tiarap. Sekolah yang bener, jangan genit mikirin cowok ganteng terus!"

"Lho, kok jadi aku yang diomelin, Pak? Kan yang dipinjemin jaket Mbak Alisha!" protes Aleta dengan wajah cemberut, tidak terima karena niatnya menjahili Alisha malah berbalik menjadi senjata makan tuan.

Alisha yang berdiri di dekat dapur langsung menjelurkan lidahnya ke arah Aleta, meledek adiknya yang sukses kena omelan Bapak. Malam itu, di bawah atap rumah Cikajang, tawa hangat keluarga mereka kembali terdengar, melarutkan segala kecemburuan dan menyisakan kedekatan yang semakin erat antara dua bersaudara tersebut.

1
S3C
semangat author 👍👍👍👍
Anisa Nurlatifah: siap,Makasihhhh😍😍😍😍👍💪
total 1 replies
Anisa Nurlatifah
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!