NovelToon NovelToon
Ibu Susu untuk Putra CEO

Ibu Susu untuk Putra CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Pengasuh
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Di malam persalinannya, Aisha diusir oleh suami dan mertuanya yang kejam setelah bayinya dinyatakan meninggal. Luntang-lantung di tengah hujan dengan dada yang sesak karena terus memproduksi ASI, Aisha pingsan di jalanan.

Di sisi lain, Adrian—seorang CEO dingin—sedang frustrasi karena bayinya yang baru lahir kritis dan menolak semua susu formula.

Takdir mempertemukan mereka. Saat bayi Adrian didekap oleh Aisha, sang bayi langsung tenang dan mau menyusu. Adrian akhirnya mempekerjakan Aisha sebagai ibu susu rahasia lewat kontrak ketat. Namun, seiring berjalannya waktu, Aisha mulai menyadari sebuah rahasia kelam: bayi yang ia susui memiliki ikatan batin yang sangat kuat, mirip dengan darah dagingnya sendiri yang hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aliansi yang Tak Terduga

Dua hari menjelang persidangan radikal yang disiapkan oleh Taufik, suasana di dalam kamar mewah sebuah hotel butik di pusat kota tampak tegang.

Valerie duduk di hadapan seorang pria paruh baya yang mengenakan setelan jas necis namun berwajah licik kuasa hukum utama Taufik yang bernama pengacara Baskoro.

Di atas meja kaca di antara mereka, beberapa lembar foto hasil intaian di paviliun belakang berserakan. Valerie menatap gambar-gambar itu dengan senyum sinis yang dipenuhi rasa puas sekaligus dendam yang membara.

"Jadi, ini kartu as yang akan kalian mainkan di persidangan lusa?" tanya Valerie, jemari lentiknya yang berkutek merah darah mengetuk-ngetuk permukaan foto wajah Aisha.

"Benar, Nona Valerie," jawab Baskoro dengan nada percaya diri yang tinggi. "Klien saya, Taufik, mungkin berada di dalam sel, tetapi dia tahu cara menjatuhkan seseorang.

Dengan foto-foto ini, kami akan membangun opini publik bahwa Adrian Arkan telah melakukan intervensi hukum demi menyembunyikan wanita simpanannya. Nama baik Arkan Group akan merosot tajam."

Valerie bersandar pada sofa sutranya, matanya berkilat licik. Kehancuran bisnis keluarganya akibat penarikan modal sepihak oleh Adrian telah membuatnya kehilangan akal sehat.

Ia tidak lagi peduli pada cintanya pada Adrian; yang ia inginkan sekarang hanyalah melihat pria angkuh itu berlutut dan memohon padanya, serta melihat pelayan rendahan bernama Aisha itu hancur sehancur-hancurnya.

"Aku akan mendukungmu, Baskoro," bisik Valerie dengan suara tajam penuh kedengkian. "Aku akan mengerahkan seluruh jaringan media gosip dan influencer di bawah kendali keluargaku untuk menggoreng isu ini satu jam sebelum sidang dimulai. Kita buat opini publik menghakimi mereka bahkan sebelum hakim mengetuk palu."

Farida Arkan, yang selama ini memantau dari balik layar, ternyata ikut memberikan restu finansial secara diam-diam kepada aliansi kotor ini. Bagi Farida, lebih baik melihat putranya sedikit terluka reputasinya daripada harus membiarkan seorang wanita kasta rendah menjadi nyonya di mansion Arkan.

Malam harinya, di dalam ruang kerja utama mansion, Adrian sedang memeriksa draf akhir berkas pembelaan yang disiapkan oleh Hendra. Dokumen kesaksian dari makelar ilegal di Bogor, bukti transfer utang judi online Taufik, hingga rekaman CCTV rumah sakit saat pemalsuan dokumen kematian Fatih dilakukan, semuanya telah tersusun rapi.

*Tok, tok, tok.'

Pintu ruang kerja terbuka, dan Aisha melangkah masuk dengan ragu-ragu. Ia membawa sebuah nampan berisi secangkir teh kamomil hangat. Wajahnya tampak sedikit pucat, menyiratkan kecemasan yang mendalam yang sejak kemarin tidak bisa ia sembunyikan.

Adrian mendongak, dan seketika itu juga ketegangan di wajah tegasnya mencair. Ia berdiri dari kursi kerjanya, berjalan mendekati Aisha, dan menerima nampan tersebut untuk diletakkan di atas meja kecil.

"Kenapa belum tidur, Aisha? Ini sudah hampir tengah malam," ucap Adrian lembut, tangannya bergerak merangkul pinggang Aisha dengan protektif.

Aisha menatap mata elang Adrian dengan pandangan berkaca-kaca. "Adrian... Hendra tadi sore tidak sengaja menjatuhkan beberapa berkas di koridor, dan saya... saya melihat nama Taufik di sana. Apakah lusa ada hubungannya dengan masa lalu saya?"

Adrian terdiam sejenak. Ia menghela napas panjang, lalu menuntun Aisha untuk duduk di sofa panjang. Ia menggenggam kedua telapak tangan Aisha yang terasa dingin di dalam genggamannya yang hangat.

"Aisha, tikus-tikus itu mencoba melakukan perlawanan terakhir mereka," ucap Adrian jujur, tidak ingin lagi menyembunyikan apa pun dari wanita itu. "Taufik dan pengacaranya mencoba menggunakan foto-foto kita di paviliun untuk memeras kita di persidangan lusa. Mereka bekerja sama dengan Valerie."

Aisha tersentak, napasnya tercekat di tenggorokan. "Keluarga saya... mereka akan menyeret nama Anda lagi? Adrian, saya mohon... biarkan saya pergi saja lusa. Jangan biarkan reputasi Anda hancur karena membela saya."

Mendengar kepasrahan Aisha yang selalu mengutamakan keselamatannya, Adrian merasakan desakan emosi yang kuat di dadanya. Pria itu memajukan tubuhnya, lalu merangkup wajah Aisha dengan kedua tangannya yang besar, memaksa wanita itu menatap lurus ke dalam matanya yang memancarkan keyakinan mutlak.

"Dengarkan aku, Aisha," ucap Adrian dengan nada bariton yang kokoh dan sarat akan penekanan emosional yang mendalam.

"Aku adalah Adrian Arkan. Tidak akan ada satu pun manusia di negeri ini yang bisa menghancurkan ku, apalagi sampah seperti mantan suamimu. Lusa, aku tidak akan membiarkanmu bersembunyi. Aku ingin kamu datang bersamaku ke ruang sidang."

Aisha tertegun, matanya melebar. "Ke ruang sidang...?"

"Ya," tegas Adrian, seulas senyuman dingin yang penuh kemenangan terukir di bibirnya. "Aku ingin kamu melihat sendiri dengan kedua matamu, bagaimana pria yang sekarang memelukmu ini akan menghancurkan orang-orang yang pernah membuatmu menangis. Aku akan memutus rantai masa lalu mu secara total, Aisha. Percayalah padaku."

Melihat kilat tekad yang begitu besar di mata Adrian, ketakutan di hati Aisha perlahan-lahan menguap, digantikan oleh rasa percaya yang membubung tinggi. Di bawah perlindungan mutlak sang CEO, Aisha tahu bahwa lusa bukan lagi hari penghakimannya, melainkan hari di mana takdir baru mereka akan dikukuhkan di depan hukum.

---

Bersambung~

1
Sumining 123
luar BB biasa
Aera_yong
Wah gays terimakasih udah baca karya aku yang ini ya gays udah nembus 3k hehheeh😍😍🥳🥳
Sumining 123
lanjutkan cerita nya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!