Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nama yang Mengguncang Kota Qing
Pada awalnya, petir masih terlihat berputar di sekitar arena.
Namun tak lama kemudian, ledakan petir mengguncang seluruh arena keluarga Zhang hingga menghancurkan beberapa bangunan yang ada di sekitarnya.
Tanah retak dimana-mana, batu-batu beterbangan kesegala arah.
Gelombang energi menyapu segala arah hingga banyak murid muda yang sebelumnya masih bertahan terpental jauh seperti boneka kapas.
Beberapa yang telat melarikan bahkan langsung jatuh terduduk dengan wajah pucat, baik tangan atau kaki mereka hancur tersambar petir.
“Cepat lari.”
Teriakan kepanikan terdengar dari segala arah.
Bahkan tetua keluarga Zhang juga menjaga jarak dan melindungi tubuh mereka dengan dinding spiritual untuk menghalangi dampak serangan mengenai tubuh mereka.
Dimata mereka, pertarungan ini jelas Setara dengan pertarungan kultivator tingkat kelima atau ke enam alam pengumpulan Qi.
Beberapa tetua buru-buru melepaskan energi spiritual untuk melindungi area utama keluarga agar tidak terdampak dan di hancurkan.
Di tengah ledakan, cahaya biru dan ungu terus bertabrakan seperti badai yang sedang mengamuk.
Klang! Klang!
Suara petir dan pedang menggema tanpa henti membuat orang yang mendengarnya merasa bulu kuduknya berdiri ketakutan.
Sesaat kemudian…
Brakk!
Pedang energi Luo Han hancur berkeping-keping lalu kilatan petir yang sangat tipis menghantam tubuhnya.
Mata Luo Han langsung membesar seolah tak percaya, “Tidak…”
Dia berusaha menghindar, namun belum dia sempat dia menghindar kilatan petir yang disusul dengan Tinju petir Zhang Tian sudah tiba di depannya.
Ledakan…
Tinju Zhang Tian menghantam dada Luo Han secara langsung membuat wajah Luo Han pucat ketakutan.
Kemudian, krakkk..
Suara tulang patah terdengar bersamaan dengan tubuhnya yang langsung terpental puluhan meter.
Darah menyembur dari Luo Han saat tubuhnya berhenti ketika menghantam pilar arena di kejauhan hingga retak.
Beberapa pengawal yang dibawa oleh luo Han langsung panik, “Tuan muda Luo.” Mereka berlari ke arah Luo Han dengan panik.
Sementara kepala keluarga Zhang dan tetua lain tidak ada suara karena mereka jelas masih syok.
Mereka semua membeku tak percaya kalau Zhang Tian yang sehari sebelumnya masih di anggap sampah, saat ini bisa mengalahkan jenius sekte pedang langit yang berada di tingkat tiga alam pengumpulan Qi.
Barulah saat mendengar suara pengawal yang datang bersama luo Han sebelumnya mereka akhirnya sadar.
Sulit untuk percaya, karena apa yang baru saja terjadi jelas di luar nalar.
Luo Han murid Sekte Pedang Langit kalah di tangan Zhang Tian yang baru berada di tingkat tujuh alam penempaan tubuh.
Di antara semua orang, Zhang Guocheng adalah yang paling tercengang.
“Itu… Itu..” Tangannya masih gemetar karena keterkejutan, bahkan dia berbicara terbata-bata.
Tatapannya penuh ketidakpercayaan saat memandang Zhang Tian seolah melihat hantu.
Zhang Tian berdiri di tengah arena sambil terengah-engah, wajahnya terlihat pucat pasi.
Jelas dia juga terluka.
Selain itu, serangan tadi menguras hampir seluruh energinya.
Meskipun wajahnya terlihat pucat, namun ada senyum kecil di sudut mulutnya. Karena dia berhasil menguasai kekuatannya hingga ke batasnya yang paling maksimal.
Saat ini dia yakin jika melawan kultivator alam pengumpulan Qi biasa, dia bisa menang dengan mudah.
Roh Kaisar Naga Petir mengangguk lalu berkata, “Untuk pertarungan pertama, kamu tidak terlalu buruk. Sekarang mereka mungkin akan menjilat padamu.”
“Namun, bukan itu yang harus kamu khawatirkan, tapi orang dari sekte pedang langit itu.”
Wajah Zhang Tian langsung menjadi murung, karena meskipun dia menang melawan Luo Han, tapi pasti akan ada konflik lanjutan setelah ini.
“Masalah besar baru saja dimulai.” Zhang Tian bergumam tak berdaya. Melihat Zhang Tian yang tampak tak berdaya, roh Kaisar di kepalanya berkata, “Hei, kau harus memiliki keberanian seorang pria. Jika ada masalah datang tinggal hadapi saja. Untuk apa takut, takut itu hanya boleh dimiliki oleh seorang wanita.”
“Sialan kau lelaki tua..” Wajah Zhang Tian menggelap. “Jika kau hebat, coba kau keluar lalu hancurkan sekte pedang langit.”
“Aduh, aku ngantuk.” Suara roh Kaisar naga petir terdengar sebentar lalu dia menghilang.
“Senior.” Zhang Tian memanggilnya sekali.
“Lelaki tua… Kakek tua….” Masih tidak ada tanggapan.
“Dasar tua Bangka sialan.” Zhang Tian memaki.
......................
Di kejauhan, Luo Han perlahan bangkit setelah pengawalnya membantunya berdiri.
Tubuhnya terlihat mengerikan dan di penuhi luka, terutama dadanya terlihat cekung.
Disitulah tinju Zhang Tian di tujukan sebelumnya.
Tatapannya dipenuhi keterkejutan dan kemarahan.
“Aku…Aku kalah?” Luo Han seolah tidak mampu menerima kenyataan bahwa dia di kalahkan oleh sosok yang dia anggap hanya semut.
Sejak masuk Sekte Pedang Langit dia selalu dipuji sebagai genius, dan bahkan di tingkatan yang sama, dia belum pernah terkalahkan.
Untuk kultivator di Kota Qing yang kecil seperti ini, seharusnya tidak ada yang mampu melawannya.
Namun sekarang dia dipukul jatuh oleh pemuda yang tadi disebut sampah, bahkan bukan hanya jatuh, tapi dia terus memuntahkan darah dan tulang dadanya penyok.
Belum lagi, itu terjadi di depan banyak orang. Hal ini membuat wajahnya sangat malu, benar-benar malu.
Baginya, ini adalah hal yang paling memalukan dalam hidupnya.
Aura membunuh perlahan muncu dari dalam tubuh Luo Han, sementara tatapan matanya berubah menyeramkan.
“Kau… berani beraninya mempermalukanku…” Luo Han menatap Zhang Tian di kejauhan lalu berkata, “Kau harus mati.”
Mata Zhang Tian menyipit melihat sikap tak tahu malu Luo Han. “Kau sendiri yang menantang bertarung, namun saat kau kalah, seolah-olah aku adalah penjahat yang habis merenggut kehormatanmu. Dasar idiot.” Zhang Tian berkata dingin.
Kemudian, petir yang samar perlahan mengelilingi tubuhnya.
“Hah… tidak disangka semuanya akan berjalan sejauh ini.” Zhang Xue menggelengkan kepala.
Beberapa murid keluarga Zhang juga menelan ludah saat mendengar Zhang Tian memanggil Luo Han idiot.
Jika itu mereka, bahkan jika di berikan sepuluh keberanian juga mereka tidak akan berani mengatakan murid sekte pedang langit idiot.
“Zhang Lei ini benar berani.” Zhang Lei yang tadi di selamatkan oleh tetua berjubah hitam berkata dengan suara bergetar.
Karena Zhang Tian benar-benar tidak memberi muka sama sekali meskipun Luo Han adalah murid sekte pedang langit.
Sementara wajah Luo Han berubah semakin suram, namun urat-urat di dahinya semakin menonjol.
“Baik, baik.”
Luo Han tertawa aneh, namun tawanya itu terlihat lebih menakutkan daripada melihat hantu.
Aura spiritualnya mulai bergerak liar di tubuhnya, aura ini bahkan lebih kuat dibanding sebelumnya.
Melihat hal ini, Zhang Guocheng, kepala keluarga Zhang langsung berubah ekspresi.
“Ini tidak bagus, energi spiritualnya tidak stabil. Luo Han ini pasti ingin menerobos paksa.”
Kemudian Zhang Guocheng berteriak, “Semua pergi sejauh mungkin dan tinggalkan arena.”
Semua orang langsung terkejut lalu berlari meninggalkan arena sejauh yang mereka bisa.
Di tempat Luo Han berdiri, Aura Pengumpulan Qi tingkat ketiga langsung melonjak.
Menuju tingkat keempat yang membawa tekanan besar menyelimuti arena bahkan membuat udara terdistorsi.
Zhang Tian juga menyipitkan mata menatap aura di tubuh Luo Han yang tidak stabil.
Kemudian dengan matanya dia merasakan aura Luo Han meningkat drastis.
Roh Kaisar Naga Petir berbicara pada saat ini, “Anak itu memaksakan fondasinya. Kalau dia tidak berhenti tepat waktu, jalur kultivasinya bisa rusak selamanya.”
Disisi lain Luo Han juga jelas mengerti resiko yang akan dia hadapi, namun Luo Han jelas tidak peduli. Karena yang dia inginkan sekarang hanya satu, yaitu membunuh Zhang Tian.
Swoshh!
Tubuhnya melesat maju seperti bayangan jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.
Pupil mata Zhang Tian langsung mengecil, dia reflek mengangkat tangan di depan dada
karena dia tidak bisa melihat serangan Luo Han.
Brakkk.
Tinju Luo Han menghantam dadanya membuat Zhang Tian langsung terpental sambil memuntahkan darah dari mulutnya.
Namun Luo Han tidak berhenti. “Hari ini, kau harus mati.”
Dia muncul lagi di depan Zhang Tian lalu mencabut pedangnya langsung menebas ke arah Zhang Tian.
Srasshh.
Luka sayatan panjang muncul di lengan Zhang Tian memperlihatkan tulangnya yang terlihat.
Di kursi utama, Zhang Guocheng berdiri marah melihat Luo Han yang tak terkendali.
“Cukup.”
Suaranya menggema seperti guntur. Aura Pengumpulan Qi tingkat lima langsung meledak dari tubuhnya, dia melesat ke arena.
Melihat kepala keluarga Zhang coba menghentikannya, Luo Han justru tertawa dingin.
“Tidak ada yang boleh ikut campur!”
Kemudian dia mengeluarkan token emas dari pinggangnya untuk mengingatkan status apa yang dia miliki.
Simbol pedang di token itu langsung bersinar terang di mata Zhang Guocheng.
Melihat token tersebut, wajah para tetua keluarga Zhang berubah pucat.
“Kalau kita menyentuhnya, Sekte Pedang Langit tidak akan tinggal diam.”
Langkah Zhang Guocheng juga langsung terhenti di udara.
Di wajahnya ada kemarahan dan ketidakberdayaan. Karena keluarga Zhang memang tidak mampu melawan sekte pedang langit yang sebesar itu.
Sementara di arena, Luo Han menatap Zhang Tian dengan senyum menyeramkan.
“Kau tadi sangat sombong, bukan? Sekarang coba berdiri lagi.”
Luo Han melipat tangannya di dada dengan ekspresi menyeramkan. Sementara aura di tubuhnya sangat mendominasi.
Zhang Tian perlahan bangkit sambil memegang dadanya yang terasa sangat sesak dan tubuhnya penuh luka.
Meskipun saat ini dia tidak bisa melawan Luo Han, dia tidak memiliki rasa takut di matanya.
Setidaknya, dia tidak akan bersikap seperti Luo Han jika kalah dari orang lain.
“Kamu sekarang lebih mirip seperti iblis daripada seorang kultivator pedang.” Zhang Tian menatap Luo Han dan berbicara dengan suara berat.
Luo Han justru semakin marah saat dirinya di katakan mirip seperti iblis.
Dia merasa berkali-kali dihina oleh Zhang Tian yang dia anggap semut.
“Beraninya semut sepertimu mengatakan aku mirip seperti iblis.. Maka, matilah kau.”
Energi Pedangnya langsung dipenuhi energi biru cerah membawa aura yang sangat tajam menyebar ke seluruh arena.
Tepat saat Luo Han hendak menyerang lagi, sebuah suara tua tiba-tiba menggema dari atas langit.
“Berhenti.”
Bersamaan dengan kemunculan suara itu, tekanan besar langsung turun dari udara membuat Aura Luo Han langsung hancur saat itu juga.
Mata semua orang membesar menatap sosok yang muncul di atas langit. Itu adalah seorang pria tua berjubah putih yang berdiri di udara dengan santainya. Dia seperti burung yang sedang terbang di langit.
Tubuhnya memancarkan tekanan yang jauh lebih mengerikan dibanding Luo Han yang saat ini memaksa kultivasinya menerobos.
Zhang Tian juga merasa terkejut karena pada saat kritis seperti ini, tiba-tiba seorang lelaki tua muncul entah dari mana dan menghancurkan serangan Luo Han.
Adapun Luo Han, saat melihat pria itu, wajah Luo Han langsung berubah pucat.
“Tetua Xu!” Luo Han langsung memberi hormat pada lelaki tua itu.
Pria tua itu melirik Luo Han dingin, “kau benar-benar sampah.”
“Kau bukan hanya kalah melawan bocah yang jauh lebih muda dan kultivasinya berada jauh dibawah satu tingkatan alam besar, namun kamu juga menggunakan cara terlarang memaksa peningkatan kultivasi agar bisa menindasnya dan memuaskan hatimu yang picik itu. Benar-benar memalukan.”
Luo Han langsung menundukkan kepala ketakutan, dia tidak berani membantah sedikit pun.
Karena lelaki tua itu adalah sosok penting di sekte pedang langit.
Tetua Xu mengabaikan Luo Han lalu perlahan menoleh kepada Zhang Tian. Tatapannya tajam dan menyapu seluruh rahasia tubuhnya dengan kesadaran spiritual.
“Hm..Atribut petir…” Lelaki tua itu mengerutkan Kening, “Dan aura di tubuhnya ini?”
Tatapannya perlahan berubah menjadi serius, “Anak muda, apakah kamu mau bergabung ke Sekte Pedang Langit?”
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?