NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Jebakan

Bella memarkirkan mobil milik salah seorang supir pribadi keluarganya di pelataran kantor PT. Mahesa Persada.

Menyamar sebagai karyawan baru membuatnya tak bisa membawa mobil pribadinya yang bernilai miliaran rupiah dan membuatnya terpaksa meminjam mobil milik pegawai di rumahnya, agar identitasnya tak diketahui.

Bella menatap gedung perkantoran milik Gilang yang tak semegah dan sebesar kantor milik papanya.

"Here we go!" Walau dirinya akan menyamar bekerja di perusahaan orang, namun, tak ada rasa gugup sedikit pun di hatinya, hingga kakinya bergerak, melangkah menuju lobby kantor Mahesa Persada.

"Selamat pagi Mbak. Ada yang bisa dibantu?" Seperti biasa, security menyapa pada tamu kantor.

"Pagi, Pak. Saya ingin bertemu dengan Pak Gilang," sahut Bella.

"Pak Gilang mana, ya, Mbak? Soalnya di sini ada tiga yang namanya Pak Gilang." Security menjelaskan jika nama Gilang tidak hanya dimiliki oleh bosnya saja.

"Pak Gilang pimpinan kantor ini, Pak. Saya ditugaskan untuk bertemu dengan Pak Gilang." Bella memperjelas, siapa orang yang ingin ia temui di kantor itu.

"Oh Pak Bos, ya? Saya bantu tanyakan ke front office. Mari silakan!" Security mengajak Bella menemui karyawan di bagian front office.

"Mbak Fiska, ada tamu ingin bertemu Bapak." Security itu melaporkan kedatangan Bella pada pegawai front office bernama Fiska. "Nanti dilayani sama Mbak Fiska, ya, Mbak." Setelahnya security tadi berbicara dan berpamitan pada Bella dan kembali ke tempatnya.

"Makasih, Pak." Bella sempat mengucapkan terima kasih pada security yang telah membantunya.

"Mau ketemu Pak Gilang? Udah punya janji sebelumnya?" tanya pegawai bernama Fiska dengan nada bicara dan gesture kurang ramah, untuk seorang pegawai front office yang selalu berhadapan dengan tamu perusahaan.

Bella terkejut mendapati sambutan kurang hangat dari pegawai front office itu.

"Saya Bella, Saya ditugaskan Pak Satria untuk datang kemari dan bertemu dengan Pak Gilang." Bella berusaha mengendalikan diri dan bersikap profesional, mesti mendapat perlakuan kurang enak dari pegawai front office.

Fiska lalu mengecek di laptopnya. "Tapi hari ini Pak Gilang nggak ada jadwal bertemu dengan siapa-siapa, tuh!" sahutnya masih dengan ekspresi kurang ramah. "Memangnya Mbak ini dari perusahaan apa?" tanyanya kemudian.

"Jutek amat nih orang! Nggak sadar kalau dia masih bisa dapat gaji dari perusahaan ini karena bantuan papih!?" gerutu Bella karena sambutan tak hangat dari salah seorang karyawan perusahaan itu.

"Coba Mbak hubungi saja Pak Gilang, bilang saja orang yang ditugaskan oleh Pak Satria Wijaya sudah sampai." Bella masih mencoba bersabar, tak mendamprat karyawan bernama Fiska itu.

Tak menyahuti ucapan Bella, Fiska langsung mengambil gagang telepon dan memencet nomer extension pada pesawat telepon, lalu berbicara dengan nada pelan.

Bella tetap berdiri di depan meja front office, tanpa disuruh duduk menunggu oleh Fiska.

"Cari mati dia! Nggak tahu? Kalau orang dihadapannya ini calon ibu bos di sini!"

Bella mengerjakan mata, saat menyadari dirinya membayangkan menjadi istri bos perusahaan Mahesa Persada, padahal ia sendiri belum tentu setuju dijodohkan dengan Gilang.

"Langsung aja ke ruangan Pak Gilang!" Suara Fiska terdengar setelah bicara dengan orang di telepon.

"Ruangan Pak Gilang di mana, Mbak?" Bella baru pertama kali datang ke kantor Mahesa Persada, tentu saja dia belum tahu di mana letak dan lantai berapa ruangan pimpinan kantor itu berada.

"Lantai tiga, lewat lift di sana!" Fiska menunjuk arah lift dengan gerakan matanya. Tampak malas melayani Bella.

"Oke, Mbak. Makasih." Bella segera meninggalkan meja front office menuju lift. "Baru jadi pegawai FO aja udah belagu!" gerutu Bella kesal. Baru pertama datang ke perusahaan itu tapi sudah mendapat perlakuan negatif.

Lift yang membawa Bella akhirnya sampai di lantai yang dituju, Saat pintu lift terbuka, dia langsung dihadapkan dengan ruangan terbuka yang diisi dengan meja kerja pegawai yang dibatasi sekat di sisi meja.

Beberapa karyawan langsung menoleh ke arahnya ketika ia keluar dari lift.

"Permisi, kalau ruangan Pak Gilang, pimpinan di sini di sebelah mana, ya?" Bella meminta bantuan karyawan di sana untuk menunjukkan ruangan Gilang berada.

"Di sana, Mbak! Nanti ada Dita, sekretaris Pak Gilang." Salah seorang pegawai pria menjawab pertanyaan Bella.

"Makasih, Mas. " Langkah kaki Bella bergerak menuju arah yang disebutkan pegawai tadi. Syukurlah kali ini tidak ada drama diabaikan lagi seperti yang ia dapat di front office tadi.

"Pagi, Mbak. Saya mau bertemu dengan Pak Gilang." Akhirnya Bella sampai di meja sekretaris Gilang dan menyapanya.

Dita, sekretaris Gilang menoleh pada Bella. Dia memperhatikan Bella dari atas sampai bawah. Dia sudah mendapat informasi dari bosnya jika dirinya akan ditempatkan di divisi marketing sebagai Marketing Supervisor, karena akan ada yang orang baru yang akan mengganti posisinya sebagai sekretaris Gilang.

Bella mengamati gestur Dita ketika memperhatikannya.

"Apa dia udah tahu kalau posisinya akan dikasih ke aku, ya?" Bella menebak-nebak dan bersiap akan diperlakukan sama seperti pegawai front office tadi.

Dita lalu bangkit, tak terduga mengulurkan tangannya mengajak berjabatan tangan dengan Bella.

"Saya Dita, Mbak. Mari saya antar ke ruangan Pak Gilang." Dita justru ramah menyambut Bella.

"Oh, saya Bella, Mbak. Makasih, Mbak." Bella menarik nafas lega, akhirnya ada juga yang bersikap humble terhadapnya.

Bella lalu mengikuti langkah Dita ke ruangan Gilang. Setelah Dita mengetuk pintu dan memberitahu Gilang soal kedatangannya, Bella pun akhirnya diperkenankan masuk ke ruangan Gilang.

"Selamat pagi, Pak. Perkenalkan, saya Isabella, panggilan saya Bella. Saya disuruh Pak Satria untuk menemui Bapak pagi ini." Bella menyapa Gilang yang duduk di meja kerjanya.

Gilang tertegun beberapa saat melihat sosok Bella. Dia tak menyangka kalau orang yang diceritakan Pak Satria untuk menjadi sekretaris benar-benar berparas cantik.

"Oh, silakan duduk!" Gilang berusaha mengendalikan dirinya dan tak terus terhanyut dengan kecantikan Bella.

"Terima kasih, Pak." Bella duduk di kursi depan meja kerja Gilang.

"Hmmm, apa Pak Satria sudah memberitahu kamu, di mana kamu akan ditempatkan di sini?" Tangan Gilang memperbaiki simpul dasinya. Itu hanya gerakan untuk mengatasi nervous yang tiba-tiba saja menghinggapinya. Entah mengapa? Justru Gilang yang grogi bertemu dengan Bella.

"Sudah, Pak. Kata Pak Satria, saya akan mengisi posisi sekretaris Bapak." Berbeda dengan Gilang yang nervous, Bella terlihat lebih santai dan tenang.

"Ya, benar. Kamu akan menjadi sekretaris saya di sini." Tangan Gilang kini bergerak mengusap ujung hidungnya. Dia tak pernah segrogi ini menghadapi wanita sebelumnya. Tapi, pada Bella, dia sendiri tak mengerti, kenapa bersikap seperti itu? Dia berharap Bella tidak menangkap sikap nervous-nya.

"Kapan kamu akan siap bekerja?" Gilang memberanikan diri menatap Bella kembali. Wajah cantik dan imut, bibir tipis, hidung mancung, mata bulat indah dilengkapi bulu mata lentik dan alis yang tertata rapih, membuat wanita di hadapannya itu sedap dipandang mata.

"Saya siap kapan saja Bapak perintahkan," jawab Bella, "Ternyata aslinya lebih tampan," gumam Bella yang ternyata juga mengagumi penampilan fisik Gilang, tapi, dia bisa mengendalikan ekspresinya dibandingkan Gilang.

"Oke, kalau kamu siap, bisa mulai hari ini." Gilang lalu menekan tombol call di wireless intercom yang ada di meja kerjanya untuk memanggil Dita. "Dit, ke ruangan saya sekarang!" perintahnya pada sang sekretaris.

Tak lebih dari semenit Dita sudah masuk di ruangan Gilang.

"Ada apa, Pak?" tanya Dita.

"Dit, ini Bella, Bella ini yang akan menggantinya posisi sekertaris. Tolong kamu beri arahan pada Bella, supaya dia bisa menghandle pekerjaanmu dengan baik." Gilang memberi perintah pada Dita.

"Baik, Pak." Dita mengiakan perintah Gilang. "Mari, Mbak!" Dita lalu mengajak Bella untuk mengikutinya.

"Oke, Mbak." Bella mengangguk setuju, "Permisi, Pak, " lalu mengikuti langkah Dita setelah berpamitan Gilang.

Gilang memperhatikan Bella yang menjauh hingga menghilang di balik pintu. Hembusan nafas langsung terdengar. Jari telunjuk kanannya melakukan gerakan memijat pelipisnya.

"Apa mungkin yang dikatakan Jimmy benar? Ini sebuah jebakan. Pak Satria sengaja mencoba menjebakku dengan mengirim wanita cantik untuk menjadi sekretarisku?" Gilang mulai terpengaruh apa yang diduga Jimmy.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
ρυтяσ kang'typo✨
lagi kencan mala bahas boss🤣🤣🤣tapi q suka ko secara tidak langsung Jimmy memberi gambaran tentang Gilang pada Bella
ρυтяσ kang'typo✨
Jimmy gercep itu Lang... 🤣🤣🤣u mah fokus cemburu doang g ada misi apa pun 🤭🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
ada untungnya juga Bella pergi dinner sama Jimmy.rahasia tentang Gilang di umbar sama Jimmy tanpa perlu repot2 Bella mencari tau sendiri😄
bakal makin gencar gak nih Bella menggoda Gilang setelah dengar cerita Jimmy😁
Dest Cookies
secara tidak langsung jimmy sudah memberi gambaran tentang kepribadian gilang.. bella mulai kagum.. lama2 jatuh cinta...
Juwitae
Terbuka sedikit² supaya Bella tidak salah sangka terus sama Gilang
Esther
Jimmy gak sadar kalau Bela lagi cari informasi tentang Gilang😄
Juwitae
Dasar asisten ga ada akhlak🤣🤣
Dest Cookies
beneran cemburu nih gilang.. rasa yg belum disadari oleh gilang...
Esther
Tambah panas nih Gilang, asistennya selangkah lebih maju sudah berani mengajak Bella kencan🤭🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
panas pasti Gilang di ledek begitu sama asistennya sendiri. jangan2 Gilang ikut pergi memata-matai Jimmy sama Bella nih..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
sekarang ikuti dulu permainan Jimmy.setelah itu kasih dia shock terapi biar jantungnya kuat😂
Dest Cookies
waduh..gawat dong.. .. bella di dekitin sama jimy.. tp aku yakin bella bisa jaga diri.. jd tambah greget nih ..
.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
Bella yang gak mau kali Jim di goda sama kamu.dia bukan wanita yang mudah tergoda.tujuan dia di kantor Mahesa Persada kan untuk lebih tau Gilang seperti apa.kalau nanti pas tau Bella anak pak Satria,malu kamu seumur-umur Jim udah berani godain Bella😄
ρυтяσ kang'typo✨
eee ada yang g rela tuh kalo Jimmy mendekati Bella beneran, mana dia rela batal tunangan demi Bella 🤭🤭🤭
Juwitae
langsung di tembak kan. Ayo ngaku cemburu gak Gilang?🤭😄
ρυтяσ kang'typo✨
ciyeeeee cemburu... pasti mengelak tuh Gilang🤣🤣masa iya mau bilang cemburu g mungkin la ya
ρυтяσ kang'typo✨
waaaah.... makin seru ka, hayo loh u skakmat kan Lang🤣🤣🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
mati kutu deh Gilang.mau jawab apa coba Gilang. pengen tau gebrakannya kayak apa😄..Bella sih makin asik aja ngerjain ataupun godain Gilang
Dest Cookies
hayoo gilang ... kamu pasti kaget.. bella bisa seberani itu mengungkapkan kekesalannya..
Ernalita Sitompul
mskin seru😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!