NovelToon NovelToon
Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.

Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.

Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.

Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pil Kejujuran Dan Sebuah Kebenaran

"I-itu, sebaiknya Nona tidak mengatakan omong kosong! J-jelas tadi saya sudah memastika keadaan Jenderal Besar sangat buruk, mustahil baginya untuk selamat! Kalaupun Jenderal Besar selamat, itu adalah sebuah keajaiban!_"

"Keajaiban? Menurutku itu bukan sebuah keajaiban, tapi pada dasarnya luka Kakek memang tidak separah kelihatannya! Cukup menghentikan darah, menjahit luka, dan terakhir memberi ramuan penambah darah. Sama sekali tidak ada luka serius, tapi sedikit saja aku lebih lama menghentikan pendarahan, situasi benar-benar akan memburuk, dan besar kemungkinan Kakek tidak akan tertolong!"

Song Jiao menyampaikan kebenaran, sesuatu yang sejak awal ditutupi oleh Mo Yan, dan itu termasuk dalam rencananya.

"Nyonya Tua, dan para Nyonya sekalian, sebaiknya kalian jangan mempercayai ucapan gadis asing ini! Sebaiknya aku kembali memeriksa Jenderal Besar, memastikannya bisa bertahan hidup untuk satu du hari ke depan!"

Mo Yan mengulurkan tangan, berusaha secepatnya membuka lilitan kain yang melilit luka Qin Haoran, sang Jenderal Besar.

Tetapi tangan Mo Yan tidak secepat tangan Song Jiao yang begitu saja menepis tangan pria itu.

"Jauhkan tanganmu dari tubuh Kakekku! Jangankan satu atau dua hari, bahkan Kakekku bisa hidup sampai aku tua nanti!"

Song Jiao menatap marah Mo Yan, membuat pria itu reflek mundur satu langkah, merasa takut dengan aura kemarahan gadis muda yang baru menepis tangannya.

"Kalian para prajurit, tahan Tabib Mo Yan, jangan biarkan dia mendekati Jenderal Tua!"

Perintah itu langsung datang dari Li Huanran, membuat prajurit yang sebelumnya membantu membawa pulang Qin Haoran, mereka bergerak cepat menahan Mo Yan.

"Sumpal mulutnya dengan kain supaya tidak berisik!"

Lanjut Li Huanran, yang sebenarnya sudah merasa ada yang aneh dengan Mo Yan sejak kehilangan sosok Putra bungsunya karena sebuah luka tusuk di perutnya.

Tetapi rasa curiga itu kadang ada dan kadang menghilang, membuat Li Huanran bingung sendiri dengan pikirannya, tapi hari ini pikirannya tercerahkan sejak kehadiran sosok Song Jiao.

Oleh karena itu dengan penuh keyakinan dia memberi perintah untuk menahan Mo Yan, dan sekarang dia memastikan sendiri keadaan suaminya.

Melihat sendiri keadaan suaminya yang tampak baik-baik saja, Li Huanran semakin yakin Song Jiao adalah pihak yang benar, sementara Mo Yan semakin dicurigai sebagai sosok yang diam-diam datang untuk menghancurkan keluar Qin.

"Jiao'er, kapan kira-kira Kakekmu ini akan membuka matanya?"

Nada suara Li Huanran begitu lembut saat bicara dengan Song Jiao.

"Nenek, seharusnya tidak lama lagi Kakek sadar, tapi nantinya Kakek pasti demam, efek dari luka yang sedikit lagi akan bersentuhan langsung dengan jantungnya_"

"Demam yang nanti dialami Kakek bukan sesuatu yang berbahaya. Itu wajar terjadi, dan ini adalah Pil yang dengan cepat bisa menurunkan demam Kakek!"

Song Jiao menyerahkan botol keramik berwarna putih pada Li Huanran.

"Di dalam botol ada empat pil buatanku sendiri, dan itu sangat efektif untuk menurunkan demam!"

Li Huanran menyimpan dengan baik botol keramik berisi obat pemberian Song Jiao.

"Jaga ayah kalian, aku masih ada urusan dengan tabib dewa, tapi aku mulai ragu dengan julukan yang selama ini kita berikan padanya. Rasanya dia lebih pantas menyandang sebagai tabib pembunuh daripada gelar tabib dewa yang agung!"

Mempercayai para menantu dan putrinya untuk sementara waktu menjaga suaminya yang terluka, Li Huanran menyuruh prajurit menyeret keluar Mo Yan dari halaman tempat tinggal Jenderal Agung.

"Nenek, gunakan pil ini dan dia tidak akan pernah berbohong!"

Song Jiao berbisik pada Li Huanran sambil menyerahkan sebuah Pil pada wanita itu.

"Pil ini?"

"Ini Pil kejujuran. Siapapun yang menelan Pil ini, dia akan berbicara jujur, sama sekali tidak ada kesempatan untuk berbohong!"

Di ruang ajaib miliknya, Song Jiao memiliki banyak persediaan pil kejujuran, sebuah pil yang dia ciptakan sendiri dengan bahan yang hanya ada di ruang ajaibnya.

"Benda berharga ini mengungkap siapa sebenarnya Mo Yan, dan apa tujuannya mengikuti keluar Qin!"

Jika Mo Yan adalah musuh, dengan tangannya sendiri Li Huanran akan membuat pria itu merasakan hidup tapi lebih buruk dari kematian.

Tiba di tempat Mo Yan yang diikat kuat ke sebuah pohon besar, Li Huanran menyuruh salah satu prajurit memasukkan Pil kejujuran ke mulut Mo Yan.

Begitu Pil yang tidak diketahui kegunaannya masuk ke mulutnya, Mo Yan berusaha menyemburkan Pil keluar, tapi Pil itu begitu ajaib, dimana Pil langsung lumer begitu masuk ke dalam mulut, tidak lagi bisa disemburkan atau dimudahkan keluar.

Dalam beberapa waktu suasana berubah menjadi hening, hingga akhirnya terdengar suara yang berasal dari Song Jiao.

"Nenek bisa menanyakan apa saja yang ingin Nenek tanyakan padanya!"

Li Huanran menganggukkan kepala, dan cepat dia menyusun beberapa pertanyaan untuk ditanyakan pada Mo Yan.

"Mo Yan, sebenarnya bagaimana keadaan Jenderal Tua saat ini?"

"Pria tua itu hanya mengalami luka biasa, sama sekali tidak membahayakan nyawanya!"

Mo Yan menjawab dengan sorot mata yang terlihat kosong, efek dari penggunaan Pil kejujuran.

"Kalau memang seperti itu, kenapa kamu menyampaikan ke semua orang kalau hidup Jenderal Tua sudah tidak tertolong?"

"Itu semua adalah rencanaku!"

"Rencanamu?"

"Ya, rencana membuat Jenderal Tua mati, seperti apa yang aku lakukan pada putra dan para cucu keluarga Qin!"

"Tapi sayangnya rencana itu gagal karena ada yang menghancurkan kantong wewangian pemberian seorang Pendeta Tao sesat, yang mana dengan wewangian itu aku bisa menciptakan ilusi, sebuah ilusi yang membuat kalian semua tertarik untuk terus-terusan memperhatikan ke arahku, hingga pada akhirnya aku cukup mengulur waktu untuk memastikan kematian orang tua itu!"

Tangan Li Huanran mengepal kuar begitu mendengar keseluruhan jawaban Mo Yan, tapi ini belum cukup. Dia masih memiliki pertanyaan selanjutnya yang ingin ditanyakan pada pria itu.

"Kenapa kau menginginkan kematian Jenderal Tua, dan kenapa juga kau membunuh anggota keluarga Qin?"

"Tentu saja karena aku diperintahkan untuk memastikan keturunan pria keluarga Qin perlahan lenyap, hingga akhirnya hanya menyisakan para wanita dan anak-anak lemah, baru setelahnya Tuanku akan mengambil tindakan memusnahkan kalian yang dianggap bisa menjadi batu sandungan untuk merebut kekuasaan!"

Jawaban itu memuaskan Li Huanran, tapi dia punya pertanyaan terakhir untuk ditanyakan pada Mo Yan.

"Siapa Tuanmu, dan siapa lagi orang yang dikirim oleh orang itu untuk menyusup masuk ke dalam keluarga Qin?"

"Raja Beiliang, Song Yanzhe..."

'Ternyata orang itu...'

Song Jiao pernah mendengar nama Song Yanzhe keluar dari mulut orangtuanya, dan dari apa yang diyakini mereka, orang itulah yang membuat mereka harus menjalani sebuah hukuman yang tidak seharusnya mereka alami.

'Raja Beiliang, Song Yanzhe, sepertinya dia akan menjadi musuh yang di masa depan harus aku buat menderita sampai memohon kematiannya padaku!'

1
Leni Ani
mantap👍,tanjt thor yg banyak up nya👍👍👍💪💪💪💪☺️😘
Leni Ani
ketemu pelayan atau teman lama kah😅🤔
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
teman lama kah?
Sekar
lanjut thor💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
double up thor
Leni Ani
lanjut thor 💪💪👍👍👍
Sribundanya Gifran
lanjut
Eka Haslinda
typo ny banyak sangat thor
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
mantap thor,lebih mantap lagi up yg banyak☺️💪👍
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
lanjut thor👍👍💪💪
Sekar
yah kabur
Sekar
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
thor up yg banyak💪💪💪💪💪
Leni Ani
manyap thor💪💪💪👍👍😘☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!