NovelToon NovelToon
BLACK ROSE

BLACK ROSE

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Black Rose julukannya, ada tatto mawar hitam di punggungnya. Dia agen rahasia XpostOne 06 yang paling ditakuti. Sepak terjangnya terdengar sampai belahan dunia. menyamar sebagai jurnalis dan presenter hot news di sebuah televisi swasta milik ayahnya.

Kini ia ditugaskan untuk menangkap seorang pemb*nuh bayaran yang lari ke luar negeri. Konon pemb*nuh ini sangat licik dan dilindungi oleh sindikat bawah tanah.

Mampukah dia menangkap pemb*nuh itu atau dia malah terb*nuh?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.08. TERTIPU

Rasanya jarum jam lamban bergerak. Edoardo mundar mandir di ruang tengah memikirkan cara terbaik mendekati Qai. Biasanya para gadis berebut memeluknya demi beberapa lembar uang, tapi gadis ini menoleh pun tidak saat berpapasan.

"Apakah aku kurang ganteng, atau dia belum tahu kalau aku anaknya menteri."

"Bos, tidak semua gadis akan silau dengan penampilan kita, wanita mandiri tidak butuh pria."

Edoardo menatap bodyguardnya, ia tidak percaya ucapan bodyguardnya. Zaman sekarang siapa yang tidak ingin uang? Apalagi gadis itu penampilannya biasa saja, gadis itu pasti dari kalangan biasa.

"Aku yakin dia akan jatuh ke tangan ku." ucap Edoardo mengepalkan tangan.

"Aku sarankan bos mendekatinya secara normal, jangan memakai obat. Kita tidak tahu siapa gadis ini, biar aku selidiki dulu. Bersabarlah...."

"Aku tidak butuh saran mu. Setiap gadis akan bertekuk lutut padaku. Tugasmu hanya menjaga ku."

"Sudah berapa banyak wanita kita panggil dari kota, tapi satupun tidak sudi datang. Mereka takut dib*nuh."

Edoardo kaget mendengar ucapan bodyguardnya, hatinya remuk jika ingat kelakuannya kepada pacarnya. Seorang pembunuh memang tidak ada tempat di hati wanita.

Walaupun nanti dia bisa bebas, tidak akan ada wanita yang mau menikahinya. Ini kesempatan satu-satunya, gadis ini harus dia dapati, bagaimana pun caranya. Lebih baik disekap dan di n*dai. Biasanya kalau sudah tern*da wanita biasanya langsung nempel.

"Kau benar, tidak akan ada wanita berani menikah dengan ku. Untuk itulah aku mau "memakan" gadis ini."

"Baik kalau begitu, disini ada cctv dan merekam semua pembicaraan kita, jika terjadi sesuatu jangan salahkan aku."

"Panggil pelayan itu..."

"Baik bos."

Shinta datang tergopoh-gopoh, dia terlihat sangat ketakutan. Semenjak tuan Edoardo berada disini hidupnya tertekan. Setiap hari ia harus melayani nafsu b*jat pria ini. Kadang tulangnya rasanya patah dihajar berkali-kali.

Padahal belum terlalu malam kenapa pria ini memanggilnya. Apa hasratnya sudah naik?

"Ada apa tuan memanggil saya, perasaan ini belum malam.. "

"Apa yang ada dipikiranmu? Mulai hari ini kau tidak usah menyentuh ku, aku sudah ada wanita lain."

"Tapi tuan sudah memakai saya setiap hari. Saya takut hamil, kita tidak pernah memakai pengaman."

"Kau jangan berlagak di depan ku, aku anak menteri tidak selevel denganmu!" teriak Edoardo menendang Shinta.

"Tuan..maafkan saya..."

Shinta berlutut memegang kaki Edoardo. Pria itu bertolak pinggang dan menyuruh Shinta duduk. Demi mencapai tujuannya ia menahan marah.

"Shinta sayang aku tidak lupa tanggung jawab, aku cuma ingin mencicipi ikan asin setiap hari menunya ikan ayam, aku bosan."

"Tapi tuan..."

"Ambilkan uang sepuluh juta untuk Shinta dan ambil obatnya juga." perintah Edoardo kepada bodyguardnya.

"Baik bos.."

"Ini uang sepuluh juta untukmu dan ini obat untuk gadis itu. Kau bikinin dia minum dan campur ini."

"Ini obat apa tuan, apakah ini r*cun?"

"Ini obat per*ngsang, aku ingin malam ini menjadi peristiwa yang menyenangkan."

"Ya tuan.."

"Cepatlah pergi, kau beti obat ini sek*rang tidak perlu menunggu terlalu malam."

"Baik tuan."

Shinta beranjak dari hadapan Edoardo dengan perasaan dongkol. Ia tidak rela kalau Edoardo direbut oleh Qai.

Perasaannya bingung, bagaimana caranya memberitahu Qai bahwa dia akan dijebak.

Akhirnya dia mengambil secarik kertas dan menulis kalau Edoardo memberi obat per*ngsang. Minumlah yang di kanan dan pura-pura m*buk, hati-hati ada cctv di kamar mu.

Shinta membawa susu ke kamar Qaisera, ia berharap gadis ini selamat dan tidak merebut Edoardo darinya.

"Malam nona, saya membawa susu untuk kesehatan. Biasanya guru Bima selalu menyuruh pasiennya minum susu sebelum tidur." ucap Shinta sambil mengedipkan matanya.

Tentu saja tubuhnya menghalangi cctv. Qai cepat mengambil kertas dari Shinta. Ia sudah biasa dapat kode sos saat menjalankan misi, karena orang itu tidak sejalan.

"Trimakasih Shinta, aku mandi dulu setelah itu aku baru minum susunya."

"Baik nona, semoga nona sehat dan selamat malam."

Shinta pergi ke kamarnya, ia takut campur cemburu, demi masa depannya ia rela menipu Edoardo.

Ini saatnya, Qai menghubungi Jhon Meyer untuk menjemputnya. Ia menyarankan memakai motor karena mobil harus muter jauh.

Habis mandi Qaisera pura-pura menggigil dan memakai jaket, karena pistolnya ada

dibalik jaket. Ia lalu minum susunya perlahan-lahan. Edoardo tersenyum senang saat melihat lewat cctv.

"Aku akan melempar cctv di kamar gadis itu, aku tidak mau jadi tontonan. Jangan kau bertindak dan menjadi pahlawan kalau aku bersamanya." ucap Edoardo keluar dari kamarnya.

*****

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
wahhhh.... jangan sampai sianida itu di campur ke kopi / ke susu... bisa" kejang" yang minum
Cu
bagus
Ci
suka sama jln ceritanya
Ca
ku dukung sama dia
Bo
nice
Be
romantis
Bu
asik nih
Bi
wiuuh mantapp
Ba
cepet sembuh kek
Sin
good job
Lala
emang keren ini
90
lanjut cari
89
jangan lupa mampir
88
bisa aja nih
87
apa ya kisah selanjutnya
86
next penasaran
85
makin penasaran
84
seksi gt ya
83
wow keren banget
82
yess bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!