NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8: Bersembunyi di Balik Bayangan

Tap... Tap... Tap...

​Suara langkah kaki itu bergema memantul di dinding beton ruang arsip lantai empat puluh lima. Iramanya berat, tenang, namun penuh dengan aura intimidasi yang sangat Araya kenali.

​Itu Arkanza.

​Jantung Araya berpacu liar. Mengapa pria itu turun ke sini? Bukankah seharusnya ia sibuk dengan tumpukan dokumen di lantai enam puluh?

​Tanpa membuang waktu sedetik pun, Araya menyelinap ke celah sempit di antara dua rak baja raksasa di bagian paling gelap ruangan. Ia menekan punggungnya kuat-kuat ke dinding dingin, menahan napas, dan memeluk map merah berlabel 'Sengketa Lahan 1998' erat-erat di dadanya.

​Seberkas cahaya senter menyapu lorong, nyaris mengenai ujung sepatu Araya.

​"Kau yakin sistem mendeteksi anomali di pintu masuk lantai ini, Leon?" Suara bariton Arkanza memecah keheningan yang mencekam.

​"Benar, Presdir," jawab Leon yang ternyata ikut bersamanya. "Ada lonjakan sinyal kecil yang mem-bypass pemindai retina dua menit yang lalu. Sangat singkat, tapi sistem pertahanan lapis kedua kita menangkapnya."

​"Hacker sialan itu..." geram Arkanza rendah. Langkahnya berhenti tepat di depan deretan rak tahun 1990-an. Jaraknya tak lebih dari dua meter dari tempat Araya bersembunyi. "Dia tidak hanya bermain di jaringan digital. Dia punya akses fisik ke gedung ini. Atau lebih buruk lagi, ada tikus di dalam perusahaan kita."

​Araya menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Insting Arkanza benar-benar menakutkan. Pria itu menyadari pergerakannya lebih cepat dari yang ia perkirakan.

​"Pindahkan semua dokumen fisik dari tahun 1998 ke brankas pribadiku di lantai enam puluh sekarang juga," perintah Arkanza. "Kematian keluarga Lin dalam kecelakaan itu adalah rahasia terbesar yang tidak boleh jatuh ke tangan 'Z'. Jika data itu bocor, Aditama Group akan menghadapi badai hukum."

​Mata Araya membelalak di dalam kegelapan. 'Keluarga Lin? Kematian orang tuaku? Arkanza mengakuinya sendiri!' batin Araya menjerit. Amarah seketika mendidih di pembuluhnya, tapi ia harus tetap rasional.

​Ia tidak bisa membawa fisik map merah ini keluar, Leon akan segera menyadarinya hilang. Dengan gerakan ekstra pelan dan tanpa suara, Araya membuka map itu di dalam gelap. Ia mengeluarkan ponselnya, menurunkan kecerahan layar hingga batas maksimal, dan mematikan lampu flash.

​Cekrek. Cekrek.

​Kamera khusus di ponselnya memindai lima lembar dokumen penting itu dalam hitungan detik meski tanpa cahaya. Setelah selesai, ia menyelipkan kembali map itu ke rak terdekat sesunyi mungkin.

​Sekarang, masalahnya adalah bagaimana cara keluar dari sini sebelum Leon mulai mengosongkan rak?

​Jari Araya menari di atas layar ponselnya. Ia meretas sistem alarm kebakaran internal, namun hanya membatasinya di lantai lima puluh.

​TIIIT! TIIIT! TIIIT!

​Ponsel di saku Leon berteriak nyaring, disusul suara peringatan dari tabletnya. "Presdir! Alarm kebakaran di lantai lima puluh menyala! Sensor mendeteksi asap di ruang server cadangan!"

​"Sialan! Itu pasti pengalih perhatian!" umpat Arkanza. "Tinggalkan arsip ini, kita periksa lantai lima puluh sekarang!"

​Suara derap langkah keduanya menjauh dengan cepat, disusul bantingan pintu baja yang tertutup.

​Araya menghela napas panjang hingga tubuhnya merosot ke lantai. Namun ia melirik waktu di ponselnya. Sembilan menit berlalu.

​"Astaga, waktuku!" panik Araya.

​Ia berlari keluar dari ruang arsip dan menerjang pintu tangga darurat. Jika turun lima belas lantai saja sudah melelahkan, menaiki lima belas lantai dengan kecepatan penuh adalah siksaan neraka. Kaki Araya terasa seperti agar-agar, napasnya memburu hingga tenggorokannya terasa berdarah.

​Tepat di menit kesepuluh lebih tiga puluh detik, Araya mendorong pintu tangga darurat lantai enam puluh. Ia terhuyung masuk ke dalam toilet, mencipratkan air ke wajah dan lehernya agar terlihat seperti keringat dingin karena panik, lalu sedikit meremas gaunnya agar tampak kusut.

​Dengan sisa tenaga, Araya berjalan tertatih keluar dari toilet dan masuk kembali ke ruang kerja Arkanza.

​Ruangan itu kosong. Arkanza belum kembali dari lantai lima puluh.

​Araya segera menghempaskan tubuhnya ke sofa, mengatur napasnya yang putus-putus, dan memasang wajah pucat pasi. Beberapa detik kemudian, pintu ganda ruangan itu menjeblak terbuka.

​Arkanza melangkah masuk dengan wajah sehitam awan badai. Matanya langsung tertuju pada Araya yang meringkuk di sofa sambil memeluk lutut.

​"K-kau kembali, Tuan..." cicit Araya dengan suara parau, benar-benar kehabisan napas yang justru membuat aktingnya semakin sempurna. "Ada suara alarm di luar... a-aku sangat ketakutan..."

​Arkanza menatapnya dengan mata elangnya yang memicing tajam. Pria itu mendekat, menunduk hingga wajah mereka sejajar, mencari kebohongan di wajah pucat dan napas tersengal istrinya itu.

​"Kau," bisik Arkanza penuh curiga, "kau hanya berada di toilet selama sepuluh menit terakhir ini?"

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!