Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi ke apartemen Wilson
Florin terdiam di dalam kamar yang menurutnya masih asing. Tatapannya kosong seolah sedang memikirkan sesuatu. Ingatan Florin tentang kehidupan sebelumnya masih berputar jelas di kepalanya. Ia merasa sangat bodoh, di kehidupan kedua sebelumnya ia kembali bukan untuk memperbaiki semuanya melainkan malah semakin mengubahnya. Ayahnya meninggal dunia di bunuh oleh musuh musuhnya, dan Wilson dibuat semakin menderita. Florin mulai khawatir dengan kehidupan ketiganya ini, Florin tidak tahu apakah kali ini ia akan berhasil mengubah semuanya atau malah kembali mengacaukan semuanya.
Bulir air mata menetes begitu saja dari maniknya. Betapa banyak sosok yang ia rindukan, tapi kenyataan yang membuatnya sadar bahwa mereka mungkin tak lagi mengenalnya membuat Florin merasakan kesedihan.
Florin ingin mencari tahu bagaimana keadaan perusahaan Eldes sekarang. Ia meraih ponsel milik Bella, kemudian mulai menggulir halaman internet. Florin membaca semua berita tentang perusahaan Eldes.
" Kematian sang pewaris perusahaan Eldes menjadi bab penutup dari kejayaan perusahaan Eldes. Pewaris telah membalaskan dendam ayahnya dengan membunuh para pelaku pembunuh ayahnya. Meskipun ia kehilangan nyawanya, tapi ia telah membuktikan pengabdiannya kepada sang ayah. Dalam insiden baku tembak itu, empat orang meninggal dunia, salah satunya adalah nona muda Florin Eldes." Florin membaca berita tentang dirinya. Tak sengaja senyuman tipis terukir di bibirnya. Walaupun ia mati sebelum mempertahankan perusahaan, tapi ia sudah menjadi pahlawan untuk membalaskan dendam ayahnya.
" Sepertinya reputasi ku tidak buruk." Ungkap Florin mulai kembali bersemangat. Kemudian ia juga mencari berita tentang Wilson.
" Wilson Emir Derelick, sang pemilik perusahaan Derelick dari negara Inggris sudah mengumumkan kepada dunia bahwa cinta matinya adalah nona Florin Eldes yang telah meninggal dunia. Kesedihan mendalam yang dirasakan Wilson membuatnya menutup diri, ia tak pernah lagi terlihat di manapun seolah bersembunyi dari kenyataan. Bahkan ada rumor yang mengatakan saat ini ia sudah gila karena kehilangan cintanya. Wilson juga tak segan membunuh siapa saja wanita yang ingin mendekatinya."
Seketika Florin menegang, kenyataan bahwa keadaan Wilson sedang buruk membuatnya sangat menyesal. Walaupun ia menyelamatkan nyawa Wilson, tapi ia membuat Wilson sangat menderita. Bahkan Wilson di rumorkan kehilangan akal sehatnya akibat insiden itu.
" Wilson, kamu tak seharusnya seperti ini. Aku sangat menyesal telah meninggalkanmu. Seharusnya aku hidup lebih lama untuk mengukir senyum di bibirmu. Tapi tenang saja, sekarang aku akan mendapatkan kesempatan itu, kesempatan yang tidak akan lagi aku sia siakan. Kali ini aku berjanji akan melakukan semuanya dengan baik hingga tak ada lagi air mata yang tumpah dari siapapun. Aku akan datang Wilson, tapi mungkin caraku ini akan membuatmu sedikit tidak nyaman, aku tak punya pilihan hanya inilah satu satunya cara agar aku bisa mengembalikan mu pada Wilson yang dulu. Aku akan membuat kamu melupakan Florin dan selalu mengingat Bella." tekat Florin begitu kuat untuk mengubah Wilson. Florin tidak percaya Wilson gila, tapi ia percaya jika Wilson kehilangan semangat hidup karenanya.
Pagi itu juga Florin berniat pergi menemui Wilson ke apartemennya. Karena biasanya Wilson ada di sana.
Florin bersiap dengan pakaian yang tidak biasa ia pakai, gadis bernama Bella ini memiliki selera berpakaian kekanak Kanakan. Semua bajunya terlihat imut imut dan juga seperti anak anak. Sangat jauh berbeda dengan Florin yang tipe stylenya elegan dan juga dewasa.
Saat melihatnya di cermin, Florin terlihat tidak menyukai pakaian itu. Florin tak punya pilihan, Florin melepaskan kembali bajunya dan membuka ponselnya.
Florin ingin melihat apakah gadis imut bernama Bella ini ada uang atau tidak. Florin tidak yakin kalau Bella tidak memiliki uang karena dia terlihat seperti anak orang kaya. Benar saja dugaannya, Bella memiliki uang dengan jumlah fantastis di dalam rekeningnya. Orang tuanya selalu mengirimkan uang padanya sebulan sekali dengan jumlah yang terbilang kelewatan.
Kemudian Florin mengecek riwayat transaksi di banking milik Bella, " Gadis ini jarang sekali berbelanja. Ia hanya terlihat membeli kopi dan cemilan. Itupun hanya tiga kali. Astaga gadis ini benar benar tidak menikmati hidupnya sama sekali." Gumam Florin menepuk jidatnya.
" Maaf ya Bella, selera kita berbeda. Aku harus menggunakan pakaian yang sering aku pakai. Untuk sementara aku pakai uangmu ya nanti aku ganti janji." Florin bicara sendiri di depan kaca. Kemudian ia mulai menjelajahi halaman shoping. Di sana ada banyak sekali pakaian yang sesuai seleranya. Florin membeli semua yang ia suka.
Setelah merasa lelah memilih baju dan tas serta peralatan lain, Florin membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Beberapa jam kemudian Florin yang terlelap tiba tiba terbangun karena seseorang mengetuk pintu kamarnya. " Masuk saja." Florin tahu jika itu adalah Rere sebab hanya mereka berdua yang tinggal di rumah itu.
" Nona, ini ada banyak sekali paket yang datang. Saya letakkan di sini ya nona. karena masih banyak di bawah." ujar Rere sambil kesusahan membawa paket di dalam pelukannya.
" Ah Rere tidak perlu repot repot, biarkan saja di sana nanti akan aku ambil sendiri." ujar Florin. Ia meminta Rere untuk tidak membawakan paket paket itu ke kamarnya karena itu sangat banyak.
" Apa nona yakin tidak perlu di bawa ke atas?." tanya Rere memastikan sekali lagi.
" Iya Rere, letakkan saja di dalam rumah jangan bawa ke atas nanti kamu lelah." Florin mulai membuka satu persatu dari paket paket yang datang.
" Baiklah nona, ini apa nona kenapa nona banyak sekali memesan barang. Biasanya nona tidak pernah membeli barang barang online." Tanya Rere merasa heran.
Florin tersenyum. " Rere aku sudah dewasa, baju baju yang ada di lemari sudah tidak cocok untukku. Sebentar lagi aku mau keluar rumah makannya aku butuh baju dan perlengkapan baru."
" Benarkah nona. Biasanya nyonya besar yang membelikan baju untuk nona, dan nona sangat malas berbelanja. Nona bilang tadi mau keluar? Apa benar nona?." Tanya Rere penasaran.
" Iya Rere, sebaiknya berhenti bertanya dan bantu aku membuka paket paket ini. Aku mau mencobanya." Terlihat Florin mulai lelah untuk mengobrol.
Rere langsung membantu, " Nona, baju apa ini? Bajunya sangat seksi. Tuan besar akan marah kalau nona mengenakan pakaian ini!".
" Aku sudah dewasa Rere, apa kamu mau tetap terlihat seperti anak anak dengan pakaian imut ini?." Ujar Florin.
" Ah benar juga nona, anda harus meng-upgrade diri. Anda sangat cantik dan anda harus terlihat dewasa untuk mencari pasangan. " Terlihat Rere begitu bersemangat.
Florin tersenyum, kemudian ia mengambil sebuah dress hitam dengan belahan sedang di dadanya, walaupun dress itu terlihat seksi, tapi tidak terlalu menampakkan buah dadanya. Jadi masih tertutup hanya saja leher nya terpampang jelas.
" Nona, anda sangat luar biasa. Anda sangat cantik." Rere kagum melihat kecantikan Bella, itu pertama kalinya Bella mengenakan pakaian dengan style seperti itu.
" Sudah kukatakan Rere, aku memang cantik dengan style ini. Siapapun yang melihat pasti akan pangling."
" Benar nona, sekarang anda mau kemana nona?." Rere melihat Bella sedang mengoleskan make up tipis pada wajahnya.
" Aku mau keluar sebentar, hanya cari angin saja." Florin tak mau mengatakan yang sebenarnya kalau dia mau pergi menemui Wilson, walaupun Rere terlihat baik, bisa saja Rere melaporkannya pada orang tua Bella.
" Apa saya boleh menemani nona?." tanya Rere yang khawatir.
" Tidak perlu, kamu di rumah saja ya!." Ujar Florin.
" Baiklah, hati hati nona. Anda akan kedinginan pakai ini." Rere menyerahkan sebuah jaket pada Florin.
Seketika Florin ingat pada Karin saat melihat perlakuan Rere padanya. " Terimakasih ya bi." Ujar Florin sambil tersenyum. Ia kemudian berlalu meninggalkan kamar itu. Malam itu dengan tekat kuat Florin pergi menuju apartemen Wilson.