NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang
Popularitas:91.6k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

​Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

​Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

​Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

(Spin OFF dari series Novel sistem analisis nilai )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8--Ketertarikan Sang Trainer Dingin

Begitu rapat selesai, Naufal segera ditarik oleh Zulfa keluar ruangan. Zulfa masih tampak syok namun sekaligus girang bukan main.

"Fal, lo beneran beruntung banget, bisa jualan 50 unit dalam semalam! Nyela pesugih darimana?” Zulfa menggeleng-gelengkan kepala.

“Pesugihan palalo peyang,” ucap Naufal. Ya memang sistem milik dia bisa dibilang pesugih juga.

 "Udah, yuk cabut! Kita sarapan dulu. Gue tau tempat soto enak dekat sini sebelum kita gas ke toko masing-masing jam sembilan. Gue yang traktir—eh, maksud gue lo yang traktir deng, kan lo sekarang jadi juragan! Insentif lo cair banyak itu mah!”

Naufal tertawa kecil. "Iya, tenang aja, Mas Zul. Soto daging pake babat, ya?"

Keduanya berjalan menuju sebuah warung soto pinggir jalan yang sudah mulai ramai. Di sana, mereka duduk di bangku kayu panjang, menikmati uap panas dari kuah soto yang gurih di tengah udara pagi Yogyakarta yang masih terasa dingin.

"Gila, lo liat nggak muka si Rendi tadi? Merah padam kayak udang rebus!" Zulfa menyuap nasi dengan semangat. "Dia pasti panas banget. Senioritas dia kayak nggak ada harganya di depan 150 juta lo itu."

Naufal hanya tersenyum tipis sembari mengaduk sotonya. "Gue cuma lagi beruntung, Zul. Tapi emang bener jangan pernah ngeremehin orang dari casing-nya."

Saat mereka sedang asyik berbincang, tiba-tiba suasana di warung soto yang sederhana itu mendadak sunyi sesaat. Beberapa sales yang ngarit kesini untuk istirahat makan melirik kaget…bajingan mereka ketahuan sedang kabur!

Seorang wanita dengan seragam OMNI yang sangat rapi dan pas di tubuhnya melangkah masuk. Rambutnya diikat kuda dengan sangat elegan, wajahnya cantik namun memancarkan otoritas yang kuat. Dia adalah Nadila, sang Trainer tim Yogyakarta yang terkenal dingin, profesional, dan sangat sulit untuk didekati. Jangankan diajak makan, diajak bercanda saat training saja dia jarang merespon.

“K-kak nadila .. ngapain ya kaka kesini, hehe jangan laporin pak eko plis, toko kita-kita buka jam 9, kita gak kabur kok cuma makan bentar.”

“Gue masuk shift siang lo kak!”

Nadila tidak merespon, dingin.Nadila berjalan lurus, mengabaikan tatapan memuja  sales-sales di warung itu, lalu berhenti tepat di depan meja Naufal dan Zulfa.

Zulfa hampir tersedak potongan paru gorengnya. "M-Mbak Nadila? A-ada yang bisa dibantu!?

Nadila tidak menoleh ke Zulfa. Matanya yang tajam menatap Naufal lekat-lekat, seolah sedang membedah isi kepala pemuda di depannya.

"Naufal," panggilnya dengan suara yang tenang namun tegas.

Naufal mendongak, jantungnya langsung meletos. Pasalnya trainer itu juga suka oyak-oyak target. “I-iya kak!?”

[Ding!]

[Target Terdeteksi: Nadila Valentina (Trainer Senior)]

[Tingkat ketertarikan 40% (penasaran)

 [Saran: Jaga ketenangan. Karakter ini sangat menghargai profesionalisme dan kepercayaan diri.]

'Tingkat ketertarikan apa pula itu?’ batin Naufal.

[Ding!]

[Menjawab pertanyaan tuan rumah!]

[Tingkat Ketertarikan adalah indikator psikologis target terhadap subjek.]

Beberapa tingkat ketertarikan

[40% ; penasaran]

[50% : ketertarikan ringan]

[70% : ketertarikan jelas]

[80% ; Menaruh benis cinta]

[90% : perasaan mendalam]

[Dalam kasus nadila dia tertarik 40% artinya penasaran, saya memberikan saran untuk bersikap pro]

Naufal berdehem, melihat Nadila yang masih menatapnya tajam "Ya, Kak Nadila? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Naufal sopan.

Nadila menarik kursi di depan Naufal tanpa permintaan izin, membuat semua orang di warung itu—termasuk Rendi yang ternyata juga sarapan di sudut lain—langsung melongo tak percaya. Nadila si "Ratu Es" duduk satu meja dengan anak baru?

"Transaksi semalam... itu strategi *probing* tipe apa yang kamu pakai?" tanya Nadila langsung to the point.

“Kakak berlebihan banget, saya cuma hoki—”

“Hoki pun tidak akan membuat orang mau borong 50 unit dengan seseorang kalau cara bicara buruk … udah bilang aja,” ucap nadila ia pun merogoh cacatan. “Ini juga berguna buat materi tambahan training besok.”

Naufal meletakkan sendoknya. Sungguh trainer yang niat. Sementara itu semua orang terkejut, seorang trainer ingin menulis materi dari ucapan anak baru!?

 "Bukan strategi khusus, Mbak. Saya hanya memberikan apa yang dia butuhkan, bukan apa yang ingin saya jual. Dia butuh solusi untuk panti asuhan, bukan spesifikasi kamera yang berlebihan."

Nadila terdiam sejenak, lalu sudut bibirnya terangkat tipis—sebuah senyum yang sangat langka. Senyuman jenis yang amat manis untuk cewe ratu es kaya dia, semua orang tersentak. Anjing lucu banget! Jeritan dan tatapan iri menusuk Naufal.

"Jawaban yang menarik. Banyak sales senior di sini yang sudah kehilangan indra pendengarannya karena terlalu banyak bicara."

Ia kemudian meletakkan sebuah buku catatan kecil di atas meja. "Bulan ini saya akan lebih sering mampir ke toko tempat kamu jaga. Saya ingin lihat, apakah 50 unit itu murni keberuntungan, atau kamu memang aset yang selama ini saya cari."

Nadila berdiri, menepuk bahu Naufal sekilas yang membuat sales-sales di seberang sana ingin pingsan karena iri. "Habiskan sarapanmu. Jangan telat masuk toko."

Setelah Nadila pergi, Zulfa baru bisa bernapas lega. "Fal... lo beneran pake pelet ya? kak Nadila barusan senyum ke lo? SENYUM, FAL! Gue tiga bulan di sini, dilihat dia aja kayak dilihat kecoa!"

Naufal hanya menggelengkan kepala, namun matanya melirik ke arah Rendi di sudut warung yang kini sedang meremas tisu dengan wajah penuh kebencian.

[Ding!]

[Tingkat ketertarikan nadila naik 45% ).]

[Pertahanka terus untuk mendapatkan hati sang trainer dingin]

Naufal terkekeh, mendapatkan hati sungguh ucapan berlebihan. Dia tidak tertarik menjalin hubungan dengan siapapun untuk kondisi keuangannya sekarang. Paling tidak dia harus kembali dan membenarkan keluarga baru mikir gituan.

"Mas Zul, yuk cabut. Udah jam setengah sembilan," ajak Naufal santai.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀😋
keren dah luuu Naufal gasssss 🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀😋
gasss terus Naufal 🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀😋
Mari'e Gadget Center Naufal akan mengguncang Jogja dan sekitarnya euy 🤤🤭 semangat terus jadi penguasa eh pengusaha jgn cuma jualan ponsel tapi merambah ke retail lainnya 🤭
BantengHitam
lah mereka ini beda brand tapi kok tempat kerjanya kayak barengan
Manusia Biasa: gini kak. jadi di toko hp walau beda brand tetap satu toko. semisal nih, ada toko hp

nah itu salesnya beraneka

ada yang A,
sales B Dan C

nah mereka walau beda brand tetap di satu tempat
total 2 replies
dhani satria
lebih setrooongggggg ya mba....
3RSEL
hareem ✌️✌️✌️
Manusia Biasa: hidup haremm/Drool//Drool/😄
total 2 replies
Yuliani Jogja
lah kok ada siska dia kam beda toko sekarang, nama. manajerjuga wahyu kemarin zain
Manusia Biasa: wkwkw
total 1 replies
Sa Ni
ane kembali lagi Thor...
udah sampe 100 juga ternyata
Manusia Biasa: wkwwk iya kak udah 100 bab, gaz maraton🗿
total 1 replies
Gege
genteng ga tuuuh....🤣
Manusia Biasa: 🗿🗿 wkwk
total 1 replies
Yuliani Jogja
saya kalik🤣
Clevansky88 Sky
semangat author crazy up 💪💪💪💪
Manusia Biasa: makasih kak😘
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀😋
no komen 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Raihan
halo mampir juga di novel ku "kelas arang"makasih atas waktu nya 😄😄
dhani satria
empuks....,ati2 bolong ntar punggungnya
dhani satria: hahaha....,smua cowok ya psti mau nek gitu bang
total 2 replies
3RSEL
apakah akan ada konflik,kalau ada konflik jangan disamain alurnya sama kisah Rahmat dong dan kisah percintaan nya jangan disamain juga.Minimal ditonjolkam dari segi romantisme nya ka.Itu hanya saran saja✌️✌️✌️😁.Tapi akan membosankan juga sih kalau alur nya sama.Nanti seperti membaca ulang kisah Rahmat namun hanya beda nama saja
3RSEL: ok baik
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀😋
teman temannya Naufal dan juga pak Eko sama Nadila datang kerumah Naufal ikut merayakan saat nanti Naufal jadi owner Marie Gadget Center 🥳🥳🥳
Manusia Biasa: Alhamdulillah udah bukan sales lagi🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀😋
njrrrr keren luuuuu Naufal Mari'e🤭🥳🥳🥳👍🏻👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀😋
gasssss🤭🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀😋
mantap sudah urusan Satria clear jadi tinggal rekrutmen sales pastinya mereka yang akan dipilih Naufal gak aka nolak🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀😋
mainkan peranmu Satria habis itu hempaskan pak Herman dan antek-anteknya itu biar tau rasa main curang dengan mengambil barang dan jerih payahnya Satria mau ditilep😱😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!