NovelToon NovelToon
Berandal Ku (REVISI TOTAL)

Berandal Ku (REVISI TOTAL)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:178.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Naya

JANGAN DIBACA! Revisi total



***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar?!

"Bangun!"

Gara mengubah posisi tidurnya membelakangi jendela. Silau-nya matahari di iringi suara cempreng Rhea membuat tidurnya terganggu. Sudah menemukan posisi nyaman untuk kembali tenggelam ke alam mimpi, Rhea kembali mengusiknya dengan menarik selimut yang menutupi tubuhnya.

"GARANG!"

Pemuda itu spontan terduduk dengan mata yang menyorot Rhea tajam. Walaupun nyawanya belum terkumpul penuh, saat ini juga Gara bisa saja membanting orang yang menganggu tidur nya tanpa pandang bulu.

Sejak dulu Gara paling tidak suka dengan yang namanya kebisingan. Menikah dengan Rhea ternyata memancing sisi liarnya untuk bangkit. Gara menggeram dalam hati.

"Lima menit lagi, aku berangkat. Prevent something like yesterday from happening, again. Sekarang aku minta kamu mandi dan berangkat tepat dari apartemen jam enam tiga puluh." Rhea berkacak pinggang sambil memandang Gara yang diam.

"Understand, boy?" Suara Rhea terdengar mengancam, namun tak membuat Gara gentar. Ia membalas tatapan Rhea santai namun menusuk.

"Ok," hanya itu tanggapan Gara. Melihat Rhea yang tersenyum puas dan berlalu keluar dari pintu kamar membuat Gara langsung merebahkan tubuhnya tanpa pikir-pikir lagi.

"Oh ya-- GARANG!"

"Bangsaat!" Umpat Gara lalu tanpa aba-aba dirinya beranjak dan mendorong bahu Rhea hingga gadis itu terdorong mundur kebelakang. Tanpa kata lagi, Gara mengunci pintu dan menulikan indra pendengarnya begitu pintu kamar di gedor dari luar.

"HARI INI NGGAK BERANGKAT, HUKUMAN KAMU BERTAMBAH!"

"Persetan! Gue gak peduli!" Iris Gara menggelap. Kemudian menggumam kasar. "Gue bales nanti."

Diluar, Rhea benar-benar emosi dengan tingkah laku suaminya. Dengan langkah seribu dirinya turun kebawah. Ia sampai lupa dengan yang namanya sarapan. Rhea menghela sebelum dirinya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju SMA Nusa Bangsa.

🐤🐣🐥

Klakson mobil Rhea terdengar begitu Satpam Nusa Bangsa menyapa dirinya. Rhea kembali melajukan mobilnya sampai parkiran. Ada dua mobil putih yang sangat Rhea kenali. Rhea pun turun dari mobil sembari melambaikan tangan pada Fandy dan Liora yang sedang bersandar di kap mobil masing-masing.

"Pagi Rhe, udah sarapan?" Pertanyaan yang seringkali Fandy Gunawan ucapkan ketika bertemu Rhea pertama kali.

"Belum, dan sekarang aku laper. Kalian berdua gimana?"

Liora mendongak, "gue sih udah. Emak gue mana mungkin ngebiarin gue gak sarapan."

"Kebetulan gue bawa sandwich dua, kita ke kelas?"

Kebetulan apanya? Membawa sandwich dengan dua porsi merupakan kegiatan yang tiap hari Fandy lakukan. Liora hanya menggeleng merespon kelakuan Fandy.

"Ruang OSIS aja." Ujar Rhea sembari berjalan diapit kedua teman se-organisasinya. "Rapat kali ini bakal bahas tentang acara camping nanti. Masih sebulan lagi sih, tapi tempat dan susunan kegiatannya harus dibahas dari sekarang."

Fandy dan Liora mengangguk setuju. "Lebih enak istirahat jam pertama atau pulang sekolah?"

"Pulang sekolah," usul Liora. "Biar Rhea bicarain ini ke Pak Juki dulu. Gue mau taun ini the best best banget acaranya!" Serunya antusias.

"Kabarin grup chat OSIS, Fan.'

Fandy mengangguk lalu mulai mengirimkan pesan suara ke grup chat OSIS. Mereka sampai di tujuan, Fandy membuka pintu ruangan OSIS yang nampak masih sepi. "Gue pengen bahas peraturan sekolah yang makin longgar. Gue heran, Gara sama temen-temen nya sering bikin kesalahan, fatal banget malah. Kenapa gak di drop out aja dari sini?"

"Gak segampang itu, Fan. Memang kesalahan mereka fatal. Tapi guru-guru gak mungkin ngelepasin murid emas kayak Gara, apalagi dia anak pemilik yayasan ini."

Fandy mengangkat tangan sambil komat kamit. "Okey! Pengecualian buat Gara. Sementara Davin, Cakra and Adnan? Mereka bukan anak emas yang harus dipertahanin Nusa Bangsa, Rhe. Apalagi si Adnan, cowok yang ogeb nya gak ketulungan--"

Liora menyikut perut Fandy. " Jangan ngatain Adnan di depan gue dong!"

Fandy meringis. "Guru-guru salah, Rhe, Li. Dengan mereka skors Gara Cs, malah bikin kesenangan lah gila. Hukuman yang harusnya dikasih ke mereka itu bimbingan langsung dan itu dari murid berprestasi di SMA ini."

"Kenapa bukan guru aja yang kasih bimbingan?" Tanya Rhea sambil menerima sandwich yang Fandy sodorkan.

"Guru udah nyerah ngeladenin mereka, Rhe. Makanya peraturan disini semakin longgar karena ngebiarin para trouble maker tanpa di hukum lebih. Gue paham banget Nusa Bangsa itu banyak yang sejenis sama Gara Cs. Pastinya mereka Ikut-ikutan lah. Salah siapa? Guru kan," ujar Fandy panjang lebar.

"Nah itu, guru aja sampai kewalahan apalagi anak didiknya? Kenak mental pasti."

"Tapi seengaknya ada kita, Rhe."

Ketika Ketua dan Wakil nya beradu argumen, Liora hanya diam menyimak sembari menggigit sandwich yang Fandy berikan padanya dan juga Rhea.

"Oke, aku mau bagi tugas. Nanti kita bahas lagi masalah ini sama anggota osis lain. "

Fandy mengangguk. "Sebelum itu, si biang onar harus di tanganin dulu. Gue urus Gara, disini pada takut sama dia. Bukannya ngasih bimbingan, mereka malah liatin Gara doang."

"Eh jangan!" Spontan Rhea mengangkat tangan. Sadar Fandy dan Liora menatapnya penuh selidik, Rhea pun melanjutkan kalimatnya. "Gini, rumah kamu jauh dan beda arah. Dan aku yakin kalian bakalan berantem kalo berdua doang. Jadi mending aku aja. Kita se-komplek dan aku kenal betul sama orangtua Gara. Kalo Gara macem-macem, tinggal aduin ke mereka."

"Gue Adnan, titik valid no debat!"

Fandy langsung menyentil jidat Liora, "bimbingan bukan buat nge-bucin!"

Liora tertawa lalu memandang Rhea. "Pacar lo juga harus dikasih bimbingan, Rhe. Baru dua hari sekolah, catatan merahnya dah banyak."

"Pacar?!"

Rhea mengernyit menatap Fandy yang merespon tak suka.

...🐥🐣🐤...

Jam istirahat sudah berbunyi lima menit yang lalu. Namun seorang gadis berambut panjang nan indah masih terduduk sendiri dikelasnya.

"Orang nakal berasal dari orang baik yang tersakiti," Rhea menggumam memandang layar ponselnya yang menyala. "Jadi si Garang itu orang baik yang pernah tersakiti? Gak percaya aku!"

Suara langkah kaki yang terdengar mendekat, menyentak Rhea. "Rhe gawat Rhe!"

Dahi Rhea mengkerut. "Apanya yang gawat?"

Fira membawa paksa Rhea keluar dari ruang kelas. "Itu, anjirt gawat gue makin tersepona!"

Pandangan Rhea terpusat pada motor ninja berwarna hitam yang baru terparkir rapi diantara motor anggota Antranos lainnya. Mata Rhea membulat sempurna dan dengan langkah mantap, Rhea berjalan menuju Gara diikuti Fira di belakangnya.

Rhea mencekal lengan Gara yang hendak berlalu. "Kemarin gak berangkat, sekarang dateng pas jam istirahat. Anda waras, Sagara?"

Plakk

"There's a ape on your cheek," ujar Gara tak berdosa.

/Ada kera di pipi lo

Rhea menyentuh pipinya yang terasa kebas. Ini benar suaminya? Seseorang yang dibilang Alfan akan menjaga-nya namun malah menampar dirinya di depan umum?

Plak!

"Dasar jomblo akut!" Rhea menyengir setelah memukul keras jidat Gara.

.

1
may
hm
human
dua digit
LILI
rhea lucu porotin aja suamimu
LILI
revisi lu ga asik kenapa si lama beud??? marahton
Ikaila: lucu. aku juga mau suami seperti gara dikasihh bulanann25jrte
total 3 replies
LILI
cepetcepet repisi ny biar bisa dibaca
Maharani
ceritanya fantung
Fuji
lanjtn kapan 🕒❓
Saitama Hj
jelek
Afasia Sumatria
slamat tahun baru!
Afasia Sumatria
crazy update yah! 😍
Zabook
haduh sayng sekali tidak uplagi
yabai
aku lupa alur
Manis Sekali
lanjut we
sofi
.
Zakira Cnt
sya stop baca dsni...penulis ssma sekali takda niat untuk melanjutkan.menyebalkan!
C crush: cus kabur ke lpak laim
total 1 replies
s
cntnu
~ Yumna ~
semangat
hai 👋
lanjut 👋
hai 👋
Hai
mukfah
next lma bangt sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!