Putu Saraswati, seorang gadis yang tidak pernah percaya dengan mistis, harus dihadapkan pada sebuah kenyataan menyakitkan, dimana sepupunya Kadek Dwi, harus mengalami sakit keras setelah acara Metatah dan pernikahan yang dilaksanakan secara bersamaan.
Segala upaya di lakukan, dari dokter dan juga dukun, tetapi tidak ada yang sanggup mengobatinya...
Bagaiamana kondisi Kadek Dwi, dan perjuangan Putu Saraswati dalam mengungkap teror yang menimpa keluarga dan juga warga desanya...
ikuti kisah selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pura dalem
Pura Dalem adalah tempat suci Hindu di Bali yang berfungsi untuk memuja Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) dalam manifestasinya sebagai Dewa Siwa atau Batari Durga, yaitu aspek pelebur (pralina) yang menguasai siklus kematian, alam roh, dan reinkarnasi. [1, 2]
Pura ini biasanya terletak di setiap desa adat di Bali dan memiliki ciri khas serta makna penting dalam kehidupan masyarakat setempat:
Bagian dari Konsep Kahyangan Tiga
Dalam tata ruang desa adat Bali, terdapat tiga pura utama yang disebut Kahyangan Tiga, yaitu:
Pura Desa: Untuk memuja Dewa Brahma (pencipta).
Pura Puseh: Untuk memuja Dewa Wisnu (pemelihara).
Pura Dalem: Untuk memuja Dewa Siwa (pelebur). [1]
Fungsi Utama Pura Dalem
Pusat Pemujaan Roh Leluhur: Umat Hindu datang ke pura ini untuk memohon penyucian arwah leluhur yang telah meninggal agar mencapai tempat yang baik.
Tempat Ritual Kematian: Pura ini selalu berkaitan erat dengan upacara Pitra Yadnya (seperti Ngaben dan Ngeroras).
Mengingat Konsep Surga dan Neraka: Di beberapa Pura Dalem terdapat area yang melambangkan neraka dan pengadilan roh (seperti Tegal Panangsaran) sebagai pengingat agar manusia berbuat kebaikan (dharma) selama hidup. [1, 2, 3]
Ciri Khas Arsitektur
Karena berkaitan dengan aspek pelebur dan alam gaib, arsitektur dan ornamen di Pura Dalem sering kali bernuansa magis dan menyeramkan dibandingkan pura lainnya. Anda akan sering menemukan: [1]
Patung-patung mitologi seperti Batari Durga (Dewi Kegelapan/Kematian).
Relief atau patung Rangda (Ratu Iblis dalam mitologi Bali).
Patung-patung makhluk halus dan penggambaran adegan-adegan dari neraka. [1, 2]
Untuk informasi lebih lanjut mengenai tata cara persembahyangan, Anda dapat merujuk pada artikel mengenai Sejarah Pura Dalem Agung Padangtegal atau panduan ibadah Parisada Hindu Dharma Indonesia (
Karena bagaimanapun Saraswati anaknya.. 🤧
hadeh punya bapak kok bisa ya memlilih kasta dr anak
aq bgg deh
gila ya hany kasta yg di pandang nya gemblung
kyk keturunan ningrat ya kek gtu
tp skrg udah g sih hehehehe
kmaren akun yg dulu khapus. 😌
hadeh smownkapan itu akan berkahir kasiham saras
Kayaknya Wayan Ratri nggak akan berhenti, sebelum mendapatkan apa yang ia mau.. 😌
masa iya air lebih kental dr darah
weeh piye iki
ada ya pepatah mantan anak
ini gila deh