Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.
Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Dekrit Sang Tetua
Keheningan yang memekakkan telinga berlangsung selama sepuluh detik penuh. Tidak ada yang bisa memproses apa yang baru saja mereka lihat. Seorang ahli tingkat tujuh yang disegani, dikalahkan dalam satu gerakan oleh seorang pemuda yang baru kemarin menjadi bahan tertawaan seluruh klan.
Lin Hu akhirnya berhasil berdiri tegak, wajahnya pucat karena rasa sakit dan merah padam karena penghinaan yang luar biasa. Dia menatap Lin Feng, matanya tidak lagi hanya dipenuhi amarah, tetapi juga sedikit ketakutan yang tersembunyi.
"Trik... Itu pasti trik licik!" raung Lin Hu, menolak untuk menerima kenyataan. "Kau... kau menggunakan semacam racun atau sihir rendahan!"
Dia tidak bisa menerima bahwa keahliannya, yang telah ia asah selama puluhan tahun, bisa dikalahkan dengan begitu mudah. Itu pasti karena metode licik yang tidak terhormat!
"Kalian berdua!" bentaknya pada dua penjaga yang masih membeku. "Tunggu apa lagi?! Tangkap sampah ini! Jika dia melawan, patahkan kakinya!"
Kedua penjaga itu saling berpandangan dengan ragu. Mereka melihat bos mereka yang kesakitan dan kemudian pada Lin Feng yang berdiri dengan tenang di tengah halaman, tubuhnya yang kotor memancarkan aura yang membuat mereka merinding. Mereka hanyalah kultivator tingkat empat atau lima. Jika Manajer Lin Hu saja bisa dikalahkan, apa nasib mereka?
"APA KALIAN TULI?!" teriak Lin Hu, murka melihat keraguan mereka. "AKU PERINTAHKAN KALIAN!"
Di bawah tekanan langsung dari atasan mereka, kedua penjaga itu akhirnya tidak punya pilihan. Dengan enggan, mereka menarik pedang mereka dan melangkah maju dengan hati-hati.
"Lin Feng, jangan melawan! Ikut kami dengan patuh!" kata salah satu dari mereka, mencoba terdengar tegas meskipun suaranya sedikit bergetar.
Lin Feng bahkan tidak melirik mereka. Tatapannya tetap terkunci pada Lin Hu, sebuah senyum mengejek yang dingin bermain di bibirnya.
"Menggunakan bawahanmu setelah kau gagal? Tingkatmu benar-benar menyedihkan."
Sikapnya yang meremehkan adalah percikan terakhir. Kedua penjaga itu, merasa direndahkan, akhirnya menyerang. Mereka menyerbu dari kiri dan kanan, pedang mereka menebas, mencoba melumpuhkan Lin Feng tanpa membunuhnya.
Tepat saat pedang mereka akan mengenai sasaran, Lin Feng bergerak.
Gerakannya secepat kilat. Dia melangkah mundur satu langkah, menghindari kedua tebasan itu dengan selisih setipis rambut. Kemudian, sebelum kedua penjaga itu bisa pulih, dia melesat maju di antara mereka.
Dengan gerakan yang hampir tak terlihat, dia menepuk punggung kedua penjaga itu dengan telapak tangannya.
"PLAK! PLAK!"
Itu adalah tepukan ringan yang tidak membawa banyak kekuatan. Tetapi kedua penjaga itu langsung berhenti total, membeku di tempat seolah-olah menjadi patung. Ekspresi ngeri muncul di wajah mereka saat mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa menggerakkan satu otot pun. Seluruh tubuh mereka lumpuh total!
Lin Feng telah menggunakan pengetahuan meridiannya untuk menyerang titik akupunktur kelumpuhan mereka dengan presisi bedah.
Dia berjalan melewati mereka seolah-olah mereka tidak ada, dan berhenti tepat di depan Lin Hu yang kini benar-benar ketakutan.
"Sekarang... giliranmu," kata Lin Feng dengan suara rendah yang menusuk.
Tepat saat suasana mencapai titik puncaknya dan semua orang mengira Lin Hu akan menemui ajalnya, sebuah suara agung yang berat terdengar dari kerumunan, membawa tekanan yang jauh lebih kuat daripada aura Lin Hu.
"HENTIKAN!"
Kerumunan secara otomatis memberi jalan. Seorang pria tua dengan janggut putih panjang dan jubah abu-abu berjalan masuk. Matanya tajam dan penuh dengan kebijaksanaan, dan setiap langkahnya memancarkan aura seorang ahli sejati.
"Tetua Ketiga!"
"Tetua Lin Bao ada di sini!"
Seruan kaget terdengar di antara kerumunan. Lin Bao adalah salah satu dari lima tetua tertinggi di Klan Lin, seorang ahli di Alam Yayasan Roh, tingkat yang jauh melampaui Alam Penempaan Tubuh. Kemunculannya berarti masalah ini telah meningkat ke tingkat tertinggi.
Wajah Lin Hu langsung berubah. Dia dengan cepat menahan rasa sakitnya dan membungkuk hormat. "Tetua Ketiga!"
Lin Bao melirik Lin Hu yang pucat, lalu ke dua penjaga yang membeku seperti patung, dan akhirnya tatapannya berhenti pada Lin Feng yang kotor namun berdiri dengan tenang. Matanya yang tajam menyipit. Dia telah menonton dari kejauhan selama beberapa saat, dan dia melihat semuanya. Dia melihat bagaimana Lin Feng dengan mudah menghindari serangan dan melumpuhkan lawannya. Itu bukan keberuntungan atau trik, itu adalah keterampilan tempur tingkat tinggi yang menakutkan.
"Lin Hu, sebagai manajer klan, kau menyalahgunakan posisimu untuk menyerang anggota klan junior di kediamannya. Sungguh memalukan!" kata Lin Bao dengan dingin.
"Tetua, sampah ini..." Lin Hu mencoba membela diri, tetapi dipotong oleh tatapan tajam sang tetua.
Lin Bao kemudian menoleh ke Lin Feng. Dia tidak bisa merasakan tingkat kultivasi Lin Feng, yang aneh. Tapi dia tahu pemuda ini bukan lagi sampah yang mereka kenal.
"Dan kau, Lin Feng," lanjut sang tetua, suaranya melunak sedikit. "Meskipun kau membela diri, caramu terlalu kejam. Merusak meridian dan menghancurkan tangan adalah tindakan yang dilarang di dalam klan di luar kompetisi resmi."
Lin Feng hanya menatapnya, tidak mengatakan apa-apa. Dia tahu berdebat dengan penguasa tidak ada gunanya.
Melihat keheningan itu, Lin Bao menghela napas. Dia tidak bisa secara terbuka memihak Lin Feng, tetapi dia juga tidak bisa membiarkan bakat potensial seperti itu ditindas.
"Masalah ini akan diselesaikan di tempat yang seharusnya," kata Lin Bao dengan suara yang bergema. "Dua minggu dari sekarang adalah Kompetisi Klan Tahunan. Lin Hu, dendammu... Lin Feng, keluhanmu... selesaikan semuanya di atas panggung. Di bawah pengawasan seluruh klan. Sebelum itu, tidak ada yang diizinkan untuk membuat masalah pribadi lagi. Ini adalah keputusanku!"
Dekrit sang tetua adalah hukum.
Lin Hu menggertakkan giginya karena marah, tetapi dia tidak berani membantah. "Baik, Tetua," geramnya, menatap Lin Feng dengan kebencian yang mendalam. "Sampah, nikmati dua minggu terakhir hidupmu!"
Setelah itu, dia berbalik dan pergi dengan marah.
Lin Bao melambaikan tangannya, melepaskan kelumpuhan pada kedua penjaga itu, yang kemudian melarikan diri dengan ketakutan.
Sang tetua menatap Lin Feng untuk terakhir kalinya, tatapannya rumit. "Manfaatkan waktu ini dengan baik. Di atas panggung, hanya kekuatan sejati yang berbicara."
Setelah mengatakan itu, Tetua Lin Bao berbalik dan menghilang ke dalam kerumunan.
Lin Feng ditinggal sendirian di halamannya yang hancur. Dia melihat ke arah di mana Lin Hu menghilang, matanya berkilat dingin.
"Dua minggu?" bisiknya pada diri sendiri. "Itu lebih dari cukup."