seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab
Alarm berbunyi pelan tapi cukup untuk membangunkan tubuh yang masih berbaring lelah itu,
dia mengerjapkan mata lalu membukanya perlahan,
Meraba nakas dengan satu tangan , mengambil ponsel dan membuka layar nya
Waktu sudah menunjukan jam 5:00,
Aluna menyibakkan selimut ,lalu turun menuju kamar mandi,
Marmer yang dingin menyentuh telapak kakinya , tapi tidak membuat dia berhenti melangkah.
10 menit kemudian pintu kamar mandi terbuka,
dia melangkah pelan menuju ruang ganti , mengambil mukena dan sajadah
menggelarnya di dekat ranjang, tidak lama setelahnya adzan subuh berkumandang.
Aluna solat dengan khusyuk.
Setelah melaksanakan solat subuh . Dia menggelung rambutnya asal, melangkah turun ke bawah menuju dapur.
Hari ini dia berencana memasak sup ayam untuk eyang nya...
Di dapur seperti biasa para pelayan sudah sibuk memasak
"pagi bibi Maria" sapa Aluna ,
Maria pelayan senior sekaligus kepala koki dirumahnya menunduk hormat
"pagi non, ada yang ingin non ambil" tanyanya lembut
"tidak bi. aku berencana masak sup ayam untuk eyang, apa stok daging ayamnya ada bi" ucap nya sambil duduk di kursi meja makan.
"ada non. Kemarin baru belanja" jawabnya
"ya sudah. Tolong bibi bantu Luna yah" ucapnya semangat.
" baik non" jawabnya .
Setelah setengah jam berkutat di dapur sup ayam buatan nya sudah jadi
Aluna tersenyum puas ' bibi tolong coba sup nya "
Lalu Maria mencoba sup nya matanya berbinar lalu tersenyum" ini enak sekali non , rasanya persis seperti makasan nyonya Sera" katanya.
"benarkah" tanyanya
"iya non " jawabnya
Aluna melepaskan apron, lalu mecucu tangan
" bibi tolong siapkan sup dan nasi untuk aku bawa ke rumah sakit, agak banyak karna untuk mommy dan Daddy juga"
"siap non" jawabnya
" kalo begitu aku ke atas dulu mau siap2" katanya sambil berlalu .
Saat memasuki kamar Aluna mendapati ponselnya sudah menyala
Disana tertera nama KA Alfian sebagai penelpon
Aluna tersenyum Lalau mengangkatnya
... 📞KA Alfian...
Alfian" hallo aluna "
Aluna"iya KA"
Alfian" apa nanti kamu akan ke rumah sakit"
Aluna" iya KA ,memangnya kenapa KA"
Alfian" tidak, aku kan kerumah , nanti aku jemput jam 7"
Aluna"baik KA. Aluna bersiap dulu"
sambungan terputus, Aluna menyimpan lagi ponselnya di nakas lalu masuk ke kamar mandi .
15 menit kemudian pintu kamar mandi terbuka, Aluna bergegas menuju ruang ganti lalu memakai make-up tipis
Mengambil Sling bag memasukan handphone dan kartu kredit lalu mengambil beberapa lembar uang cash ke dalamnya .
Aluna keluar kamar melangkah menuju pintu kamar Omanya
Tok..tok..
"Oma, ini Aluna" ucapnya
"iya sayang ," balas Kania dari dalam lalu membuka pintu " loh sayang. Kamu sudah rapih sekali" katanya lagi
" iya Oma. Aluna izin ke rumah sakit duluan dengan KA Fian" jawabnya
Kania tersenyum mendengarnya "baiklah hati2 nanti Oma menyusul dengan abangmu" katanya lembut.
"ya sudah Oma Aluna turun dulu" balasnya. Lalu menyalami tangan Kania.
"iya sayang,jangan lupa sarapan dulu" ucap Kania .
Aluna hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu berbalik melangkah menuju lantai bawah .
dia lalu menuju dapur " bibi apa sudah di siapkan " tanyanya
"sudah non, ini" jawabnya sambil menyerahkan paperbag berisi nasi dan SOP, ada cemilan juga sedikit.
"terimakasih bi" lalu pergi melangkah menuju ruang tamu ,
"sudah jam 7, sebentar lagi KA Fian datang" ucapnya..
Terdengar suara mobil memasuki halaman mansion,
bel pintu berbunyi pelayan bergegas membukanya," silahkan masuk den"
Alfian hanya mengangguk lalu melangkah masuk
Aluna berdiri menyambut kedatangan Alfian
"sudah lama nunggu" sapanya lembut
"tidak KA, berangkat sekarang atau mau sarapan dulu di sini" balas Luna tersenyum.
"berangkat saja.. Nanti sarapan di jalan" katanya sambil mendekat meraih tangan Aluna"ayo" lanjutnya
mereka melangkah keluar, Lalu masuk kedalam mobil.
Di dalam mobil Alfian menoleh ke arah Aluna
" mau sarapan apa" ucapnya lalu fokus lagi menatap jalan.
"hmm.. bagai mana kalau bubur" jawabnya
"ide bagus, mau dimana" tanyanya lagi
"kalau yang di dekat kampus, bagaimana" ucapnya lalu menoleh ke arah Alfian meminta pendapat
Alfian menoleh sebentar Lalau tersenyum " baiklah , permintaan tuan putri akan hamba penuhi" candanya
Aluna yang di goda malu sekali," apaan sih KA " katanya sambil mencubit pelan lengan Alfian
"aw,, sakit sayang" ucapnya pura-pura meringis
Aluna membeku mendengar kata sayang yang di ucapkan Alfian.
Alfian yang tidak mendapatkan respon Aluna Lalu menoleh sebentar dan tersenyum lebar
Tangan nya terangkat mengelus kepala Aluna
" jangan tegang begitu, " katanya lembut
" jangan menggodaku KA . Aku malu" katanya sambil menutup wajah dengan tangan"
Alfian yang melihat tingah menggemaskan Aluna terkekeh geli , menggelengkan kepala tersenyum bahagia
rasanya Alfian sudah lama tidak tersenyum lebar seperti ini.
Setelah sampai di kedai bubur pinggir jalan Fian memarkir kan mobilnya ,lalu mengajak Aluna turun
"ayo turun " ucapnya
mereka melangkah masuk, memilih tempat di pojok.lalu memesan 2 porsi bubur lengkap.
"kamu sering makan di sini?" tanya Fian
" iya KA, kalau tidak sempat sarapan di rumah" balasnya tersenyum
Alfian membalas senyum hangat itu , menatap Aluna dalam.
Aluna yang di tatap seperti itu salah tingkah..lalu memutuskan pandangan lebih dulu..
Pesanan sudah datang, mereka sarapan dengan tenang, sesekali mengobrol
disaat yang bersamaan ada seorang wanita cantik memasuki keday, pandangan nya tertuju pada Alfian lalu melangkah menghampiri mereka.
"Alfian" sapanya lembut
Fian dan Luna menoleh bersamaan,
Aluna yang tidak mengenal hanya menautkan alis tanda bingung
Sedang Alfian raut wajahnya berubah dingin mata nya tajam dan rahang nya sedikit menegang.
dia tidak membalas sapaan itu.. Hanya diam dan menatap tajam
Aluna diam memperhatikan , dia tidak tau siapa wanita yang ada di hadapan mereka sekarang
"Alfian, kenapa kamu diam saja,seperti tidak mengenalku" katanya lembut terdengar manja
Aluna yang mendengarnya merasa mual, 'siapa dia, kenapa bersikap seperti itu' monolognya.
"ada apa, jangan menganggu kami" jawaban tegas Alfian
Senyum percaya diri wanita itu luntur setelah mendengar ucapan Alfian
lalu menoleh ke arah Aluna. Raut wajahnya berubah tidak suka saat menatap Aluna. Dan perubahan itu di lihat oleh Alfian .
"siapa dia Al"tanyanya
Belum sempat Alfian menjawab Aluna sudah lebih dulu berdiri lalu mengulurkan tangan
" perkenalkan KA aku Aluna Xander, calon istri KA Alfian" ucapnya tegas membalas tatapan angkuh wanita itu
"apa!" jawabnya setengah berteriak " tidak mungkin" lanjutnya, wajahnya sudah merah dan tangan mengepal menahan emosi
Aluna tidak merespon dia hanya diam melipat tangan didada tersenyum miring.
Alfian yang melihat Aluna tersenyum tipis, tidak menyangka calon istrinya begitu berani.
"Al bicaralah , apa benar yang di katakan wanita ini?" tanyanya sendu
Alfian berdiri lalu melangkah mendekati Aluna tangan nya melingkar di pinggang Aluna posesif, lalu mencium pucuk kepalanya merasa
" ya dia calon istriku" jawabnya
" tidak mungkin ,, " katanya
Alfian tidak menanggapi dia justru asik menatap wajah Aluna " sudah selesai?" tanyanya lembut
"sudah KA. " balasnya hangat
" ya sudah. Ayo kita pergi" ucap Fian
Mereka melangkah keluar meninggal kan sosok wanita yang masih berdiri menatap Aluna dengan sorot kebencian.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤