Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.8
Saat ingin kabur, dari genggaman Ken, Lusi langsung terjatuh dari tempat tidur pria itu. bahkan tatapan nya kaget, dan bingung bagaimana cara menghindari nya. Apalagi wajah pria itu sayu dan memerah seketika.
"Cup.....Ken mencium bibir ranum milik Lusi secara tiba tiba. gadis itu langsung membelalakkan matanya.
"Tuan, ku mohon jangan." ucap lusi dengan meneteskan air mata nya. walapun Ken mabuk berat, tetapi kekuatan tangan nya cukup kuat.
"Bantu aku, aku benar benar sudah tidak tahan." ucap pria itu dengan suara pelan nya. Dan entah mengapa Lusi langsung terpaku seketika. Wajah pria itu benar benar sangat tampan, dan gadis itu tanpa sadar membalas ciuman dari Ken.
Ken yang merasa sudah tak bisa menahan diri lagi, langsung mencium bibir ranum Lusi dengan brutal nya. bahkan pria itu mencengkram tangan Lusi membuat gadis itu meringis pelan.
"Tuan, ku mohon jangan." ucap lusi dengan air mata yang mengalir deras nya. Sudah melawan juga percuma, karena kekuatan pria itu benar bener sangat besar. Dia tak sanggup melawan nya. Dia benar benar menahan dirinya agar tak terbuai dengan ucapan Ken saat ini.
"Bibir mu sangat manis jalang kecil!" ucap Ken dengan tersenyum smirk. Pria itu benar benar tak melepaskan Lusi sedikit pun.
"Tangan lah sedikit, ini pasti akan sangat sakit."
"Tuaan....ku mohon!"
"Argh..... Ini benar benar gila!" rancau Ken saat ini. Lusi sudah tak berdaya di bawah Kungkungan Ken saat ini.
Dia sudah menganggap dirinya benar benar kotor. memberikan kesucian nya untuk pria yang sama sekali tak dikenal.
"Argh.....aku sudah tak tahan." ucap Ken yang sudah hampir mencapai puncak nya
"Argh...baby kau benar benar sangat luar biasa."
Setelah mencapai puncak nya, pria itu mengecup kening Lusi, dan langsung tertidur pulas di pelukan gadis itu. Sedangkan Lusi yang sudah tak bertenaga juga ikut tertidur di samping tubuhnya Ken yang memeluk nya begitu erat.
Keesokan harinya, Ken tanpa sadar terbangun dan begitu kaget saat memeluk tubuh seorang wanita yang bahkan dia tak mengenal nya. Wajah polos Lusi saat tertidur membuat nya terpaku seketika
"Cantik!" gumam nya tanpa sadar dan langsung menggelengkan kepala nya itu.
Dengan Bergegas Ken bangkit dan langsung menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Lusi yang tertidur pulas tersentak dan langsung terbangun seketika. Dia mengecek dirinya yang sudah tak memakai apapun di balik selimut putih itu.
"Tidak, ini tidak mungkin!" ucap nya sambil menampar wajah nya berusaha menyakinkan bahwa dirinya hanya mimpi. Dan berharap segera bangun dari mimpi buruk nya itu.
"argh....hiksssss, ini tidak mungkin." ucap nya sambil mencubit lengan nya dan ini nyata.
Ken yang sudah selesai mandi, dan hanya memakai handuk di bagian pinggang nya menatap datar ke arah Lusi.
"Kau!"ucap Lusi yang memandang kebencian ke arah Ken.
Ken dengan santai nya mengambil sebuah cek berisi uang di dalam kertas yang di sediakan nya. lalu pria itu melempar nya ke arah wajah Lusi seketika.
gadis itu kaget dan tak percaya, bahwa dia dinilai seperti seorang wanita malam. Setelah di pakai, dibuang begitu saja.
"Apa maksud mu tuan. Kau sudah menodai ku, dan sekarang kau menganggap ku seperti jalang jalang mu!" hardik Lusi dengan tatapan tajam nya. bahkan gadis itu meneteskan air mata nya tanpa sadar.
"Kau memang jalang kecil. Jadi jangan berpura pura untuk menjebak ku lagi!" ucap Ken dengan nada sarkas nya. Baginya gadis itu lah yang menjebak nya saat ini. Dan memanfaatkan kondisi untuk masuk ke perangkap nya.
Lusi bangun dengan memakai selimut untuk menutupi dirinya yang tak memakai sehelai benang pun. Gadis itu melangkah ke arah Ken dan....
"Plak....plak...Lusi menampar wajah Ken yang menurut nya cukup brengsek.
"Kau benar benar pria pengecut! Kau lah yang memperkosa ku sialan!" teriak Lusi yang entah keberanian dari mana yang merasuki dirinya itu.
Ken tersenyum sinis saat dirinya di bentak seperti itu, gadis itu cukup menarik perhatian nya.
Ken memegang tangan Lusi yang menunjukkan jarinya ke arah wajah nya itu.
"Jangan menunjukkan tangan mu seperti itu, aku tak menyukai nya!" ucap Ken dengan nada berat nya membuat Lusi menghela nafas. Pria itu benar benar berhasil membuat pikiran nya kacau balau.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..