NovelToon NovelToon
Samsara Sembilan Naga

Samsara Sembilan Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen dulunya adalah jenius nomor satu di Kota Awan Merah. Namun, pada usia 12 tahun, Meridiannya dihancurkan oleh musuh misterius, membuatnya menjadi "Sampah" yang tidak bisa mengumpulkan Qi. Dihina oleh klannya dan tunangannya dibatalkan, Lin Chen jatuh ke titik terendah. Suatu malam, darahnya secara tidak sengaja membangunkan sebuah relik kuno peninggalan ibunya: Sisik Naga Primordial. Relik ini tidak hanya memulihkan meridiannya, tetapi juga memberinya Teknik Kultivasi terlarang: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Dimulailah perjalanan Lin Chen dari kota kecil yang terpencil menuju puncak semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Lembah Api Penyucian

​Malam telah larut menyelimuti Pelataran Luar Sekte Pedang Awan Surgawi.

​Ketika Lin Chen kembali ke Asrama Sektor Barat, ia disambut oleh pemandangan yang sedikit menggelikan. Pintu kayunya yang hancur sebelumnya kini telah diganti dengan pintu kayu jati merah kualitas tinggi yang berukir indah. Di dalam, lantai batu yang retak telah ditambal, dan meja reotnya diganti dengan perabotan mewah. Di atas ranjangnya, bertumpuk puluhan kotak hadiah berisi pil Qi rendahan, emas, dan batu spiritual.

​Di sudut koridor, Ma Liu dan dua anak buahnya yang kakinya telah dibebat kain perban berlutut gemetar, tak berani mengangkat kepala.

​"Kami... kami sudah mengganti pintunya, Kakak Senior Lin," cicit Ma Liu dengan suara parau menahan sakit.

​Lin Chen melirik sekilas, lalu masuk dan menutup pintu barunya tanpa sepatah kata pun. Ia tidak peduli dengan hadiah-hadiah murahan itu. Di dunia kultivasi, kekuatan adalah satu-satunya hukum. Kemarin ia adalah sampah yang bisa diinjak siapa saja, hari ini ia dilayani layaknya kaisar.

​Lin Chen duduk bersila di atas ranjang, memejamkan mata dan menginspeksi Dantiannya. Pusaran Qi emasnya berputar dengan stabil di Ranah Pengumpulan Qi Bintang 5 Tahap Puncak.

​"Bocah, jangan terburu-buru menerobos ke Bintang 6," suara Mo Xuan menginterupsi dari dalam lautan kesadarannya. "Kau baru saja menelan Piton Tanduk Es dan Teratai Surgawi. Energi Yin (Dingin) di dalam tubuhmu saat ini sangat dominan. Jika kau memaksa menerobos, keseimbangan Meridian Nagamu akan kacau dan kau bisa mengalami penyimpangan Qi."

​"Lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Lin Chen dalam hati.

​"Kau butuh energi Yang (Panas) yang sangat ekstrem untuk menyeimbangkannya," jawab Mo Xuan. "Di sekte sebesar ini, pasti ada tempat berunsur api ekstrem atau Misi Sekte yang mengharuskanmu memburu Binatang Iblis elemen api tingkat tinggi. Dapatkan Inti Spiritual mereka, lalu kita sempurnakan pondasimu!"

​Lin Chen membuka matanya. "Misi Sekte... Berarti aku harus pergi ke Balai Kontribusi besok pagi."

​Keesokan Paginya, Balai Kontribusi Sekte.

​Balai Kontribusi adalah bangunan paling ramai di Pelataran Luar. Setiap hari, puluhan ribu murid datang ke sini untuk mengambil tugas—mulai dari memetik rumput spiritual, membersihkan tungku alkimia, hingga memburu monster—untuk ditukarkan dengan Poin Kontribusi. Poin ini adalah mata uang mutlak di dalam sekte; digunakan untuk menukar teknik bela diri, senjata, hingga waktu kultivasi di ruang khusus.

​Ketika Lin Chen melangkah masuk ke dalam balai yang luas itu, keriuhan ribuan murid tiba-tiba mereda.

​Seolah-olah ada tangan raksasa yang membelah lautan manusia, para murid secara otomatis menyingkir, memberikan jalan selebar tiga meter khusus untuk Lin Chen menuju meja administrasi utama. Tatapan mereka dipenuhi rasa ngeri. Tragedi berdarah Zhang Kuang di Arena Hidup dan Mati masih terbayang jelas di benak mereka.

​Di balik meja kayu tebal, seorang murid senior tingkat atas yang bertugas membagikan misi mengerutkan kening melihat keributan itu. Namanya adalah Sun Li, kultivator Pengumpulan Qi Bintang 7. Di seragam bagian dadanya, terdapat sulaman teratai es kecil—lambang faksi milik Liu Meng'er.

​Malam sebelumnya, Sun Li telah menerima perintah rahasia langsung dari Puncak Teratai Es.

​Saat Lin Chen datang mengambil misi, berikan dia Surat Kematian.

​Lin Chen tiba di depan meja, wajahnya tenang. "Aku ingin melihat daftar misi berburu Binatang Iblis Tingkat 3 yang memiliki elemen api."

​Sun Li tersenyum sinis di dalam hati, namun wajahnya dibuat sedatar mungkin. Kau benar-benar mengantarkan nyawamu sendiri, Lin Chen.

​"Binatang Iblis Tingkat 3? Itu adalah misi yang biasanya dikerjakan oleh Murid Inti, atau kelompok elit Murid Luar," Sun Li berpura-pura membuka gulungan perkamen. "Sebagai murid baru, kau tidak punya kualifikasi. Tapi... kebetulan ada satu misi khusus yang sedang kekurangan tenaga."

​Sun Li mengambil sebuah plakat logam berwarna merah membara dan meletakkannya di atas meja dengan suara berdentang keras.

​"Misi Pemusnahan Khusus. Lokasi: Lembah Api Penyucian, berjarak lima ratus mil ke selatan sekte. Target: Memburu dan membawa kembali Inti Spiritual dari Kera Iblis Bersisik Api."

​Begitu nama tempat dan target itu disebutkan, para murid di sekitar balai menahan napas serentak.

​"Kera Iblis Bersisik Api?! Itu Binatang Iblis Tingkat 3 Tahap Puncak! Kekuatannya setara dengan ahli Pengumpulan Qi Bintang 9!"

"Gila! Bahkan Kakak Senior Zhang Kuang yang sudah mati itu tidak akan bertahan tiga jurus melawan monster itu!"

"Lembah Api Penyucian itu sendiri dipenuhi kabut beracun dan suhu yang bisa melelehkan besi. Sun Li sengaja menyuruhnya bunuh diri!"

​Sun Li mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Lin Chen dengan tatapan mengejek. "Hadiahnya sangat besar, Lin Chen. 5.000 Poin Kontribusi dan akses ke Lantai Dua Paviliun Teknik Bela Diri. Tapi jika kau takut mati, kau bisa kembali ke kamarmu dan mencuci pispot Tetua seumur hidupmu."

​Ini adalah konspirasi terbuka! Jika Lin Chen menolak, ia akan dipermalukan dan dianggap pengecut di depan seluruh sekte, merusak mental kultivasinya. Jika ia menerima, ia dipastikan mati di Lembah Api Penyucian. Ini adalah jebakan sempurna rancangan Liu Meng'er.

​Namun, alih-alih marah atau pucat pasi seperti ekspektasi Sun Li, ujung bibir Lin Chen justru melengkung ke atas. Ia merasakan kegembiraan yang tulus.

​Binatang Iblis Tingkat 3 Puncak berelemen api? Ini bukanlah jebakan maut baginya. Ini adalah menu sarapan yang diantarkan langsung ke depan pintu!

​"Lembah Api Penyucian, ya? Sempurna," Lin Chen mengulurkan tangannya dan mengambil plakat logam merah itu. Suaranya terdengar santai, seolah ia baru saja menerima tugas memetik bunga. "Aku ambil."

​Sun Li sedikit terkejut melihat betapa tenangnya Lin Chen. Namun ia cepat-cepat mencibir. "Tugas ini memiliki batas waktu tiga hari. Jika kau gagal atau... tidak kembali, poinmu akan dikurangi hingga minus, dan kau akan dikeluarkan dari sekte!"

​"Simpan napasmu, Sun Li," potong Lin Chen. Ia membalikkan badan, jubahnya berkibar elegan. Sebelum melangkah pergi, ia menoleh sedikit dari atas bahunya. "Sampaikan pada tuan putrimu di Puncak Teratai Es. Jangan gunakan taktik kekanak-kanakan seperti ini lagi. Ini membuatku mulai merasa bosan."

​Wajah Sun Li seketika memerah karena amarah, namun ia tidak berani menyerang Lin Chen di dalam Balai Kontribusi. Ia hanya bisa menatap punggung Lin Chen yang menjauh dengan tatapan penuh kebencian.

​"Tertawalah selagi bisa, orang mati," desis Sun Li pelan. Ia kemudian melambaikan tangannya secara rahasia. Dua murid elit berpakaian hitam yang bersembunyi di sudut balai mengangguk kecil, lalu menyelinap keluar mengikuti Lin Chen dari kejauhan.

​Lembah Api Penyucian.

​Berjarak lima ratus mil dari pegunungan utama sekte, lanskap hijau berubah drastis menjadi tanah tandus berwarna merah kehitaman. Retakan-retakan besar di bumi memuntahkan uap belerang dan lahar panas. Suhu di tempat ini sangat ekstrem, membuat udara terlihat bergelombang karena panas.

​Lin Chen berdiri di atas sebuah tebing batu karang, menatap ke dalam lembah. Topi bambunya sudah ia simpan karena akan langsung terbakar oleh suhu udara. Pakaian abu-abunya sedikit basah oleh keringat, namun auranya sangat stabil.

​"Hahaha! Tempat yang fantastis!" Mo Xuan tertawa girang. "Energi elemen api di sini sangat purba dan murni. Sangat cocok untuk menggembleng Meridian Nagamu!"

​"Tapi kita punya penguntit," gumam Lin Chen, matanya melirik tajam ke arah bayangan bebatuan sejauh beberapa mil di belakangnya. Sejak keluar dari gerbang sekte, ia sudah menyadari keberadaan dua tikus yang mengikutinya.

​Keduanya adalah pembunuh bayaran sekte di Ranah Pengumpulan Qi Bintang 8. Liu Meng'er tampaknya tidak ingin mengambil risiko Kera Iblis gagal membunuh Lin Chen, sehingga ia mengirim dua ahli tinggi sebagai lapis asuransi.

​"Biarkan saja mereka menonton," Lin Chen menyeringai iblis. "Mereka akan menjadi makanan penutup yang bagus nanti."

​Lin Chen melompat turun dari tebing, meluncur layaknya anak panah ke dasar Lembah Api Penyucian.

​Semakin dalam ia masuk, Binatang Iblis berunsur api yang muncul semakin kuat. Kadal Lava Tingkat 2, Serigala Api Ekor Tiga Tingkat 2 Puncak—semuanya menerjang Lin Chen dengan buas.

​Namun, tidak ada satu pun yang bertahan dari satu tamparan berlapis Qi Emas milik Lin Chen. Ia tidak membuang waktu menyerap monster-monster rendahan itu. Targetnya hanya satu.

​BUMMM!

ROAARRRR!

​Langkah Lin Chen terhenti ketika tanah di depannya meledak. Pilar api setinggi belasan meter menyembur ke udara. Dari dalam kawah lahar yang baru terbentuk, sesosok raksasa melompat keluar dan mendarat di hadapannya, menciptakan gempa bumi lokal berskala kecil.

​Itu adalah Kera Iblis Bersisik Api!

Tingginya mencapai empat meter. Seluruh tubuhnya ditutupi sisik merah membara yang terus menyala seperti batu bara aktif. Taringnya panjang menjuntai, dan sepasang matanya memancarkan kebrutalan absolut.

​Bahkan dari jarak sepuluh meter, gelombang panas dari tubuh kera itu sanggup memanggang manusia fana menjadi abu dalam hitungan detik.

​Di atas tebing di kejauhan, dua pembunuh bayaran Bintang 8 sedang tiarap, mengamati lewat teropong spiritual.

​"Target telah berhadapan dengan Kera Iblis," bisik salah satu pembunuh dengan senyum kejam. "Binatang Iblis Tingkat 3 Puncak ini bahkan membuat kita berdua kewalahan jika maju bersama. Lin Chen pasti akan dikuliti hidup-hidup."

​"Bersiaplah. Kalau anak itu beruntung dan mencoba melarikan diri, kita hadang dan potong kakinya," timpal rekannya.

​Di dasar lembah, Kera Iblis itu memukul-mukul dadanya yang bersisik baja, menciptakan suara dentuman layaknya drum perang raksasa. Ia memandang Lin Chen, meremehkan manusia kecil yang bahkan tidak memiliki fluktuasi Qi sebesar dirinya.

​Lin Chen tidak mencabut pedangnya. Ia hanya melepaskan ikatan rambutnya, membiarkan rambut gondrongnya berkibar ditiup angin panas.

​Ia memutar Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Kali ini, ia tidak menyembunyikan kekuatannya. Fluktuasi Qi Emas dari Bintang 5 Tahap Puncak meledak, beresonansi dengan fisik Mandi Darah Naganya yang beringas.

​Aura yang keluar dari tubuh remaja berusia lima belas tahun itu kini terasa jauh lebih purba, lebih tiran, dan lebih monster daripada Kera Iblis di hadapannya.

​"Misi sekte hanya meminta Inti Spiritualmu," ucap Lin Chen sambil merendahkan kuda-kudanya, kedua matanya memancarkan niat membunuh yang membuat Kera Iblis itu tiba-tiba merinding. "Tapi kebetulan... aku sedang sangat lapar. Jadi, aku akan memakan semuanya."

1
yos helmi
biasanya cerita ng pernah selesai.. putus di tengah jln.. 🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣👍
yos helmi
🤣🤣👍🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🙏🤣👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄👍👍👍👍😄👍😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍l👍l👍l👍l👍l👍l💪💪💪ĺ
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪1
yos helmi
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪
Fiktor
mantap alur cerita nya ngak bertele2👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄😄🙏🙏🙏👍👍👍👍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!