NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah sangka

Riri dan Fira sedang makan malam. Kebetulan barusan Tirta mengirim makanan untuk Fira. Di kost-an tersebut antara laki-laki dan perempuan terpisah dengan gerbang. Jadi tamu laki-laki pun dibatasi sampai gerbang saja. Setelah makan, Fira minum obat.

"Ri, kulihat dari tadi kamu nampaknya sedang bahagia?"

"Oh ya, dilihat dari mana?"

"Dari wajahmu, dari tadi senyum-senyum."

"Bros sudah kesayanganku ketemu."

"Ketemu di mana?"

"Di abang ojol."

"Hah, kok bisa?"

"Iya, beberapa hati lalu yang aku pergi ke tempat foto copy itu lho. Aku kan naik ojol. Ternyata bros ku nyangkut di jaket si abang."

"Kok bisa?"

"Ya bisa, kan masih rezekiku hehe... "

"Ada-ada saja."

Riri menyuruh Fira untuk beristirahat agar badannya cepat pulih kembali.

Keesokan harinya.

Pagi setelah mandi, Riri mengecek aplikasi ojol. Tumben sekali abang Ahmed nyala aplikasinya di pagi ini. Riri pun segera memesannya. Dan langsung mendapat balasan dari bang Ahmed.

Hari ini Sultan memang akan ke kantor setelah jam makan siang. Jadi ia sengaja menyalakan aplikasi ojolnya di pagi hari. Setelah selesai sarapan, Sultan segera bersial dan pamit kepada kedua orang tuanya.

"Kok pagi sekali?" Tanya ummi.

"Tidak langsung je kantor, mi. Masih mau main dulu. Ke kantornya nanti siang."

"Oh, pantesan."

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Setelah kepergian Sultan, Abi pun langsung membicarakannya.

"Main katanya, mi? Paling juga dia pergi ngojek."

"Ya sudah biarkan saja, bi. Mau dilarang juga percuma."

"Aneh kok anak itu. Nurun sopo?"

"Yo nurun abi-ne."

Abi tidak membalasnya lagi.

Dengan penuh semangat Sultan meluncur menuju kost-an Riri. Baru kali ini ia punya langganan penumpang perempuan. Biasanya ia sering menolak. Paling hanya sesekali ia membawa ibu-ibu atau bahkan nenek-nenek.

Sultan baru saja sampai di depan gerbang kost-an Riri. Tidak lama kemudian Riri keluar dari gerbang dengan memakai setelan celana bahan dan blus warna putih serta jilbab motif abstrak. Sejenak Sultan terpana melihatnya. Namun ia langsung tersadar saat Riri menyapanya.

"Selamat pagi, bang Ahmed."

"Selamat pagi juga, mbak."

Sultan memberikan helm penumpang kepada Riri.

"Langsung ke kantor ini, mbak? Kok pagi sekali?"

"Iya, bang. Karena hari ini saya mau ada persiapan untuk ulang tahun perusahaan."

"Oh iya, baik."

Riri pun naik ke atas sepeda motor. Kemudian Siltan melaju dengan kecepatan sedang. Kali ini wangi parfum Sultan berbeda lagi. Riri sempat heran akan hal itu. Namun ia ingat perkataan Sultan kalau ia hanya diberi orang atau juragan parfum.

Sekitar jam 9, mereka sampai di kantor.

"Alhamdulillah sudah sampai, mbak."

Riri pun turun dan membuka helmnya. Ia juga membayar sesuai tarif aplikasi.

"Makasih ya, bang. Nanti sore bisa jemput saya kan, bang? "

"Bisa, tapi jam 5. Gimana mbak?"

"Iya nggak pa-pa. Kebetulan saya juga nanti pulangnya agak telat."

"Oke siap, mbak."

"Ya sudah, selamat batik bang. Semoga hari ini banyak penumpangnya."

"Aamiin, terima kasih."

"Sama-sama."

Riri pun melangkah masuk ke dalam kantor. Namun Sultan masih terpaku di tempatnya. Entah kenapa ia hanya ingin memastikan Riri sampai dengan selamat.

Setelah mengantar Riri, Sultan menerima penumpang lagi yang ia temui tidak jauh dari kantor tersebut. Kali ini penumpangnya bapak-bapak yang mau pergi ke rumah sakit.

Setelah tugasnya selesai, Sultan pun berangkat ke kantor dengan pakaian santainya itu. Beberapa karyawan sudah terbiasa melihatnya. Sampai di ruangannya, Sultan berganti baju formal. Lima menit kemudian sekertaris pribadinya menghampiri ke ruangannya.

"Bos, dapat undangan dari kantor anak cabang besok malam."

Leo memberikan undangan kepada Sultan.

"Hem... iya." Sultan membacanya seraya tersenyum.

"Kok cuma senyum, bos? Apa tuan bos (abi) yang mau hadir?"

"Mungkin."

Sultan tersenyum karena ingat perkataan Riri tadi. Ternyata perusahaan tempat Riri bekerja adalah anak cabang dari perusahaan orang tua Sultan. Sultan sudah mengetahuinya, namun ia berlagak santai.

Leo pun pamit keluar dari ruangan Sultan.

Setelah kepergian Leo, Sultan pun berpikir. Jika seandainya dia yang hadir pada acara tersebut, pasti dia akan bertemu dengan Riri. Dan perannya sebagai tukang ojek sudah tidak seru lagi.

"Tidak-tidak! Ini tidak boleh terjadi. Mungkin abi bisa hadir. Kalau tidak, biar Leo yang hadir." Gumamnya.

Tidak lama kemudian, Sultan masuk ke aula untuk memimpin rapat. Rapat dihadiri oleh beberapa pemimpin direksi dalam perusahaan tersebut.

Sekitar jam 4, rapat baru selesai. Sultan segera mandi dan shalat Ashar di di ruangannya. Setelah itu, ia ganti baju lagi dan keluar dari ruangannya.

"Bismillahirrahmanirrahim..." Sultan siap menjemput Riri lagi.

Dalam perjalanannya, Sultan sempat berpikir sesuatu dirinya saat ini. Ia seperti seseorang yang ingin menjemput pacarnya. Namun Sultan langsung menepis pikirannya sendiri.

Untuk menghindari macet, Sultan melewati jalan alternatif. Jadi hal tersebut cukup meminimalisir waktunya untuk sampai.

Dan tepat jam 5 sore, Sultan sampai di kantor Riri. Riri pun sudah menunggunya di depan kantor.

Sultan membuka kaca helmnya.

"Maaf lama, mbak."

"Ah nggak juga. Baru lima menit kok, bang."

"Alhamdulillah kalau begitu. Mari langsung saja mbak."

"Iya, bang."

Sore yang macet. Mereka harus bersabar.

Rasanya Riri sudah lelah sekali. Seandainya boleh meminjam baju abang ojeknya, ia ingin sekali menyandarkan kepalanya di bahu itu.

Sekitar 10 menit kemudian, mereka baru bisa terbebas dari kemacetan.

Saat melewati kedai es, Riri meminta untuk berhenti karena ingin membeli es teler dan jus untuk Fira.

Riri pun turun dari sepeda motor dan membuka helmnya.

"Bang, ayo masuk sekalian. "

"Nggak ah, mbak."

"Ayo, abang juga harus kan? Ayo sini aku pesenin es."

"Mbak es teler dua ya." Ujar Riri pada penjaga kedai.

Dengan terpaksa Sultan pun turun dari sepeda motor.Ia duduk berhadapan dengan Riri.

"Buka dulu helmnya, bang. Nggak pa--pa ya temani saya sebentar. Saya butuh yang seger-seger bang. Kalau dibawa pulang kurang afdol rasanya." Ujar Riri dengan nada pelan."

Sultan pun mengangguk.

Ia membuka helm dan kaca mata hitamnya.

Untungnya kedai sepi. Jadi mereka bisa langsung dilayani.

"Ayo bang, jangan malu-malu."

"Eh iya, mbak."

Sultan pun menyantap es teler yang nampak menggiurkan. Meski sebenarnya ia tidak terlalu suka dengan es karena ia punya alergi dingin.

"Mungkin mau bungkus buat istrinya, bang." Ujar Riri.

Mendengar hal tersebut, sontak Sultan tersedak.

"Uhuk uhuk uhuk... "

"Aduh, pelan-pelan bang."

"Ehem ehem ehem... " Sultan menepuk dadanya sendiri. Matanya pun sampai merah.

Riri mengambilkan tisu untuknya.

"Terima kasih, mbak."

"Sama-sama."

Sultan pun memesan beberapa jus jeruk untuk ia bawa ke rumah anak jalanan.

"Kok banyak, bang?"

"Iya, untuk anak-anak mbak."

Mak jleb

Riri jadi salah sangka lagi.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Sri Rahayu
udah ga salah pilih kamu Sultan....ayo ungkapin perasaan mu 🤩🤩🤩... lanjut Thorr😘😘😘
Les Tary
semoga dimudahkan bang🤣🤣
Teh Euis Tea
semoga lancar ya bang sultan pdktnya😁
secret
bismillah, semangaatt mengungkapkan perasaannya bang.. ummi dah gasabar bgt tuh punya menantu perempuan😁
dewi rofiqoh
Semoga dimudahkan dan dilancarkan yang bang
Lela Angraini
bismillah ya bang,,smg di lancarkan segalanya. cepeeett nyatain perasaan abang,,biar si arga nggk caper mulu
Restu Ningsih
Sultan OTW pulang, ummi persiapan untuk melamar 🤭🤭🤭
dewi rofiqoh
Pulang ke Indonesia, lanjut ungkapkan rasa ke riri
Lisa
Wah calon mertua udh setuju nih klo Riri yg jadi menantunya 😊 ayo Sultan gercep nyatakan perasaanmu ke Riri..
aroem
bagus
Bunda RH: Terima kasih Kak 🙏
total 1 replies
Test Baru
banyak typonya thor 🙏🙏🙏
Bunda RH: maaf kak td ada sebagian sempat kehapus dan nulis ulang, bikin bad mood 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
he he umi Windi luar biasa 🙏🙏🙏
Bunda RH: mau juga jadi mantunya 😄
total 1 replies
Teh Euis Tea
banyak tyfonya othor 🤭🤭🤭🤭🤭
Bunda RH: maaf kak tadi sempat kehapus dan nulis lagi jadi bad mood😂
total 1 replies
Les Tary
semangat sultan jgn lama"
Bunda RH: iya nih otw pulang 🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
ayo Sultan....ungkapin perasaan mu pd Riri....Ummi jg udah suka ma Riri...lanjur Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kak, bentar Sultan otw pulang
total 1 replies
Marsiyah Minardi
Tenang aja Leo ,kalau bos Sultan potong bonusmu ya tinggal ngadu ke Bos Besar Ummi ,dijamin aman 🤭
Bunda RH: iya juga 😄
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Sri Rahayu
betul Leo...kshtau ma Umi Windi kl bos Sultan lg jatuh cinta🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kan, biar gak mumet
total 1 replies
dewi rofiqoh
Coba pedekate lebih gencar lagi bang ahmed💪💪💪
Bunda RH: iya kak, bentar habis dar LN
total 1 replies
Restu Ningsih
Segera laporin Leo,biar CPT di nikahkan 🤭🤭
Bunda RH: sudah sampai ke telinga ummi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!