NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Penasaran

"Baru pulang, Kal?" Tanya Mama Vina, Ibunda Kalandra. Wanita paruh baya itu tampak masih cantik dan segar di usianya yang tak lagi muda.

"Iya, Ma. Tumben mama gak ke Resto?" Tanya Kalandra.

"Harusnya mama yang tanya gitu. Tumben kamu pulang ke rumah, gak ke Apartemen." Cicit Mama Vina yang membuat Kalandra tertawa.

"Lagi kangen aja sama rumah." Jawab Kalandra.

"Papa mana?" Tanyanya kemudian.

"Kamu ini aneh deh, Kal. Jam segini nanyain Papa di mana? Papa ya jelas di Kantor lah." Sahut Mama Vina sambil menarik hidung bangir putra bungsunya.

"Sepi banget." Kata Kalandra sambil merebahkan tubuhnya di sofa bed.

"Ya gini, hari - hari Mama sama Papamu, kesepian. Punya anak dua, tapi sibuknya bukan main. Ngalah - ngalahin Presiden aja. Punya menantu dan cucu juga, harus LDRan." Keluh Mama Vina.

"Bikin anak lagi lah, Ma. Biar Kal punya adik. Jadi Mama sama Papa gak kesepian." Sahut Kalandra.

Buugh!

Bantal sofa mendarat dengan mulus tepat di wajah Kalandra.

"Sembarangan banget kalo ngomong." Kata Mama Vina yang membuat Kalandra tertawa.

"Sabar lah, Ma. Bulan depan kan Mbak Tara udah pindah ke sini. Nanti juga rame karena ada Gio dan calon adiknya." Jawab Kalandra.

"Iya, sih. Untung aja Tara bisa pindah. Akhirnya setelah sekian lama, dia bisa mutasi juga." Kata Mama Vina sambil tersenyum, membayangkan menantu dan cucunya yang akan tinggal di rumah yang sudah ia dan suaminya siapkan yang berada tepat di sebelah rumahnya.

"Kasian juga Kak Alfan kalo kelamaan LDR sama anak istrinya. Dia juga sih, kenapa cari istri jauh - jauh coba." Kekeh Kalandra.

'Walaupun jauh juga, ujung - ujungnya tetep nikah, kan. Emangnya kamu yang gak nikah - nikah." ledek Mama Vina.

"Kamu kapan nikah sih, Kal? Kakakmu aja udah mau punya anak dua loh. Masak kamu mau bujang terus. Gak mungkin kan, kalo anak Mama ini gak laku? Masak anak tampan kayak gini gak ada cewek yang ngelirik. Kamu gak bengkok kan, Kal?" Tanya Mama Vina.

"Astaghfirullah, Mama. Bisa - bisanya bilang gitu ke anaknya sendiri." Sahut Kalandra.

"Ya abisnya, ganteng - ganteng gini, masak gak ada satupun perempuan yang di kenalin ke Mama sama Papa." Kata Mama Vina.

"Apa perlu Mama turun tangan buat nyariin kamu istri?" Imbuh Mama Vina kemudian.

"Gak perlu, Ma. Nanti juga dateng sendiri jodohnya, kalo memang udah waktunya." Jawab Kalandra. Tetapi, entah mengapa tiba - tiba wajah Naina muncul di benaknya.

"Astaghfirullah..." Lirih Kalandra sambil mengusap wajahnya.

"Kenapa, Kal? Ada cewek yang kamu pikirin?" Tanya Mama Vina.

"Gak ada, Ma. Kal masih belum punya pacar dan gak deket sama cewek manapun." Jawab Kalandra, tentu sesuai dengan kenyataan.

"Ya kalo gitu, usaha dong, Kal. Cari pacar, jemput jodohmu. Yang ada nanti jodohmu di tikung orang karena kamu biarin dia kemana - mana sendirian atau malah sama cowok lain." Kata Mama Vina yang membuat Kalandra tertawa.

"Kal masih menikmati masa bujang Kal yang gak akan dateng dua kali, Ma. Kata Ni Tuwe juga gak usah buru - buru. Pelan aja, tapi pasti." Jawab Kalandra.

"Kamu ini, selalu aja berlindung di balik Ni Tuwe kalo lagi di desak." Gerutu Mama Vina.

"Kapan kamu libur panjang atau bisa ambil cuti? Ni Tuwe sama Pui kangen tuh sama kamu. Beliau berdua ngomel karena minggu lalu Mama kesana cuma bertiga sama Papa dan Kakakmu. Padahal Mama udah bilang kalau kamu lagi sibuk." Cerita Mama Vina.

"Belum tau, Ma. Mungkin akhir tahun ini. Kal juga kangen sama Ni Tuwe dan Pui." Jawab Kalandra.

"Oh iya, Ma. Kal mau tanya sesuatu, deh." Kata Kalandra yang kemudian duduk dan menghadap ke arah Mamanya.

"Kenapa, Kal? Kayaknya penting banget." Tanya Mama Vina.

"Mama tau tentang sosok pria tinggi besar yang memakai baju Kustin lalu ada burung Rangkong yang selalu bertengger di pundaknya?" Tanya Kalandra yang menjelaskan sosok tersebut sesuai dengan apa yang di lihat oleh rekan - rekan juga beberapa orang lain.

"Kamu pernah lihat?" Tanya Mama Vina.

"Enggak, sih. Beberapa temanku aja yang pernah lihat sosok itu. Katanya selalu ngikutin aku, mereka juga bilang kalo sosok itu yang jagain aku." Jawab Kalandra.

Mendengar itu, Mama Vina pun terdiam. Ekspresi wajahnya tampak ragu dan sedikit bingung. Kal merasa jika ada sesuatu yang sebenarnya di ketahui Mamanya.

"Gak tau, Kal. Kamu tanya aja sama Ni Tuwe." Jawab Mama Vina.

"Yang bener? Gak ada yang Mama rahasiain, kan?" Selidik Kalandra.

"Kamu tanya aja masalah kayak gitu ke Ni Tuwe." Kata Mama Vina.

"Udah ah, Mama mau ke Resto dulu." Pamit Mama Vina yang seolah melarikan diri.

Kalandra pun kembali merebahkan diri di atas sofa bed. Netranya menerawang pada beberapa kejadian silam, yang menurutnya pun janggal. Setiap ada bahaya, entah mengapa langkahnya selalu bisa tertahan dengan sendirinya, atau bahkan tubuhnya bisa berbalik arah dengan sendirinya.

Tubuhnya seolah di kendalikan oleh orang lain. Bahkan tubuhnya itu tak mau mengikuti apa kata otaknya. Rasa penasarannya pun kini kian bertambah. Yang pasti, ia harus menemui Ni Tuwe agar bisa menghilangkan rasa penasarannya. Ia yakin jika Ni Tuwe pasti tau tentang sosok itu.

"Apa jangan - jangan, Ni Tuwe yang sengaja mengirim sosok itu?" Batin Kalandra. Mengingat betapa dekatnya ia dengan Sang Kakek. Bahkan hal itu sampai menimbulkan kecemburuan pada saudara sepupu Kalandra yang sama - sama cucu ni Tuwe, karena Ni Tuwe yang selalu mengutamakan Kalandra.

Ia pun kembali teringat dengan kata - kata Naina beberapa waktu lalu, sebelum mereka berpisah di Pos SAR ketika pencarian usai.

"Abang beruntung karena ada yang selalu menjaga Abang. meski begitu, tetap selalu waspada ya, Bang. Jangan sampai lalai dan ceroboh hanya karena Abang berfikir kalau semua akan baik - baik aja karena ada Beliau. Satu hal yang pasti, beliau ada di samping Abang karena Abang orang baik." Kata Naina sambil tersenyum.

Mengingat itu, membuat Kalandra tiba - tiba tersenyum. Meskipun ia sering di panggil 'Abang' oleh rekan - rekan sesama SAR atau rekan pendaki, tetapi rasanya berbeda ketika Naina yang memanggilnya begitu.

Wajah cantik, mata bulat yang di naungi bulu mata lentik, juga senyuman Naina, entah mengapa selalu mengganggunya belakangan ini.

Namun, Kalandra hanya bisa membayangkannya saja. Ia bahkan tak pernah berkomunikasi dengan gadis itu setelahnya. Meski ia tau dimana kampus Naina, namun ia enggan untuk mendatangi gadis itu. Rasa gengsi pada dirinya, nyatanya cukuplah besar.

"Astaghfirullah! Gila ya kau, Kal." Lirih Kalandra yang mengatai dirinya sendiri.

"Kalau memang jodoh, pasti akan dipertemukan kembali. Jadi, jangan terlalu di fikirkan. Fokus saja dengan kehidupanmu yang penuh kejutan ini, seperti biasanya." Kata Kalandra yang menasehati dirinya sendiri.

1
Mulyani Asti
aduh kasian banget fikri.pulang aja Fikri dari pada mupeng🤣🤣🤣
Anetha🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
penasaran dgn cowok itu g ada flasback y thor buat lah
Ita Xiaomi
Sptnya Cimen punya keistimewaan jg.
Santi
ye,akhirnya sampai juga,cwok nya itu masih ngikutin juga ya
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Nurlaila Elahsb
sampe nahan nafas aku bc nya kak serasa ikut dalam cerita akunya😀
Leli Suryani
syukur lah ada cimen ya bisa mengerti dan mambatu
Anetha🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
jd makin penasaran cerita dlm mimpi mereka
Nifatul Masruro Hikari Masaru
Pantesan nana suka nyasar ke alam ghaib
Atik Kiswati
msh penasaran ama keadaan mrk ber 2....udah aman kah.....
Atik Kiswati
hrs nya dobel up ni..
Dhina Ragil
ih..lemah..😭😭😭😭
Ita Xiaomi
Nana disenangi ama makhluk gaib.
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya gantung
Nifatul Masruro Hikari Masaru
semangat
Anetha🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
nah kan emang onel satu ini makin bikes aja
Dian Romadhon
ya Allah bikin penasaran... ini berasa bacanya cmn 1menit 🤣
Yuliana Tunru
apa nana berdarah manis jd di sukai orang ghoib kyk dulu waktu diselamatkan kalandra maka x hati2 na jgn k3 gunubg2 lagi seram.klo bkn dgn kalandra kamu bisa2 tak kembali
Anetha🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
emg lah author ny sk bikin penasaran lagiiii update ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!