NovelToon NovelToon
Kebangkitan Meridian Naga

Kebangkitan Meridian Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Cemburu Buta Pangeran yang Mengganggu Kekasihnya

Matahari pagi bersinar terang menyinari puncak-puncak menara Akademi Bintang Utara, namun di Lembah Sampah, sinarnya hanya menembus samar di antara celah tebing tinggi. Udara di sini masih dingin dan lembap, namun suasana yang tadinya sepi dan suram kini berubah drastis.

Sejak malam itu, saat Xue Ying menemukan Kitab Suci Penyucian Langit, setiap detik yang berlalu ia semakin kuat. Di mata orang lain, ia masih tampak sama: berpakaian lusuh, wajah selalu tertunduk, dan dianggap murid terlemah tingkat satu. Namun di dalam tubuhnya, energi putih bersih yang murni dan padat terus berputar tak henti, semakin pekat dan dahsyat setiap jamnya. Ia sudah jauh melampaui para jenius di atas sana, namun ia menyembunyikannya rapat-rapat, persis seperti ajaran teknik barunya: Menyembunyikan Cahaya dalam Debu.

Pagi itu, Xue Ying sedang sibuk memilah-milah tumpukan barang bekas di halaman gudang. Di sampingnya, Xiao An ikut membantu dengan semangat baru, karena berkat kehadiran Xue Ying dan sedikit bimbingan teknik pernapasan yang gadis itu berikan diam-diam, pemuda itu pun mulai merasakan peningkatan kekuatan yang luar biasa.

"Nona Xue... lihat ke atas sana," bisik Xiao An tiba-tiba sambil menunjuk ke arah jalan setapak yang berkelok turun dari puncak gunung. "Ada rombongan besar datang. Bendera berwarna emas... itu lambang Kerajaan Langit Timur. Pangeran Kerajaan datang berkunjung!"

Xue Ying mengangkat wajahnya sedikit, menatap ke arah kedatangan itu.

Memang benar. Di depan rombongan berkuda yang gagah dan bersenjata lengkap, terdapat seorang pemuda yang menunggangi kuda putih berdarah murni. Pakaiannya disulam benang emas, mahkota kecil berkilau di kepalanya, dan wajahnya sangat tampan namun bermartabat tinggi, dengan tatapan yang angkuh dan terbiasa diperhamba.

Itu adalah Pangeran Lan Feng, putra mahkota Kerajaan Langit Timur, seorang jenius yang terkenal di seluruh wilayah utara, murid unggulan Akademi Bintang Utara, dan dianggap sebagai calon pemimpin masa depan yang paling bersinar.

Di belakangnya, berjalan Guru Meng dan para tetua akademi dengan wajah penuh sanjungan dan hormat.

Rombongan itu tidak berhenti di jalan utama, melainkan berbelok turun, menuju ke Lembah Sampah ini.

"Mengapa mereka ke sini?" gumam Xue Ying dalam hati, kembali menundukkan kepala seolah tidak peduli, meski indranya menangkap setiap gerakan dan detak jantung mereka.

Pangeran Lan Feng turun dari kudanya dengan gerakan anggun. Matanya yang tajam menyapu sekeliling tempat itu dengan pandangan jijik, seolah melihat tumpukan kotoran. Ia berjalan perlahan, diikuti Guru Meng yang terus tersenyum lebar.

"Yang Mulia, tempat ini adalah gudang penyimpanan barang usang dan tempat tinggal murid-murid yang memiliki bakat sangat rendah atau tidak berguna," jelas Guru Meng dengan nada meremehkan. "Tempat pembuangan sampah akademi kami."

Lan Feng mengangguk pelan, namun matanya tiba-tiba terhenti pada satu titik.

Di antara tumpukan kayu dan besi tua, ada sosok wanita muda yang sedang membungkuk memegang sebilah pedang berkarat. Meski pakaiannya kusam dan berdebu, meski rambutnya diikat sederhana, lekuk tubuhnya yang sempurna, kulitnya yang bersih, dan garis wajahnya yang luar biasa indah terpancar jelas, mengalahkan ribuan wanita cantik yang pernah dilihat Lan Feng seumur hidupnya.

Darah Pangeran itu berdesir kencang. Ia tidak pernah melihat kecantikan sehalus dan sealami itu. Cantik yang tidak perlu riasan, cantik yang berkilau meski di tengah debu.

"Siapa dia?" tanya Lan Feng pelan namun tegas, menunjuk ke arah Xue Ying.

Guru Meng mengikuti arah telunjuk itu, lalu wajahnya berubah menjadi senyum sinis.

"Ah, dia? Itu Xue Ying. Murid baru yang bernilai Tingkat Satu, bakat terendah sepanjang sejarah akademi. Gadis sombong yang melawan murid elit, jadi aku hukum dia di sini. Tidak berguna sama sekali, hanya wajahnya lumayan saja."

Lan Feng tidak mendengarkan sisa penjelasan itu. Kakinya melangkah sendiri mendekati gadis itu, terpesona oleh aura tenang dan misterius yang memancar dari sosok Xue Ying.

Ia berhenti tepat di depan Xue Ying, menjulang tinggi.

"Angkat wajahmu, gadis," perintah Lan Feng dengan suara berat dan berwibawa.

Xue Ying menghela napas pelan. Ia tidak mau berurusan dengan siapa pun, tapi tidak ada jalan lain. Ia perlahan mengangkat kepalanya, menatap sekilas, lalu menunduk kembali dengan sopan namun dingin.

"Maafkan hamba, Yang Mulia."

Saat wajah itu terlihat jelas, mata Lan Feng membelalak takjub. Jantungnya berdegup kencang, rasa ingin memiliki langsung tumbuh liar di hatinya. Ia adalah Pangeran, semua wanita di kerajaannya berebut menarik perhatiannya, tapi tidak ada satu pun yang mampu menyentuh hatinya seperti ini.

"Siapa namamu? Xue Ying? Kau tinggal di tempat menjijikkan ini?" tanya Lan Feng, nadanya berubah menjadi lembut dan memikat.

"Benar, Yang Mulia. Ini tempat tinggalku," jawab Xue Ying singkat, berniat kembali bekerja.

Namun Lan Feng mengulurkan tangan, menahan lengan gadis itu. Sentuhan itu kasar dan terlalu akrab bagi Xue Ying.

"Biarkan saja sampah-sampah ini," kata Lan Feng sambil tersenyum tampan, penuh percaya diri. "Kau tidak pantas berada di sini. Tempatmu bukan di antara debu dan kotoran ini. Kau terlalu indah untuk itu. Ikutlah bersamaku. Aku akan membawamu ke istana utara. Kau akan menjadi pelayan pribadiku, hidup mewah, makan enak, dan semua keinginanmu akan kupenuhi. Kau tidak perlu lagi bekerja kasar begini."

Tawaran itu terdengar mulia dan menggiurkan bagi siapa saja di tempat itu. Xiao An menatap kaget, Guru Meng tersenyum licik, berharap gadis sialan itu mau pergi agar tidak ada masalah lagi.

Namun, jawaban Xue Ying membuat semua orang ternganga.

Gadis itu menarik lengannya pelan namun tegas dari cengkeraman Pangeran, wajahnya tetap tenang namun matanya memancarkan penolakan mutlak.

"Terima kasih atas kebaikan Yang Mulia. Tapi saya menolak. Saya nyaman di sini."

"HAH?!" Lan Feng tertegun sejenak. Ia tidak pernah ditolak wanita. Apalagi wanita yang dianggap sampah seperti ini. Senyumnya perlahan hilang, digantikan kebingungan dan sedikit rasa tersinggung.

"Kau menolakku? Kau tahu siapa aku? Aku adalah Pangeran Kerajaan Langit Timur! Murid terhebat akademi ini! Aku menawarkanmu jalan keluar, kemewahan, dan perlindungan penuh! Dan kau menolaknya demi tumpukan sampah ini?"

Lan Feng melangkah maju lagi, suaranya mulai berwibawa dan menekan.

"Jangan bersikap sulit didapat, Nona Kecil. Semua wanita ingin berada di posisimu. Menjadi milikku adalah kehormatan terbesar bagimu."

Di dalam hati Xue Ying, api kemarahan mulai berkobar. Ia benci sikap sombong ini, ia benci cara pandang yang menganggap wanita barang miliknya, dan yang paling penting... ada rasa jijik yang luar biasa muncul dari dalam jiwanya setiap kali pemuda ini mendekat.

Dan saat itulah... tiba-tiba ada rasa lain yang muncul.

Lewat ikatan batin yang jauh itu, Xue Ying merasakan gelombang emosi yang dahsyat melanda jiwanya.

Dari ribuan li jauhnya, dari dalam hutan belantara selatan tempat Ren bertarung sendirian... datanglah rasa itu.

Rasa panas yang membakar dada. Rasa cemburu yang buta, liar, dan mengamuk. Rasa marah yang meledak-ledak, campur aduk dengan rasa memiliki yang mutlak.

Xue Ying tersentak hebat. Ia bisa mendengar suara Ren bergema keras dan penuh amarah langsung di dalam kepalanya, terdengar begitu nyata seolah berteriak tepat di telinganya:

"SIAPA DIA?! SIAPA PRIA ITU?! MENGAPA DIA MENYENTUHMU?! MENGAPA DIA BERANI BERDEKATAN DENGANMU?!"

"XUE YING... KAU ADALAH MILIKKU! HANYA MILIKKU! JANGAN BERANI MEMBIARKAN ORANG LAIN MENYENTUH SEDIKIT PUN! AKU AKAN MATI DULU SEBELUM MELIHAT ITU TERJADI!"

Gelombang kekuatan merah keemasan mengalir deras melalui ikatan itu, masuk ke dalam tubuh Xue Ying, memicu darah Burung Hong dan Naga di dalam dirinya hingga mendidih hebat!

Mata Xue Ying berubah seketika. Dari yang tenang dan dingin, kini memancarkan kilatan cahaya putih dan emas yang tajam, mengerikan, dan berwibawa! Aura agung yang tersembunyi itu hampir meledak keluar, tertahan di ambang batas.

Lan Feng yang berdiri tepat di depannya tiba-tiba merasakan hawa dingin yang menakutkan. Ia merasa seolah sedang berdiri di depan seekor naga tidur yang baru saja dibangunkan. Tulang belakangnya merinding hebat, kakinya gemetar tanpa sebab.

Xue Ying mengangkat wajahnya sepenuhnya, menatap Pangeran itu dengan tatapan yang jauh lebih tinggi, jauh lebih dingin, dan jauh lebih berkuasa.

"Yang Mulia Lan Feng," suara Xue Ying rendah namun bergema menggetarkan hati semua yang mendengarnya. "Ingatlah baik-baik kata-kataku ini. Aku tidak butuh kemewahanmu. Aku tidak butuh perlindunganmu."

Gadis itu melangkah maju satu langkah, membuat Lan Feng mundur refleks karena tekanan jiwa yang begitu kuat.

"Dan satu hal lagi: Aku bukan barang yang bisa kau miliki atau kau beri kehormatan. Aku adalah milik satu-satunya pria yang jauh lebih hebat, jauh lebih mulia, dan jauh lebih agung darimu. Di hadapan dia... kau bahkan tidak pantas menjadi sepatunya."

"Jangan pernah berani menyentuhku, jangan pernah berani mendekatiku, dan jangan pernah bermimpi hal yang tidak pantas. Karena kalau kau melakukannya... kau tidak akan tahu bagaimana caranya mati."

Keheningan mencekam menyelimuti Lembah Sampah.

Guru Meng ternganga sampai mulutnya menganga lebar. Xiao An menutup mulutnya tak percaya. Para pengawal Pangeran bersiap mencabut senjata karena mengira gadis itu gila.

Lan Feng sendiri wajahnya merah padam menahan marah, malu, dan terkejut. Ia yang selalu dipuja, kini dipermalukan habis-habisan oleh gadis yang disebut sampah!

"BERANI KAU MENGATAKAN ITU PADAKU?!" Lan Feng mengaum marah, aura kekuatan tingkat tinggi meledak dari tubuhnya, menggetarkan tanah di sekitarnya. "Siapa pria sialan itu?! Di mana dia?! Suruh dia datang ke sini! Aku akan hancurkan dia sampai debu pun tidak tersisa! Tidak ada pria di dunia ini yang lebih hebat dariku!"

Di dalam benak Xue Ying, suara Ren terdengar lagi, kali ini sudah berubah dari amarah menjadi bangga, penuh kemenangan, dan kehangatan yang meluap-luap.

"Bagus... Bagus sekali, kekasihku! Biarkan dia tahu! Biarkan dia tahu bahwa wanita yang dia ganggu adalah wanita milik calon Penguasa Dunia!"

Xue Ying tersenyum miring, senyum yang indah namun menakutkan. Ia menunjuk dadanya sendiri, tempat Batu Sinyal bersinar terang di balik pakaiannya.

"Kau ingin tahu siapa dia? Kau ingin menemuinya?" Xue Ying berbicara pelan namun tegas. "Tunggulah saja, Yang Mulia. Hari akan tiba. Saat dia datang ke sini... saat dia melangkah masuk ke gerbang akademi ini... kau akan berlutut sendiri di kakinya, dan kau akan mengerti betapa kecil dan tidak berartinya dirimu di hadapan dia."

"Dan ingatlah ini selamanya... Cinta kami bukanlah hal yang bisa kau ganggu dengan kecemburuan butamu ini. Kau tidak akan pernah bisa memisahkan kami. Tidak ada siapa pun yang bisa."

Xue Ying berbalik badan, tidak lagi mempedulikan wajah pucat dan bingung Lan Feng, tidak mempedulikan Guru Meng yang gemetar ketakutan, dan kembali memungut tumpukan barang bekasnya seolah tidak terjadi apa-apa.

"Pergilah, Yang Mulia. Dan jangan datang lagi ke sini. Tempat ini kotor... tidak pantas bagi Pangeran yang sombong."

Lan Feng berdiri terpaku di tempatnya. Hatinya penuh rasa penasaran, rasa marah, dan rasa cemburu yang semakin menjadi-jadi. Rasa ingin memiliki itu berubah menjadi obsesi. Ia bersumpah dalam hati: 'Siapa pun pria itu... aku akan cari dia, aku akan kalahkan dia, dan aku akan buktikan bahwa akulah yang terhebat. Dan gadis ini... bagaimanapun caranya... akan menjadi milikku!'

Rombongan itu akhirnya pergi dengan suasana hati yang kacau dan penuh misteri.

Saat mereka hilang dari pandangan, Xue Ying merosot duduk, napasnya memburu. Ia memegang dadanya, merasakan detak jantungnya dan detak jantung Ren yang masih berpacu serempak, penuh api cinta dan rasa memiliki.

"Ren... kau cemburu buta tadi ya?" bisiknya sambil tersenyum bahagia di tengah sisa rasa tegang itu.

Jawaban Ren datang segera, penuh nada manja namun penuh ancaman maut:

"Tentu saja! Kau milikku! Hanya milikku! Kalau dia berani menyentuhmu lagi... aku akan terbang ke sana sekarang juga, hancurkan akademi ini, dan bawa kau lari ke ujung dunia! Aku tidak peduli siapa dia... Pangeran atau Raja, semua sama saja di mataku kalau berani mengganggu milikku!"

Xue Ying tertawa pelan, air mata bahagia menggenang. Di tengah dunia yang kejam, di tengah penghinaan dan bahaya... ia memiliki harta paling berharga: Cinta yang begitu dalam, begitu kuat, dan begitu posesif hingga siap melawan seluruh dunia demi satu sama lain.

Pangeran Lan Feng baru saja membuat musuh terbesar tanpa ia sadari. Dan ia baru saja menabuh genderang perang melawan ikatan cinta yang tak terhancurkan.

Perang untuk membuktikan siapa yang terhebat, dan siapa yang berhak memiliki hati Xue Ying... baru saja dimulai.

1
Jade Meamoure
😍😍😍
Jade Meamoure
novel yg bagus...moga kedepannya anda tetap berkarya
Jade Meamoure
kisah percintaan d balut kultivasi tp aq salut Krn tk ada adegan yg vulgar hanya d novel anda lho Thor 👍👍👍 sukses n sehat selalu
Didit Nur
terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan
Didit Nur
MC nya terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan, biasanya air beriak tanda tak dalam. harusnya seperti laut yg tenang Namum memiliki ombak yg ganas
Cahya Laela Tsaniya
kata keren kayaknya kurang pas 🙏🏾🙏🏾🙏🏾mungkin kata luar biasa sedikit cocok.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭
Cahya Laela Tsaniya
terdengar aneh kata Mbak 🙏🏾🙏🏾,mungkin kata Mbak diganti Nona ,biar enak didengar🤭
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪
Cahya Laela Tsaniya
Kayaknya ada yg terlewat / tidak terbaca ya🤔🤔🤔🤔??? Tingkatan kultivasi apa saja Thor??
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪!!!!
T28J
semangat thor✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!