Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali sibuk
Pagi harinya Jessy dan Ziang mandi bersama dengan perasaan yang lebih lega karena sudah tau rahasia masing-masing. Saat sedang sarapan Zhao terlihat sudah sangat excited karena akan ikut Ziang pergi mencari budak berkualitas untuk membangun sebuah guild.
Ocong datang setelah sarapan selesai, Jessy akan membahas hal penting bersama Ocong sedangkan Ziang akan pergi ke banyak wilayah bersama Zhao, meskipun tidak boleh menginap alias harus pulang sebelum petang.
“Aku berangkat, jangan terlalu memaksakan diri.” Ziang berpamitan.
“Ibu jangan khawatir, Ayah akan aman bersamaku.” Ucap Zhao dengan semangat.
“Kalian berhati-hatilah, jangan pulang terlalu larut.” Ucap Jessy tersenyum.
Setelah mengantar Ziang dan Zhao di halaman depan, Jessy masuk ke rumah setelah kereta kuda yang membawa Ziang dan Zhao sudah tidak terlihat lagi.
“Baiklah Ocong, mari kita bahas pekerjaan kita.” Jessy mengajak Ocong ke ruang kerja.
“Baik, nona.” Ocong menjawab patuh.
Sampai di ruang kerja, Jessy duduk dengan santai sambil mendengarkan semua laporan Ocong di Ibu kota. Mendengarkan tanpa menyela namun mengingat detil laporan agar tidak ada yang terlewat.
“Saya sudah menemukan kios sesuai keinginan anda tepat di sebelah air mancur taman kota, di sana adalah pusat yang paling ramai. Untuk renovasi saya sudah meminta beberapa tukang untuk mengerjakan sesuai keinginan anda, saya tidak bisa menggunakan sihir di sana karena banyak orang dan akan mencurigakan. Untuk empat juru masak yang anda minta, saya menemukan kandidat yang bagus hanya saja mereka saat ini sedang bekerja sebagai pedagang kaki lima di pasar. Menurut saya skill mereka bagus, bisa berkembang jika diasah dengan baik.” Ucap Ocong melapor.
“Itu pilihan yang bagus, sampai kios selesai di renovasi aku bisa melatih para juru masak itu. Jadi ada dimana mereka sekarang?.” Tanya Jessy.
“Saat ini mereka masih bekerja di tempat lama, saya sudah meminta mereka untuk datang ke alamat ini besok pagi.” Jawab Ocong.
“Bagus, kinerjamu memang sangat memuaskan. Baiklah kalau begitu bantu aku membayar upah bulanan pada pekerja pabrik, selama ini mereka bekerja dengan baik bukan?.” Ucap Jessy.
“Ya, saya memantau mereka agar tidak ada kesalahan.” Jawab Ocong.
“Kalau begitu berikan bonus, jangan buat mereka kecewa dengan upah nya. Jika kita memanusiakan manusia pasti kinerja mereka akan jadi jauh lebih baik, tapi tetap harus selalu di pantau karena pikiran jahat manusia bisa muncul kapan saja.” Ucap Jessy mengeluarkan kantung koin.
“Baik, saya permisi.” Ocong pamit pergi.
Jessy kembali bersantai, karena bawaan kehamilan entah kenapa membuatnya mengantuk. Dia kembali ke kemarnya untuk tidur, besok harinya akan sibuk jadi tidak masalah jika hari ini bermalas-malasan.
Sedangkan di tempat Zhao dan Ziang kini mereka masih dalam perjalanan menuju pasar budak pertama. Pasar budak ini berada di dalam pasar gelap, untuk akses masuknya membutuhkan semacam kode dan plakat khusus. Tapi Ziang mengetahui cara mendapatkan nya jadi dia santai saja.
Sebelum masuk ke pasar gelap mereka makan terlebih dahulu di sebuah kedai bar. Disana sangat ramai, ada banyak pendekar dan orang biasa yang makan di sana. Zhao dan Ziang duduk di meja pojok, mereka tidak berbaur dan hanya datang untuk makan lalu pergi.
“Permisi, meja lain penuh jadi bolehkah kami bergabung?.” Seorang pendekar wanita datang.
“Tidak boleh.” Zhao yang menjawab.
“Pftt ahahahaha imut sekali, apa kalian saudara? kalian sangat mirip ya.” Mereka mengira itu candaan.
“Aku bilang tidak boleh, kami bukan saudara tapi Ayah dan anak.” Ketus Zhao.
“Eh.. Ayah dan anak?.” Mereka syok, ada sekitar tiga orang wanita membawa pedang.
“Maaf, tapi kami sudah membeli meja ini untuk kami. Silahkan mencari meja yang lain, jangan menganggu waktu makan kami.” Ucap Ziang dengan wajah datar, tapi masih sopan.
Karena malu ketiga pendekar wanita itu pun pindah ke meja lainnya. Zhao mencibir sinis sedangkan para pendekar lain mulai berbisik-bisik menanggapi sifat sombong dari Ziang dan Zhao.
Kau dengar tadi? dia tidak mau berbagi meja
Padahal mereka itu pendekar terkenal
Bukankah mereka dari sekte tiga besar
Mereka akan dalam masalah
Orang sombong itu pasti orang luar
Berani sekali menolak wanita cantik
Apa mereka impoten?
Siapa tahu mereka sepasang kekasih
Hahahahahahahahahahhh
Ziang dan Zhao hanya diam saja mendengar cibiran mereka. Mereka sibuk makan dan mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan, mereka tidak punya waktu luang jadi buru-buru makan dan pergi.
Saat memasuki pintu masuk pasar gelap, Ziang dan Zhao memakai topeng dan penutup wajah. Mereka tidak mau dikenali oleh orang, menjaga rahasia jati diri di pasar gelap adalah syarat utama hidup aman.