Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Mami Cintya telah menyiapkan gaun untuk di pakai Alesya . Gaun yang Mami Cintya rancang sendiri untuk Alesya . Mami Cintya ingin Alesya terlihat anggun .
" Mami sudah menyiapkan gaun untuk kamu pakai malam ini . Bersiaplah . Mami sudah datangkan MUA untuk kamu " ucap Mami Cintya menaruh sebuah kotak di atas ranjang Alesya .
Alesya hanya diam memainkan ponselnya . Rasanya cukup sakit bagi Alesya . Seperti di buang oleh kedua orang tua sendiri .
" Ini demi ke baikan kamu Alesya . Percaya sama Mami " ucap Mami Cintya lalu keluar dari kamar .
Alesya menelungkupkan wajahnya pada meja rias . Dia tidak tahu harus berbuat apa . Jika nanti yang di jodohkan dengannya itu pria tua bagaimana . Pikir Alesya .
" Kenapa kalau mereka tidak menginginkan aku mereka tidak menaruh ku di panti asuhan saja . Itu mungkin akan terlihat lebih baik " lirih Alesya .
" Non , bibi masuk ya " ucap Bibi
" iya bi " jawab Alesya masih dengan suara seraknya .
" Non mandi dulu . Biar bibi bantu siapkan air hangat ya " ucap bibi yang sudah bersama Alesya masih kecil .
Justru bagi Alesya bibi adalah orang tuanya . Bibi selalu ada di saat Alesya butuh . Kasih sayang bibi begitu tulus terhadap Alesya . Bahkan anak kandung bibi bisa di bilang cemburu dengan Alesya . Tapi itu hanya sebuah candaan . Alesya dan anak bibi sudah cukup akrab . Seperti kakak adik .
" Makasih bi " ucap Alesya dengan suara bergetar lalu memeluk bibi .
" Jangan peluk bibi . Bibi kotor bau bawang " ucap Bibi
" Apaan sih bi . Al juga belum mandi " ucap Alesya .
" Sudah ayo bibi siapkan air . Nanti di marahi nyonya kalau telat " ucap Bibi yang paham betul dengan kondisi rumah itu .
Alesya segera masuk ke dalam kamar mandi . Berendam sejenak untuk menghilangkan kegelisahan .
Setelah selesai mandi , Alesya di bantu bibi untuk menyisir rambutnya .
" Bi , gimana kalau orang yang di jodohkan sama Alesya sudah tua ?" ucap Alesya
" Mana mungkin orang tua non tega . Orang anaknya aja secantik ini " ucap Bibi menenangkan Alesya .
" Kalau nggak tega ya nggak usah di jodohkan . Kasih aja ke panti asuhan atau minta bibi rawat aku . Bibi mau kan merawat Alesya . Makan Al nggak banyak kok bi " ucap Alesya .
" Non ini bisa saja . Sudah jangan ngomong sembarangan " ucap bibi
" Sudah selesai bibi keluar dulu " ucap bibi
Alesya hanya mengangguk .
Alesya masih merasa jika semua ini hanya mimpi .
" Apa aku masih sakit ya ?" ucap Alesya seraya menepuk dirinya sendiri .
" Aww ... Sakit " Alesya merasa geli sendiri dengan tingkahnya .
MUA yang di minta oleh Mami Cintya sudah datang . Dan segera memberi sentuhan cantik kepada Alesya .
" Jangan tebel-tebel ya mb . Takutnya di kira tante-tante . Kalau perlu dibikin jelek saja " ucap Alesya .
" Nona ini sudah cantik . Jadi nggak bisa di bikin jelek " ucap MUA .
" Susah memang " ucap Alesya percaya diri seakan lupa jika dia berdandan untuk calon suaminya nanti .
MUA itu hanya tersenyum melihat tingkah gadis SMA di depannya ini .
Setelah selesai dengan make upnya . Alesya lalu berganti pakaian yang sudah di pilih oleh MMi Cintya .
Alesya terlihat anggun dengan gaun pilihan Maminya . Tapi masih terselip keraguan di benak Alesya .
" Kasian banget sih lo Sya , cantik-cantik tapi di jodohin . Kayak nggak laku aja lo " ucap Alesya pada dirinya sendiri .
Alesya yang sudah di tunggu oleh kedua orang tuanya segera menemui mereka .
" Kamu cantik sekali sayang " puji Mami Cintya .
" Ini anak Papi bukan ya ?" goda Papi Dion .
Tapi di jodohin juga . Emm enggak di buang . Batin Alesya .
Papi Dion kali ini memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri . Alesya duduk di belakang hanya menatap kearah luar jendela . Pikirannya kali ini sudah tidak tahu kemana . Mau kabur sudah terlambat . Yang ada akan membuat masalah baru . Dan tidak mungkin mereka tidak menemukannya .
Mobil Papi Dion sudah terparkir rapi . Mereka bertiga lalu turun .
" Itu mobil mereka , sepertinya sudah sampai lebih dulu " ucap Mami Cintya .
" Mi, Pi . Aku mau ke toilet dulu " ucap Alesya
" Iya , tapi jangan lama-lama ya Sya . Mereka sepertinya sudah datang " ucap Papi Dion .
" Jangan kabur Sya . Bikin malu " ucap Mami Cintya .
Alesya tidak menjawab . Dan memilih untuk berlalu dari sana . Rasa sesak dan ragu bercampur jadi satu . Alesya tidak menyangka jika dia harus di jodohkan .
" Kalau dia tua gue mending kabur . Bodo amat ntar nyokap gue ngereok . Ya kali kecantikan gue ini nggak ada artinya kalau sampai jodoh gue kakek-kakek " ucap Alesya .
Alesya segera keluar dari kamar mandi . Karena Mami Cintya sudah mengirim pesan cukup banyak kepadanya .
Bruk
" Nggak punya mata ya lo " kesal Alesya kepada penabrak .
" Sorry " ucap Pria yang menurut Alesya tidak asing .
Pria itu terus bermain ponsel dan pergi dari hadapan Alesya . Tanpa menatap Alesya .
" Wah gila tuh orang . Nggak ada sopan santunnya . Gue sumpahin lo di jodohin seperti gue " ucap Alesya sedikit keras .
Alesya lalu menuju meja yang sudah di beri tahu sang Mami .
Alesya segera masuk ke dalam ruangan yang memang hanya untuk mereka . Kalau orang kaya bilang mah privasi gitu .
" Ini anaknya sudah datang " ucap Mami Cintya .
Alesya tersenyum kikuk . Dan terus menatap ke semua orang . Memastikan apakan ada pria tua . Dan ternyata tidak .
" Kamu sangat cantik sayang " puji Mama Gina .
" Terima kasih tante " Alesya tersenyum canggung
Gue rasa pria sebelah tante ini suaminya . Nggak mungkin kan dia yang di jodohin sama gue . Atau tante ini ngijinin suaminya buat nikah lagi . Oh jaman edyan . Pikir Alesya . Karena memang tidak ada orang lagi selain mereka .
" Panggil Mama saja sayang . Sebentar lagi kamu juga jadi anak Mama " ucap Mama Gina .
Berarti bukan istri kedua . Dan nggak mungkin kan sebelah tante ini anaknya . Ya kali anak sama Mama hampir seumuran .pikir Alesya .
" Iy, iya Ma " ucap Alesya ragu .
" Sudah Ma , calon mantu kalau di godain terus nanti jadi malu " ucap Papa
Seorang pria masuk dengan gaya coolnya . Dan karismanya yang memang idaman semua gadis .
" Itu anaknya sudah datang " ucap Mama Gina .
" Maaf saya terlambat " ucapnya .
Alesya masih sibuk dengan ponselnya . Alesya berbalas pesan dengan Kirana dan Jeni .
" Sayang berhenti dulu main ponselnya " ucap Mami Cintya .
Alesya lalu menyimpan ponselnya .
" Bukannya kalian satu sekolahan ya " ucap Papa Farhan .
" Oh iya , kalian kan satu sekolah " ucap Papi Dion .
Alesya dan Gama saling tatap . Namun Gama lebih dulu mengalihkan pandangannya .
Gila nih cowok penjajah calon suami gue . Tapi kalau gini damagenya makin uwwu ya . Ya ampun otak gue ternodai .pikir Alesya .
" Nak Gama , kami titip Alesya ya " ucap Papi Dion .
" Iya om " ucap Gama yang memang selalu terlihat serius .
" Dia memang sedikit bandel tapi dia pinter masak hlo " puji Papi Dion yang sebenarnya tidak tega .
Gama tersenyum seraya mengangguk .
" Saya yakin mereka pasti akan saling memahami satu sama lain . Meskipun Gama sedikit kaku " ucap Papa Farhan .
" Itu seperti kamu dulu " ucap Papi Dion .
Lalu mereka saling tergelak . Kecuali Alesya dan Gama . Mereka larut dengan pikiran mereka masing-masing.