NovelToon NovelToon
Hati Yang Kau Abaikan

Hati Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.

Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Menantu licik

Zita memanggil abang tukang sayur yang kebetulan melintas di depan rumah. Zita melihat isi kulkas di rumahnya kosong melompong. Sementara perutnya sudah lapar. Zita bermaksud mau masak mie instan saja untuk sarapan biar simpel.

Saat mau ke warung terdekat dia melihat abang tukang sayur lewat.

"Mau beli apa, Bu?" abang tukang sayur berhenti tepat di depan rumah Caleb.

"Ada mie instan gak, Bang?" ucap Zita memeriksa gerobak mencari barang yang dia inginkan."

"Ada, berapa bungkus, Bu?" abang tukang sayur menunjukkan mie instan dalam kantong plastik.

"Dua saja, Bang. Sama telornya dan seikat sawi ya. Berapa semuanya?" Zita menyerahkan  selembar uang warna biru.

"Ibu, penghuni baru rumah itu ya? Biasanya yang belanja Bu Ameera." ucap tukang sayur sambil merogoh kantong tas yang tersemat dipinggangnya mencari uang kembalian.

"Eh, iya Bang saya istrinya Caleb." sahut Zita jengah tak menduga pertanyaan tukang sayur.

"Oh, gitu ya. Pantasan Bu Ameera gak pernah belanja lagi. Rupanya sudah diceraikan, kasihan." Tiga orang ibu-ibu komplek yang ikutan belanja saling mendelik melihat Zita. Zita sempat menangkap pandangan itu tapi cuek saja.

"Bang, Bu Ameera minggat dari rumah karena memergoki suaminya sama pelakor trus diceraikan. Eh, belum sampe sebulan istrinya minggat suaminya menikahi pelakor itu. Nih, pelakornya." ucap si ibu gendut dengan geram.

Wajah Zita memerah tapi dia diam saja. Tidak ingin meladeni mulut-mulut lemes ibu komplek. Baru juga beberapa hari jadi istri Caleb apa kata orang kalau dia sampai terpancing. Setelah menerima uang kembalian Zita bergegas pergi.

..."Biar saja dia rasain seperti apa yang dirasakan Bu Ameera, kalau mertuanya itu adalah monster. Hahaha ...." timpal ibu yang lain....

...Langka Zita terhenti mendengar ucapan itu. Bingung dengan maksud ucapan itu. Namun, karena perutnya tiba-tiba bunyi karena lapar, Zita melanjutkan langkahnya lagi....

Bergegas Zita menyalakan kompor dan menjerang air untuk merebus mie instan. Menyesal juga dia kenapa repot-repot masak mie instan padahal bisa pesan makanan secara online. Sehingga tidak perlu mendengar ucapan ibu-ibu saat belanja tadi.

Selesai merebus mie instan Zita membaginya jadi dua porsi. Untuknya dan suaminya. Zita membawanya ke dalam kamar, biar sarapan di kamar saja.

"Bang, bangun. Kita sarapan yuk." Zita mengguncang tubuh Caleb. Aroma mie instan menyeruak menembus penciuman Caleb.

"Kamu sudah selesai masak sarapan, Dek? Duh, rajinnya istri, Abang." puji Caleb lantas bangkit dari tempat tidur untuk cuci muka.

"Cuma masak mie isntan, Bang. Tadi aku mendadak kelaparan." Tanpa menunggu Caleb selesai cuci muka Zita menikmati porsinya.

"Eh, udah sarapan duluan?" Caleb menatap heran istrinya..

"Keburu dingin mana enak lagi ini. Abang sih lelet banget." sahut Zita datar.

"Sama ibu juga sudah kamu sisakan, Dek?" ucap Caleb saat menikmati sarapannya.

"Gak, aku cuma masak dua porsi saja. Lagian ibu masih tidur." sahut Zita datar. Untuk kedua kalinya Caleb terhenyak dengan sikap Zita yang berbanding terbalik dengan Ameera..

"Caleb!" tiba-tiba terdengar suara panggilan di luar kamar. Lalu suara ketukan di pintu kamar. Buru-buru Caleb menghabiskan sarapannya,  keluar dari kamar menjumpai ibunya.

"Ada apa, Bu?" Caleb mengusap mulutnya dengan punggung jemarinya.

"Kalian sudah sarapan ya, mana bagian Ibu. Ibu juga sudah lapar."

"Sebentar biar aku rebus mie instannya dulu, Bu? Tadi ibu masih tidur jadi Zita cuma masak untuk kami berdua." Caleb keluar dari kamar menuju dapur.

"Apa! Istrimu masak sarapan mie instan? Sarapan di dalam kamar pula." beliak Bu Rina sambil geleng kepala.

"Apa yang salah dengan sarapan mie instan, Bu. Mau masak yang lain pun isi kulkas kosong. Mienya saja harus aku beli sendiri. Heran, rumah gede begini isi kulkasnya kosong."

"Dek, mie instannya gak ada lagi ya?" ucap Caleb.

"Gak Bang. Aku cuma beli dua tadi." sahut Zita datar. Caleb menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Terlalu kamu ya cuma beli dua. Jadi Ibu gak kau hitung." Bu Rina menatap tajam pada Zita karena ternyata menantunya itu pelit.

"Sudah, sudah. Biar aku belikan sendiri. Salah ibu juga kenapa kulkas dibiarkan kosong." Caleb segera pergi menuju warung.

"Istri dan menantu macam apa kamu ini. Keterlaluan sekali." dengus Bu Rina.

"Terserah Ibu, tapi aku peringatkan sama Ibu jangan turut campur urusan rumah tangga aku. Aku mau masak atau tidak itu urusanku. Aku bukan perempuan bodoh seperti mantan menantumu itu. Yang mau-mau aja jadi pembantu gratis."

"Kurang ajar sekali kamu ya. Ingat, kamu baru beberapa hari jadi istri Caleb Ibu suruh dia ceraikan kamu nanti baru tau rasa." gertak Bu Rina geram.

"Oh, ya. Aku ingin lihat sejauh mana kekuatan Ibu mempengaruhi suamiku. Kepada Ameera mungkin Ibu berhasil. Kepadaku no! Ibu harus berpikir seribu kali untuk itu." ucap Zita penuh penekanan.

Bu Rina bergidik mendengar ancaman itu. Tidak mengira dibalik paras cantik menantunya ternyata punya hati iblis.

"Jadilah mertua yang baik apalagi dengan keadaan Ibu sekarang ini. Jangan harap aku akan merawat wanita lumpuh macam Ibu." Zita bermaksud mendorong kursi roda Bu Rina, tapi keburu Caleb muncul. Zita meremas-remas bahu mertuanya seolah sedang memijit.

Caleb tersenyum melihat Zita yang memijat bahu ibunya. Padahal Bu Rina sedang menahan rasa sakit karena cengkeraman kuku Zita yang panjang di bahunya.

"Bentar ya, Bu. Caleb rebus dulu mie instan ini." Caleb pergi ke arah dapur diikuti Zita dengan mendorong kursi roda mertuanya.

"Nah, sudah selesai. Ayo, Bu," Caleb meletakkan seporsi mie instan itu di atas meja.

"Zita suap Ibu ya," ucap Zita tersenyum licik.

"Tidak usah, Ibu bisa suap sendiri." Bu Rina menolak karena dia yakin Zita sedang merencanakan sesuatu.

"Oke kalau begitu aku mau mandi dulu. Ayo, Bang mandi bareng. Abang 'kan sudah janji kalau kita mau liburan hari ini," seru Zita manja.

"Oh, iya. Abang hampir lupa. Tapi bagaimana dengan Ibu, Dek. Siapa yang jagain Ibu di rumah?" Caleb sedikit ragu dengan rencana mereka.

"Gampang, Bang. Cari orang lain saja untuk menjaga Ibu atau dititip saja dulu sama Jenni." usul Zita.

"Aduh, Dek. Jenni mana bisa dia terlalu repot dengan si kembar."

"Trus gimana dong. Apa kita titip saja Ibu buat sementara di panti jompo?" saran Zita. Menatap mertuanya penuh iba.

"Cukup! Kalau kalian mau pergi, pergi saja. Ibu bisa mengurus diri sendiri." dengus Bu Rina menahan kesal.

"Tuh 'kan, Bang. Ibu tidak keberatan kok kita pergi. Ibu bisa mengurus diri sendiri, jadi tidak masalah kalau kita tinggal beberapa hari."

"Baiklah, kalau begitu. Makasih ya, Bu." Bu Rina terhenyak mendengar ucapan Caleb. Bagaimana mungkin dia bisa percaya begitu saja kalau ibunya bisa mengurus diri sendiri. Padahal dia tau jelas bagaimana keadaan ibunya. ***

1
Sunaryati
Rumah dan harta yang terbakar emak syukurin namun kedua orang tua Zita kasihan. Tapi lebih baik begitu, dari pada hidup melihat berbagai kejahatan Zita putrinya
checangel_
Hukum alam memang tak bisa diganggu gugat 🤧
kalea rizuky
nah gini tegas g bertahan alasan anak itu goblok. ending nangis mending kayak ini tegas
Linda pransiska manalu: mmakasih, semoga lanjut membaca Mak. bukan sekedar mampir🙏🙏
total 1 replies
Linda pransiska manalu
nanti balik lagi mak
Sunaryati
End kok masih menggantung
Aquarius26
loohh kok end thor,,
Aquarius26: padahal ceritanya bagus thor🥺
total 2 replies
checangel_
Kesabaran Bu Rina yang selembut kapas 🤧/Facepalm/
checangel_
Anak yang penurut pada Ibunya /Hey//Facepalm/
Sunaryati
Dulu kemana Nek, saat serumah. Setelah pergi kok diakui
Linda pransiska manalu: ntah, neneknya merasa paling tersakiti. padahal dia pelakunya. 🤭
total 1 replies
checangel_
Akur ya kalian berdua sebagai sahabat, jangan sampai ada gunjingan di belakang 😇
checangel_: Alhamdulillah lega Reader dengarnya 😄
total 2 replies
checangel_
Karma Ibu Mertua kah ini?🤧/Facepalm/
Linda pransiska manalu: yo yes. setiap perbuatan pasti ada karmanya Mak.
total 1 replies
Sunaryati
Rasakan dendam pribadi kok dilampiaskan saat bekerja, perusahaan yang kena,? Nikmati pindah rumah tahanan, Zita
Linda pransiska manalu: betul Mak. karena emosi sesaat dia menghancurkan dirinya sendiri.
total 1 replies
checangel_
Pesona Ameera pada suami dan selingannya /Facepalm/
Sunaryati
Tamat sudah riwayatmu yang busuk penuh tipu daya, termasuk Caleb pernah merasakan bahkan rumah tangganya hancur
Sunaryati
Langsung ketahuan pelakunya, namun belum ada bukti maka belum bisa melakukan langkah selanjutnya
Aquarius26
lanjut thor 😁
Sunaryati
Caleb, kamu yang selingkuh, kamu yang bawa selingkuhan ke rumah. Dan kalian sudah bercerai, saat tahu kemampuan Ameera, sekarang ingin kembali, jangan mimpi!!. Yang untung Bos Edgar nih dapat durian runtuh, merasakan ciuman gratis dari desainer Selasih. /Drool//Drool//Drool/
Linda pransiska manalu: entahlah Mak, merasa paling tersakiti dianya. padahal yang nyakiti siapa.
total 1 replies
Anonymous
ya terus apa urusan Lo Richi GOBLOK 🖕
Sunaryati
Tendang saja jika tak minggir, atau panggil saja Edgar dengan suara manja. Harapan Nak Richi agar Amee dan Edgar berjodoh emak aamiin kan
Linda pransiska manalu: Amin juga Emak.😍
total 1 replies
Sunaryati
Semoga awal kesuksesan kamu Ameera, untuk mengepakkan sayap, mengasah dan mengaplikasikan keahlian dan kemampuan kamu di bidang Fashion
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!