NovelToon NovelToon
Surat Untuk Aluna Kayara

Surat Untuk Aluna Kayara

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Selingkuh / Persahabatan / Cintapertama
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kim elly

⚠️ sebelum baca cerita ini wajib baca Pengantin Brutal ok⚠️

Setelah kematian Kayla dan Revan, Aluna tumbuh dalam kasih sayang Romi dan Anya - pasangan yang menjaga dirinya seperti anak sendiri.
Namun di balik kehidupan mewah dan kasih berlimpah, Aluna Kayara Pradana dikenal dingin, judes, dan nyaris tak punya empati.
Wajahnya selalu datar. Senyumnya langka. Tak ada yang tahu apa yang sesungguhnya disimpannya di hati.
Setiap tahun, di hari ulang tahunnya, Aluna selalu menerima tiga surat dari mendiang ibunya, Kayla.
Surat-surat itu berisi kenangan, pengakuan, dan cinta seorang ibu kepada anak yang tak sempat ia lihat tumbuh dewasa.
Aluna selalu tertawa setiap membacanya... sampai tiba di surat ke-100.
Senyum itu hilang.
Dan sejak hari itu - hidup Aluna tak lagi sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim elly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 8

Aluna mengamuk di kamarnya. Ia menghempaskan bantal ke dinding dan menendang meja belajar dengan marah.

Ia tak mau Axel menikah dengan wanita seperti itu.

“Sayang, papa nggak akan nikah. Dia itu cuma klien papa,” ucap Axel dari balik pintu, nada suaranya lembut tapi khawatir.

“BOHONG!” teriak Aluna dari dalam kamarnya. Suaranya bergetar antara amarah dan luka.

“Buka dulu, sayang. Jangan marah,” ucap Axel pelan, mencoba menenangkan.

“Nggak mau! Papa jangan nikah sama cewek sialan itu!” teriak Aluna lagi.

“Iya, nggak kok,” ucap Axel akhirnya menyerah, menunduk di depan pintu.

“Aluna ini, nenek makan sayang,” ucap Bu Ami dari ruang makan, mencoba mencairkan suasana.

Aluna keluar dari kamar dengan wajah masih cemberut. Rambutnya berantakan, tapi matanya tetap tajam. Ia ikut duduk bersama Bu Ami.

Aluna makan sambil cemberut manja, memainkan sendoknya tanpa niat makan.

“Papa kamu harus nikah lagi, Aluna,” ucap Bu Ami tenang.

“Iya, Nek, aku tau. Tapi masa cewek itu nampar Aluna sih,” ucap Aluna kesal, suaranya meninggi.

“Aku nggak akan nikah sama dia,” ucap Axel cepat, menatap Aluna lekat.

“Iya, bagus itu,” ucap Aluna sambil mendelik pada Axel.

“Udah, jangan ngambek,” ucap Axel dengan nada setengah memohon.

“Nggak tau, kesel sama papa. Mau ke rumah papa Romi aja!” ucap Aluna lalu bergegas pergi sambil membawa tas kecilnya.

“Lah, malah pergi,” ucap Axel sambil meneguk kopi, wajahnya lelah.

“Kamu nikah lagi, Xel, biar ada yang ngurus,” ucap Bu Ami lembut.

“Nggak mau, Ma,” ucap Axel tegas.

“Sampai kapan kamu mau gini?” ucap Bu Ami menatapnya serius.

“Ma, kasihan nanti cewek yang nikah sama Axel. Liat kelakuan Aluna, dia mirip banget sama aku. Aku juga nggak bisa lupain Kayla, Ma,” ucap Axel lirih, menatap ke arah foto lama yang tergantung di dinding.

“Kalo kamu nikah, kamu cinta sama istri kamu, kamu pasti lupa sama Kayla,” ucap Bu Ami pelan.

“Nggak bisa, Ma… nggak mau,” ucap Axel lalu pergi dengan langkah berat.

Bu Ami menghela napas panjang, matanya sayu melihat punggung anaknya.

****

“Ma lagi apa?” teriak Aluna begitu masuk rumah Romi.

“Masak, sayang,” ucap Anya tersenyum dari dapur.

“Papa mana?” tanya Aluna.

“Lagi sama Arka tadi di depan,” ucap Anya.

“Nggak ada,” ucap Aluna sambil cemberut.

“Ke rumah nenek kayaknya,” ucap Anya menebak.

“Hmm, gitu,” ucap Aluna lalu pergi ke kamarnya dengan wajah murung.

Anya mengikuti dengan langkah hati-hati.

“Kamu kenapa?” tanya Anya lembut.

Aluna menceritakan semua yang terjadi di café, matanya berkaca-kaca.

“Apa dia nampar kamu? Kamu nggak apa-apa kan?” tanya Anya panik.

“Sakit… makanya kesel,” ucap Aluna manja, memegangi pipinya.

“Cewek itu gimana keadaannya?” tanya Anya lagi.

“Gak tau, tadi aku tabrak terus pergi,” ucap Aluna datar.

“Ya ampun…” Anya kaget, menutup mulutnya.

Tak lama, Romi datang sambil bersiul kecil.

“Kenapa bete amat anak papa?” ucap Romi sambil terkekeh.

“Kesel, akh!” ucap Aluna sambil membenamkan wajahnya di bantal.

Anya dan Romi saling pandang, lalu membiarkan Aluna di kamarnya sendirian.

Anya menceritakan semuanya pada Romi di ruang tamu. Romi kaget, matanya melebar.

“Dia terlalu dimanja sama semua orang, jadi gitu sifatnya,” ucap Anya.

“Nggak digituin sama Axel aja,” ucap Romi santai sambil menyalakan rokok.

“Hmm iya, kayaknya,” ucap Anya pelan.

Keesokan harinya, Aluna berangkat sekolah seperti biasa.

Wajahnya tampak kusut, matanya sayu, masih menyimpan kesal pada Axel.

Ting!

Notifikasi transfer masuk.

“Uang jajan sama buat ke Jogjakarta,” tulis Axel di chat.

Aluna menatap layar ponselnya tanpa ekspresi, lalu mematikannya begitu saja.

Ia duduk sambil memandangi lapangan basket dari lantai dua kelasnya, angin pagi berhembus pelan.

“Al, lo baik-baik aja?” tanya Risa pelan.

“Nggak,” ucap Aluna dingin tanpa menoleh.

“Aww, takut,” ucap Risa pada Tari, pura-pura gemetar.

“Lo sih, di tanya,” ucap Tari berbisik.

“Penasaran gue,” bisik Risa pelan.

****

“Kita ke Jogja minggu depan ya,” ucap guru saat jam pelajaran ke-2.

Seluruh kelas bersorak kecil, tapi Aluna hanya diam.

Saat istirahat, Aluna mengocek-ngocek makanan di piringnya tanpa nafsu.

“Yang kemarin pacar papa lo?” tanya Davin penasaran.

“Bukan,” ucap Aluna datar.

“Trus siapa?” tanya Davin lagi.

“Lonte,” ucap Aluna sinis.

“Anjir,” ucap Ray terkekeh.

“Lucu?” tanya Aluna sambil menatap tajam Ray.

“Sorry, Al, jangan gitu dong,” ucap Ray cepat-cepat.

“Besok libur, mau kemana?” tanya Tari.

“Pantai,” ucap Aluna sambil minum jusnya santai.

“Gue yang nyetir ya, nyobain mobil baru lo,” ucap Ray sambil memainkan alisnya.

“Terserah lo,” ucap Aluna membuka ponselnya, wajahnya tetap datar.

“Pake mobil gue aja biar gede, masuk semua,” ucap Davin.

“Terserah,” ucap Aluna lagi.

“Si Baskara mau kita apain?” tanya Ray pelan.

Aluna menatap Ray dengan tatapan tajam.

“Menurut lo gimana?” ucap Aluna dingin.

“Suruh bayar makanan kita sekarang,” ucap Tari.

“Panggil dia. Liatin kita terus,” ucap Aluna sambil menatap Baskara di seberang. Tatapan matanya menusuk.

“Sini!” ucap Ray ketus.

“Apa?” ucap Baskara dingin, mendekat dengan malas.

“Bayarin makanan kita,” ucap Ray.

“Ok,” ucap Baskara santai sambil pergi ke kasir.

“Kayaknya kalo soal uang dia nggak masalah deh. Kita cari cara lain,” ucap Davin tersenyum nakal.

“Lanjutkan,” ucap Aluna sambil tersenyum misterius.

Usai pulang sekolah, mereka menunggu Baskara di mobil Baskara.

Baskara diam saja, wajahnya datar, matanya sesekali melirik Aluna yang sedang asik memainkan kuku.

“Kita balap,” ucap Aluna tiba-tiba.

“Apaa?” Baskara kaget bukan main.

“Mau nggak?” tanya Aluna dingin, nada suaranya menantang.

“Hari ini mobilnya mau dipake ayah gue,” ucap Baskara cepat.

“Pake mobil Davin,” ucap Aluna sambil menatapnya tajam.

“Jangan hari ini, ok?” ucap Baskara memohon.

“Gue mau hari ini,” ucap Aluna, suaranya lembut tapi tajam.

“Serius, hari ini gue ada acara sama keluarga gue,” ucap Baskara.

“Nggak peduli. Bawa dia,” ucap Aluna pada Ray dan Davin.

Mereka pun pergi ke sebuah arena balapan terbuka.

Lampu-lampu jalan berkelap-kelip, angin sore terasa dingin.

“Anjing, ini cewek gila banget,” ucap Baskara kesal dalam mobil. Ia terus melihat jam di ponselnya, panggilan ayahnya tak ia angkat.

3… 2… 1!

“GOOOO!” teriak Ray dari pinggir arena.

Aluna mengendarai mobilnya dengan kencang, wajahnya fokus, angin menerpa rambutnya yang terurai.

“Si Aluna ada-ada aja tuh anak,” ucap Tari menonton dari jauh.

“Gabut dia, kebanyakan duit,” ucap Risa.

“Anjir lah, aing kalah terus sama ini cewek,” ucap Baskara kesal sambil mengumpat.

Aluna sampai di garis finis terlebih dahulu. Ia menang.

Baskara hanya bisa pasrah.

Aluna turun dari mobil, langkahnya ringan tapi penuh wibawa.

“Lo kalah,” ucapnya datar.

“Iya. Apa hukuman gue?” ucap Baskara pasrah.

“Hmm… apa ya,” ucap Aluna sambil berpikir, matanya menatap tajam.

“Cium gue,” ucapnya tiba-tiba, tanpa ekspresi.

“Hah?” Semua kaget, termasuk Baskara.

“What? No!” ucap Baskara spontan.

“Kenapa, nggak mau?” ucap Aluna, nada suaranya lembut tapi menekan.

“Gue takut, anjir,” gumam Baskara dalam hati, wajahnya pucat.

“Al, kok lo gitu?” ucap Ray kesal.

“Kenapa? Lo bukan pacar gue,” ucap Aluna.

“Nggak, maksud gue tuh… keenakan banget dia nyium lo,” ucap Ray kesal.

“Masa? Dia berani ngga?” tanya Aluna dingin.

Baskara tetap terlihat tenang, walau jantungnya berdetak kencang.

“Ok,” ucapnya akhirnya.

“Liat, dia mau, gaes,” ucap Aluna sambil menatap Baskara dengan pandangan menusuk.

“Sentuh Aluna, lo mati,” ucap Ray.

“Diem lo, Ray,” ucap Aluna sambil tetap menatap Baskara.

Dengan gemetar dan jantung yang tak karuan, Baskara mendekat.

sebelum sempat mendekat Ray lebih dulu menghajar nya.

"Ray stop." Ucap aluna.

Baskara kesakitan memegang pipi nya.

“Gue harus pulang,” ucap Baskara memohon.

“Ya sudah. Besok gue siapkan sesuatu buat lo, karena hari ini gue masih bete,” ucap Aluna sambil duduk di kap mobil, menatap langit sore.

“Besok libur, Aluna,” ucap Baskara.

“Kenapa?” tanya Aluna.

“Ya, kita nggak akan ketemu,” ucap Baskara.

“Lo ikut kita ke pantai,” ucap Aluna cepat.

“Shit!” ucap Davin dan Ray kesal bersamaan.

“Why?” tanya Aluna heran.

“Kenapa lo tiba-tiba bawa dia, Aluna?” ucap Davin.

“Lumayan kan buat suruh ambilin bawaan kita,” ucap Aluna sambil melipat tangan di dada.

“Gue ada acara besok, ini ayah gue udah nelpon terus,” ucap Baskara kesal.

“Nggak peduli. Kita tunggu lo besok. Kalo nggak dateng, liat aja hari Senin,” ucap Aluna sambil pergi bersama teman-temannya.

“Aaaaakh! Sialaan.” teriak Baskara kesal. Ia pun buru-buru pergi dari sana menuju rumahnya, masih tak percaya dengan hari gila yang baru ia lewati.

Bersambung....

Jangan lupa tinggalkan jejak 🥰🥰🥰

1
Arin
Nah kan Aluna tergoda juga akhirnya😁😁😁
kim elly: 🤭🤭terpaksa karna dia suami nya kan hehe
total 1 replies
Alessandro
malah suruh cari istri 🤣
Alessandro
astaga axel, kobam ngga ngajak-ngajak lu ye.... 🔪
Icha sun
terus alasan Axel nikah ama Laura apa? gara2 mendiang Bu Ami?
Icha sun
bakalan ada drama apa lagi nih Aluna n baskara? mana skg jadi sodara tiri 🤭
GreenForest
Dua singa dalam satu kandang apa nggak bahaya 🤣🤣
GreenForest
Al lu nggak takut di ewe kan lu udah jadi bininya Baskara Al 😭😭 mikir sampai situ nggak sih lu
Arin
Apa nanti lama-lama Aluna gak jatuh cinta beneran sama Baskara?
Arin: Dan semoga jika Ray sadar lagi, tidak merasa di khianati
total 4 replies
Ramun🍓😈
si Laura benar benar ib-lis😩😩😩
Ramun🍓😈
kasihan banget Axel.Pasti syok bnget dengarnya🥹🥹
Addb_Rh
hidup menduda kelamaan juga kasihan sih🥲.
Tapi aluna takut perhatian bapaknya ke bagi. nanti dia jd di nomor sekian kan. gitu,,
Addb_Rh
Axel..! lihat nihh, anak gadis mu. seret aja serettt🤣🤣..

Aluna ih, cegil parah. Ray iih malah ambil kesempatan dalam ketidaktahuan. Gue timpuk ya kalian😌✊
WDY
kasihan aduh baskara... bas yuk pindah sekolah aja. bu Wida kesian lihat kamu bas
WDY
Waduh Aluna ngeri bnget intograsi nya melebihi polisi tau🤣🤣🤣 kasihan tu mbak lauranya🤣🤣🤣
Icha sun
jangan2 Laura adalah.... wuiih bakalan tambah seru panas niih
Icha sun
ah, senangnya Aluna udh bisa lupa masa lalu n maafin Axel
NyonyaGala
aduuh kok giniiiii 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭mewek plis thor jan dimatiin
NyonyaGala
udah makin keterlaluan si baskara ini. kenapa juga cepet bgt keluar penjara nya thor
Addb_Rh
kalian tahu gak sih, bedanya benci sama cinta tu setipis kulit bawang. 🤣

takut bgt, kualat ama rasa benci, jadi bucin lho😌
Addb_Rh
wahh Reno... kalo gitu, lanjutkan Lun.. ancurin Baskaranya... kan gara-gara bapaknya itu. ibu lu pisah sama papa 🥲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!