NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Bayangan

Pewaris Dalam Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persahabatan / Action / Romantis
Popularitas:252
Nilai: 5
Nama Author: Hime_Hikari

Semua orang melihat Kenji Kazuma sebagai anak lemah dan penakut, tapi apa jadinya jika anak yang selalu dibully itu ternyata pewaris keluarga mafia paling berbahaya di Jepang.
Ketika masa lalu ayahnya muncul kembali lewat seorang siswa bernama Ren Hirano, Kenji terjebak di antara rahasia berdarah, dendam lama, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh.
Bisakah seseorang yang hidup dalam bayangan, benar-benar memilih menjadi manusia biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hime_Hikari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 — Luka yang Belum Sembuh

Angin malam berhembus lembut di taman belakang rumah Kazuma. Langit terlihat tenang, dengan bulan sabit menggantung redup di antara awan tipis. Di tengah taman itu, Kenji duduk sendiri di bangku batu, memandangi kolam kecil yang memantulkan cahaya bulan.

Ia masih belum bisa melupakan percakapan yang tanpa sengaja ia dengar sore tadi antara ayahnya dan Ryo. Kata-kata itu terus terngiang di kepalanya.

“Kenji harus belajar untuk menghadapi dunia nyata. Kalau tidak, dunia akan menghancurkannya.”

Kenji mengepalkan tangannya. “Dunia nyata yang Papa maksud itu … dunia mafia, bukan?” bisik Kenji lirih, bahkan suaranya hampir tertelan oleh semilir angin malam.

Sebuah langkah kaki pelan terdengar seperti mendekat. Kenji menoleh sedikit, dan ia melihat Ryo sedang berjalan ke arahnya dengan tenang, dengan membawa dua cangkir teh hangat.

“Tuan Ryo?” tanya Kenji agak terkejut melihat kedatangan Ryo.

“Sudah aku kira pasti kamu ada di sini,” kata Ryo dengan suara rendah dan lembut.

“Boleh aku duduk duduk sini?” Ryo sambil menunjuk bangku kosong yang ada di samping Kenji.

Kenji hanya mengangguk, setelah dipersilahkan duduk Ryo duduk di samping Kenji. Dan dia menaruh dua cangkir teh di meja kecil yang berada di tengah kursinya dan Kenji.

“Taman ini memang tempat yang paling tenang di rumah ini,” kata Ryo.

Kenji tidak menjawab, ia hanya menunduk. Ia dapat mencium aroma teh melati yang Ryo letakan di meja kecil. Ryo menggeser cangkir tehnya ke arah Kenji.

“Minumlah, ini bisa sedikit menenangkan pikiran,” kata Ryo.

Kenji menatap cangkir teh itu sebentar, lalu ia mengambil dengan tangan bergetar. “Terima kasih.“ Setelah Kenji menerima cangkir tersebut ia pun meminum perlahan dan ia meletakan kembali cangkir tersebut diatas meja.

Keheningan kembali menyelimuti keduanya. Hanya terdengar suara serangga malam yang terdengar dari balik semak-semak.

Ryo memandang Kenji dengan tatapan tenang, seolah ia bisa membaca pikiran anak muda itu tanpa perlu bertanya. “Kau pasti mendengar pembicaraan kami, bukan?” tanya Ryo akhirnya.

Kenji menegang, lalu mengangguk perlahan. “Iya, aku tidak sengaja mendengarnya. Tapi aku sudah cukup tahu, Tuan Ryo, Papa ingin aku menjadi sepertinya.”

Kenji terdiam lama. Ia menatap kembali cangkir teh yang berada ditangannya, asapnya mengepul tipis di udara dingin. “Karena, dunia itu telah mengambil segalanya dariku.”

Ryo terdiam, ia tidak berani untuk menyela. Ia membiarkan Kenji untuk mengeluarkan semua kegelisahannya. Jadi ia hanya bisa menunggu, dan memberikan ruang bagi Kenji untuk melanjutkan.

“Waktu aku masih kecil.“ Suara Kenji mulai bergetar, “rumah kami diserang, dam malam itu aku hanya mengingat suara ledakan, teriakan orang-orang, dan … darah, dimana-mana.”

Kenji menelan ludah, dan matanya mulai basah. “Mama, ia mencoba untuk melindungiku, tetapi dia tertembak, tepat didepan mataku.”

Ryo menatap lekat-lekat, rahangnya mulai mengeras. Ia tahu tentang kejadian itu, karena saat itu ia berada di sisi Kazuma malam itu, namun sayangnya mereka berdua datang terlambat untuk menyelamatkan wanita itu.

Kenji melanjutkan dengan suaranya serak. “Sejak malam itu, aku tidak bisa tidur karena kejadian tersebut itu berubah menjadi mimpi buruk setiap malam . Setiap kali aku melihat darah, itu membuatku merasa sesak. Aku benci dunia Papa, aku benci kekerasan, aku membenci semua hal yang telah membuat Mamaku meninggal.”

Air mata akhirnya kembali menetes di pipinya. Ia buru-buru untuk menyeka, tetapi tangannya masih gemetar. Ryo menatap Kenji dengan iba. Ia ingin mengatakan sesuatu, tetapi ia memilih untuk diam. Karena tidak ada kata yang bisa menenangkan trauma sebesar itu.

Kenji melanjutkan dengan suara lirih. “Papa selalu mengatakan aku harus kuat, Tetapi … kalau kuat berarti harus menyakiti orang lain, dan aku tidak mau menjadi monster seperti mereka.”

Ryo  perlahan menepuk pundaknya. “Kenji, dengar menjadi kuat tidak selalu berarti menyakiti, terkadang untuk menjadi kuat adalah tentang bagaimana kau melindungi sesuatu yang berharga tanpa kehilangan dirimu sendiri.”

Kenji menatapnya, kedua matanya masih merah. “Tapi … aku tidak tahu bagaimana caranya untuk melindungi apa pun. Aku bahkan tidak bisa melindungi Mama.”

“Kau masih terlalu muda waktu itu, tidak ada yang bisa menyalahkanmu.” Ryo mengatakan itu sambil tersenyum tipis.

Keduanya kembali terdiam, angin malam tertiup pelan. Membuat daun-daun disekitarnya bergoyang lembut. Ryo kembali bersuara.

“Papamu tidak marah karena kau lemah, Kenji,” lanjut Ryo pelan. “Dia marah karena kau menanggung semuanya sendiri. Kau tidak pernah membiarkan Papamu untuk masuk ke dalam duniamu.”

Kenji menunduk. Perkataan yang dilontarkan oleh Ryo itu seperti pisau yang menusuk lembut ke hati. Ia tahu semua yang dikatakan Ryo itu benar, tapi membuka diri kepada papa bukan hal yang mudah. Setiap kali ia menatap mata Kazuma, yang ia lihat hanyalah bayangan dari malam kelam yang merenggut nyawa mamanya.

“Bagaimana aku bisa terbuka dengan seseorang yang hidupnya penuh darah?” tanya Kenji pelan.

Ryo kembali terdiam cukup lama. “Mungkin … karena hanya orang yang pernah terluka yang tahu bagaimana cara menyembuhkan luka yang sama.”

Kenji menatap Ryo, dan untuk pertama kalinya pada malam itu ia bisa melihat ketulusan dari mata pria itu. Tidak ada tekanan, tidak ada perintah, hanya ada empati yang tulus. Mereka berdua kembali terdiam cukup lama, Kenji menatap langit malam, dan tanpa sadar tersenyum kecil.

“Sudah lama aku tidak bicara sebanyak ini, “ kata Kenji lirih.

“Mungkin karena sudah lama tidak ada yang mau mendengarmu.” Ryo ikut tersenyum samar.

Kenji menatapnya, lalu mengangguk pelan. “Mungkin benar.”

Ryo berdiri, lalu ia menatap bulan sabit di langit malam. “Aku akan melatihmu. Kenji, tapi bukan untuk menjadi mafia. Aku akan mengajarimu bagaimana menjadi kuat tanpa harus kehilangan hatimu.”

“Kuat tanpa kehilangan hati?” Kenji menatap Ryo dengan bingung.

“Iya.”Ryo menoleh dengan senyum hangat. “Karena kalau kau kehilangan hatimu, kau bukan lagi melindungi … tapi menghancurkan.”

Kenji menunduk dan terdiam. Ia mencoba untuk merenungi perkataan itu, Ryo melangkah pergi pelan, tetapi sebelum ia masuk ke rumah, Ryo sempat menatap ke arah Kenji dan berkata lirih, hampir seperti bisikan malam.

“Tapi untuk melindungi sesuatu, Kenji cepat atau lambat, kau tetap harus belajar untuk menghadapi bayangan masa lalu itu.”

Setelah mengatakan itu Ryo langsung kembali masuk kedalam rumah, Kenji menatap punggung Ryo yang perlahan menghilang dari balik kegelapan taman. Angin malam kembali berhembus dan kali ini lebih dingin, membawa rasa cemas yang sulit dijelaskan.

Kenji menatap bulan yang kini tertutup oleh awan, dan entah kenapa, dadanya terasa berat. Karena dalam hatinya, ia tahu kalau bayangan masa lalu yang dimaksud oleh Ryo itu tidak akan lama lagi datang untuk menjemputnya

“Seperti aku harus coba lakukan seperti apa yang dikatakan oleh Tuan Ryo barusan.”

1
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torrr ku
Hime_Hikari: hallo kak di tunggu saja kak untuk update terbarunya
total 1 replies
putri baqis aina
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
Hime_Hikari: Terima kasih kak 😁😁
total 1 replies
Ryner
Author, kapan nih next chapter?
Hime_Hikari: Ditunnggu saja ya kak

Terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!