Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 8
Katakan saja Alvaro kekanak-kanakan, tengil dan genit, apa saja yang banyak dikatakan pada dirinya yang buat Alvaro sangat suka umbar perhatian dan rayuan sama cewek yang dia temui tapi sikap Alvaro tersebut tapi Alvaro bukan cowoknya yang suka mempermainkan cewek dengan status pacar.
Bahkan Alvaro masih betah menjomblo setelah putus enam bulan yang lalu, walaupun banyak yang menyatakan cinta pada alvaro tapi sikap Alvaro tak acuh bahkan yang menembaknya primadona sekolah ini.
Walaupun sikap Alvaro yang tengil tapi Alvaro tipe orang yang sangat perhatian dengan temannya apalagi dengan Kayla yang sudah menjadi teman sejak junior school.
Jika di tanya memang sudah tipe pendiam sejak mereka bertemu, namun tidak sedingin dan barandalan, hanya saja kayla tipe cewek pendiam dan jarang berinteraksi dengan teman sekelasnya.
Bahkan Alvaro yang awalnya mendekati kayla dengan usaha yang dibilang berat karena kayla yang sangat sulit didekati. Mungkin tipe Alvaro yang suka menganggu Kayla disetiap kesempatan, bahkan sampai Alvaro mengikuti Kayla kemanapun dia pergi saat disekolah membuat Kayla meradang dan mengusir Alvaro yang sangat menganggu dia.
Entah Kayla mulai malas meladeni alvaro yang sering nempel padanya, Kayla membiarkan Alvaro berada di dekatnya sehingga lambat laun Kayla mulai menerima kehadiran Alvaro dalam hidupnya.
Alvaro merupakan teman Kayla paling lama, Kevin dan Bella merupakan teman dengan Alvaro sehingga lambat laun Kayla berteman dengan mereka, tidak mudah membuat kayla berteman sama yang lain, melihat sifat dingin, dan cuek Kayla.
Awalnya Kevin dan Bella susah menerima sikap Kayla sangat dingin, berjalannya waktu mereka mampu menerima sikap Kayla, hanya saja kadang mereka masih saja jengkel sikap Kayla.
Jika mau tahu sikap Kayla yang buat mereka jengkel bisa lihat sikap dia super dingin, sikap cuek, susah diajak keluar, jarang angkat telepon mereka, suka berkelahi, susah diatur, balapan, mulut pedas juga.
Jika katakan semua pasti habis satu halaman menceritakan jelek Kayla, tapi ada sisi baik Kayla yang jarang di perlihatkan pada orang lain. Kayla memang cuek namun memiliki perhatian pada temannya bahkan ada Alvaro demam saat di sekolah membuat Kayla membawanya keruangan UKS.
Walaupun bersikap dingin dan cuek Alvaro dapat melihat tatapan khawatir dalam mata kayla terhadapnya. Walaupun ujungnya hanya sindiran dan makian pedas diberikan Kayla pada Alvaro karena menempuh hujan deras untuk mengantar kekasih waktu itu.
Walaupun sudah berteman baik Kayla masih saja tertutup padanya, dia hanya tahu jika Kayla tinggal di apartemen setelah ibunya meninggal sejak Kayla masih dua junior school, jika masalah papanya kayla hanya bilang papanya sudah menikah lagi dan tidak pernah membahas papanya.
Entah apa yang terjadi pada keluarga Kayla, terlihat Kayla sangat tertutup dan tidak pernah buka suara jika membahas masalah keluarga. Sikap Kayla juga berubah sejak mamanya meninggal membuat Kayla makin dingin dan tidak tersentuh, buat senyum saja sangat jarang diperlihatkan Kayla.
Alvaro hanya melihat senyum tulus Kayla sudah sangat lama itupun masih kelas satu junior school. Sampai saat ini tidak pernah lihat senyum tersebut yang hanya senyum mengejek dan menyeringai yang diperlihatkan Kayla saat ini, membuat Alvaro ingin mengacak wajah Kayla.
"Hei alvaro kamu gak ganti baju" tegur Kevin melihat Alvaro melamun.
"Ah ya" jawab Alvaro kaget langsung membuka kancing seragamnya menganti dengan baju olahraga, karena saat ini mereka ada pelajaran olahraga.
Setelah menganti seragamnya Kayla menyusul kelapangan berkumpul mendengar instruksi dari guru mereka tentunya.
Seluruh siswa disuruh pemanasan dengan berlari mengitari lapangan basket lima putaran, membuat para siswi mendesah kecewa karena disuruh mengelilingi lapangan.
Alvaro mulai berlari mengikuti temannya yang sudah berlari, Alvaro memotong setiap siswa sehingga dapat menyusul Kayla yang berlari santai.
"Kayla" panggil Alvaro mengikuti langkah Kayla yang cukup pelan bagi kayla.
"Hm... " jawab singkat Kayla.
"Nanti kamu pulang dengan siapa?" tanya Alvaro pelan menatap Kayla dari samping.
"Mungkin naik taksi" jawab Kayla santai, mempercepat larinya meninggalkan Alvaro.
Alvaro mengejar Kayla dan kembali sejajar dengan Kayla, Kayla lupa jika Alvaro atlet jadi lari begini hal biasa baginya. "Nanti kamu pulang sama aku saja ya! " ajak Alvaro membuat Kayla menatapnya heran.
"Gak usah, kamu nanti ada latihan basket? Terlalu lama aku menunggu kamu jika pulang bareng" tolak Kayla malas jika yang namanya menunggu tersebut.
Alvaro membenarkan ucapan Kayla. " Gimana Aku anterin kamu dulu? Latihannya jam dua nantinya" kata Alvaro membuat Kayla memutar bola matanya malas.
"Gigih benar" pikir Kayla lihat Alvaro menunggu tanggapan Kayla.
"Gak usah" tolak Kayla membuat Alvaro pasrah.
"Kamu gak bisa tunggu bentar saja? Nanti aku anterin?" rengek Alvaro membuat Kayla jengkel.
"Kamu itu latihan basket untuk lomba minggu depan, fokus saja dulu sama latihannya" nasehat Kayla membuat Alvaro pasrah.
"Aku harap kamu menang" pinta Kayla buat Alvaro mengangguk pasti.
Kayla tersenyum tipis dan melanjutkan larinya yang belum selesai, yang akan melanjutkan pada olahraga lainnya
----------------------------------------------------------------------
Kayla dan Bella menatap arah lapangan terdapat beberapa cowok main basket dengan lincah.
Alvaro men dribel bolanya melewati para lawan main dan memberikan mengopernya pada Kevin langsung di shooting, masuk bolanya masuk membuat tambahan Point pada tim Kevin.
Kevin dan Alvaro bertos ria sebelum fokus pada tim lawan yang mulai men dribel bola membawa pada ring mereka. Kevin menghalangi lawannya yang sedang membawa bola, tapi langsung di oper pada teman setimnya.
Cara main Alvaro dan Kevin tidak diragukan lagi, karena main mereka yang bagus menjadikan mereka anggota inti basket bahkan Alvaro menjadi kabten basket.
Jika Kayla main basket hanya hobby lain dengan Alvaro yang main basket merupakan hidupnya dari junior school Alvaro sedah menjadi pemain terbaik di tingkat provinsi. jadi pihak sekolah memberikan fasilitas terbaik untuk Alvaro mengembangkan permainan basketnya.
Tidak tanggung-tanggung sekolah mendatangkan pelatih terbaik untuk mengembangkan tim basket sekolahnya sehingga sekarang sekolah ini menjadi utusan tingkat provinsi menghadapi lomba tingkat nasional.
Kayla melihat Kevin dan Alvaro menghampiri mereka dan duduk disamping mereka, Alvaro mengusap keringatnya. Kayla memberikan handuk kecil miliknya pada Alvaro tapi langsung direbut kevin membuat Alvaro kesal.
"Kak Alvaro" sapa cewek cantik yang berdiri gugup di depan mereka. "Ini buat kakak" cewek itu memberikan handuk dan minuman dingin buat Alvaro.
Alvaro mengambil handuk dan mengusap pada lehernya. "Aku ambil ini saja karena ini yang sangat aku perlukan" ujar Alvaro membuat cewek itu tersenyum senang karena handuknya dipakai alvaro.
"Terimakasih" ucap Alvaro membuat cewek itu tersenyum senang dan berlari menjauh mendekati temannya yang sudah menunggu di pinggir lapangan basket.
Alvaro mengambil minuman dari tangan kayla membuat sang pemilik minuman terkejut karena minuman itu bekas dia sudah dia minum dahulu.
"Beli sendiri" sambar Kayla merebut minumannya dari Alvaro.
Alvaro cemberut. "Bagi-bagi napa" kesal Alvaro pada Kayla.
"Bekas aku tahu gak" alasan Kayla malas buat Alvaro bingung.
"Kenapa bekas dari kamu? " tanya Alvaro heran dan penasaran.
Namun tidak ada jawaban dari Kayla buat Alvaro mengendus malas, Lagi-lagi kayla mengacuhkannya! benar buat jengkel saja.
Alvaro mengambil minuman yang ada disampingnya yang diberikan oleh cewek yang jadi fansnya saat baru keluar dari kamar ganti, sebenarnya Alvaro lebih suka minum punya temannya tapi kayla saat ini tidak berbaik hati memberikan dia minuman.
Alvaro membuka tutup botol minuman pelan.
"Biasanya jika minum dengan tempat yang sama bisa dibilang ciuman tidak langsung" kata Bella dengan santai membuat alvaro tersedak minumannya.
"Mungkin karena itu Kayla tidak mau kasih minumannya" ujar Bella beri pendapat tidak melihat kondisi temannya terkejut.
"Alasan klise" elak Kayla malas membuat Alvaro menyeringai menatap Kayla.
"Benarkah, Jangan-jangan yang dikatakan bella benar jika kamu mikirin ciuman tak langsung sama ku karena itu kamu gak mau kasih bekas kamu" goda Alvaro buat Kayla meliriknya tajam.
"Aku rasa itu benar, jika dilihat kayla kan gak pernah pacaran jadi ciuman gak pernah juga" celetuk Bella sambil menatap Kayla yang terdiam mendengar perkataan Bella.
"Bagi cewek first kiss itu penting" kata Kevin menimpali membantu Alvaro menyudutkan Kayla.
Kayla mengendus malas, lihat temannya mulai menggodanya.
"Bullshit" upat Kayla buat mereka hanya mengendus jengkel karena tidak bisa menggoda kayla.
"Don't be shy, if you want to ask for a kiss from me, I'll give it" goda Alvaro ditambah batuk alay dari Kevin.
"I was never shy, I didn't think to kiss you, never" kata Kayla penuh penekanan. "too valuable you can feel" kata Kayla malas menatap Alvaro tajam dan dingin membuat mereka terdiam dan tegang mendengar jawaban kejam kayla.
"Aku ganti baju saja, olahraga sudah selesai" kata Kayla malas. "Ayo" ajak Kayla pada Bella yang langsung disetujui.
Alvaro dan Kevin melihat Kayla mengendus malas dan jengkel sikap cuek Kayla. "Kayla itu terlalu tangguh untuk di goyahkan" celetuk Alvaro membuat Kevin menautkan alisnya bingung perkataan Alvaro.
"Maksudnya dia itu susah di goda dan disudutkan" terang Alvaro membuat Kevin menganggukkan kepalanya mengerti.
"Dia itu susah ditebak jadi apa kesukaan dan kelemahan dia saat ini saja gak ada yang tahu" kata Kevin pelan sambil menerawang jauh, tahu jika Kayla susah untuk dipahami dan dimengerti.
.
.
.
*B**ersambung*......
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,