(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 8 - Mengenal Lebih Jauh
"Waktu itu kamu habis dari mana? "
"Saya baru pulang kerja pak"
"Oh... Memang apa pekerjaan kamu?"
"Saya seorang Manager di perusahaan Gio Grup"
Gian pun mengangguk paham, mereka mengobrol sambil menyuapi Hilya makanannya.
Karna suasana kembali hening, Hilya berinisiatif bertanya pada Gian.
"Kalau Bapak sendiri bekerja dimana? "
"Saya bekerja di perusahaan Pratama Grup"
Mendengar nama Pratama Grup membuat Hilya membelalakan matanya. Ia tahu perusahaan itu sangat terkenal sampai ke negara lain.
"Wah....Itu luar biasa, perusahaan itu sangat hebat. Bapak beruntung bisa bekerja disana"
Mendengar Hilya yang sangat antusias membuat Gian terkekeh, ia sangat terhibur. Padahal menurut dirinya itu hal biasa tidak ada yang perlu dikagumi.
"Memangnya Bapak bekerja sebagai apa disana?"
"Saya seorang CEO" Jawab Gian
"APAAA!!!! "
"Ba.. bapak tidak sedang berbohong kan?" Tanya Hilya tidak percaya bahwasannya orang yang ada di depannya ada seorang CEO di perusahaan nomor 1 di negara ini.
"Hahaha.... Untuk apa saya berbohong?"
"...kamu bisa cari nama saya di internet, dan akan muncul dengan perusahaannya sekalian" Jawab Gian yang terkekeh mendengar Hilya yang terkejut akan dirinya.
Seketika Hilya terdiam menatap kosong ke depan. Hal itu membuat Gian bertanya tanya ada apa.
"Kamu kenapa?"
"Saya jadi merasa tidak enak, anda ini orang terhormat tapi saya malah merepotkan anda" Ucapnya jujur sambil menundukkan kepalanya.
"Hei kamu bicara apa, kamu sama sekali tidak merepotkan, justru saya akan sangat merasa bersalah jika tidak direpotkan oleh kamu" Ucap Gian.
"...lagi pula saya yang meminta untuk menjaga kamu, kamu tidak perlu merasa bersalah, disini saya yang bersalah" Tambahnya.
Ia pun mengangguk dan melanjutkan makannya.
"Kalau boleh tau berapa umurmu?" Tanya Gian pada Hilya, ia merasa Hilya masih sangat muda.
"19 tahun" Hawab Hilya.
"Kamu masih sangat muda sekali, umur saya dan kamu sangat jauh terpaut 10 tahun" Ujar Gian membuat hMHilya terkejut.
"Berarti bapak 29 tahun. Pasti bapak sudah memiliki pasangan ya?" Tanya Hilya yang penasaran akan sosok pria di depannya.
Gian menggeleng kepalanya. "Belum, saya belum memiliki pasangan, saya baru putus dengan tunangan saya 1 tahun lalu" Jawab Gian yang terlihat sedih seketika.
"Maaf, saya tidak bermaksud.. "
"Tidak apa, mungkin jika pertunangan saya tidak dibatalkan saya pasti sudah menikah. Wajar kalau kamu berpikir seperti itu" Ucap Gian sembari tersenyum menatap gadis itu seolah olah ia tidak merasa tersinggung sedikit pun.
"Kalau kamu sendiri? apa kamu memiliki kekasih?" Tanya Gian kali ini.
Hilya menggeleng "Belum, saya belum pernah berpacaran.
"Kenapa?"
"Tidak tau, saya merasa semua lelaki yang mendekati saya hanya menginginkan tubuh saya saja" Lirih Hilya sembari menunduk.
Jika dilihat dari wajah Hilya memang masih sangat muda sesuai umurnya, tapi jika dilihat dari bentuk tubuhnya seperti umur 20 keatas, membuat para pria menelan ludah kasar.
"Apa kamu tidak tergoda dengan godaan pria diluar sana?"
"Tidak! " Hilya langsung menoleh ke arah Gian. "Saya menjaga diri saya untuk lelaki pilihan saya sendiri, bukan untuk lelaki penggoda seperti itu" Jawab hilya dengan nada sedikit meninggi.
"Memangnya kamu sudah tau siapa lelaki yang akan mendampingi hidup kamu?" Tanya Gian menahan tawanya.
Hilya menggeleng tidak tahu
Gian pun tertawa terbahak bahak, kali ini ia tidak bisa menahan tawanya, membuat Hilya yang melihat bingung.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe