Apa jadinya jika seorang Anak kecil memanggilmu Mommy. Bocah perempuan usia 5 tahun yang imut nan cantik lebih sialnya adalah Anak dari bosnya yang dingin tapi genteng yang membuatnya digandrungi kaum hawam.
Yuk baca kelanjutannya...... 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kangen
Setelah peraduan mulut antara Kerta dan Rey, membuat Andra kesal dan memilih meninggal mereka. Namun belum sempat beranjak Kerta sudah memeluknya dan meletakan kepalanya di bahu Andra.
"Sayang kita tidur yuk, udah malam nih" ucap Kerta dengan mengendus aroma tubuh Andra.
Rey yang melihat pun akhirnya nyerah dan memilih untuk meninggalkan mereka dengan wajah penuh kesal.
"Yuk..., tapi aku tidurnya sama Cia ya, kamu temenin Aidan tidur aja" ucap Andra membuat Rey menghela nafas berat karena ia tidak bisa tidur berpelukan dengan istrinya malam ini.
"Iya tapi, nanti hati-hati ya, soalnya Cia kan tidurnya muter" ucap Kerta menasehati. Ia cemas karena Cia tidurnya tidak bisa diam takutnya nanti menendang perutnya Andra.
"Iya sayang ku" ucap Andra dengan mencium pipi Kerta
Akhirnya mereka kembali ke kamar masing - masing, Kerta tau pasti ada hal yang perlu di bicarakan ya kepada Cia. Sehingga Kerta memberikan mereka waktu untuk berduaan.
Andra saat ini sudah berada di kamar cia yang isinya serba pink dengan tatanan kamar seperti orang dewasa
Andra melihat Cia sedang duduk bersender di kepala ranjang dengan pandangan yang sedih dan tangan yang memeluk sebuah boneka beruang seperti bonekanya Mr. Bean.
"Cia belum tidur? "ucap Andra lalu mendekatinya dan ikut duduk disamping Cia. Namun, Cia hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Ada apa? "ucap Andra mengelus lembut rambut Cia.
"Cia kangen Mama"ucapnya menangis lalu memeluk tubuh Andra dan membuat Andra ikut sedih merasakannya.
"Udah ya jangan nangis, besok katanya mau ke bandara biar cepet ketemu Mommy nya"ucap Andra menenangkan.
Sebenarnya Andra sedih melihat kondisi Cia yang keliatannya keras diluar namun sangat rapuh didalamnya. Ia terkadang sering kepikiran dengan Cia, karena Cia pastinya ingin kasih sayang dari sosok ibu walau kasih sayang dari Papa dan Rey sangat besar. Namun, tak akan mampu mengobati rindunya.
"Iya, Kak" ucap Cia disela tangisnya yang sudah mulai mereda. Dan Andra menghapus jejak air mata Cia.
"Kak, 2 bulan lagi Cia mau kembali kerumah Oma Ega" ucap Cia sendu, karena ia akan berpisah dengan Daddy nya.
"Bukannya nunggu Cia 7 tahun baru kesana" ucap Andra, karena Cia akan disekolahankan di tempat Oma Ega di Negara M. Oma Ega adalah kakak dari Papanya Cia yang sudah ditinggalkan suaminya dan tidak memiliki anak.
"Enggak kak, soalnya Oma disana cuma sama Utaya aja, jadi Cia nanti disana bersama Utaya di yayasan Oma sekolah" ucap Cia. Utaya adalah cucu dari adik keduanya Oma Ega yang 2 tahun lebih besar dari Cia.
"Terus Daddy udah tau belum? "ucap Andra yang kini sudah berbaring bersama Cia
"Belum, mau nya besok, tapi Cia takut" ucap Cia memeluk Andra.
"Ngapain takut, kan Cia mau jujur" ucapnya mengusap rambut Cia.
"Nanti Cia kasih tau kok Kak, tapi nunggu Cia ketemu Mommy lagi" ucap Cia berbinar saat menyebut kata Mommy.
"Kak Andra jadi kepo dengan Mommy yang Cia maksud" ucap Andra gemas dengan ekspresi Cia yang lucu.
"Kakak harus tau Mommy yang Cia pilih itu, Cia baru liat aja langsung suka Kak" ucap Cia bergebu-gebu dengan membayangkan Mommynya.
"Masa sih? " ucap Andra tak yakin
"Iya Kak, besok kita liat aja kak"ucap Cia semangat tidak sabar menunggu hari esok.
"Iya, yuk tidur udah malam" ucap Andra membenarkan posisi tidurnya.
"Lhoh, Kakak tidur disini? "ucap Cia terkejut, karena ia memikirkan ponakannya yang sedang didalam kandungan.
"Emangnya kenapa Cia, Kakak kangen banget sama kamu" ucap Andra memeluk Cia erat.
"Nggak mau, nanti dedek bayiknya ketendang" ucap Cia memandang Andra dengan tatapan memohon.
"Yaudah, Kakak disini nunggu Cia tidur baru balik ke kamar" ucap Andra yang di iyakan oleh Cia dan mengambil posisi senyaman mungkin.
"Iya, Kakak dogengin Cia tentang Ksatria yang angkuh dan dingin dong" ucap Cia dengan mata berbinar karena ia sangat suka dogeng ksatria yang dingin, sombong, arogan jadi nanti semisalnya dia nemu orang tersebut tau cara ngadepinnya.
"Emang ada? " ucap Andra yang baru denger cerita dogeng tersebut.
"Yah....kakak kudet nih, ada kak temen Cia dikomplek sebelah yang bilang ada ceritain sedikit" ucap Cia meyakinkan.
Andra yang mulai berfikir tentang cerita yang Cia maksud membuat otaknya mulai berpikir keras.
"Kayak apa tu, ceritanya? " ucap Andra menanyakan
"Dia cerita gini kak katanya ksatria itu sombong dan angkuh gitu kak sama perempuan padahal udah ditolong tapi malah marah-marah dan udah salah nggak minta maaf lagi, gitu kak" ucap Cia menceritakan ulang cerita temennya.
"Owh,,, seperti itu, Baik kakak akan cerita kan tentang Si Monster Arogan dan Si Cerewet" ucap Andra yang mulai bercerita walau itu hanya buah cerita yang dikarangnya sendiri.
Cia terus saja mendengarkan tapi dipikirannya mulai membayangkan jika ia bertemu dengan pria tersebut akan ia lempar dengan apapun yang ada disekitarnya jika kesal atau marah, membuatnya tersenyum jahat.
Andra yang melihat Cia tersenyum seperti itu merasa ada yang salah.
"Kenapa tersenyum? "tanya Andra.
"Tidak kak, "bantah Cia dan mengeratkan pelukkannya pada boneka teddy bearnya serta menutup matanya.
Andra kembali melanjutnya ceritanya dengan mengusap rambut Cia. Dirasa Cia sudah tertidur Andra mencium kening Cia lalu beranjak untuk ke kamar nya.
Selepas Andra meninggalkan kamar Cia. Mulailah aksi Cia dengan mengambil Tabletnya lalu membuka aplikasi insta*gram untuk menstolking Mommy nya.
"Susah banget sih nyari Mommy? "gerutu Cia karena sudah saat pertama kali bertemu ia mencoba mencari diseluruh akun media sosial namun tidak ketemu juga.
"Oke Cia, besok kita pasti ketemu Mommy" ucap Cia menyemangati dirinya.
"Teddy semoga Daddy sama Mommy berjodoh ya? " ucapnya pada bonekanya yang kemudian menaruh tabletnya lagi kemudian tertidur.
Sementara Andra berjalan lemas menuju kamarnya karena Cia nggak mau tidur dirinya.
Cklek
Suara pintu terbuka menyadarkan Kai dari tidurnya dan melihat istrinya dengan raut wajah lesu lalu segera mengampirinya.
"Nggak jadi tidur sama Cia? "ucap Kai yang merangkul istrinya lalu duduk di sofa.
"Nggak dikasih"ucap Andra kesal karena ia ditolak oleh Cia, adiknya sendiri.
"Yaudah tidur disini aja"ucap Kai
"Kalau bukan disini terus tidur dimana, sama Mang Ujang gitu! "sewot Andra kesal akan ucapan suaminya.
"Enggak gitu sayang" ucap Kai melemah lalu mengecup pipi istrinya.
"Ih,,, tanggung jawab sekarang! "ucap Andra menatap Kai kesal.
Kai begitu sabar menghadapi mood istrinya yang setiap detiknya dapat berubah karena hormon kehamilannya.
"Tanggung jawab apa? "ucap Kai yang tidak tau salahnya apa disuruh tanggung jawab.
"Sekarang aku pengen! "ucap Andra kesal lalu menempelkan bibirnya pada bibir Kai lalu melu*matnya.
Kai yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun langsung saja melanjutkan aksinya mumpung Aidan sedang tertidur dengan mertuanya.
Sementara Rey yang berada disamping kamar Andra dan Kai tidak bisa tidur karena suara-suara yang ada dikamar sebelahnya membuatnya kesal.
"Bang*ke nggak tau gue jomblo apa, malah main, kecilin kek suaranya" gerutunya membuatnya mengumpat didalam hati.
"Shit. Mandi lagi kan gue" ucap Rey mensumpah serapahi Kai dan Andra dengan mengabsen semua hewan yang ada dihutan.
Salahkan orang tua mereka yang membuat kamar Rey dan Andra bersebelahan, padahal Rey sudah melarangnya karena takut hal ini akan terjadi. Namun orang tua nya ngotot dengan dalih mereka kembar. Dan lihat lah sekarang menjadi kenyataan. ia yang jomblo dengan kesendirian ditemani selimut yang menghangatkan.
Malang sunggung nasibnya, menantikan mentari datang dengan bulan yang ditemani bintang.
Terimakasih dukungannya. Jangan lupa like, vote, dan koment ya. 💕