NovelToon NovelToon
CERAI YUK

CERAI YUK

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:178.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lv Edelweiss

[ SEDANG REVISI ]

Apa yang akan kamu lakukan jika ternyata kamu menikah dengan seorang pria pemarah dan sangat egois?

Kalista, seorang wanita smart dan penuh prestasi, terpaksa menerima pahit takdir hidupnya, ketika ia tahu jika pria yang menjadi suaminya ternyata sosok pria pemarah dan sangat egois.

Kalista bahkan seperti tidak pernah melihat cinta dan kasih sayang dari diri suaminya itu. Sampai pada suatu hari, dia berada di ujung kesabarannya saat mengetahui jika suaminya punya hubungan dengan wanita lain.

"Aku minta cerai! " Ucap Kalista

Tiga kata yang keluar dari mulut Kalista yang sudah sejak lama ia pendam dan bungkam.

Apakah keputusan Kalista untuk berpisah dengan suaminya merupakan keputusan yang tepat?

Benarkah jika suaminya, berselingkuh dengan wanita lain seperti dugaan Kalista?

Dan benarkah jika Raditya Gunawan, pria yang sudah memberikan Kalista dua orang anak perempuan itu, sama sekali tak menaruh hati kepada Kalista?

Siapkan kesabaran dan tisu sebelum me

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lv Edelweiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

REUNI SEKOLAH

"Ladies and gentlemen... kita buka reuni sekolah SMA Permata Bangsa tahun ini... " kata suara MC yang memandu acara reuni. Suara musik menggema memenuhi ruangan.

Beberapa orang guru juga sudah hadir disana.

Aku, Sintya dan Demian langsung masuk ke dalam ruangan. Suasana sudah ramai sesak. Aku langsung bertemu dengan beberapa orang teman seperjuangan ku dulu. Mereka sekarang banyak yang berubah. Seperti Reza, saat dibangku sekolah dulu, dia sangat kusut dan sangat tidak rapi. Sekarang, rambutnya sangat klinis dan juga penampilannya sangat elegan. Terus ada Amelia, dia terkenal sangat seksi disekolah, sekarang masha Allah, dia sudah berhijab juga sama sepertiku.

"Kita duduk di sana yuk..." ajak Demian.

Kami pun langsung menuju sebuah meja bulat dengan empat kursi. Aku langsung duduk dan meletakkan couch bag ku di atas meja.

Setelah acara inti dan makan-makan, sekarang saatnya masuk acara penutup. Panitia membuat acara penutup ini seperti sebuah game. Jadi, seorang panitia di tutup matanya, lalu melemparkan seikat bunga ke arah hadirin secara acak. ke meja mana dan di hadapan siapa bunga itu jatuh, maka dia harus maju dan mengutarakan isi hatinya atau keinginannya saat masih di sekolah dulu yang belum sempat dia utarakan atau lakukan.

"Oke kita mulai aja ya? " kata MC.

Kemudian panitia yang ditutup matanya tadi, langsung melempar bouquet ke arah meja hadirin.

"Oke, jatuh di kakak yang baju hitam... Silahkan kak maju. " MC mempersilahkan.

Wanita yang mendapatkan lemparan bouquet itu pun maju dan naik ke atas panggung. MC memberikannya microphone.

"Baik, nama saya Nana, saya dulu pernah minjam buku di Pustaka, tapi saya lupa apakah saya sudah mengembalikannya atau belum. Sampai sekarang saya tidak tahu buku itu ada dimana. Mohon kepala Pustaka memaafkan saya. "

Sontak hadirin tertawa mendengar pengakuan dari wanita bernama Nana itu. Guru-guru juga ikut tertawa.

"Waduh mba Nana. Mba Nana nggak telan bukunya kan? " MC menambah kocak acara reuni hari ini. Para hadirin kembali terbahak.

"Baik, sekarang kita acak lagi ya?" Kaya MC lagi.

Bunga kembali di lemparkan. Kali ini jatuh pada meja seorang pria berkaca mata. Pria itu langsung naik.

"Hai semua, aku Dito. Aku dulu sangat culun. Tapi sekarang... yah, aku juga masih culun sih. " Hadirin terbahak-bahak mendengarnya.

"Aku cuma mau bilang, dulu sebenarnya aku nggak culun. Aku pura-pura culun aja. Tapi kalau sekarang, aku benaran culun. Culun ini seperti kutukan bagi ku. Sekian. "

Aku tak bisa menahan tawaku. Begitu juga dengan Sintya. Dia terbahak begitu kerasnya. Hanya Demian yang tetap terlihat santai dengan sedikit senyum mengembang di bibirnya. Dan yang membuat aku tidak nyaman, dia terus saja menatapku. Aku menjadi salting sendiri.

"Kasihan sekali yah dia, culunnya akhirnya menjadi nyata... " kata MC.

"Oke, lanjut lagi. "

Bunga kembali di lempar dan... bunga itu jatuh tepat di depan Demian.

"Wah, Demian... " kata Sintya sambil bertepuk tangan pelan.

Demian langsung maju dan naik ke atas panggung. Aku melihatnya dengan seksama. Kira-kira, dia mau bilang apa ya?

"Hai semua. Aku Demian. Disini aku cuma mau menyampaikan sesuatu untuk seseorang yang pernah hadir di hidupku beberapa tahu yang lalu, saat kami masih memakai seragam putih abu-abu. Aku tahu, mungkin dia sudah melupakan masa-masa indah kami dulu, tapi bagiku kisah kami belum usai. Karena sampai detik ini pun, kami tidak pernah putus. Wanita itu ada disini, di tengah-tengah kita. Dan dia adalah adik letingku. " kata Demian sangat menjiwai.

"Waahhh... siapa ya.. eh siapa. " semua peserta reuni ribut, mereka saling tanya siapa wanita itu. Mereka juga sampai main tebak-tebakan siapa yang Demian maksud sebagai kekasihnya saat masih dibangku sekolah itu.

Sintya menyenggol bahuku. Aku memberikan isyarat padanya agar dia diam. Jangan sampai yang lain tahu kalau aku adalah orang yang Demian maksud. Pikirku.

Dulu saat Demian mengatakan perasaannya padaku di pasar malam, memang tak banyak yang tahu. Hanya Sintya saksi kami saat itu. Dan aku dengan Demian juga, tak begitu mesra saat jam sekolah. Kami lebih sering berduaan saat diluar jam sekolah, seperti pergi nonton bioskop atau melihat komedi putar di pasar malam.

"Dulu... aku yang pergi darinya. Setelah aku lulus, aku melanjutkan study-ku ke Singapore. Tapi saat kembali, ku dengar dia sudah menikah."

"Aaawww.. " suara hadirin serentak terdengar mengasihani curhat Demian.

Aku diam tak bersuara. Mataku terus saja menatap Demian. Apa benar semua yang dia katakan itu? Benarkah dia mencariku setelah dia kembali ke indonesia?

"Sekarang, aku cuma mau bilang... terimakasih sudah pernah mengukir kenangan indah bersamaku meski sekarang kamu udah jadi milik orang lain."

"Aduh aduh.... yang mana sih orangnya... " MC mendekati Demian.

Mati aku, kalau sampai Demian keceplosan menunjuk aku. Bisa malu banget ini. Aku menutup wajahku dengan tanganku.

"Rahasia... " jawab Demian.

"Idih, bikin penasaran aja sih... " goda MC pada Demian.

Demian cuma tersenyum simpul. Dia mengarahkan pandangannya padaku lagi. Aku bisa melihatnya dari sela-sela jari tanganku.

...****************...

"Aku antar ya...?" Tawar Demian setelah acara reuni usai.

"Eh, lo pulang bareng Demian aja. Lagian ini uda sore banget. Takutnya uda nggak ada lagi ojol. " saran Sintya.

"Lo gimana? " tanyaku.

"Aku uda dijemput, tuh... " tunjuk Sintya ke arah luar gedung. Ternyata pacar Sintya sudah di depan gedung. "Gue duluan ya... bye... " Katanya sambil berlalu meninggalkan aku dan Demian.

"Gimana? mau pulang bareng nggak? " Tawar Demian lagi.

Aku sebenarnya sangat sungkan. Secara, aku ini istri orang... dan sekarang aku mau diantar oleh seorang duda yang notabennya adalah mantan cinta monyetku dulu. Tapi kalau tunggu ojol, aku bisa ke malaman lagi sampai rumah. Aku galau.

"Ayok lah, sekali ini aja. Lagian kita kan emang perginya bareng. " Kata Demian lagi.

"Ya uda deh... " Jawab ku mengiyakan tawarannya.

"Nah gitu dong... " Kata Demian.

Kami pun akhirnya pulang bersama. Sepanjang jalan aku cuma diam tidak bersuara. Aku duduk di depan dengannya. Dia sesekali melihat ke arahku. Aku cuma bisa bergumam dalam hati, please jangan liat balik Kalista.

"Oh ya Lis, suami mu kerja dimana? " Tiba-tiba Demian menanyakan perihal pekerjaan mas Raditya.

"Dia kerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil, Dem. " jawabku

"Owh... " Katanya singkat.

"Oh ya, mantan istri kamu orang mana? " tanyaku juga kepoin dia.

"Orang sini juga.. " Jawab Demian.

"Owh... " Kataku mengikutinya.

"Kenapa? " Tanya Demian.

"Enggak apa-apa sih. .. cuma mau tau aja. Namanya siapa? " Tanyaku lagi.

"Buat apa sih?" Demian malah balik bertanya.

"Yah mau tau aja... " Jawabku santai.

"Bianca... namanya Bianca. " Jawab Demian.

What? Bianca? Apa jangan-jangan....Ah nggak mungkin, orang dengan nama Bianca banyak di dunia ini. Aku pasti salah.

"Ada apa sih? " Tanya Demian lagi.

"Enggak... kasian aja, dengar rumah tangga kamu berakhir dengan perceraian. Kenapa nggak dipertahankan aja sih Dem? " Tanyaku

Demian menarik nafas. Dia diam sejenak. Aku seperti menyesal mempertanyakan hal itu kepadanya.

"Kalau dua orang sudah beda visi dan misi Lis, itu sulit untuk dipertahankan. Aku dan Bianca sudah sangat berbeda tujuan. Awal menikah, dia bilang, dia akan menjadi istri yang baik. Yah, menjadi selayaknya istri. Aku tidak pernah melarang dia untuk berkarir, tidak sama sekali. Aku mendukung dia 100 persen. Tapi ku lihat, semakin dia tinggi semakin sulit aku menjangkaunya. Bahkan kami bertemu saja, hanya satu jam saja di rumah. Bayangkan Lis, rumah tangga macam apa itu. Dia juga sering pulang terlambat atau pulang saat aku sudah terlelap. " Jelas Demian.

"Kamu yang sabar ya... Mudah-mudahan kamu bisa dapatkan istri yang seperti kamu harapkan. " Aku menepuk lengan Demian. Dia melihatku.

Astaga, tatapan apa itu. Aku cepat-cepat membuang muka ke arah depan jalan.

"Kamu, kok bisa sih cepat banget nikahnya? " Demian menanyai perihal pernikahanku yang terkesan dadakan.

"Aku... e, a.. aku emang lagi mau nikah muda aja. Lagian jarak umurku dengan suami lumayan jauh Dem. Kami beda 10 tahun." Aku tersenyum padanya seolah pernikahan ku begitu indah dan sweet. Padahal...

Mobil Demian langsung menepi saat kami sudah sampai di depan rumahku. Aku lihat Kinan dan Kaila ada di teras rumah. Aku langsung turun dari dalam mobil. Demian menurunkan kaca mobilnya.

"Makasih banyak ya Dem, uda mau ngaterin aku. " Kataku pada Demian.

"Sama-sama Lis... Oh ya, kapan-kapan kita boleh ngopi lagi kan?" Tanyanya.

"Ya bolehlah... " Jawabku sambil tertawa pelan.

Aku lalu melihat mas Radit keluar dari rumah sambil memegang botol susu Kaila. Aku menatapnya dan dia menatapku. Demian melihat kami.

"Ya udah, aku balik dulu ya. See u ya.. " Kata Demian.

"Kamu hati-hati ya? See u... " Kataku sambil melambaikan tangan.

Aku lalu masuk ke pekarangan rumah dan langsung disambut oleh Kinan yang berlari ke arahku dan tatapan penuh kemarahan suamiku....

1
Adiba Shakila Atmarini
ya allah,sedih bngt bacanya..
Adiba Shakila Atmarini
sedihnya..
Adiba Shakila Atmarini
jadi ikutan mewek bacanya..
Adiba Shakila Atmarini
jangn² nnti yg mnjadi pendonornya demian ?
Adiba Shakila Atmarini
baiknya si radit ni walau pun kasar..tpi tidak pernah mau berbagi ranjang dengan yg selain istrinya..
Adiba Shakila Atmarini
jantung q pun ikut berhnti berdetak thor..horor bngtt
Lia Safitri
sumpah kk cerita bagus aku suka, susah di tebak seperti kisah sungguhan.. sukses terus tu kk author dan tetap sehat dan semangat terus💪💪
Lia Safitri
seru banget cerita penuh seperti drama sungguh.. aku sampai 😫😭😭😭
LV Edelweiss: cup cup... peluk dari jauh ya kk... jangan lupa ajak temen2nya buat baca. dan doa kan tembus ke rumah produksi. karena sedang di usahakan ke sana.... 😇🙏
total 1 replies
Lia Safitri
sama akuu juga pusing ngikutin cerita nya sebenarnya siap sih yang sah 🤔
LV Edelweiss: haahaha.. emang kudu banyak minum kak kalau baca novel ini😅
total 1 replies
Lia Safitri
😭😭😭 kok jadi gini aku ikut nangis
Lia Safitri
udah jelas di sini si kalista ni di jadi kan wanita kedua karena si Bianca tidak mau beranak jadi si lista jadi korban orang tua nya juga
Lia Safitri
Bianca tu so pasti ikuti terus biar tau suami mu selingkuh
Lia Safitri
selingkuh annya tu
Lia Safitri
kok bisa bertahan dengan manusia kutub
Lia Safitri
semoga berjodoh kembali
Lia Safitri
suami mu ada selingkuh han nya mana nya kasar gitu
LV Edelweiss: huhuhu... apakah iya... 🥺
total 1 replies
Khairul Azam
kalista itu awalan aku baca aku pikir bisa berpikir jernih, tp menurutku kalista ini banyak ngomong, gak tau lah gimana gambarinya, seharusya diam" dislidiki bukan meledak" ya udah pisah aja, kalista sama adit sama" gak bener
Khairul Azam
ini semart nya di mana sih kalista ini, udah suami begitu masih mau dihamili lg
LV Edelweiss: pinter akademisi aja. bodoh soal pernikahan 🤣🤣🤣
total 1 replies
Khairul Azam
aku bisa oaham sama kalista tp tak membenarkan klo kalista sering ngladeni si damean, krn dia masaih ada masalah sama suaminya, harus jaga jarak dulu sama laki"
LV Edelweiss: yah... gimana dong. cinta pertama 😜
total 1 replies
Khusnul Khotimah
yahhhhhh... bikin mewek thoorr.... terguling2😂
LV Edelweiss: hahaha... mewek sampai ketawa ya kk 😆 lanjut season 2 ya kak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!