NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Semu

Bukan Cinta Semu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:149.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Putri761

*******! Banyak ****** ****** bertebaran jadi ***** ***** memilih bacaan.

Perasaan cintanya untuk seseorang yang begitu besar membuat luka yang mendalam bagi seorang Kanaya.

Kanaya Tsabita menerima pertunangan dari Arslan Khairul Azam karena percaya akan kesungguhan cinta Arslan yang diberikan padanya. Tapi siapa tahu diantara perjalanan cinta mereka hadirlah Rindu Anjani sang sekretaris yang berhasil mengalihkan perhatian Arslan hingga akhirnya melukai perasaan Kanaya.

Diantara gempuran luka dan mempertahankan sebuah harga diri, sosok Baratha hadir untuk menjadi tameng dan luapan rasa kecewa Kanaya pada sebuah cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Putri761, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bujukan Aslan

Kanaya mengambil ponsel Shanum yang terjatuh. Dia mencoba menghubungi papanya, tapi seketika itu pula Shanum menepuk pahanya hingga membuat Kanaya mengalihkan perhatiannya ke arah Shanum yang tertegun menatap ke keluar jendela.

"Mbak, premannya sudah pergi!" lanjut Shanum membuat Kanaya langsung menoleh ke sebelah kanan.

Terlihat Bara langsung berjalan ke arah motor dan menaikinya. Lelaki itu seolah tak peduli dengan tatapan kedua gadis yang masih ada di dalam mobil.

"Eh, Shan..." Kanaya yang tersadar akan mengucapkan terima kasih pun terhenti saat motor besar itu sudah berjalan melewati mobilnya.

"Tadi sepertinya dia memberi kode agar kita cepat pergi!" ujar Shanum yang tersadar akan gerakan tangan Bara saat melintas.

"Iya, sebaiknya kita pulang!" Kanaya meletakkan ponsel adiknya di pangkuan gadis berwajah manis itu. Kemudian, menghidupkan mesin mobilnya.

"Jangan bilang, Mama atau Papa tentang kejadian ini. Jika Papa dan Mama tahu, kita tidak akan diizinkan keluar sendiri!" titah Kanaya saat mobil melaju pulang.

###

"Aku tidak bisa memutuskan hal sebesar ini. Aku menghargai perasaan dan pribadi putriku!" ujar Arkha di depan Arslan.

Siang ini, Arslan sengaja menemui Arkha untuk menjelaskan dan meminta maaf atas kesalah fahaman antara dirinya dan Kanaya.

Iya bagi Arslan semua yang terjadi hanya sebuah kesalahan fahaman. Dia dan Rindu tidak pernah berselingkuh, mereka hanya terlibat sebuah perasaan yang memang tidak seharusnya.

"Aku tahu, Om. Tapi saya harap Om mengerti posisi saya. Saya sangat mencintai Kanaya dan nggak mau kehilangan dia." jelas Arslan kembali meyakinkan Arkha jika yang terjadi pada dirinya dan Kanaya bukanlah hal besar.

Arkha terdiam. Lelaki itu mencoba memikirkan kembali dan memahami permasalahan mereka dari sisi keduanya.

"Apalagi, kita sudah mulai mempersiapkan pernikahan kita, meskipun belum matang, Om! Itu artinya saya benar-benar serius dengan Naya."bujuk Arslan. Pria itu menggunakan kemampuannya berdiplomasi untuk kembali meyakinkan calon mertuanya.

"Om si, terserah Kanaya! Dia sudah dewasa untuk menentukan kebahagiaannya." ujar Arkha yang masih mempertimbangkan semuanya. Jika soal perasaan Arkha tak ingin memaksa.

Di mata Arkha, Arslan adalah sosok yang cukup matang dan mapan. Dia merasa pria di depannya itu mampu memberikan kebahagiaan untuk putrinya. Jikapun ada kesalah fahaman dalam suatu hubungan itu hal biasa apalagi menjelang pernikahan.

"Tapi, Om harap jangan sakiti Kanaya!" ucap Arkha dengan tatapan tegas, biar bagaimana pun permasalah mereka menyisakan rasa ragu bagi Arkha sebagai Papa.

Arslan pun kembali dengan perasaan lega mendengar kalimat terakhir Arkha. Itu artinya calon mertuanya bisa memahami permasalahan mereka dan membiarkan dirinya untuk kembali meyakinkan Kanaya.

Dengan senyum tipis yang melekat di wajah tampannya, Arslan melajukan mobilnya menuju kampus Kanaya. Hari ini, Kanaya sedang mengurus yudisium untuk acara wisuda yang akan diadakan bulan depan.

ponselnya berdering membuat Arslan meraih benda pipih itu.

"Ya , Rin..." tanya Arslan. Rencananya hari ini untuk menemui Arkha dan Kanaya memang di luar Skedul.

"Apa, Pak Arslan akan kembali ke kantor?" tanya Rindu yang sejak tadi menunggu Arslan untuk menyerahkan beberapa arsip yang diperlukan Arslan.

"Sepertinya aku tidak ke kantor. Ada kepentingan mendadak. Kenapa?" tanya Arslan.

"Beberapa Arsip untuk kasus perceraian Artis Talita sudah saya siapkan di meja Pak Arslan." jelas Rindu.

Gadis itu pun akhirnya menutup kembali panggilannya saat alasan dirinya menelpon Arslan diutarakan. Padahal, dia menunggu bosnya untuk makan siang, karena dia sudah membawakan makan siang kesukaan Arslan yang dia masak sendiri dari rumah.

Ya, itulah yang membuat Arslan mengagumi sosok Rindu. Dewasa, perhatian dan mengerti apa yang selalu dia inginkan.

Mobil Arslan berhenti di sebuah diparkiran kampus. Dia sengaja tidak mengabari Kanaya jika akan menemuinya karena gadis itu pasti akan menghindar.

Lelaki berperawakan tinggi itu keluar dari mobil. Sosoknya yang tampan dan rapi membuat decak kagum para hawa.

Arslan mulai memperhatikan jajaran mobil yang ada di parkiran, dimana Kanaya sering memarkir mobilnya. Dia sangat hafal kebiasaan Kanaya karena dulu sering menjemput gadis itu di kampus.

Tatapannya tertuju pada mobil Civic merah dengan nomer polisi yang sangat dia hafal. Kanaya memang terlihat sempurna di mata banyak orang, tapi gadis itu juga punya kekurangan di mata Arslan, hal yang kadang membuat jengah Arslan, Kanaya lebih manja dan tidak bisa melakukan banyak hal sendiri.

Bukan maksud Arslan membandingkan dua gadis dengan karakter yang berbeda. Dia sangat tahu keduanya berbeda tapi keduanya juga punya sesuatu yang membuat dirinya jatuh cinta.

Lamunannya terhenti saat melihat sosok cantik dengan kerudung yang membingkai wajahnya. Gadis itu terlihat tersenyum manis saat berbicara dengan temannya. Kanaya sedang berjalan ke arah Arslan bersama Riska tanpa tahu lelaki yang memuja wajah cantik itu terus saja menatap dengan perasaan kagum.

"Nay..." panggil Arslan menghadang langkah kedua gadis itu, hingga membuat langkah Kanaya terhenti seketika.

"Mas Arslan ." lirih Kanaya dengan kehadiran Arslan yang tiba-tiba.

"Ada yang ingin aku bicarakan, Nay!" ujar Arslan dengan tatapan memohon.

"Nay, aku duluan, ya!" ucap Riska yang sudah mengerti apa yang harus dia lakukan.

"Tapi, Ris..."

"Nggak apa-apa, Nay!" jawab Riska dia tahu Kanaya merasa tidak enak ketika membiarkan dirinya pergi.

Gadis berambut sebahu itu melangkah pergi untuk memberikan kesempatan dua orang berbeda gender itu berbicara.

"Ada apalagi, Mas?" tanya Kanaya merasa semuanya sudah berakhir.

"Beri aku kesempatan untuk menjelaskan secara semuanya, Nay!" pinta Arslan dengan menatap lekat mata indah Kanaya.

Gadis itu segera berpaling dan melangkah pergi. Dia tidak ingin hatinya lemah karena jika boleh jujur, cinta itu masih terlalu besar untuk lelaki yang kini berjalan mengejarnya.

"Please, Nay!" pinta Arslan dengan menyamai langkah Kanaya yang berjalan keluar area kampus.

"Aku masih repot melengkapi persyaratan yudisium, Mas." balas Kanaya dengan mempercepat langkahnya.

Gadis itu sudah tidak bisa fokus lagi hingga dia tidak memperhatikan sekitar, meskipun akan menyebrangi jalan. Hatinya menjadi gusar, saat dia melawan perasaan yang sesungguhnya dalam hati.

"Nay...!" pekik Arslan dengan menarik tubuh Kanaya saat melihat motor melaju dengan kencang.

"Hati-hati, sayang!" lanjut Arslan dengan memeluk tubuh mungil itu.

Kanaya hanya mematung menahan kedua tangan yang tertahan di antara dada keduanya. Mata indah itu menatap sendu wajah tampan itu dan jangan ditanya degupan jantung itu masih sama debarannya, benar-benar tidak bisa di kendalikannya lagi.

"Maaf!"Kanaya langsung mengurai dekapan Arslan. Dia tahu ini tempat umum. Meskipun, sudah bertunangan tapi mereka tidak pernah berpacaran seperti sejoli lainnya.

"Kamu baik-baik saja, Nay?"

"Iya, Mas. " jawab Kanaya dengan gugup. Gadis itu kembali akan menyebrang jalani jalan. Tapi, Arslan menahannya.

"Nay, aku mencintaimu! Tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya." Kalimat Arslan membuat hati Kanaya melemah, matanya kini nampak berkaca-kaca.

"Aku tahu kamu masih mencintaiku, Nay!" lanjut Arslan begitu yakin saat melihat sorot mata penuh cinta dari Kanaya.

1
R@tna
pecat rindu kl u mau Kanaya balikan
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
yg gini bikin mls tuh
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
laki ga punya sikap mah tinggalin saja
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
karya otor ini rata2 karakter ceweknya lemah lembut, selalu tersakiti, banyak makan hati dan karakter cowok nya kebanyakan tidak tegas alias plin plan, knp ya? coba buat karakter ceweknya strong tor
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
banyak sekali pemeran antagonis nya
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
kan kan rindu tidak sebaik kelihatan nya
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
rindu, aina, cewek sok baik
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
orang ke 3 nya cewek yg katakter nta seperti diam tp menghanyutkan
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
karakter cewe karya otor rata 2 cewek kalem
Dwi Puji Lestari
sllu menanti karya2mu kak..
gita yunita
Yeaaayyyy ada lanjutannya 🥰🥰🥰 semangat kak nulisnyaaa 🥰🥰
Hana Roichati
ayo kak, lanjutin ceritanya sdh kangen n rindu karya" kakak 👍👍👍
RSDP💖
alhamdulillah....sehat sehat ya mbal/Drool/
mom farhan
hai juga thor kemana aja.cerita anik juga di lanjut dong thor masih setia menunggu😍😍
Nur Ainy
seruuuuu
Nur Ainy
Maas sakti miiss you.....
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Mutia Agustin
ceritanya mba kirana bagus, tp kenapa gk ada pemberitahuan kl ada nobel baru, jd gk tau
Mutia Agustin
Kecewa
Mutia Agustin
Buruk
Yayah Ade
Iya sebenarnya siapa bara itu ya jadi penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!