___________________
•[CH 1-30]•
SEDANG DIREVISI !!
___________________
*FISRT NOVEL*
___________________
Suport author dengan:
Like
Komen
Dan jika berkenan Berikan Vote
_________________________________
[SINOPSIS]
Mati lalu berinkarnasi menjadi anak dari seorang raja?.
Nama ku Mal, Aku hidup dengan damai semua yang ku inginkan semuanya terpenuhi. Dan aku seorang pelajar SMA yang Mempunyai Hobi Bermain Game Dan membaca novel
Tapi hidup ku yang damai berakhir karena terjatuh dari lantai 2 sekolah dan akhirnya dikirim ke dunia Fantasi.
Dewa mengatakan Dunia dimana tempat ku tinggal nanti terdapat sihir dan dunia yang penuh dengan Monster.
Aku dikrim ke dunia Fantasi oleh dewa untuk menghentikan perang antar Ras yang akan terjadi, dalang dari perang tersebut tak lain adalah adalah Bangsa iblis.
Dewa memberi ku berkah dan mentransfer sedikit kekuatannya agar aku bisa menjalankan tugas tersebut.
Bisakah Mal mengentikan perang Antar Ras yang akan terjadi dengan kekuatan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mal M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yuri Hertford
"Jadi Yuri, apa tujuan mu mengundang ku kemari?. Walaupun aku sudah tau aku ingin mendengarnya sendiri dari mu" ucap.Mal
"Anu pangeran aku...aku." ucap Yuri dengan tergagap-gagap.
"Sebenarnya kenapa anak, ini apa dia merasa takut padaku?," gumam Mal.
"Baiklah Yuri, ibu akan keluar untuk menyambut ayahmu yang sebentar lagi pulang," ucap Hhisel sambil berjalanmeninggalkan Yuri
"Eeeehhh ibu-ibu kau tidak mau menemani ku disini," ucap Yuri dengan wajahnya memelas.
BGhisel hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sebagai balasan.
Suasana hening pun terjadi di kamar tersebut, kedua nya hanya diam seperti sedang menunggu satu diantaranya memulai pembicaraan.
"kalo begini terus apa bedanya dengan berada di istana,baiklah aku yang akan memulai pembicaraan," gumam Mal dalam hati.
"Aaa aku terlalu gugup ketika bersama pangeran rexsa, tidak-tidak Yuri kau harus berani jangan membuat seorang pangeran menunggu," gumam Yuri dalam hati juga.
"Yuri-,"
"Panger-,"
Yuri dan Mal mengeluarkan suara bersamaan, dan itu membuat suasana menjadi lebih hening.
"Apa kau ingin terus berdiri disana Yuri," ucap Mal sambil melirik ke wajah Yuri.
"Aaabaik pangeran, Yuri akan duduk," ucap Yuri dengan gugup
"Jadi kenapa kau ingin bertemu dengan ku Yuri?," tanya Mal.
"Pangeran itu..itu untuk -," sebelum Yuri menyelesaikan perkataannya Mal memotong perkataan Yuri.
"Aku akan lebih senang jika Yuri mau memangil ku dengan nama saja," ucap Mal sambil sedikit tersenyum.
"Apa boleh Yuri menjadi pemandu ku untuk berkeliling di mansion ini?," tanya Mal pada Yuri.
"Eeehh,, apa pangeran tidak ingin mendengarkan penjelasan dari saya," ucap Yuri.
"Sebenarnya aku ingin mendengarkan, tapi aku juga ingin berkeliling di mansion ini. Tapi waktu ku terbatas disini, ayah ku bilang jangan pulang terlalu larut," ucap Mal.
"Ahh.. maafkan saya, karena menyia-nyiakan waktu pangeran," ucap Yuri dengan kepalanya yang tertunduk kebawah karena merasa bersalah
"Tidak apa, jadi Yuri apa kau mau menemaniku untuk berkeliling?," tanya Mal ada Yuri.
"Saya bersedia pangeran," jawab Yuri dengan wajah yang memerah.
"Pangeran ingin ketempat seperti apa di mansion ini tidak banyak tempat" menarik seperti di istana kerajaan," ucap Yuri.
"Kalo bisa aku ingin Yuri mengajakku ke tempat favorit Yuri," ucap Mal sambil tersenyum.
"Apa pangeran yakin" tanya Yuri memastikan perkataan Mal.
"Ya, bukanya aku sudah bilang ke Yuri untuk memangil dengan nama saja," ucap ku.
"Eeehh, baiklah pangeran," ucap Yuri.
"Tidak tidak bukan pangeran,nama ku adalah Rexsa," ucap Mal.
"baiklah rrrr..exsa," ucap yuri dengan wajah imut nya karena malu.
Mal dan Yuri pun keluar dari ruangan, dan sekarang dia dan Yuri sedang menaiki lantai dua mansion keluarga Hertford.
Yuri mengajak Mal ke sebuah ruangan yang didalam nya sangat banyak buku-buku, ya tempat itu adalah perpustakaan.
Yuri mengatakan perpustakaan adalah tempat Favorit nya karena disini dia bisa membaca buku atau cerita yang menarik.
Mal merasakan ada aura kuat di dalam sini, karena penasaran dengan aura tersebut Mal mencari dimana letak sesuatu yang mengeluarkan kuat itu.
Setelah berkeliling dan melihat beberapa buku akhirnya Mal menemukan dimana tempat berkumpul nya aura yang kuat, ternyata aura tersebut dari salah satu buku.
*Ding..
(Tuan ada spirit yang di segel dalam buku itu)
"Apa itu benar sistem?," tanya Mal berbicara dalam hati pada sistem.
*Ding..
(Benar tuan)
"Sistem, apa aku bisa membuka segel yang ada di buku ini?," Tanya Mal berbicara dalam hati pada sistem.
*Ding..
(tuan bisa menghancurkan segel yang ada dibuku ini dengan skill dispel, tuan bisa membeli skill tersebut di store)
"Cih.. lagi-lagi uang, memang didunia manapun uang adalah yang paling dibutuhkan," ucap Mal berdecak kesal.
Mal membawa buku tersebut, dan dia berjalan mendekati Yuri yang sedang duduk di Sofa yang ada di perpustakaan.
"Pangeran, apa pangeran ingin membaca buku itu?," tanya Yuri dengan antusias.
"Ya buku ini sangat menarik bagi ku, mungkin aku akan membuat sebuah kota suatu saat nanti," jawab Mal dengan alasan yang asal asalan.
Sekilas buku tersebut memang sangat biasa saja dan buku tersebut berjudulkan 'Cara mengelola kota' tapi untung saja Mal punya sistem dari dewa yang bisa mengetahui apa yang tidak di ketahui oleh orang biasa.
Mal pun duduk dan membaca sekilas buku tersebut , Yuri pergi ke tumpukan buku-buku.
Yuri kembali dengan membawa 2 buku dan dia membaca salah satu buku dari dua buku yang dia bawa.
"Buku ini menarik, boleh kah aku meminjam buku ini Yuri?," tanya Mal.
"Sebenarnya buku buku yang disini semua nya milik ayah , tapi Yuri pikir ayah akan meminjamkan nya karena buku itu sudah lama tidak ada yang membacanya," jawab Yuri.
"Baiklah,, nanti antar aku untuk menemui ayah mu," ucap Mal.
"Ngomong buku apa yang sedang kau baca?,"
tanya ku ke Yuri.
"Buku yang sedang Yuri baca adalah buku Favorit Yuri, yang berjudul 'pulau para naga' dan yang sedang Yuri baca adalah buku tentang 'perang demi human dengan dua kerajaan," ucap Yuri dengan bersemangat.
"hmm menarik," Ucap Mal.
Mereka berdua pun membaca buku yang berjudul pulau para naga itu bersama sama, sesekali Yuri menspoiler bagian-bagian yang ada di dalam buku Mal hanya tersenyum kecut karena dia sangat membenci spoiler.
"Apa aku boleh meminjam buku itu juga Yuri?," hanya Mal
"Ya..ya,, sangat boleh," jawab Yuri dengan sangat bersemangat.
"Baiklah, sekarang ayo kita ke ayah mu untuk meminta ijin. Dan setelah itu aku akan langsung pulang," ucap Mal sambil berdiri dari tempat duduknya.
Mal dan Yuri pun keluar dari perpustakaan tadi dan menuju kelantai 1. Mal dan Yuri sekarang berada di depan pintu, di pintu tersebut adalah sebuah tulisan yaitu 'Ruangan Duke Hertford'
Tokk.tokk.tokk..
"Ayah apa kau ada di dalam?," ucap Yuri sambil mengetok pintu yang sekarang ada di depannya.
"Masuk nak ayah ada di dalam,"
Mal dan Yuri pun masuk ke ruangan itu, dan di ruangan tersebut terlihat pria paruh baya dengan setempuk kertas dimeja.
"Ayah aku kesini untuk meminta ijin dari ayah, Pangeran bilang kalo dia ingin meminjam buku" ucap yuri.
"Oh, buku apa kah itu yang sampai-sampai membuat pangeran ke-empat tertarik?," tanya Duke Hertford.
Mal sedikit maju dari tempatnya berdiri.
"Dua buku ini yang ingin kupinjam Duke Hertford," ucap Mal sambil menunjukan dua buku yang ingin dia pinjam.
Duke Hertford memasang wajah yang terkejut ketika Mal menunjukan dua buku yang ingin dia pinjam.
karna dari beberapa novel yang gua baca hampir seluruh penguasa mati bukan karna perang melainkan krn teman atau keluarga yang dia percaya.