NovelToon NovelToon
SECERCAH CINTA UNTUK ALENA

SECERCAH CINTA UNTUK ALENA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Ibnu Muhammad

Alena adalah wanita yang terlahir dari keluarga yang kaya raya. Parasnya yang cantik, kulitnya yang putih membuat laki-laki jatuh hati padanya. Tetapi karena kesombongannya, membuat Alena dijauhi laki-laki. Saat dia menemukan laki-laki pilihannya, ternyata laki-laki itu berselingkuh. Alena memergoki laki-laki tersebut akhirnya dia kecewa dan saat dia keluar menaiki mobilnya dengan melaju yang kencang, dia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus diamputasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibnu Muhammad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 - TUGAS KULIAH

Disiang hari di taman kampus. Alena, Nuria dan teman-temannya berkumpul bersama untuk mengerjakan tugas kelompoknya yang diberikan oleh Ibu Bella di kampus.

Dari jauh terlihat Fatimah sedang berlari secepat kilat mendekati Nuria dan Alena dengan nafas yang masih ngos-ngosan.

“Hallo gaes, maaf ya gue terlambat! Tadi pas di jalan macetnya puol!” Ucap Fatimah.

“Hemmm tuh kan baru datang malah curhat kehidupan.” Balas Nuria dengan tatapan manyun

“Sue lu Nuria, gue lagi cerita ini? Makanya dengerin geh!” Sahut Fatimah

“Iya deh iya percaya, ya sudah kalau begitu lu coba sekarang cerita ke gue, kok lu bisa telat sampai jam segini baru datang!” Jawab Nuria.

Fatimah langsung menceritakan ketika dia telat datang. Saat dia mau berangkat kemampus waktu di jalan sia terjebak hujan dan terjebak macet di daerah Bandar Lampung.

“Ih apaan sih lu Fatimeh! Malah curhat panjang lebar kagak jelas.” Sahut Alena sambil sibuk mengotak atik tugasnya

“Lah tadi kan si kampret ini minta gue ceritain kenapa gue bisa telat!” Balas Fatimah

“Iya gue tau, kenapa lu malah nurutin ucapannya Nuria, sudah tau dia reseh masih saja lu mau di kerjain sama dia!” Jawab Alena judes ke Fatimah

“Iya juga ya, bego juga ya gue mau-maunya dikerjain si anak kampret ini!” Balas Fatimah

“Hahahaha” Nuria ketawa terbahak-bahak melihat Fatimah masuk perangkap Nuria

“Udah-udah, sudahi pertengkaran kalian! Jadi gimana nih tugas dari Ibu Bella, lu punya ide nggak Nuria?” Tanya Alena menunjuk ke Nuria

“Aduh Alena jangan tanyain ide ke gue, gue lagi nggak bisa mikir hari ini.” Jawab Nuria

“Lah, lu sejak kapan bisa mikir markonah!” Balas Alena

“Hemm... kalau lu gimana Fatimeh, ada ide nggak!” Ucap Alena menunjuk Fatimah yang sibuk mainan handphonenya

“Emm apa, apa! Sorry gue masih sibuk nih!” Jawab Fatimah cueknya sambil mainin handphonenya

“Hah, punya temen kok nggak ada yang bener ya gue, percuma kita kumpul disini kalau nggak ada solusi untuk ngerjain tugas dari Ibu Bella.” Ucap Alena jengkel

“Ya gimana lo Alena, pusing gue mikirin tugas, mikirin hidup gue aja sudah pusing ditambah lagi harus mikirin tugas dari Ibu Bella yang super judes itu.” Balas Fatimah

“Iya benar banget itu Alena, mendingan kita shopping sambil makan enak tuh.” Timpali Nuria

“Ah, bodo lah, bisa aja kalian ngeles kayak kereta api.” Ucap Alena

Seketika suasana taman menjadi hening, ketika mereka bertiga mencoba untuk berfikir serius agar bisa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Ibu Bella.

Saat mereka sedang mencoba memecahkan masalah tersebut, tiba-tiba dari pojok taman ada yang memanggil Fatimah.

“Go Food, Go Food, dengan kakak Fatimah ya, ini pesanan Go Food nya kakak!” Ucap emak-emak mengantarkan Go Food pesanan Fatimah ke Alena

“Heh, Fatimeh lu pesan Go Food!” Teriak Alena sambil membaca orderan di Aplikasi Gojek

“Hehehe iya Alena, maaf gue lapar banget dari lahir belum makan.” Jawab Fatimah sambil senyum-senyum

“Tuh kak, yang namanya Fatimah lagi sibuk bercermin di kaca, yang sok cantik itu!” Ucap Alena mengarahkan emak-emak gojek ke Fatimah yang sibuk dandan

Kemudian emak-emak gojek tersebut mencoba mendekati Fatimah dan memberikan orderannya ke Fatimah.

“Ini kak Go Food nya!” Ucap emak-emak itu sambil memberikan orderannya

“Oke, terimakasih ya?” Balas Fatimah dengan senyuman manisnya

“Eh bayar dulu kak, kan itu belum dibayar!” Sahut emak-emak gojek tersebut

“Lah, kirain tadi gratis hahahaha!” Balas Fatimah.

Fatimah kemudian mencoba mencari uang di dompetnya, tetapi dia tidak menemukan uangnya sepeserpun. Lalu dia menatap ke arah Alena dengan senyuman dan penuh harap.

“Apaan lu senyum-senyum ke gue!” Ucap Alena

“Hehehe Alena!” Balas Fatimah

“Apaan, nggak-nggak gue nggak ada duit!” Balas Alena cuek

“Ayolah Alena yang cantik dan baik hati, please gue mohon kali ini saja, utang dulu ya?” Pinta Fatimah memohon ke Alena

“Iya udah sini, berapa totalnya.” Balas Alena sambil mengeluarkan uang dari dompetnya.

Setelah dibayarkan oleh Alena, akhirnya Fatimah langsung membuka makanan yang dia pesan lewat Gojek tersebut.

“Giliran makan sampai lupa sama kita, sepertinya kita dianggap patung kali ya Nuria.” Gumam Alena

“Iya bener banget tuh Alena, Fatimeh emang begitu!” Sahut Nuria

“Hehehe kalian mau?” Ucap Fatimah

“Iya mau-mau.” Jawab Nuria sambil senyum-senyum mendekati Fatimah

“Beli sendiri!” Balas Fatimah ketawa ngakak

“Kampret lu Fatimah!” Jawab Nuria dengan raut wajah yang manyun

“Ah, udah-udah becanda mulu kalian! Kalau kayak gini kapan selesainya nih tugas!” Ucap Alena tegas

“Lu juga sih Fatimeh makan mulu kerjaanya, makan banyak tapi nggak gendut-gendut juga badan lo, jangan-jangan cacingan ya lo!” Tambah Alena.

Mereka bertiga akhirnya mencoba mengerjakan dengan membagi tugas, akhirnya satu persatu tugas yang diberikan Ibu Bella ke mereka sudah selesai dikerjakan.

Setelah selesai semua tugasnya, akhirnya mereka beristirahat dan membeli makanan di kantin kampus bersama.

“Nah, gini dong kalau kita mau bekerja sama kan bisa selesai nih tugas sesuai dengan rencana!” Ucap Alena dengan senyuman manisnya

“Iya Alena, bener banget.” Balas Nuria dan Fatimah

"Apaan luh Fatimeh, makan terus yang lu gedekin!" Jawab Alena ketus

“Eh kalian laper nggak sih, perut gue sudah lapar lagi nih, cacing di perut gue pada demo minta di kasih sesajen.” Balas Fatimah sambil memegangi perutnya yang kecil itu.

“Fatemeh-fatemeh, makanan terus yang ada dipikiran lu!” Jawab Alena.

                                    *****

1
Ibnu Muhammad
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!