Aku awalnya tidak tau jika dia adalah mantan kakak IPARKU, aku pikir dia hanya mirip dengan mantan suamiku, dan ternyata prediksi ku benar, dia kakak kandungnya lebih tepatnya kakak kembarnya. Alea Rosa
Setelah sekian lama aku menunggu dan mencari-carinya, ternyata ia adalah mantan adik ipar ku sendiri, kali ini aku tidak akan melepaskannya lagi. Sudah cukup aku menahan gejolak perasaan ini,akan aku ikat dia dengan pesonaku sendiri dan akan ku nikahi dia setelah dia move on dari mantannya yang tak lain adik kembarku sendiri. Alka Putra Aqlan Gundono.
nb. Di baca dari awal dulu sebelum memutuskan berhenti membaca, sebab ini cerita awal mula Alea kenal dengan Alga sebelum kenal dengan Alka kakaknya.
Bab 1-20an part Alea Alga lalu selanjutnya pertemuan kembali Alea dan Alka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almira nur habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
3 hari telah berlalu.
Alea berdandan ala kadarnya, lagi pula nanti saat di acara-acara ia hanya duduk di pojokan sambil membasmi kutu-kutu yang menggangu Alga saja.
'Haduh... Haruskah aku dandan begini?' Bertanya pada diri sendiri, sambil memilih gaun yang sederhana namun elegan untuk datang ke acara penting.
Alga baru saja masuk ke dalam kamar.
Ceklek.
Terpampang lah tubuh Alea yang belum mengenakan pakaiannya.
Bragh.
Langsung keluar dan tidak berani masuk lagi.
Ia merutuki kebodohannya yang telah lancang melihat tubuh Alea.
Alea tersenyum licik.
'Meski kamu membentengi diri dengan seribu satu cara, aku bahkan punya ratusan ribu bahkan jutaan cara untuk membuat mu lebih dahulu ada rasa, aku bersumpah.' Alea melanjutkan kegiatan yang baru saja tertunda itu.
Menghadapi orang yang dingin dan semena-mena harus dengan cara yang dingin dan semena-mena juga kan.
Alga menengguk air putih berkali-kali, otaknya kini sulit di ajak berkonsentrasi.
"Gila..." Mengacak-acak rambutnya.
Alea kini sudah berpenampilan lengkap dan tentunya sangat cantik, padahal riasannya sederhana. Hanya saja tubuhnya berlebihan sedikit saat pakaian dress-nya yang panjang begitu indah dan mewah.
Langkah kaki Alea menuruni anak tangga.
Tak tak tak.
Alga menoleh ke sumber suara tersebut.
Deg deg deg.
"Beautiful." Cicitnya tanpa sadar.
Alea bertambah anggun saat rambutnya di kibaskan sedikit, tak menyangka jika gadis biasa-biasa saja yang tidak memiliki daya tarik tersendiri itu bisa cantik dengan dress panjang. Meski kerap menyangkal, ia akui Alea memang menarik perhatian jika sudah mengenakan polesan tersebut.
'Tuhkan ... Apa aku bilang, berdandan sedikit seperti ini saja sudah membuatnya klepek-klepek kan...' berbangga diri.
Ketika berada di salah satu gedung termegah dan termewah di kota tersebut, mata Alea tidak dapat di pungkiri jika ia sangat mengagumi bangunan gedung tersebut, Alga ingin menghampiri Alea agar Alea tidak berbuat ulah dan malu di acara besar seperti ini.
"Kak Alga." Seorang berhijab syar'i dan cantik menyapa Alga.
Alga melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala, hanya satu kata yang terlontar dalam benaknya. Sempurna....
"Yasmin," terkejut dan senang.
Dari kejauhan Alea menangkap 2 insan yang tak lain suami dan wanita berhijab syar'i, mereka bahkan saling tersenyum dan Alea melihat semua itu, dadanya terasa nyeri saat Alga tidak pernah sedikitpun tersenyum apalagi tertawa seperti itu.
'Ish... Kenapa aku kesal dan tidak suka melihat pemandangan itu, toh kalau mereka berdua adalah pasangan, justru bagus dan serasi sekali. Yang satu tampan, yang satunya lagi cantik sempurna di tambah lagi berhijab pula.' Alea beranjak pergi dari pada hatinya semakin panas dan tidak suka melihat keramahan Alga dengan wanita tadi.
Seorang laki-laki menghampiri Alea, di ikuti dengan langkah kecil seorang wanita yang tingginya melebihi Alea, sampai-sampai Alea mendongak ke atas menatap rupa wanita tersebut.
"Hai, cantik." Melambai dan menyapanya dengan ramah, justru Alea pandangannya tertuju pada wanita yang barusan mengejar laki-laki tersebut.
"Wah ... Cantik sekali, dan ... ." Tanpa sengaja Alea menatap tubuh wanita itu yang terpampang nyata di depannya. "Apa itunya bisa di tutup," merah padam.
Wanita justru mendekati Alea.
"Di tutup bagaimana?" Ia beranjak dan duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat Alea berdiri.
Jiwa rumpi Alea meronta-ronta, baru kali ini bertemu dengan wanita yang sepertinya se frekuensi dengannya, tanpa adanya basa-basi seperti kebanyakan orang di luaran sana.
Laki-laki yang menyapa Alea terlebih dahulu di anggap angin lalu oleh Alea, tidak menarik perhatiannya.
"Ya, itunya di kancing kan sedikit." Menunjuk area dada milik wanita itu.
Wanita itu berdecak kesal.
"Untuk apa ditutupi, di lihat saja enggak sama kanebo kering,"
Alea menoleh ke arah laki-laki tadi yang kini sedang berbincang-bincang dengan Alga.
"Eh, maksudnya? Kanebo kering yang mana. Laki-laki barusan atau sebelahnya?" Padahal mereka tidak saling kenal, namun entah mengapa mereka sangat akrab padahal belum tau nama masing-masing dari lawan bicaranya.
"Yang tadi menyapa kamu, untuk apa punya rasa dengan laki-laki yang gak doyan dengan yang namanya perempuan, tiap hari yang berada di sampingnya hanya pengawal-pengawal laki-laki saja." Sindirnya.
Alea juga merasa begitu, dalam pernikahan ini saja ia di manfaatkan oleh Alga, entah apa maksudnya. Apa jangan-jangan pernikahan sementara ini hanya untuk menghilangkan rumor yang beredar.
"Bukannya dia sudah menikah?" Pancing Alea pada wanita yang ada di sampingnya.
Wanita itu mengangguk.
"Kalau sudah menikah, pastilah istrinya di bawa kemari. Justru ini tidak, wanitanya waktu itu saja berdandan tebal bahkan aku kesulitan mengenali wajah asli istrinya!" Jawabnya beranjak pergi, namun tangannya menarik pergelangan Alea.
"Eh ... Mau kemana ini?" Meronta namun sia-sia, tenaga Alea tidak sebesar wanita ini.
"Diam saja, sebentar!" Menariknya sampai mendekati Alga.
Alga tentu saja terkejut, ia menatap tidak suka pada wanita yang menarik tangan Alea.
"Lepaskan, kamu begitu arogan dan tidak sopan. Pantas saja, kanebo kering tidak menyukaimu." Menepisnya dengan kasar.
Wanita itu hanya mencibir.
Sementara Alea menatap berganti ke arah Alga dan wanita tadi, banyak pertanyaan sekarang di kepalanya.
"Permisi, kalian saling kenal kah?" Tanya Alea sesantai mungkin, padahal dalam benaknya ia ingin tau lebih jauh tentang orang-orang yang barusan ia temui.
"Enggak," jawab serempak 3 orang yang ada di depan Alea.
Mereka saling gengsi tentang pertemanan mereka yang tersembunyi.
Alea mengangguk saja, toh ini semua tidak ada hubungannya dengan dirinya. Yang terpenting sekarang ia hanya perlu berpura-pura menjadi pasangannya Alga di pesta megah ini, meski tadi sempat tidak suka dengan wanita berhijab syar'i.
Alga menggandeng Alea dan sepasang mata menatapnya tajam tidak suka.
"Siapa wanita itu, pakaiannya saja terbuka. Justru kak Alga menyukainya, aku harus bertanya nanti." Tidak rela dan tidak suka.
Jasmi terus mengikuti langkah kedua orang yang sedari tadi ada dalam pantauannya.
"Kak Alga." Mendekati tanpa tau malu.
Alea terkejut begitu juga Alga.
'Wanita tadi, kenapa menyapa pak bos lagi. Apa mereka sepasang kekasih, di tambah lagi pakai panggilan kak pula,' membantin.
"Eh Jasmin, ada apa?" Tanyanya dengan ramah sambil tersenyum.
"Dia siapa kak, kenapa ia begitu dekat dengan kakak?" Menunjuk tangan Alea yang masih merangkul lengan Alga.
Perlahan Alga menurunkan tangan Alea, menyadari jika Jasmin menatap lengannya.
"Bukan siapa-siapa, ayo!" Mempersilakan Jasmin berjalan lebih dahulu dan ia mengikuti Jasmin tepat di sampingnya.
Wanita yang terlihat belahan dadanya yang rendah kini menghampiri Alea yang terlihat murung dan tidak bersemangat.
"Kamu tenang saja, jangan di bawa perasaan. Lagi pula, istrinya saja tidak di ajak kemari, kamu jangan cemburu oke jika di jadikan partner acara-acaranya saja " di ingatkan.
"Iya betul, eh ... Ngomong-ngomong, aku belum mengenal mu, perkenalkan namaku Alea Rosa." Mengulurkan tangannya.
Tentu saja wanita berantusias juga untuk perkenalan.
"Wah ... Nama kita hampir sama, namaku Risa Aditia, panggil Risa saja oke,"
BERSAMBUNG
cerita nya ,ok bangat