Up 2 Chapter perhari
Novel ini adalah karya asli author Rumah Pena.
Ditolak oleh alam surgawi dan dikutuk oleh semua keberadaan terkuat membuat Lu Ming putus asa, dirinya berjalan tertatih-tatih mencoba kabur dari kejaran para dewa dan Dao surgawi.
Namun kehendak takdir masih berpihak padanya. pada saat pengejaran dia menjatuhkan dirinya ke lembah tanpa dasar.
pada saat itu, Lu Ming sudah pasrah dan yakin bahwa dirinya akan mati, tapi tak disangka lembah tanpa dasar itu terdapat turbelensi ruang yang membuat ruang disana terkoyak, dirinya masuk kedalam koyakan ruang itu dan muncul disuatu tempat yang tak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 8 - Pergi keluar
"Tuan Lu apakah kita perlu pergi ke markas mereka dan menghancurkan sekte mereka." Tanya Patriak Lu.
"Patriak San menurutku itu tidak perlu, tapi jika ini terjadi lagi maka kita perlu bertindak." Ujar Lu Ming berpendapat.
"Baiklah jika itu keputusan Tuan Lu." Ujar Patriak sekte.
"Patriak, menurutku anda tidak perlu memanggilku tuan. menurutku itu terlalu berlebihan, lagipula yang menyelamatkanku saat itu adalah murid anda, jika mereka tidak menyelamatkan saya mungkin saya sudah dimakan oleh demon beast." Ucap Lu Ming merasa bahwa dirinya tidak pantas dipanggil tuan.
"Yah, tapi ini sudah menjadi aturan dunia kultivasi. hukum rimba berlaku dimana saja, yang kuat menjadi penguasa dan yang lemah harus tunduk kepada para penguasa." ujar Guan San menolaknya.
Lu Ming tidak menjawab dan hanya mengangguk.
.....
Melihat mayat yang berserakan Lu Ming seketika mengeluarkan api biru dijarinya dan kemudian membakar orang-orang itu hingga menjadi abu.
Situasi kembali aman, Lu Ming dan Guang San kemudian melanjutkan perjalan pulang.
..
Keesokan harinya.
Lu Ming Membuka matanya, setelah berkultivasi selama semalam kekuatanya sedikit pulih.
Sebenarnya dia bisa saja menyerap semua energi spiritual di dunia ini, tapi jika dia menyerapnya otomatis dunia ini akan kehilangan vitalitasnya dan itu akan membuat dunia ini mati.
Karena tidak mau hal seperti itu terjadi, Lu Ming hanya bisa memilih berkultivasi secara bertahap, dan mencoba mencari cara lain juga untuk memulihkan kekuatanya seperti menggunakan Pill obat atau hal lainya.
Seperti biasa Lu Ming menyapu di halaman sekte. halaman sekte masih terlihat sepi karena banyak dari murid-murid mereka sedang mempersiapkan mental pada pertandingan final hari ini.
Selesai menyapu, Lu Ming segera pergi dari sana dan kembali kekediamanya. Karena tidak ada yang ia lakukan maka Lu Ming berencana pergi keluar dari sekte dengan tujuan mencari bahan obat.
Tadi malam Lu Ming sudah berbincang dengan patriak Guang San, dan patriak Guang San merekomendasikan Lembah dewa pengobatan, karena bahan obat diwilayah daratan timur saat ini yang paling lengkap hanya lembah Dewa pengobatan.
Lembah dewa pengobatan adalah tanah suci bagi para alkimia di wilayah daratan timur ini.
Saat dirinya hendak pergi, Seorang wanita datang lagi yang tak lain dan tak bukan adalah Rong Yan.
"Tuan Lu, aku membawakanmu makanan." Rong Yankembali membawakan makanan.
"Nona Rong, terima kasih atas makananya." Ujar Lu Ming menyimpan makanan di cincin penyimpanannya.
Rong Yan mengangguk, lalu berkata.
"Tuan Lu, apakah anda ingin melihat pertandingan final hari ini." Tanya Rong Yan.
"Maaf, tapi hari ini aku akan keluar dan tidak bisa menemani Nona Rong." Ujar Lu Ming menolak dengan sopan.
Rong Yan panik, dia mengira Lu Ming akan meninggalkan sekte, karena Lu Ming sebenarnya memang bukan dari sekte ini.
"Apakah Tuan Lu akan kembali ketempat tinggal tuan." Tanya Rong Yan yang terlihat gugup dan panik.
"Tidak, aku hanya ingin keluar untuk mencari bahan obat ke lembah dewa pengobatan." Ujar Lu Ming.
"Bolehkah saya ikut." Tanya Rong Yan.
"Em.. Diluar sangat berbahaya, aku takut tidak bisa melindungi nona Rong, jadi nona Rong sebaiknya tidak usah ikut." Ujar Lu Ming menolak dengan sopan.
Sebenarnya Lu Ming bisa saja membawa Rong Yan, tapi dia tidak ingin membuat masalah diluar jadi dia memutuskan untuk tidak membawanya.
Rong Yan adalah wanita cantik dengan tubuh matang, jadi para pria pasti akan mengincarnya jika melihatnya.
Dan jika hal itu terjadi, maka itu akan merepotkan dirinya.
"Tuan Lu, aku bisa melindungi diriku sendiri, jadi tuan Lu tidak perlu khawatir." Ujar Rong Yan.
"Yan'er Lu Ming sangat sibuk, kamu Jangan mengganggunya." Ujar seorang pria yang tak lain adalah Guang San.
Note(Rong Yan adalah anak dari Guang San. Jika kalian bertanya kenapa marganya beda, itu karena marga Rong adalah nama istri dari Guang San, dan Rong Yan itu diberi Nama dengan mengambil marga ibunya.
"Tapi ayah, aku cuma ingin jalan-jalan." Rong Yan bertingkah manja.
"Tidak boleh, diluar sangat berbahaya." Ujar Guang San tidak memperbolehkannya.
"Cih, lagi pula aku punya dua pengawal dari ibu, jadi apa yang perlu ditakutkan." Ujar Rong Yan keras kepala.
"Yan'er dunia ini sangat besar dan luas, dan banyak bahaya diluar sana, bahkan pengawalmu itu tidak bisa menandinginya." Ujar Guang San mencoba menjelaskan.
"Tapi bukankah dengan aku membawa dua pengawal Tuan Lu juga akan aman." Ucap Rong Yan.
Mendengar percakapan ayah dan anak itu Lu Ming terlihat sangat bosan.
"Baiklah, nona Rong kamu boleh ikut." Ujar Lu Ming menyetujuinya, jika tidak perdebatan itu akan sangat panjang dan lama.
Rong Yan menoleh ke arah Lu Ming dan terlihat bersemangat.
"Benarkah..... Yee.. Lihatlah ayah, tuan Lu menyetujuinya." Ujar Rong Yan bersemangat.
"Ahk... perjalanan kali ini pasti akan merepotkan." Batin Lu Ming di kepalanya.
"Tuan Lu, kalau begitu aku akan bersiap-siap terlebih dahulu." Ujar Rong Yan pergi.
"Tuan Lu, maaf jika merepotkan anda. Huh anak itu memang sangat keras kepala seperti ibunya, sekali dia membuat keputusan pasti tidak ada yang bisa menghalanginya." Ujar Guang San meminta Maaf.
"Huf... Sudahlah, Rong Yan memang masih muda jadi wajar jika dia keras kepala." Ujar Lu Ming.
Setelah beberapa saat kemudian Rong Yan datang kekediam Lu Ming, dia sudah berganti pakaian dan terlihat sangat cantik.
"Tuan Lu ayo kita berangkat." Ujar Rong Yan dengan bersemangat.
Rong Yan jarang sekali keluar sekte, bahkan jika keluar dia hanya pergi kekediaman keluarga Rong dan tidak pergi kemana-mana lagi. Itu karena keluarga Rong menjaga ketat satu putri ini, bahkan rumornya pernah ada orang yang ingin menyakiti Rong Yan tapi besoknya keluarga Itu menghilang seperti ditelan bumi.
Keduanya pergi dengan menaiki kereta kuda sekte.
Didalam Rong Yan terus mengoceh, sedangkan Lu Ming hanya diam dan mendengarkan sesekali menjawab Ya.
Setengah hari kemudian mereka sampai disebuah kota yang cukup besar, nama kota ini adalah kota Jingsi.
Bisa dilihat dari lalu lalang orang-orang dikota Jingsi, Lu Ming menyimpulkan bahwa kota ini sangat tentram.
Tapi setentram-tentrammya sebuah kota pasti ada beberapa orang kaya yang sombong dan memandang rendah semua orang.
Contohnya adalah sekelompok anak muda membawa beberapa wanita berpakaian mini ditengah-tengah jalan.
Sekelompok anak muda itu mendatangi Lu Ming dan Rong Yan, tidak tepatnya dia hanya mendatangi rong Yan dan menggodanya.
"Hehe... Wanita cantik, bisakah tuan muda ini mengajakmu makan malam." Ujarnya dengan sikap elegan.
"Hei... Ling Song apakah kamu meminta pemukulan." Ujar Rong Yan kesal.
"Hahaha... Nona muda Rong, aku hanya bercanda." Ujar Ling Song dengan gelak tawa.
Ling Song adalah teman Rong Yan, memang dia adalah orang yang usil, dan orang yang suka bergonta-ganti wanita. Orang ini bisa dikategorikan seorang sampah, karena dia tidak bisa berkultivasi dan hanya bisa menghambur-hamburkan uang keluarganya dirumah-rumah bordil.
"Jadi nona Rong, apa yang anda lakukan disini, dan siapa pria ini apakah dia kekasihmu." Tanya Ling Song.
"Em... Aku hanya jalan-jalan dan ini adalah tuan Lu." Jawab Rong Yan.
"Oh jadi ini saudara Lu. Saudara Lu anda sangat hebat hingga bisa menjinakkan singa betina ini." Ujar Ling Song.
"Ling Song kau benar-benar minta pemukulan." ujar Rong Yan kesal.
"Hei... Apa masalahnya, kau adalah orang yang keras kepala dan bahkan banyak tuan muda yang mencoba mendekatimu, tapi mereka semua kamu tolak dengan kejam, dan sekarang kamu dekat dengan saudara Lu." ujar Ling Song mengejek.
"Ling Song kemari... Aku akan memukulmu." ucap Rong Yan mengejar Ling Song.
Melihat itu Lu Ming hanya menggelengkan kepala, dan kemudian dia pergi kesebuah toko antik yang berada tak jauh dari tempatnya.
........
BERSAMBUNGHHH...
ceritanya pendek²