NovelToon NovelToon
Rumah Di Tengah Sawah

Rumah Di Tengah Sawah

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: bung Kus

Selama 19 tahun, aku dan keluargaku mendiami rumah ini. Rumah di tengah sawah. Rumah nyaman khas pedesaan, jauh dari hingar bingar kota. Udara sejuk, malam yang tenang membuat aku betah berlama-lama di rumah.
Hingga akhirnya, kejadian-kejadian aneh menimpaku. Semakin lama kehidupanku semakin terusik. Ditambah lagi kisah asmaraku yang tidak semulus pipi Erni, gadis pujaanku. Ah, apa yang sebenarnya terjadi? Semua masih misteri.
Semua akan terbuka dan kalian akan menemukan satu persatu jawaban dari misteri yang ada, jika kalian mengikuti kisahku dari awal sampai akhir . . .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WES WAYAH EEE

Jam 5 pagi alarm berbunyi. Terbangun dengan kepala terasa berat. Hendak ber wudhu dan sholat subuh, namun aku belum beranjak dari kasur lusuhku. Di sebelahku Hasan dan Irul masih pulas.

Teringat kembali kejadian malam tadi, bulu kudukku meremang. Masih segar diingatan bagaimana sosok berbulu memandang kami sekilas dengan tatapan kosong. Tadi malam kami lari tunggang langgang. Pakaian kami kotor penuh bercak cipratan tanah dan lumpur, beberapa bagian tubuh terasa nyeri dan memar. Dalam pelarian kami beberapa kali harus terjungkal, bahkan sandal jepit yang dipakai Irul hilang sebelah tidak kami hiraukan.

Kupikir lagi kalau nanti malam atau besuk aku kebelet di tengah malam gimana, jelas nyaliku hilang tak bersisa setelah kejadian tersebut. Baru kali ini ada makhluk seperti itu menampakkan diri. Selama ini nggak ada hal begituan di sekitar sini, setahuku. Teringat kembali percakapanku dengan Febi kemarin di depan rumah. Ah, sial kepalaku bertambah berat rasanya.

"Hoaahhmm, ayok subuhan", Ajak Hasan menepuk pundakku. Sedikit terkaget aku mengangguk, sementara Irul di bangunkan berkali kali pun tetap memeluk guling tak bergeming.

Setelah sarapan, Hasan dan Irul pamit pulang. Mereka berdua kupinjami kaosku, karena baju mereka masih terendam di bak cucian, penuh lumpur. Sebelum pulang Irul sempat berbisik memberi saran agar segera membuat jamb*n untuk buang air. Aku tersenyum mendengar saran yang cukup lucu namun masuk akal juga.

"Sampai jumpa di kampus, assalamualaikum", Hasan pamit, melambaikan tangan dan menarik gas motornya mendahului Irul yang masih sibuk memakai helm.

"Waalaikumsalam, ati ati bos", jawabku ikut melambai.

Irul menyusul kemudian, suara motor CB nya cukup membuat telingaku berdenging. Aku berbalik masuk ke dalam rumah, ibuk masih sibuk di belakang bersama dengan adik. Aku kembali ke kamar, merebahkan badanku. Mata masih terasa berat, karena jujur tadi malam aku sulit tidur setelah berlarian. Ibuk belum tahu kejadian tadi malam,aku belum cerita dan melarang Hasan dan Irul untuk menyinggung hal itu. Biarlah sementara itu menjadi rahasia dulu. Namun, rasanya nanti aku harus menemui Febi, dia mungkin punya pendapat dan saran dengan kejadian tadi malam. Nanti ada jam kuliah agak siang, sore ada jadwal siar di radio, oke sekarang ini aku bisa tidur dulu satu atau dua jam.

Baru saja mata ini hendak terpejam, dari kejauhan samar terdengar suara aneh, seperti suara kakek kakek bergumam. Suara apa itu? Tidak mampu telingaku menjangkaunya. Apakah aku sedang bermimpi, atau memang di depan ada orang, entahlah. Aku coba menghiraukannya. Toh mata ini juga sudah tidak mau lagi dipaksa terbuka. Namun ternyata suara itu makin jelas terasa makin dekat, hingga akhirnya suara itu terdengar teramat jelas seperti dibisikkan langsung ketelingaku.

"WES WAYAH EEEEE!" (Sudah waktunyaa)

Aku tersentak, bangun. Menoleh ke kanan dan kiri, sepi. Padahal baru saja jelas ada yang berbisik di telingaku. Bahkan hembusan nafasnya benar benar terasa menerpa kulitku. Mengingat dan berpikir apa maksud suara tersebut. Wes wayah e? Wayah e apa? Ini makin aneh pikirku. Aku harus mencari tahu. Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Fiuuhhh. . .

Jam sembilan aku bergegas mandi. Aku ada jam kuliah, tapi yang menjadi prioritasku adalah menemui Febi. Aku bener bener pengen meminta saran darinya. Entah mengapa menurutku Febi akan bisa memberikan saran yang bagus untukku. Semoga . .

. . .

1
Alwa fikriah
ceritannya sangat bagus sekali,
Alexander
good job author.
Alexander
lalu bagaimana dengan nasib anak kembar wira yang perempuan ?
Alexander
ngasih sesajen itu juga wujud ketundukan kita pada kaum lelembut itu.
Alexander
kenapa malah jadi lagunya judika ??
Alexander
kalau mbah kadir adalah anak dari wira, bukankah seharusnya usianya masih di kisaran 58 tahun ?
Alexander
ternyata rumah tembok. dalam banyanganku rumah lek diran adalah rumah kayu.
Alexander
menuntut orang lain bersikap terbuka, dianya sendiri suka main kucing2an.
Alexander
tapi perjanjian seperti itu tidak bisa putus begitu saja. anak keturunannya punya dua pilihan. meneruskan persekutuannya dengan bangsa jin atau memutus mata rantai dengan rukyah dan taubat sungguh2.
Alexander
seperti perempuan saja, merajuk tanpa kejelasan alasan 😅
Alexander
perhatian seorang ayah itu dititipkan melalui istrinya. ibu dari anak2 nya.
Alexander
dan dani sempat melihat pak ndori melayani pelanggan dengan mobil merah kan ?
Alexander
titik terendah itu ada karena kamu sendiri yang menciptakannya. kok menyalahkan roda takdir.
Alexander
kaburnya pakai motor yang dibeli dengan uang bapaknya. hadeehh 😅
Alexander
pemeran utamanya berpikiran sempit. menyimpulkan segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri.
Alexander
tapi bukan dengan cara seperti itu kamu meminta penjelasannya. tidak punya tata krama.
Alexander
kalau yang sakit bukan erni, apakah dani tetap berpikir demikian ?
Alexander
paracetamol sirup ?
Alexander
kalau di sini hari keramatnya hari kamis wage malam jumat kliwon tolu. di novel sebelah hari rabu wage manahil seingatku.
Alexander
seharusnya masjid bisa jadi pilihan untuk beristirahat atau tidur, tapi banyak masjid yang sudah digembok selepas sholat Isya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!