Cewek sejelek Audry bisa Nikah sama Revan, seorang lelaki No satu yang paling banyak di minati oleh banyak perempuan. Kok bisa, Ya bisalah orang mereka di jodohkan. Revan sempat menyumpah nyerapahi Audry, karena dia harus menikah dengan Gadis jelek seperti Audry yang sama sekali bukan tipenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rova Afriza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
"Gak nyangka ya, udah cupu, jelek, hidup lagi, masih berani beradu argumen sama pangeran sekolahnya kita," Sindir seorang siswi, saat melihat Audry dan Firda yang tengah berlalu di hadapannya itu.
"Yoi," Jawab yang lainnya.
"Tapi, kalian itu sebenarnya pada punya pikiran sama kayak gue gak sih? menurut gue, tu si cupu emang sengaja bertingkah seperti itu sama Revan, biar dia bisa punya kesempatan dekatin si Revan," Ujar yang lainnya.
"Iya, perkataan lo masuk akal juga, pasti dia emang sengaja ngelakuin semuanya," Jawab yang lainnya membetulkan. Setelah memikirkan kembali apa kata temannya itu.
"Eh, kalau punya mulut itu harus di sekolahin, buat apa juga Audry sampai bertingkah seperti itu buat dapetin hatinya Revan, sementara Revan aja udah sering usik Audry selama dia sekolah di sini, kalau dia emang mau ngelakuin hal itu, kenapa dia baru mau bertindak sekarang hah!" Kecam Firda pada anak-anak itu karena kesal.
"Ya, siapa tau aja itu emang salah satu triknya dia buat narik perhatiannya pangeran sekolah," Jawab salah satu dari mereka.
"Lo!" Tunjuk Firda geram.
"Udahan Fir, gak usah di urusin, mendingan kita ke kantin sekarang!" Ajak Audry pada temannya itu, sembari menarik lengannya agar bergegas pergi dari sana.
"Tapi Dry, ucapan mereka tu udah keterlaluan banget sama lo," Ujar Firda.
"Udah gak papa, gak usah di gubris, buang-buang waktu kita aja," Jawab Audry.
"Tu kan, Audry aja gak protes sama kita-kita, itu pertandanya omongan kita ada benarnya," Ucap mereka sembari mendelikan matanya ke arah Firda dan juga Audry.
"Yoo, benar kata lo," Jawab temannya sembari mengacungkan jempolnya.
"Looo!" Firda sudah membalikan tubuhnya, ingin memberi pelajaran pada gadis itu.
"Gak usah Fir!" Ucap Audry sembari menarik lengannya kembali. Untuk melanjutkan perjalanan mereka.
"Awas aja lo, kalau sampai ngucapin satu patah kata lagi tentang Audry!" Ancam Firda. Lalu langsung berlalu dari sana. Sementara teman-temannya itu hanya menanggapinya dengan olokan.
"Jelek-jelek kok belagu," Ucap Mereka.
********
Sepulang sekolah.
"Lho, cincin tunangannya mana sayang?" Tanya Mirna pada anak tunggalnya itu. Saat melihat jarinya yang sudah kosong melompong.
"Di kamar," Jawan Revan santai. Lalu ingin bergegas pergi meninggalkan rumah untuk bertemu teman-temannya itu.
"Pake sekarang!" Perintah Mirna.
"Tapi kan ma, Revan kan lagi mau ngedate bareng teman-teman, masak Revan harus pake cincin itu juga," Dalih Revan malas.
"Jangan bilang, kalau pas di sekolah tadi kamu juga gak pake cincinnya?" Selidik Mirna.
"Ya iya lah ma, masak Revan harus pake cincin itu saat di sekolah, yang ada anak-anak pada heboh saat lihat cincin yang Revan pake malah samaan kayak punyanya si Audry cupu itu!" Ucap Revan gemas.
"Pake dulu cincinnya, baru boleh pergi," Ucap Mirna memberikan syarat.
"Tapi ma," Masih merasa keberatan.
"Gak ada tapi-tapian," Ujar Mirna sembari menekankan kata-katanya itu. Dengan langkah gontai, Revan pun terpaksa kembali ke kamarnya untuk memasangkan cincin tunangannya itu kembali di jarinya.
"Dasar lo si cupu sialan! lo pikir dengan memakai cincin sialan ini lo udah bisa dapetin hatinya gue!" Umpat Revan pada cincin itu.
Apa lagi saat teringat kejadian hari ini di sekolah, kekesalannya semakin bertambah pada gadis itu.
"Cih!" Decihnya. Lalu keluar dari kamarnya.