NovelToon NovelToon
Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo

Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:44.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daisha.Gw

Praya Asteria, gadis Muda berumur 22 tahun yang rela menjadi istri kedua karena cinta, Asteria dinikahi pria tampan berwibawa berumur 37 tahun, pria itu menikahi Asteria hanya untuk memuaskan nafsunya saja di karenakan istri tercinta yang sedang sakit dan tidak bisa melayani sebagai seorang istri yang seutuhnya, Praya mencintai dengan tulus suaminya tapi tidak dengan suaminya yang bernama bara, karena sejak awal bara menikahi Praya hanya untuk di jadikan teman tidurnya saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisha.Gw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kue coklat.

"Mah, apa dia sehat di sana?"

"insyaallah nak, dia sehat, di manapun dia berada, doa mama doa papa akan selalu menyertainya" Dista menunduk dalam,air Matanya turun mengenai jari-jari tangannya.

"andai waktu itu aku nggak...."

"Dista, udah .... bukan salah kamu nak" Farah sang ibu mengangkat wajah anaknya, ia hapus air mata yang menganak sungai di sana.

"jangan menangis, do'akan saja dia sehat di sana, mama yakin suatu hari nanti kita akan kembali bertemu dengannya"sema dengan putri sulungnya, Farah pun mati-matian menahan agar tetap terlihat tegar di hadapan Dista, kepergian orang yang Meraka kasihi dua puluh tahun yang lalu masih sangat membekas di hati mereka.

"mah, andai dia masih ada .... pasti sekarang sudah lulus kuliah ya?"

"iya nak, pasti sekarang dia sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang menawan ... putra bungsu Ku yang cantik.

"putriku, di manapun kamu berada ... doa kami akan terus menyertaimu nak, percayalah ... mama papa,dan kakakmu tak pernah berhenti mencari keberadaan mu, sayang" Dista tak kuasa menahan lagi sesaknya dada, ia memeluk Farah begitu erat, menumpahkan semua rasa bersalah yang selalu menemaninya, rasa bersalah dua puluh tahun yang lalu akan terus menghantuinya.

"Hari ini, di tempat yang sama, Kaka buatkan kue kesukaan kamu dek, kue coklat yang Kaka buat setiap tahun untuk mu, sayang, apa di tempat baru kamu menikmati kue coklat Ya sama, apa rasanya enak seperti buatan Kaka" lirih Dista begini pilu, Wadah yang ia bawa dari rumah di buka, kue coklat dengan toping keju di atasnya, Dista masih terisak, ia ambil satu potong kecil kue coklat dan ia berikan pada Farah, mereka memakan kue coklat itu dengan linangan air mata.

"nanti Kaka janji dek, setelah kita ketemu lagi, Kaka akan buatkan kue Coklat yang enak untuk kamu, Kaka janji"

....

"Praya"

"hm, kenapa mas ganteng" Praya menoleh menghadap bara, hanya sesaat kembali ia fokus dengan masakannya.

"Orang tua kamu di mana?" pertanyaan bara membuat tangan Praya berhenti mengaduk nasi di dalam wajan, ia diam.

"Praya!"

"mana aku tau mas, aku dari kecil sudah ada di panti"

"kamu nggak pernah kenal siapa mereka"

"nggak mas, aku nggak tau siapa mereka, dari mana aku berasal, seperti apa wajahnya, Aku nggak tau .... kata ibu panti ... aku di temuin dua puluh tahun lalu, waktu itu umurku kira-kira 2 tahun, di umur itu aku mana ingat apa-apa mas" Praya mematikan kompornya, nasi goreng yang masih panas ia pindahkan ke wadah plastik, nasi itu Praya bawa untuk sarapannya bersama bara.

Praya menyendok kan nasi untuk bara setelahnya untuk nya sendiri

"kamu nggak kangen mereka?" Praya sesaat berpikir

"em, gimana ya mas, aku dari kecil Nggak pernah ngerasain sayang dari mereka, aku nggak pernah kenal siapa mereka... mau di bilang kangen .... enggak, mau di bilang nggak pengen ketemu.... ya enggak juga, gimana ya ngejelasinnya, susah, aku sudah terbiasa hidup tanpa mereka " Praya tersenyum begitu tulus di hadapan bara.

"di makan mas, entar dingin nggak enak lagi"

"kamu nggak kecewa sama mereka, siapa tau mereka sengaja buang kamu?" Praya kembali tersenyum, namun kali ini senyumnya berbeda.

"yaa kalau benar aku sengaja di buang ... aku bisa apa mas, itu berarti aku anak yang nggak pernah mereka inginkan, kecewa? dah pasti lah itu, kenapa mereka harus buat dan melahirkan aku kalau ujungnya di buang juga, menyedihkan "bara tatap mata teduh yang selalu memancarkan keindahan di wajah istri kecilnya, wanita yang selalu terlihat riang di hadapannya baru kali ini ia lihat raut wajah berbeda dari wanita itu, raut wajah kesedihan.

"kenapa kamu liatin aku kaya gitu mas?" bara menggeleng dan kembali menikmati nasi goreng buatan sang istri.

"ternyata masakan kamu nggak buruk juga, Praya "

"nggak buruk? adik-adik panti selalu bilang masakan ku enak mas, dan kamu cuman bilang nggak buruk? menyebalkan " Praya memutar matanya jengah, sungguh ia kesal dengan penilaian bara, apa susahnya sih tinggal bilang enak.

"iya deh iya, masakan kamu enak " sepertinya kali ini bujukan bara di Menpan.

"cepat habiskan sarapannya mas, aku sudah ada janji saya Ayu, mau jalan-jalan" bara mengangkat wajahnya menatap Praya.

"kemana?"

"ya Kemana aja, yang bisa buat bahagia pastinya" jawab Praya acuh.

"jangan lama-lama, langsung pulang setelah main" Praya tidak menjawab lagi, ia lebih memilih menghabiskan sarapannya.

....

"hati-hati mas" bara tidak menoleh bahkan tidak ingin sekedar melambai membalas lambaian tangan sang istri, Praya harus kembali menelan pil kecewa karena sikap bara padanya.

"apa susahnya sih tinggal bilang iya, hiiss, dasar" kesal Praya dan kembali masuk kedalam rumahnya.

praya menggunakan dress berwarna hitam dengan lengan panjang, rambutnya ia biarkan tergerai tidak lupa slim bag kesayangannya.

mendengar bunyi klakson dari, Praya bergegas keluar, ia melambai pada ayu yang juga sudah berdandan Begitu cantik hari ini, mereka rencananya ingin ke studio foto, ingin mengambil banyak kenangan bersama.

"kamu cantik banget Praya" Praya emang begitu cantik, kulitnya seputih susu, matanya kecoklatan dan dengan bulu mata lentik, jika Praya tersenyum begitu terlihat manis karena terdapat gigi taring yang tidak tubuh pada tempatnya.

"kamu juga cantik" kedua sahabat itu saling memuji satu sama lain , Praya naik ke motor Ayu.

"sudah siap"

"siap" jawab Praya dengan riang

"let's go" ucap ke-dua wanita yang pakainya sama, hanya berbeda di warnanya saja, Praya mengenakan warna hitam, sedangkan ayu warna coklat susu.

"kamu sudah sarapan?" tanya ayu

"sudah, kamu?"

"aku juga sudah, berarti kita langsung ke studio foto aja dulu ya, habis itu ke mall sebentar jalan-jalan, lihat-lihat aja nggak usah beli" keduanya terkekeh, mereka bukan orang berada, yang bisa berbelanja sepuasnya, jika pun mereka jalan-jalan seperti sekarang ya semua itu hanya sekedar jalan-jalan saja nggak lebih.

"kan kita emang gitu yu, kita mana punya uang buat beli apa yang kita mau"

"semoga suatu hari nanti kita jadi orang kaya raya, punya Suami yang kaya, jadi Kita bisa beli apapun yang kita mau" Praya hanya tersenyum mendengar ucapan ayu *suami kaya*

"suami kaya? aku menikah dengan nya bukan untuk menikmati uangnya, aku inginkan dia karena dia pria yang dewasa, aku berharap bisa mendapatkan kasih sayangnya, tapi yang aku dapat, hanya tidur uang bayaran karena sudah memuaskannya di atas ranjang " monolog Praya.

"semoga suatu hari nanti kita di temukan dengan pria yang baik, penyayang, sabar, menyayangi kita setulus hati, nggak usah kaya banget lah, yang penting setiap kita minta uang ada" kembali Ayu tertawa dengan bualannya sendiri, sedangkan Praya hanya Menyunggingkan senyum.

1
Aulia Oppo
gamau tau pokoknya ditunggu lanjutannya☺️
Aulia Oppo
loh,ini beneran udah ga dilanjut lagi.kak😭 aku udah seru'nya baca eh malah gantung ceritanya:(
Daulat Pasaribu
la but dong thor
Ma'rifatul Hasanah
lanjut dong sampai End' 🙏🙏
Ma'rifatul Hasanah
lanjut dong ggggg yg bnyk
Syahrul Story16
seru kak ..di tuh lgi iy lanjutan y
Syahrul Story16
semangat kak di tgu lgi cerita y
Syahrul Story16
bagusbanget kak aku suka trus semangat buat nulis ya kak
Nigina
ditunggu lg update nya kak.. Semangat & rajin² ya 🥰
Nigina
Kak kapan update nya kak..
GiswaYashika: hehe maaf ya, lama up nya
total 3 replies
Dede Nurhalimah
geubleug lalaki teh..
kirkay
lanjut kk
Benny Citra Lestari
😍😍😍😍😍😍😍🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🤗🤗🤗🤗🤗🤗😏😏😏😏😏😏😏😏😘😶😶😶😶😶😶😶😶😶😶😶😘😘😘😘
Nigina
Ditunggu lagi updatenya kak
GiswaYashika: iyaa di tunggu terus yaa
total 1 replies
Nigina
Aku mending bersama Dikta dari Bara yg mmg udah keterlaluan..
Karnah Kana
bagus ceritanya .aq ska.tpi ko g ada klanjutannya y.pdahal seru lo
GiswaYashika: makasih ya votnya, iya masih on going bakal di update terus setiap hari
total 1 replies
Nigina
Dasar laki² egois.. Lanjut lg kak..
Nigina
Aku lelah jika menjadi praya 🤧
Nigina
Tinggalkan aja suami ngak bergunamu itu. Cih sungguh menyakitkan hati, apa yang kamu harapkan dari pemuas nafsu itu.. Logik sikit mah Praya 🙄
arunikha prameswari
msh ada orng kyk Praya ya .bodohnya ke bgtn dh berkli2 di sakitin msh aj berthn ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!