NovelToon NovelToon
Ketulusan Untuk Saliya

Ketulusan Untuk Saliya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Spiritual / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Namaku Saliya, aku disukai seorang pria bernama Rizal, yang menurutku terlalu sempurna, aku sempat menolak saat ia mengajakku menjalin hubungan serius sampai ke jenjang pernikahan. Aku justru memilih mantan pacarku, tapi Rizal tidak menyerah hingga akhirnya kami menikah.
namun, kebahagiaan rumah tanggaku ternyata menyedihkan.
Ayo baca kisah ku di sini, ya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran

Pertengkaran

“Siapa yang repot? Kan, itu kemauanku sendiri buat nganterin kamu!” kata Rizal, setelah berhenti tertawa. Lalu, ia menoleh padaku sekilas.

“Kenapa sih kamu selalu merasa ngerepotin kalau aku mau berbuat sesuatu buat kamu, padahal itu sama sekali nggak repot ... aku seneng lakuinnya, tahu nggak? Aku senang!” katanya lagi.

Tentu saja aku tercengang dengan pengakuannya itu. Aku pikir Rizky pun tidak pernah mengatakan hal seperti itu, kalau dia melakukan sesuatu itu dengan senang hati untukku. Ya Allah, aku jadi terharu.

“Terima kasih kalau begitu!”

“Hmm,” gumamnya mengomentari ucapan terima kasihku.

Rizal hampir membelokkan setir ke arah halaman rumah, tapi tiba-tiba ia menghentikan laju mobil. Tiba-tiba jendela kaca di sampingku diketuk seseorang dengan keras. Seketika aku menoleh dan kulihat seorang yang mengendarai motor dengan helm tertutup rapat berada di sana.

Aku hafal betul siapa orang itu, ia Zikri yang kemudian membuka kaca helmnya. Ia kembali mengetuk jendela mobil dengan keras. Aku pun terpaksa membukanya.

“Turun, kamu dari sana! Turun!” katanya setengah memaksa.

“Ki! Sebentar lagi nyampe nanti turunnya Kalau sudah sampai rumah!” Rizal yang menjawabnya dengan tegas dan ia bersiap memajukan mobil.

“Aku bilang turun ya turun! Kamu mau nurut sama dia atau aku, hah?” kata Zikri lagi, sementara aku tidak tahu harus apa.

Rizal memaksa membelokkan mobil dengan cepat tanpa memedulikan Rizki. Saat sampai di depan teras rumah, ia menghentikannya.

“Cepat turun, sebelum ada masalah, maaf! Aku nggak tahu bakal seperti ini jadinya!” katanya sambil mematikan mesin.

“Iya! Gak apa, sekali lagi terima kasih!” kataku sambil membuka pintu mobil dan turun dengan cepat. Kulihat Zikri sudah berdiri di depan teras, sedangkan Rizal memutar mobil hendak keluar dari halaman rumahku.

Sementara hujan sudah mulai sedikit mereda.

“Ki! Jangan marah, ini cuma kebetulan saja, kok!” Aku berkata sambil melangkah menghampiri Zikri, setelah Rizal benar-benar keluar dari halaman rumah dan mobilnya tidak terlihat lagi.

Zikri melepas helmnya dan duduk di kursi teras tanpa melepas jas anti air warna biru yang dipakainya.

“Kamu selalu saja bilang kebetulan setiap kali ketemu sama Rizal dari dulu juga seperti itu!” katanya, matanya melotot padaku, ia seperti tidak terima dengan kenyataan yang ia lihat, dan tidak percaya padaku.

Aku ikut duduk di sampingnya. Aku berharap ibu tidak mengintip kami dari balik jendela.

“Loh, kan, memang kenyataannya begitu?” aku membela diriku sendiri, karena memang itulah yang terjadi. Rizal selalu saja muncul saat aku benar-benar membutuhkan seseorang atau kerepotan menghadapi sesuatu. Bisa diibaratkan dia-lah yang selalu ada untukku selama ini.

“Kalau kamu selalu beralasan kebetulan, apa kamu mau kayak gini terus kalau kita sudah berumah tangga nanti?” tanyanya, sambil melipat kedua tangannya di depan dada, tanpa melihatku sedikit pun. Ia terlihat kesal.

“Yaa .. aku nggak tahu-lah orang menikah aja belum!”

“Tahu nggak, salah satu sebab kenapa aku selama ini masih ragu buat nikahin kamu?” tanyanya membuat hatiku berdebar-debar, karena ia akan mengatakan sebuah rahasia yang tidak pernah ia katakan secara terus terang.

“Apa?”

“Soalnya aku mikirin kalau nanti Rizal selalu muncul di antara kita dan mengganggu rumah tangga kita, aku nggak mau! Masa sih, baru sebentar menikah, kemudian kita cerai gara-gara orang ketiga!”

“Ya Allah! Ki, kamu sudah berpikir sejauh itu? Kenapa kamu nggak tanya langsung sama Rizal, kenapa dia selalu muncul di saat aku butuh?”

“Nah, kan kamu selalu belain dia, jadi, kamu pikir aku nggak pernah ada waktu kamu butuhin gitu?”

“Ya, kamu memang ada, itu wajar karena kamu, kan, memang pacar aku!”

“Terus kalau dia bukan siapa-siapa buat kamu, seharusnya kamu jangan mau! Kan, bisa telepon aku?”

Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiran Rizki yang susah dimengerti. Aku bukannya tidak menghubunginya ataupun tidak peduli, tetapi setiap kali aku berusaha menghubunginya dan dia tidak menjawab, maka di saat itulah Rizal muncul. Aku tidak tahu apakah ini garis takdir atau pun sesuatu yang dia sengaja. Sungguh, semua di luar kendaliku, aku tidak pernah mengharapkan laki-laki itu datang tadi. Aku justru mengharapkan kekasihku sendiri.

“Aku udah telepon, sama kirim chat, tapi gak di jawab sama kamu, justru Rizal yang datang ... aku ikut dia dari pada kemalaman!”

“Jadi, bagi kamu dia lebih berjasa dari pada aku, gitu?”

“Aku nggak bilang kayak gitu, cuma memang dia sering muncul secara kebetulan!”

“Ya sudah, kalau gitu nikahin aja dia, kita putus!” kata Zikri sambil berdiri dan memakai helmnya lagi.

Aku tidak bisa berbicara apa-apa, dan tidak ada air mata yang keluar sedikit pun. Bahkan, aku kesal sekali dengannya, aku tidak akan patah hati seperti saat aku dan dia putus untuk pertama kali.

Zikri naik ke atas motornya dengan cepat, dia juga terlihat kesal dan marah, entah pada siapa.

Dahulu, ia memutuskan jalinan kasih kami karena ingin bekerja di tempat yang jauh. Is tidak ingin menjalaninys dalam keadaan terpisah jarak dan waktu. Namun, sekarang ia mengatakan terus terang alasannya putus, dengan sesuatu yang lebih tidak masuk akal lagi.

Sebenarnya kalau dikatakan sakit ya, memang sakit, tapi aku juga heran tidak ada air yang keluar dari mataku. Apa itu artinya ini keputusan yang terbaik, aku tidak tahu.

Aku menerima permintaannya waktu itu dengan niat mencoba mengulang sekali lagi dan berharap akan berhasil sampai ke jenjang pernikahan nanti. Namun, ia justru mengakhiri dengan cara yang tidak masuk akal. Padahal kesalahannya dalam memahami kejadian antara aku dan Rizal masih bisa diluruskan.

Mungkin, ia terlalu putus asa, bagiku ini belum maksimal, baru beberapa bulan saja hubungan dijalani, tapi Rizki memilih pergi.

Aku masuk rumah dengan menyimpan sesak di dadaku, menyembunyikan tangisku dan mengabaikan nyeri di bagian jantungku. Debarannya semakin keras dan tidak terkendali, saat aku memasuki kamar. Kuabaikan ibu yang menatapku dari sofa ruang tengah rumah kami itu. Aku beruntung, ia tidak bertanya tentang keadaanku yang kacau.

Seharusnya aku tidak perlu menangis seperti tadi. Namun, tiba-tiba saja aku teringat ucapan Tina, ia pernah menasihati temannya yang sedang patah hati.

“Jangan pernah salahkan siapa pun dan apa pun dalam hidupmu, orang baik akan memberimu kebahagiaan, orang buruk akan memberimu pelajaran, dan orang-orang terbaik akan memberimu kenangan.”

Aku menganggap sekarang sedang di pertemukan dengan orang buruk dan aku harus bisa mengambil pelajaran, bahwa aku tidak boleh berharap terlalu tinggi pada seseorang kalau tidak ingin sakit hati.

❤️❤️❤️

1
luxius
bagus luar biasa
El_Tien
😭😭😭😭😭😭😭😭
El_Tien
iya bener aku setuju
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ALLAH tau kemampuan hambaNYA. sesakit apapun itu, harus tetap kuat bertahan hingga waktu kita berakhir. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 3 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
innalillahi.... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ziddan anak yg pintar.
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
baguslah rizky sudah berubah. semoga rizal & saliya akur2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga rizal kembali dengan selamat berkumpul dengan saliya & anaknya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
wow ada nama mantan di hape?? apalagi calling,mau ngapaim tuh
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
El_Tien
udah aku revisi
Dede01
cerita yang bagus semoga sukses
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kenapa harus begitu?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
zidan koq kampungan sih? Annisa aneh ih.
El_Tien: eh, itu Ilmara, salah tulis nama 👉😊😔
total 1 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ini bu ibu yaaa... bukannya nasehatin yg bagus2 aja, malah bikin saliya khawatir dengan suaminya selingkuh. kacau ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nariya unik, saliya baik, siapa nama anak saliya?
Elmimar02
cerita yang menarik ayo buruan baca
El_Tien: terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Pipitz👻ᴸᴷ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bahagia liat dirimu kenapa mantan ya
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga anak saliya sehat2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸: alhamdulillah
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
naria komentarnya memang aneh ya. bukannya kasih selamat, malah begitu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 😁😁😁😁😁😁😁anu banget
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
pasti rizal ikut menyaksikan saliya melahirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!