"Mas Dani, apa yang kamu lakukan?" Tanya Ita saat masuk ke dalam rumah.
Betapa kaget nya Ita saat melihat sang suami tengah bermesraan dengan wanita lain di rumah mereka, lebih tepat nya tetangga baru samping rumah mereka.
"I-ita ..." Ucap Dani gugup.
"Permisi saya mau pulang saja dulu mas" ucap wanita itu sambil berlalu keluar rumah. Namun, Ita mencegah nya agar ia tetap duduk di dalam rumah.
"Mau kemana kamu pelakor?"
"Heh jaga ucapanmu itu ya, aku bukan pelakor."
"Kalau bukan pelakor lalu apa namanya yang bermesraan dengan suami orang lain?"
"Kamu tanya saja sama suami mu itu, siapa aku sebenarnya."
Ita langsung menoleh ke arah Dani seolah meminta penjelasan dari nya, namun bukan penjelasan yang ia dapat melainkan perlakuan kasar dari Dani.
"Ayok kita bicara kan di dalam kamar saja, Dina kamu pulang saja ke rumah mu."
"Baik lah mas, dadah sayang."
Ita di seret hingga masuk ke dalam kamar, setelah di dalam kamar ia di banting di atas kasur dengan sangat keras oleh Dani.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
"Mas mau keman?"
"Aku mau keluar dulu sebentar, kamu tidur saja duluan dan kunci pintu nya."
"Loh ko di kunci? Lalu bagaimana kamu masuk ke dalam rumah mas?"
"Alah nurut aja kenapa sih? Jangan banyak tanya kaya gitu mumet aku dari tadi kamu ngomel trus!"
Apa katanya? Aku ngomel trus? bukan nya dari tadi aku diam ya? Semenjak aku mendapati suamiku menelfon wanita lain.
Aku heran dengan suami ku itu, kenapa ia bisa-bisa nya marah seperti itu dengan hal yang sudah jelas dia yang salah.
Aku masih memperhatikan suami ku hingga tubuh nya tak terlihat lagi. Ia pergi menggunakan mobil yang ku beli dengan uang ku sendiri.
Mobil itu aku beli menggunakan uang ku hasil dari berjualan online dan menulis cerita, tanpa adanya ikut campur dari suami ku itu.
Tiba-tiba hp ku berdering ...
Kringg ... Kringgg ... Kringgg ...
"Ya hallo?"
"Hallo Ita, kamu ada di rumah enggak?" Ucap sahabat ku Yanti.
"Ada nih, kenapa Yan?"
"Aku tadi ketemu suami mu loh, ta."
"Dimana?"
"Di depan minimarket, aku pikir dia sama kamu. Soalnya tadi ku lihat di dalam mobil nya itu ada seorang wanita, tapi maaf nih ya bukan nya aku mau komporin kamu nih tapi aku rasa dia selingkuh deh."
"Enggak mungkin suami ku seperti itu Yan. Mungkin itu rekan kerja nya, suami ku tadi keluar ijin dengan ku katanya mau ada urusan kantor." Ucapku berbohong.
Padahal jauh di dalam lubuk hati ku ini, aku merasa apa yang di ucapkan Yanti itu mungkin benar adanya. Karena suami ku itu sudah menunjukkan gelagat yang aneh setiap kami berkumpul di dalam rumah.
"Oh ya sudah kalau begitu, tapi kamu harus hati-hati yah Ta, soalnya takut aja gitu."
"Siap Yun. Sekali lagi makasih ya."
"Aku tutup dulu ya telfon nya, bye ..."
"Oke." Tuttt.
Pikiran ku semakin semrawut karena ucapan Yanti sahabat ku itu, apa aku harus percaya dengan ucapan? Atau aku tanyakan langsung pada suami ku itu?
"Ya tuhan, jika benar suami ku berselingkuh tolong tunjukkan lah pada hamba mu ini." Doa ku dalam hati.
Hari ini Tiara menginap di rumah nenek nya, karena ia bilang kemarin liburan nya kurang lama.
Tadi nya aku ingin menghabiskan waktu bersama suamiku, namun sayang ia malah pergi entah kemana.
Hari sudah semakin dekat menuju malam, aku menutup semua jendela di rumah ini termasuk jendela kamar ku.
Dan aku membersihkan baju-baju kotor milik suami ku, tanpa sengaja ada benda kecil jatuh ke lantai. Dan pasti nya itu bukan milik ku.
Sebuah kwitansi pembayaran rumah, sejak kapan ia membeli rumah di daerah jalan delima? Setahu ku ia tidak pernah melakukan itu. Tertulis di sana atas nama suami ku dan telah di bayar lunas.
"Jika benar ini milik mu mas, sungguh benar-benar keterlaluan kamu. Anak istri di ajak hidup pas-pasan tapi kamu malah membeli rumah tanpa sepengetahuan ku." Gunam ku.
Ku telfon dia tapi tak ada jawaban sama sekali, hal itu membuat ku semakin kepikiran tentang ucapan Yanti sahabat ku itu.
Aku kembali menggeledah lemari pakaian suami ku dan benar saja, aku menemukan kembali beberapa lembar kwitansi yang lain.