NovelToon NovelToon
Cintai Aku

Cintai Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Orang Disabilitas
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik senyum ceria Nadia, tersimpan ketangguhan luar biasa. Meski ia tidak bisa bicara dan berasal dari keluarga sederhana, kecerdasannya membawa Nadia meraih beasiswa di universitas swasta ternama.

Namun, dunianya yang begitu sempurna seketika runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. ​Demi masa depannya, Nadia membalut lukanya dengan senyuman. Sayangnya, badai kembali datang seolah tidak membiarkan Nadia hidup dengan tenang, hingga ia bertemu dengan seorang pria yang membantunya dari kejamnya dunia.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang terjadi pada Nadia? Siapakah pria yang membantu Nadia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Sementara itu, di sebuah rumah berarsitektur modern minimalis di kawasan hunian elit kota, keheningan merayap hangat. Suara denting es batu yang beradu dengan gelas kaca memecah kesunyian, seorang pria duduk menyandarkan punggungnya di sofa kulit tebal, ia adalah Aksa.

​Saat ini Aksa berada di rumah sahabatnya yaitu Tian, rencananya Aksa akan menginap di rumah Tian malam ini.

Tian melangkah mendekat dan mendaratkan tubuhnya di sofa lalu melemparkan tatapan selidik ke arah Aksa yang sejak sepuluh menit lalu hanya diam memandangi jendela kaca besar yang menembus kegelapan malam.

​"Gelas di tangan lo itu bisa pecah kalau lo lihatin terus kayak gitu, Sa," tegur Tian santai sambil menyesap minumannya.

Namun, karena tidak mendapatkan respon dari Aksa. Tian terkekeh pelan, menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa lalu menatap Aksa dengan cengiran yang penuh arti.

"Dari tadi mata lo kosong, Sa. Jangan bilang lo lagi mikirin cewek bisu yang di klub malam itu?" tanya Tian, sengaja memancing Aksa untuk bersuara.

​Aksa mendengus tipis, membuang muka ke arah jendela tanpa mengubah ekspresi wajahnya yang dingin. "Jangan asal bicara ya! Gue cuma lagi mikirin laporan bulanan perusahaan aja," jawab Aksa.

​"Oh ya? Laporan bulanan?" goda Tian sambil menaikkan satu alisnya, jelas-jelas tidak percaya.

Sebagai sahabat yang sudah mengenal Aksa sejak sekolah, Tian paham betul gerak-gerik pria itu. Aksa bukan tipe orang yang suka membuang waktu melamun hanya karena urusan pekerjaan, terlebih lagi dengan tatapan pekat yang memancarkan rasa penasaran seperti saat ini.

​"Terserah lo mau bilang apa," jawab Aksa datar, mengalihkan pembicaraan dengan menyesap minumannya.

​Tian hanya tersenyum tipis dan mengangguk-angguk, pura-pura percaya saja pada sanggahan sahabatnya itu. Ia memilih tidak memojokkan Aksa lebih jauh, tahu betul bahwa pria sekeras Aksa tidak akan semudah itu mengakui kalau pikirannya mulai terusik oleh seorang gadis sederhana bernama Nadia.

"Jackson ngajak ketemuan, lo mau datang?" tanya Tian.

"Lo udah bilang Sandy?" tanya Aksa.

"Udah," jawab Tian.

"Terus dia bilang apa?" tanya Aksa.

"Sandy nggak bisa, Mia lagi hamil. Kayaknya dua minggu lagi mau lahiran," jawab Tian.

"Yaudah, gue yang datang," balas Aksa.

"Oke, nanti gue bilang Jackson. Ingat, kalau dia macam-macam, lo langsung hajar aja," ucap Tian.

"Gue tau," jawab Aksa.

"Gue dapat kabar dia baru beli mobil baru, kayaknya pas balapan nanti dia bakal pake mobil barunya," sahut Tian.

Aksa tidak menjawab, ia justru menatap Tian dan tersenyum penuh arti. Tian yang mengerti maksud Aksa pun hanya menganggukkan kepala.

...###...

Dua hari kemudian, riuh gemuruh suara raungan mesin mobil saling bersahutan membelah pekatnya udara malam di arena balap liar kawasan jalanan bebas hambatan yang sepi. Puluhan orang berkumpul di pinggir jalan, bersorak dan bertaruh dan menantikan pertandingan yang paling ditunggu antara dua rival lama yaitu Aksa dan Jackson.

​Mobil sport hitam legam milik Aksa berdiri sejajar dengan mobil milik Jackson yang mengkilap di bawah pendar lampu jalan.

​Tian berdiri di samping pintu mobil Aksa, bersedekap dada seraya menyeringai pelan. "Inget pesan gue, Sa. Si Jackson cuma menang gertak di mobil baru, libas di tikungan tajam kedua," bisik Tian.

​Aksa hanya menurunkan kaca mobilnya tipis, memakai sarung tangan balapnya dengan tenang tanpa raut panik sedikit pun. "Gue nggak butuh saran lo buat ngalahin dia," jawab Aksa datar, lalu menaikkan kembali kaca mobilnya.

​Seseorang melambaikan bendera start di tengah jalan, dan kedua mobil itu melesat membelah kegelapan malam dengan kecepatan tinggi, meninggalkan asap ban yang membumbung pekat.

Jackson mengambil alih posisi terdepan di trek lurus pertama. Melalui kaca spion, ia menyeringai lebar sambil terus menginjak pedal gas dalam-dalam. Namun, Aksa tetap tenang di dalam kabinnya. Jemari Aksa yang terbungkus sarung tangan kulit menggenggam kemudi, matanya menatap tajam setiap senti lekukan jalanan.

​Memasuki tikungan tajam pertama, Jackson mulai menunjukkan niat liciknya. Bukannya memberikan racing line, Jackson sengaja memotong jalur dan membanting bodi mobil barunya ke samping, menghantam fender kanan mobil Aksa.

​Prang! Crash!

​Suara benturan logam keras menggelegar di tengah keheningan malam, menciptakan percikan api yang menyambar udara. Mobil Aksa sempat terdorong ke tepi pembatas jalan, hampir saja kehilangan kendali.

​"Udah gue duga, cara main lo tetep kotor," gumam Aksa dingin, tidak ada kepanikan di matanya, yang ada hanyalah fokus membara.

​Bukannya melambat, Aksa justru menekan tombol N2O dan mendownshift gigi dengan sangat cepat, mesin mobinya meraung makin melengking.

​Tepat di tikungan tajam kedua, seperti yang ditandai oleh Tian sebelumnya. Aksa memotong dari sisi dalam yang sempit, Jackson berniat menghimpit Aksa kembali ke dinding pembatas, tetapi kali ini Aksa sudah membaca pergerakannya.

​Aksa melakukan brake-drift ekstrem, mengecoh Jackson yang terlambat menekan rem. Saat mobil Jackson melebar kearah luar, Aksa dengan cepat memanfaatkan celah sempit di sisi dalam dan melesat maju memimpin balapan.

Garis finis sudah terlihat di depan mata, sorak-sorai penonton pecah saat mobil sport hitam Aksa melintasi garis akhir sebagai pemenang, disusul mobil Jackson beberapa detik kemudian.

​Namun, drama belum berakhir. ​Aksa tidak langsung mematikan mesinnya, begitu Jackson menghentikan mobil barunya dengan napas memburu dan wajah merah padam karena kalah, Aksa memutar arah mobilnya. Tanpa ragu, ia menginjak pedal gas dan sengaja menabrakkan bagian depan mobilnya menghantam telak pintu samping mobil baru Jackson!

​Duuuaarrr!

​Bumper dan pintu mobil baru Jackson ringsek parah, kacanya pecah berhamburan ke aspal. Jackson berteriak maki-maki dari dalam kabin sambil berusaha membuka pintunya yang sudah macet.

​Aksa mematikan mesin, membuka pintu mobilnya dengan tenang, lalu melangkah keluar. Ia berjalan santai menghampiri Jackson yang baru berhasil keluar sambil memegangi bahunya yang kesakitan.

​"Bangsat lo, Aksa! Mobil baru gue hancur!" amuk Jackson sambil hendak melayangkan pukulan.

​Dengan gerakan cepat dan tenang, Aksa menangkis tangan Jackson dan memutarnya ke belakang, lalu mencengkeram kerah jaket Jackson hingga pria itu terkunci tak berdaya.

​"Itu bayaran buat main kotor lo di tikungan pertama," ucap Aksa dengan suara berat yang teramat dingin di depan telinga Jackson.

"Ganti rugi mobil gue, kirim ke kantor besok pagi. Kalau enggak, lo tahu apa yang bisa gue lakuin ke bisnis keluarga lo," ancam Aksa.

​Aksa menghempaskan Jackson ke kap mobilnya yang ringsek, Tian melangkah mendekat sambil tertawa puas.

​"Gila lo, Sa. Puas banget gue liat muka si Jackson," kekeh Tian.

​"Beresin taruhannya, gue mau pergi," jawab Aksa datar, mengabaikan tatapan takjub dari para penonton.

"Mau kemana?" tanya Jackson.

"Pulang," jawab Aksa, lalu meninggalkan sahabatnya yang tengah terkejut itu.

"Pulang? Tumben banget pulang? Nggak takut disuruh nikah lagi dia?" gumam Tian.

.

.

.

Bersambung.....

1
Raisha
kluarga dari pihak Nadia apa gak di kabari & undang ya Thor,kok gak di ceritain? bibinya apa kabar, jadi mo jual rumahnya Nadia? serasa dia ahli warisnya aja,main jual rumah ayahnya Nadia sembarangan, dah kena karmanya lom bik?
Aidil Kenzie Zie
lumayan katanya tapi sampai ludes🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ada yang masih kangen nich 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ah akhirnya Aksa mau juga 🥰🥰🥰
erviana erastus
rajin pulang kerumah aksa eh 🤭
falea sezi
lanjut
falea sezi
anak kuliahan klo ada hutang minta bukti. hutang klo asal ngomong gk ada hitam di atas putih itu sama aj nipu😒
falea sezi
moga aja nadia
erviana erastus
ih aksa 🤣 tuh kan terpesona kamu sama nadia makax jgn sok² nolak gtu 🤭 demi apa coba tetiba mau tidur dirumah 🤣
Raisha
moduuuuuuss...kamu dah gak bisa tahan pengin dekat² Nadia kan meski otakmu menolak tp hatimu berkata lain😂😂...untungnya papamu tau & ngerti apa yg kamu inginkan,makanya kamu gak boleh tinggal di rumahnya lagi...sabar Aksa, tunggulah sampai waktunya tiba
Naufal Affiq
buat emosi bacanya
Naufal Affiq
lanjut kak
Naufal Affiq
lanjut kak,seru ceritanya
erviana erastus
kalo jodoh nggak kemana kan aksa🤣
Rizky Manik
Aksa, kau yg ngajak Nadia nikah ya awas aja kalo kau gkbisa cintai Nadia, bakal kukutuk kau jadi batu😏🤣
Raisha
kalimatnya typo lg Thor🙏🤭....bukan "...teman anak Papa..." harusnya "...anak teman Papa..." krn yg othor tulis itu artinya temannya anak Papa pdhal Nadia kan anak temannya Papa,gitu kan maksudnya? Maaf kalo salah 🙏😃
elaretaa: Siap Kak, nanti author revisi lagi ya🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sartini 02
bagus ceritanya dan selalu ditunggu
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Raisha
sampai di bab ini,masih banyak typo Thor 🙏...seperti kalimat "....dg balapan kemeja hitam yg tergulung....", artinya kata "balapan" itu apa?🤔,aku kurang faham. Maaf ya Thor 🙏😃
Raisha: sama² Thor.... terimakasih untuk ceritanya ini, semangat nulisnya ya Thor 🙏😍😂
total 2 replies
Evi Rachmawati
wadidaw aska... uangku banyak....
Aidil Kenzie Zie
E e e Aksa dijodohkan sama perempuan bisu nggak mau ini malah jadi pahlawan terus 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!