NovelToon NovelToon
Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

~Pernikahan tanpa cinta, tak selamanya berakhir dengan bahagia~

Zahra terpaksa harus menikah dengan Alzam, pria asing pilihan ibunya. Pernikahan tanpa cinta membuat Zahra harus menerima perihnya kenyataan. Terlebih saat dia mengetahui jika Alzam telah memiliki seorang tunangan.

Selama pernikahan Alzam tak pernah sedikitpun menganggap Zahra sebagai seorang istri meskipun mereka berada dalam satu ranjang yang sama. Bahkan Zahra harus berlapang dada ketika Alzam memutuskan untuk menikahi Aira. Mampukah Zahra mempertahankan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08 | Tawaran Aira

"Zahra," panggil mbak Aira padaku yang masih sibuk dengan kegiatanku.

"Iya Mbak," jawabku.

Langkah kaki mbak Aira semakin dekat melangkah kepadaku.

"Itu kamar mas Al kok dikunci ya? Kan aku ingin beristirahat," ujarnya.

Aku hanya membuang napas berat yang sejak tadi telah bersarang dalam dada ini. Aku sama sekali tidak tahu dengan pemikiran mas Alzam yang sebenarnya.

"Kamu tahu letak kuncinya dimana?" tanya mbak Aira lagi.

"Untuk masalah itu, aku tidak tahu Mbak," ucapku dengan senyum tipis di bibirku.

"Kamu jualan kue juga?" tanya mbak Aira yang memilih mengalihkan topik awal. Meskipun aku mengetahui di mana kunci itu berada, tetapi aku tidak bisa memberikan kunci itu pada mbak Aira karena perintah mas Alzam.

"Iya Mbak. Buat tambahan untuk pengobatan ibu," dustaku pada mbak Aira.

Di mataku, mbak Aira adalah seorang perempuan yang nyaris sempurna dengan kecantikan yang dia miliki. Paras ayu dengan kulit putih serta rambut panjang yang hitam legam. Hidung mancung dan bibir merona, pasti akan membuat pria manapun bertekuk lutut dihadapannya, termasuk mas Alzam.

"Kamu hebat, Ra. Semoga ibu kamu segera diangkat penyakitnya. Dia pasti bisa melewati cobaan yang datang karena pengorbanan anaknya yang luar biasa," puji mbak Aira yang sangat mempercayai ucapanku. Padahal saat ini aku tidak tahu dimana keberadaan ibuku. Namun, harapan dan doaku, semoga ibu dalam keadaan sehat walafiat dalam lindungan Allah, dimanapun dia berada.

"Terimakasih," ucapku.

Hening untuk beberapa saat karena mbak Aira yang sibuk dengan ponselnya. Mungkin saat ini dia sedang mengirimkan pesan pada mas Alzam untuk menanyakan di mana kunci kamarnya. Setelah menyimpan ponselnya, mbak Aira berusaha untuk membantuku.

"Aku bantuin ya, Ra."

"Nggak usah repot-repot Mbak. Ini juga udah mau siap," tolak ku. Memang hanya tinggal satu packingan lagi yang harus aku siapkan sebelum aku kirim ke pihak ekspedisi.

"Gak apa-apa, kok. Lagian aku juga gak ada kegiatan, kan bosan."

Kubiarkan saja tangan mbak Aira mengambil alih pekerjaanku. "Selamat ya Mbak, atas pernikahannya dengan mas Alzam." Bibirku tiba-tiba dengan lancar memberikan ucapan selamat kepada Aira. Padahal aku ingin acuh pada hubungan mereka, tetapi tidak bisa.

"Makasih ya, Ra," balas mbak Aira dengan raut wajah yang terlihat tidak bahagia.

"Ada yang salah dengan ucapan ku?" tanyaku yang merasa penasaran.

Mbak Aira tersenyum tipis kepadaku dan berkata, "Tidak ada yang salah. Hanya saja ...." Mbak Aira menjeda ucapannya, padahal aku sudah serius untuk mendengarkannya.

"Hanya apa, Mbak?" Aku benar-benar merasa kepo.

"Hanya saja pernikahan kami belum disah-kan di mata Negara, hanya sah di mata Agama saja. Mas Al masih menikahi ku secara siri. Aku tidak tahu mengapa jadi seperti ini, Ra. Bahkan aku tidak diizinkan untuk tinggal di rumah ini. Aku tidak tahu apa yang sedang disembunyikan oleh mas Al," ujarnya dengan mata yang nanar.

"Ra, bisakah kamu membantuku? Aku ingin kamu mengawasi setiap gerak-gerik mas Al selama di rumah ini. Aku yakin jika saat ini ada yang sedang disembunyikan oleh mas Al. Kamu lihat sendiri kan, bahkan kamarnya di kunci," lanjut Mbak Aira lagi.

Aku hanya bisa meneguk kasar ludahku dengan jantung yang berdebar. Aku tidak tahu bagaimana reaksi mbak Aira jika sampai mengetahui aku adalah istri sah-nya mas Alzam yang dinikahinya dua minggu lalu.

"Apakah selama kamu disini ada yang perempuan lain yang datang kesini?" tanya mbak Aira lagi.

"Tidak ada mbak. Selama aku tinggal disini, mas Alzam selalu menghabiskan waktunya di kantor. Bahkan dia juga selalu pulang larut," ujar ku dengan sebuah kejujuran. Memang begitu keadaan yang terjadi.

Mbak Aira hanya menganggukkan kepalanya. "Nah, udah siap." Mbak Aira menyinggung senyumnya saat packing terakhir sudah siap.

"Kamu mau langsung mengantarkan pesanan ini, Ra?" Mbak Aira bertanya lagi padaku. Aku hanya bisa mengangguk karena menang tebakannya betul.

"Aku antar ya, tapi nanti kita singgah ke rumahku sebentar untuk mengambil mobilku. Aku merasa suntuk karena mas Al melarang ku untuk bekerja lagi."

"Bersyukurlah kamu mbak, bisa mendapatkan pria yang sangat mencintaimu, meskipun saat ini kalian hanya menikah siri. Berbeda dengan diriku yang menikah secerah sah di mata Agama dan Negara, tapi aku tidak bisa mendapatkan cintanya Karena kami hanya dua orang asing yang sama-sama terpaksa menikah karena keadaan," batinku dengan ukiran senyum getir di bibirku.

Aku menyetujui ajakan dari mbak Aira. Sebelum berangkat kami juga berpamitan kepada mbok Inah yang hanya bisa menyemangati ku dengan kata sabar.

Tujuan kami memang kesalahan satu ekspedisi pengiriman barang. Akan tetapi sesuai dengan permintaan mbak Aira, kami singgah ke rumahnya terlebih dahulu untuk mengambil mobilnya.

"Ini rumahku. Jika sewaktu-waktu kamu ada waktu kamu boleh singgah kesini. Disini aku tinggal sendiri, tapi sekarang aku tidak sendiri lagi karena ada mas Al yang akan menemaniku kedepannya.".

Aku mencoba untuk tetap tersenyum meskipun sejak tadi dadaku terasa sesak.

"Iya. Aku pasti akan singgah jika ada waktu senggang," ucapku datar.

Tak terasa kini kami sudah berada di sebuah ekspedisi pengiriman jasa. Setelah menyelesaikan tugasku, aku ingin langsung pulang. Namun, mbak Aira menahanku dan mengajakku untuk singgah sebentar ke supermarket. Dia berencana menyiapkan makan malam untuk Mas Alzam.

"Kamu kan pinter masak, jadi malam ini aku ingin menikmati masakan mu. Lain kali kamu harus ajarin aku untuk memasak, agar aku juga bisa menyiapkan bekal untuk suamiku," kata Mbak Aira dengan wajah berbunga-bunga.

Berulang kali aku membuang napas beratku. Seharusnya aku sadar diri, siapa aku sebenarnya. Aku hanya katak dalam tempurung yang ingin menggapai bintang di langit, sungguh mustahil.

"Ra, kamu serius gak mau melanjutkan kuliah? Kebetulan aku punya salah satu kenalan dosen di Universitas terbaik di kota ini. Jika kamu berminat, aku akan usahakan agar kamu bisa mendapatkan beasiswa, bagaimana?"

Aku membulatkan mataku dengan lebar. Kuliah adalah salah satu daftar cita-cita dan harapanku, tetapi saat ini aku adalah seorang istri yang harus meminta izin sebelum mengambil sebuah keputusan.

"Bagaimana? Kok malah diam aja? Untuk masalah biaya lainnya, aku bersedia untuk membantumu. Kan sekarang aku adalah istri dari majikanmu, berarti kamu juga adalah tanggung jawabku juga."

Aku masih terdiam belum bisa memberikan Sebuah jawaban meskipun dalam hati aku memang sangat menginginkannya.

"Aku pikir-pikir dulu ya, mbak. Aku kan belum meminta izin kepada mas Alzam. Bagaimana kalau ternyata mas Alzam tidak mengizinkanku untuk bekerja sambil kuliah?"

"Kamu tenang saja, aku yang akan mengurusnya. Katakan kepadaku jika mas Al tidak memberikan izin."

.

.

.

.

.

.

~BERSAMBUNG~

1
Siti Maulidah
ceritanya baguss skli /Good//Good//Heart//Heart/
Qaisaa Nazarudin
Jadi malas bacanya dari awal hanya ada Kebodohan Zahra, mengorban kan Kanna orang yang sangat mencintai nya,demi menukar dengan Denna,Biarkan saja Denna sama bapaknya,karena dari awal kamu yg Bodoh fan gak tegas...🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Baru sadar kan kamu??
Qaisaa Nazarudin
Terima aja KEBODOHAN kamu dari awal,Alzam kan udah milih kekasihnya dari kamu,juga memilih anaknya utk kekasih/isteri nya,Dan bukan kamu pilihannya,Kamu aja yg Gamon dan Bego..
Qaisaa Nazarudin
Rasain Zahra BODOH..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal udah ku nilang Zahra ini mmg BEGO,saat keluar dari rumah Alzam pertamakalinya,Harusnya dia langsung gugat Cerai,setelah itu oergi kemanapun yg penting Alzam tdk bisa menemukan kalian kembali,Tapi dengan Bodoh nya dia mau2 aja kembali dan bodohnya lagi sampai Alzam tau dia Hamil..
Dan udah bagus menghindar bertahun2 tapi hujung2 nya balik lagi kesana, udah pasti lah Alzam akan menemukan mereka kembali dan mengambil anaknya..Udah 5 Tahun juga berlalu tapi tetap aja BODOH di simpan,padahal Kanna katanya Dosen tapi Oon,kan dia bisa bersikap Tegas menguruskan perceraian Zahra,tapi gak dia lakukan.. Ckkk KEBANYAKAN DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Astaga KENAPA LELET BANGET SIH? UDAH 5 TAHUN TANPA NAFKAH LAHIR BATHIN UDAH KIRA CERAI YA,APALAGI SI ISTRI YG KELUAR RUMAH APAPUN ALASANNYA DIKIRA NUSYUZ LHO..MAAF THOR KALO SALAH..
Qaisaa Nazarudin
Udah 5 tahun berlalu,Jangan sampai kalo harus pulang ke kota,yang Ada Alzam akan menemukan anaknya,dan mengambilnya..Kenapa Kanna tdk menikahi Zahra aja,atau Kanna udah ada pujaan hatinya,gak kan..ini pasti zahra yg gak mau..ckk
Qaisaa Nazarudin
wah berarti Kanna denganZahra masih di Villa ini ya selama 5 tahun ini..
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini Kanna dengan anaknya Zahra..Apakah Kanna dan Zahra udah Nikah? moga aja ya?
Qaisaa Nazarudin
Definisi Lelaki gak Tegas,Tamak..sana mau sini mau,ya tanggung aja..
Qaisaa Nazarudin
BEGO kamu pikir Alzam akan melepaskan mu saat dia tau kamu hamil anak nya? Harusnya sebelum dia tau kamu hamil,kamu gugat dia ckk kesel aku..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Sekarang aja harusnya kamu SADAR,dalam keadaan gini aja dia masih menomor satu kan Aira dari kamu..
Qaisaa Nazarudin
Astaga kamu aja yang BODOH,DATI AWAL JUGA DIA MEMILIH KEKASIHNYA DARI KAMU,KALO GAK,NGAPAIN DI NIKAHIN PACARNYA SEDANGKAN DIA SUDAH MENIKAHI MU,KAMU ITU YG BODOH DAN GAK TEGAS,GUGAT CERAI AJA DIA DARI KEMARIN SETELAH KAMU KELUAR DARI RUMAH,MALAH MAU3 NYA PERCAYA MA DIA LAGI,OGEB..
Qaisaa Nazarudin
Tunggu..kedua adiknya bukan anak kandung ayahnya Zahra dengan ibunya? Terus anak ibunya dengan siapa? Ayah tirinya,Kalo ia kenapa ibu dan ayah tirinya gak bawak sekalian dua orang anak nya itu pergi juga malah ditinggalin,Gila nih ibunya, Binatang aja tau gimana menyayangi anaknya..
Qaisaa Nazarudin
Ckk mesti HAMIL nih,katanya gak cinta sama isteri benci sama isteri nya, Tapi ditidurin juga..🤔
Qaisaa Nazarudin
aku kalo baca alur kayak gini,lebih suka baca novel yg udah End,Jadi tau hujung2 nya dia bahagia dengan siapa,Kalo balik lagi ke orang yg sama,jadi malas bacanya..
Qaisaa Nazarudin
keputusan mu udah paling benar,ngapainasih dipertahankan,yang ada kamu makin terluka,kamu juga berHAK mencari kebahgiaan mu sendiri,Jangan jadi perempuan BODOH yg mau2 aja ditindas dan disakiti,Walaupun kamu Nikah hasil perjodohan,kamu juga punya harga diri kali..Biarkan Dia dengan keinginannya,Semoga aja dia GAK NYESEL NANTINYA...
Hariyanti
Arya itu ternyata alzam ke dua😏😒
Hariyanti
ohhh hubungan satu malam 😩😩🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!