"Aku tidak masalah jika ayah meminta ku menikah, tapi apakah tidak ada pria lain selain dia di muka bumi ini?" Protes Keysha Wijaya saat harus menikah dengan pria yang sangat berumur..( KEYSHA ROSALIND SISWA SMA KELAS 3)
"Dia masih anak sekolahan, Bu, yang benar saja pria seusiaku harus menikahi anak sekolahan?" Agam pranata (30th) Seorang tentara angkatan darat ( AD)
Apakah mereka akan menikah?
ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8
Agam masih diam tidak menjawab pertanyaan dari ibunya.
Begitu ibunya yang tidak mau bertanya lebih lanjut , diamnya Agam sudah menjawab pertanyaannya.
Fatimah bulat akan menjodohkan Agam dan Kesyha , tidak apa-apa tunangan terlebih dahulu juga . Asal Keysha sudah terikat ,acara pernikahan akan di gelar setelah Keysha lulus SMA.
Angel ibunya keysha sangat dikenal oleh Fatimah begitu juga Fatir yang berteman baik dengan Bram . Angel adalah seorang ibu yang sibuk ,bahkan hubungan buruk Bram dan angel sudah Fatimah dengar saat keysha masih dalam kandungan. Dan cara angel menyodor²kan anaknya seperti Keysha untuk Agam bukanlah hal terpuji.
Tapi Fatimah yakin , akan menerima tawaran angel untuk menjadikan gadis malang seperti Keysha menantunya.
Menantu yang akan dia sayangi , seperti dirinya menyayangi Aisyah.
Tiba-tiba ponsel berdering.
Agam langsung meraih ponsel nya diatas meja.
Pesan masuk membuat Agam membulatkan kedua matanya.
" Bu ,Agam pamit. " Meraih jaket kulit nya yang menggantung diatas kursi.
Fatimah tahu mau kemana anaknya pergi.
" Apa Lukman mengirmi mu pesan nak ?" Tanya Fatimah.
" Iya ibu , dia menjajakku makan malam. Ibu tidak usah menunggu ku ya , langsung tidur saja bersama ayah " Ucapnya sambil mengedipkan mata genit.
" Iya tentu dengan ayah ,dengan siapa lagi " Jawab Fatimah sambil memangku satu kakinya.
" Jangan kebablasan sampai Agam punya adik di seumur segini ya Bu , Assalamualaikum " Mencium punggung tangan ibunya,dan berlari sambil tertawa kecil.
Fatimah menggelengkan kepalanya, melirik kanan kiri jika itu didengar orang sangat malu bukan ?". Waalaikumsalam salam ,dasar anak nakal " Ucapnya berjalan menunggu arah kamarnya.
Di dalam kendaraan.
Agam memeriksa semua catatan kriminal di kotanya . Pelecehan dan pemerkosaan meningkat setiap tahun. Agam menggeleng merasa miris .
" Apa polisi tidak bekerja dengan baik dinegara ku ?" Agam terus membuka lembar demi lembar kertas ditangannya.
" Gue polisi . Dan sudah bertahun-tahun bekerja untuk memberantas kejahatan,enak saja " Lukman tidak terima.
Lukman adalah adik Fatimah. Lebih tua tiga tahun dari agam.
Sudah menikah dan mempunyai anak berusia empat tahun.
Tinggi, putih bersih dan lumayan tampan . Seorang polisi , kasus² yang dia tangani selalu dipecahkan dengan mudah oleh Agam.
Dia selalu meras rendah saat bersama Agam.
" Ha-ha-ha" Agam tertawa meledek. " Santai bro. Oh iya bagaimana keadaan kakak ipar dan Fatih " Tanya Agam.
" Istri dan anakku baik " Ketus Lukman sambil terus mengemudi.
Lukman mengubungi Agam ,untuk makan malam bersama dirumahnya. Lukman bahkan masih menggunakan seragam dinasnnya.
" Alhamdulillah . Aku harus membeli hadiah untuk Fatih kayaknya " Menutup kertas dan memikirkan sesuatu.
Agam pernah kembali saat Lukman pertama kali melihat buah hatinya lahir. Saat itulah Agam kembali beberapa saat ,dan kembali ke Medan pertempuran.
" Hey mau apa mereka. " Lukman menghentikan mobilnya, tepat didepan sebuah klub malam
Dia tersentak saat melihat dua gadis berseragam sekolah masuk .
" Turun , seperti nya kita harus memulai permainan dari sini " Agam turun,meraba benda yang mengait di pinggang nya.
Begitu juga Lukman , sambil memberikan kabar kepada rekan² polisi yang lain agar merapat.
Malam ini Lukman sedang patroli. Sebelum dia mengajak Agam untuk makan malam ,dia mengirimkan pesan agar membantunya malam ini . Lalu makan bersama dirumahnya setelah pekerjaan selesai.
Agam dan Lukman masuk ke dalam klub. Lukman membalut seragam polisnya dengan jaket sampai tidak terlihat kalau dia seorang polisi
Sedangkan Agam memang memakai baju santai lebih terlihat tenang ketimbang Lukman.
" Kamu kekiri aku kekanan " Ucap Agam yang langsung berpencar begitu juga Lukman.
***
agam jadi orang kantoran kah , lebih keren jadi tentara deh 🤭