NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Status: tamat
Genre:Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: aulia rysa

Anisa seperti terkena tembakan pistol yang telak mengenai hati nya. Entah kenapa rasa nya sesak mendengar ungkapan Bara yang mencintai wanita lain hingga saat ini.


"Kamu tidak keberatan bukan? kita menikah tanpa cinta dan saya yakin belum ada cinta di hati mu, karena kita baru pertama bertemu. Saya harap ini bukan hanya untuk sekarang, tapi untuk ke depan nya jangan pernah membiarkan hati mu mencintai saya, karena sampai kapan pun saya tidak akan bisa membalas perasaan mu. kita bisa menjadi teman, tapi tidak lebih, meski ada ikatan suci di antara kita," lanjut Bara menatap anisa yang masih terdiam.


"Ya Allah, jika ini jalan takdir yang Engkau garis kan untuk ku lewati, bismilah aku akan jalani," batin Anisa berdoa menyerahkan semua pada sang kuasa.

"Iya Mas, aku tidak keberatan, kita bisa menjadi teman seperti yang Mas katakan, tapi jika suatu saat Mas ingin bersama dengan cinta pertama Mas, katakan saja padaku, aku akan mundur karena aku tidak ingin menjadi penghalang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Kehadiran yang tak di anggap

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻

🌹✨💞✨🌹

Tanpa terasa sudah 3 bulan pernikahan anisa dan bara.

Tidak ada kemajuan apapun dari hubungan kedua, semua masih sama seperti awal pernikahan, malah makin kesini rini semakin bertingkah yang selalu mendekati bara semena nya.

Dan anisa sudah jarang berbicara dengan bara, semua karena waktu.

Bara selalu pulang malam, karena projek yang sedang di jalani membuat nya harus selalu mengawasi langsung, bukan tak percaya pada bawahan atau apapun, hanya saja bara sejak dulu lebih suka mengawasi semua secara langsung.

Jangan lupa rini selalu ada di mana pergi nya bara, bahkan wanita itu seperti tak punya malu.

Anisa tak banyak protes atau bertanya dia sadar diri dengan posisi sekarang yang di tepati.

Mama Tari yang menyadari kesibukan bara yang selalu pulang malam setiap hari menjadi tak tega, akhir nya dia memutuskan untuk mendaftarkan anisa kelas desain.

Anisa sudah banyak cerita tentang hobi dan kegiatan yang di suka pada mama tari.

"Nisa, bara sudah berangkat?" tanya Mama Tari melihat Anisa yang baru masuk.

"Iya Ma barusan, pagi-pagi rini datang mau ke makam kakak nya," jawab Anisa sudah biasa.

Setiap hari minggu, waktu libur, bara suami nya selalu menghabiskan waktu di Pemakaman dan jalan-jalan bersama rini untuk mengingat semua momen dulu yang selalu mereka lalu bersama.

Selama tiga bulan itu pula, perasaan cinta anisa tumbuh kepada bara suami nya.

Wanita itu tidak menyangka cinta yang tak pernah di harap kan hadir, kini ada. Padahal anisa mengingat jelas perkataan bara saat itu untuk tidak jatuh cinta kepada nya, karena apa? karena pria itu tidak akan bisa mencintai nya, karena semua cinta nya hanya untuk rina cinta pertama nya, bukan cinta kedua.

Sakit? tidak perlu di tanya kan lagi, hati anisa setiap hari merasa sakit dan sesak tanpa ada sentuhan yang membuat nya terluka.

Hati nya seperti ring tinju setiap hari di tinju oleh banyak orang untuk melampiaskan amarah di hati dengan keadaan buruk yang di hadapi masing-masing orang.

Remuk? sudah tentu remuk, tapi anisa mencoba kuat seolah tidak ada yang terjadi, dia tidak bisa mengakhiri pernikahan secara sepihak, janji nya pada mas bara membuat nya bertahan dan memendam rasa sakit sendiri.

Anisa akan mengakhiri pernikahan ini jika mas bara yang menginginkan.

"Kebiasaan tuh anak, padahal Mama sudah pernah bilang sekali-kali ajak kamu, tapi tidak pernah di dengar kan, binggung Mama dengan mereka berdua keras kepala nya seperti batu," ucap Mama Tari kesal dengan sifat keras kepala bara dan juga rini sudah di minta bujuk bara malah tidak mau.

"Sudah Ma tidak apa-apa Nisa gak masalah," kata Anisa.

"Ya sudah kalau kamu mau nya gitu Mama gak permasalahkan lagi, sekarang kita ke dapur saja hari ini Mama mau coba resep baru," ajak Mama Tari lalu mengandeng tangan mantu nya menuju dapur.

Setiba di dapur kedua wanita itu mulai sibuk menyiapkan bahan dan alat memasak.

Sesekali kedua bercerita mengenai aktifitas nya, Mama tari senang anisa begitu semangat menceritakan kelas desain nya, ini lah hal yang ingin mama tari lihat dan dengar dari mantu nya.

Anisa tidak menyadari jika Mama tari sedang berusaha menghibur nya, ya Mama tari menyadari perubahan anisa belakangan ini.

Mama tari ikut bersalah dan sedih, karena keegoisan nya memaksa bara menikah kini anisa yang harus menderita.

"Mama tidak tau hingga kapan bisa menghibur mu, setelah bara pulang nanti Mama akan bicara ini pada nya agar tidak terlalu sibuk dengan kerjaan dan juga masa lalu nya. Seharusnya bara melihat ke depan bukan ke belakang," monolog Mama Tari bertekad demi keadilan menantu nya.

Sedang kan di sisi lain....

Bara dan rini sudah tiba di pemakaman, kedua sama-sama menabur bunga di makam rina.

Bara duduk berjongkok mengelus batu nisan yang tertulis nama tunangan nya.

"Sayang, aku kembali lagi seperti biasa, bagaimana kabar mu di sana? apa kamu bisa melihat dari atas sana aku sangat merindukan mu, kenapa kamu begitu cepat meninggalkan ku? 2 tahun 3 bulan kepergian mu, cinta ku padamu tidak pernah luntur, aku bahkan tidak membiarkan seorang pun masuk mengambil tempat mu di hati ku, tempat ini hanya untuk mu seorang. Aku harap kamu bahagia di atas sana."

"Oiya, sekarang perusahaan kita sudah semakin maju, semua itu karena rini adik mu, dia yang kamu utus untuk membantu perusahaan kita."

Rini yang melihat dan mendengar semua cerita bara yang membosankan itu sangat kesal.

"Kak bara ini seperti orang gila saja, orang mati masih di cintai begitu besar, apa gak bisa di lupain emang apa sih susah nya? perasaan kak rina biasa saja cantikan juga masih aku kemana-mana, memang ya kak rina mau masih hidup atau mati selalu saja repotin," monolog Rini kesal.

Selama dua jam, rini sudah seperti mendengar dongeng, sebenarnya ini bukan kali pertama tapi sudah berulang-ulang.

Semenjak bara menikah, rini selalu menemani bara ke makam, semua itu karena dia ingin membuat anisa cemburu dan dengan begitu wanita sok alim itu akan pergi dari hidup bara selama nya.

"Kalau bukan karena cinta gak bakal aku tunggu lama-lama kayak gini, buang-buang waktu mending aku ke salon mempercantik diri, bukan seperti ini memperburuk diri, kulit ku yang cantik benar-benar pudar karena sering berjemur di trik matahari," omel Rini dalam hati.

Bara merasa sudah cukup karena semua yang ingin di ceritakan sudah di ceritakan.

"Rini, kamu tidak ingin mengatakan sesuatu pada kak rina sebelum kita pergi?" tanya Bara sambil menatap rini.

"Tidak kak, aku sudah mengatakan semua yang ingin ku katakan lewat doa setiap akhir sholat ku," bohong Rini.

"Cih, mana ada seperti itu, gerakan sholat saja gak tau, gimana cara mau sholat. Lagian aku gak sudih kirim doa untuk nya buang-buang waktu, hidup nya saja sudah membuat ku repot, ini juga mati malah lebih repot," batin Rini mengingat rina yang selalu bermesraan dengan bara di depan nya. Itu adalah hal yang sangat membuat nya kesal.

"Alhamdulilah saya dengar senang kalau seperti itu, ya sudah sekarang kita langsung pergi saja," ajak Bara.

Dan kedua nya pun bergegas pergi meninggalkan pemakaman.

"Kak gimana nanti dari vila kita singgah ke pantai, sudah lama aku gak pantai, lagian di sana ada kenangan indah ku bersama kak rina," ucap Rini beralasan.

"Boleh, nanti di vila kita cukup bersih-bersih saja biar bisa langsung ke pantai," kata Bara setuju.

"Terima kasih kak."

"Lihat lah anisa, kau akan kebakaran jenggot setelah melihat ku bermesraan dengan kak Bara, siapa suruh masih bertahan sudah tau kak Bara tidak mencintai nya masih saja bertahan dasar wanita bodoh mau nya nyakitin diri sendiri," monolog Rini memikirkan betapa bodoh wanita itu yang berstatus istri bara.

...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Ma Em
Bara cuma janji2 doang tanpa bukti setiap minta maaf selalu bilang tdk akan kubiarkan airmata ini menghiasi wajah cantikmu tapi diulang lagi diulang lagi menyakiti Anisa dasar Bara suami plin plan angin2an
Ma Em
Ceritanya tarik ulur sebentar baik sebentar tdk lagian Anisa juga gampang banget memaafkan Bara orang plin plan seperti Bara jgn terlalu dipercaya kalau tdk nanti Anisa sendiri yg sakit hati
Ma Em
Luar biasa
Ma Em
Bara kamu pasti akan menyesal setelah Anisa pergi tdk kembali lagi itulah dgn teguh pendirian Anisa semoga Anisa bisa menemukan kebahagiaannya kembali dgn mendapatkan suami yg sayang dan cinta pada Anisa
Ma Em
Bara pasti kamu akan menyesali keputusanmu yg tdk ingin Anisa mencintai kamu karena telah menyia nyiakan cinta tulus Anisa dan setelah kamu tau kebenarannya bahwa yg meracuni Rina adalah adiknya si Rini semoga Bara tdk terlambat untuk mencintai Anisa
Ma Em
Rini sdh terobsesi dgn Bara hingga tdk memikirkan lagi benar apa salah tindakannya seorang adik tega membunuh kakaknya sendiri demi untuk tercapai tujuannya semoga terbongkar semua kejahatan Rini yg tlh membunuh kakaknya
Madelina Puis
aku kecewa dengan penulis ..
Surati
bagus
Mega Ratnawati
ceritanya felix dan rini menikah
Mega Ratnawati
masa ceritnya cuma sedik bagaiman dengan felix dan rini
Mega Ratnawati
lanjut dong ceritanya aisha
Leni Anggraeni
Luar biasa
Yus Warkop
mau menyatu terhalang roti sabaar bara , kalau sudah waktunya pasti
Yus Warkop
iih bener"bego si bara yah
Yus Warkop
😭😭😭begitu ceritanya bara
Yus Warkop
aneh dama si bara benar" dungu
Yus Warkop
setujuuuuu bagus nis greget sama s bara yg bodoh
Yus Warkop
bara laki"bodoh ,gak bisa ngebedain mana perempuan tulus mana perempuan licik
Yus Warkop
oh iya, aku ingat sekarang ,aku pernah baca kubaca ulsng ah biar jelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!