Seorang gadis yang rela menikah dengan seorang CEO tampan di salah satu perusahaan ternama supaya Ayahnya keluar dari penjara.
Erlita Anggraini nama Gadis itu ,Ia rela melakukan apa saja untuk keluarganya .
Renaldi Pratama ceo tampan di salah satu perusahaan ternama di kotanya , Renaldi juga salah satu pebisnis muda nomer satu di kota itu . Dia juga menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa saja yang ingin Dia milikku.
Sampai suatu ketika Dia menjebak seorang gadis supaya menjadi miliknya.
''Aku mohon bebaskan PapaKu '' ucap Erlita sambil menangis.
Pria tampan itu menatap dingin pada Gadis yang sedang menangis dan memohon di hadapannya.
"Aku akan membebaskan PapaMu , asal dengan satu syarat ," ucap Pria itu sambil memegang dagu Gadis itu.
"Apa syaratnya?" tanya Erlita menatap Renaldi yang menatapnya.
"Kau harus menjadi istriku," ucap Renaldi
Deg.
Erlita terdiam Ia bingung harus menjawab apa?
Demi Papanya akankah Erlita menerima syarat dari Renaldi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SumarsihMarsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8
Seorang Gadis sedang menatap dirinya di pantulan cermin yang ada di ruang ganti di dalam bar.Ia menghembuskan nafas kasar saat melihat penampilannya yang menurutnya seksi.
''Apa Aku harus memakai pakaian ini ,'' Gumam Gadis itu yang tak yakin dengan pakaian yang menurutnya terbuka itu.
''San,di panggil Bos .'' Panggil rekannya yang baru masuk ke ruang ganti.
Gadis yang bernama Sandrina itu berbalik dan tersenyum melihat rekannya yang berdiri di depan pintu.
Rekannya juga memakai pakaian yang terbuka dan juga seksi.
''Kau nantinya akan terbiasa San dengan pakaian terbuka itu ,'' ucap rekannya yang melihat Sandrina risih memakai pakaian terbuka seperti itu.
''Iya Aku mengerti Din ,'' jawab Sandrina tersenyum menatap Dina.
''Kalau Kau mau mundur tak apa,nanti Aku akan bilang sama Bos .'' Ucap Dina yang mengerti kegelisahan di wajah Sandrina.
''Tak apa,Aku butuh pekerjaan ini.'' Jawab Sandrina yakin dengan keputusannya. ''Dan Bos juga tahukan Aku cuma bekerja sebagai pengantar minuman, tidak melayani Pria-Pria hidung belang ?'' tanya Sandrina.
''Ya Kau tenang saja,Bos sudah tahu .'' Jawab Dina.
Sandrina pun melangkah keluar dari ruang ganti menuju ke ruangan Bosnya yang ada di lantai dua bar.
Dina menatap kepergian Sandrina yang semakin menghilang di balik pintu kaca yang menghubungkan ke lantai dua.
Dina menghembuskan nafas kasar,Ia harus segera menemui pelanggannya yang ada di lantai bawah.
Sesampainya Sandrina di depan pintu ruangan Bosnya,Ia membenarkan penampilannya terlebih dahulu.
Tok...Tok...Tok...
Dengan ragu-ragu Sandrina mengetuk pintu ruangan Bosnya.
''Masuk ,'' suruh suara Pria dari dalam ruangan.
Sandrina memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan Bosnya.
Cklek
Sandrina membuka pintu yang ada di depannya.Ia melihat seorang Pria muda duduk di kursi kebesarannya sedang menatap ke arahnya.
''Silahkan duduk ,'' suruh Pria itu sambil menunjuk kursi kosong yang ada di depannya.
Sandrina pun mengangguk dan Ia melangkah menuju kursi kosong yang ada di depan meja Pria itu.
''Silakan Kau baca surat kontrak perjanjian kerja di bar ini ,'' ucap Bosnya yang bernama Andi sambil melempar map di atas meja.
Sandrina mengambil map yang di lemparkan oleh atasannya itu di atas meja,dengan ragu-ragu Ia membuka satu persatu lembar demi lembar yang ada di dalam map itu.Sandrina menelan salivanya susah saat membaca nominal denda yang harus Ia bayar jika Ia mengundurkan diri dari pekerjaannya.
''Bagaimana apa Kau setuju dengan isi surat perjanjian itu ?'' tanya Andi dengan seringaian licik di bibirnya.
''Saya tidak keberatan dengan isi surat perjanjian ini,asal bapak menepati janji bapak .'' Jawab Sandrina tanpa ragu lagi.
''Baik,saya setuju dengan syarat yang Kau berikan tempo lalu,dan Saya berjanji tidak menyuruh Kamu untuk melayani Pria sampai ke ranjang,Kamu hanya akan melayani Mereka minum dan menemani Mereka mengobrol .'' Ucap Andi memenuhi Syarat dari Sandrina.
''Terima kasih Pak,'' ucap Sandrina tersenyum menatap Bosnya.
''Silahkan Kamu tandatangani surat itu ,'' suruh Andi sambil menyodorkan pulpen ke hadapan Sandrina.
Sandrina tanpa ragu menerima pulpen yang di sodorkan oleh Andi dan menandatangani surat itu tanpa berpikir resiko apa yang akan diterimanya jika dia bekerja di bar itu.
''Dan satu lagi,jangan salahkan bar ini dan menuntut jika terjadi sesuatu pada diri Kamu nantinya saat Kamu melayani tamu,karna itu bukan tanggul jawab Kami lagi .'' Ujar Andi saat melihat Sandrina sudah menandatangani surat itu.
Sandrina terkejut dan terdiam kala mendengar ucapan atasannya itu.Ia tidak berpikir sejauh itu,yang Ia pikirkan mendapat pekerjaan dan bisa membantu pengobatan Ibunya yang harus segera di operasi.
ceritanya ta'gantung.. padahal belum di tau soal ortu re klu dia sudah menikah dan apakah respon mereka setelah anak keduanya sudah menikah dng Erli sahabat anaknya Tasya.. dan pengen tau juga apakah perusahaan pak Wijaya kembali / nggak ya ☺️
ayo dong kak up dong, ms' gini doang ceritanya