NovelToon NovelToon
Natasha Finding Love

Natasha Finding Love

Status: tamat
Genre:Patahhati / Duniahiburan / Single Mom / Hamil di luar nikah / Romansa / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:541.3k
Nilai: 5
Nama Author: RenMk

Natasha Finding Love
_________________

"Saya masih single bukan karna susah move on. Saya masih single karna saya sedang menyiapkan diri untuk orang yang mengharapkan saya dalam doanya," ~ Natasha

"Kalau memang kamu jodohku, biarlah waktu yang menjawabnya. Tapi bila tidak, semoga kita bahagia dengan jalan kita masing-masing," ~ Raka

Karena has rat sesaat, Natasha harus menanggung perbuatannya.

_________________

Novel ini adalah lanjutan dari novel
Pertama~ My Butler
Kedua~ Sekar & Raja Phinisi
Ketiga~ My Personal Tour Guide
_________________

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RenMk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tersesat

Sasa berfikir keras mencari jawaban yang pas untuk pertanyaan Bondan.

 

“Belom, Ndan,” jawab Deni sambil melirik ke arah Raka. “Tapi rencananya hari ini, aku akan kasih tahu daddy kamu,” jelas Deni santai.

 

“Iya... gitu dek,” sambung Sasa masih sedikit gelagapan menanggapi pertanyaan Bondan. “Sebetulnya kemarin itu om Deni mau nengok villa sekitar sini yang masih kosong. Tapi karena kemaleman, ya... Om Deni nginep sini,” jelas Sasa sambil sesekali melirik mata Raka yang sedang beradu dengan Deni. “Eh, gimana kalau ujan-ujan gini kita makan mie kuah? Om Deni sama mas Raka mau gak? Biar aku buatin,” ucap Sasa memecah ketegangan yang terjadi antara Deni dan Raka.

 

“Wahhh... Cocok tuh kak... Kalau gitu sana mas Raka bantuin kak Sasa buat mie. Biar aku main catur sama om Deni. Kata Daddy om Deni jago main catur ya?”

 

Mendengar setiap kalimat Bondan, Deni merasa kalau Bondan berada di pihak Raka. Dia pun tidak mau memperkeruh suasana.

 

“Boleh juga main catur,” sambung Deni masih beradu pandang dengan Raka. Tatapan keduanya sama-sama dingin.

 

Jujur saat ini Deni merasa kesal harus melihat Sasa pergi ke dapur bersama Raka. Tapi apa boleh buat. Hubungan keduanya yang belum terpublikasi, mengharuskannya bersikap tenang menanggapi sikap Bondan.

 

“Mas Raka ikut sama mereka aja main catur. Biar aku yang masak mie sendiri,” bujuk Sasa merasa tidak nyaman. Instingnya mengatakan  kalau Deni tengah kesal meredam amarah karena Raka berada di dapur bersamanya.

 

“Aku ga suka main catur,” ucap Raka sambil membuka- buka lemari kabinet untuk mencari mie instant. Lebih tepatnya mencari alasan agar bisa tetap di dapur bersama Sasa.

 

“Kalau gitu, mas Raka duduk aja sama mereka. Biar gak capek,” bujuk Sasa lagi.

 

Raka pun menanggapi ucapan Sasa itu dengan sabar.

 

“Kamu sebenarnya ngerasa sungkan karna aku bantu kamu... atau karna ngerasa sungkan  dengan Deni?” tanya Raka membuat Sasa bingung harus membalas apa. “Kenapa diam...? Kamu sama Deni ada hubungan apa?” Raka mulai membungkukan badannya menatap wajah Sasa.

 

Sikap Raka yang aneh itu membuat Sasa menjadi kesal. Dirinya merasa tepojok dengan pertanyaan dari Raka.

 

“Kamu ada hubungan spesial dengan Deni?” bertanya semakin menghimpit dimana Sasa berdiri.

 

“Kamu kenapa sih, mas? Kalau pun aku ada hubungan spesial dengan om Deni, itu bukan urusan kamu... Kamu gak ada hak bersikap aneh kayak gini ke aku!” kesal Sasa. “Udah ah! Aku gak mau berdebat. Kalau kamu mau bantu aku bikin mie, ya udah kita bikin sama-sama. Kamu gak perlu tahu ada hubungan apa antara aku sama om Deni!” memalingkan wajah ke samping. Sasa merasa tidak nyaman karena wajah Raka itu begitu dekat dengannya.

 

Melihat emosi Sasa yang meluap, Raka pun harus menekan egonya. Dia mengepalkan tangan sambil memandangi Sasa yang membuang muka darinya.

 

“Mienya ada dimana? Biar aku ambilin,” ucap Raka mulai membiarkan Sasa menghindar darinya.

 

“Ada di kabinet atas. Buka aja kabinet di depanmu itu,” jawab Sasa mulai mengisi panci dengan air.

 

Beberapa kali Sasa mencuri kesempatan untuk melirik apa yang dilakukan Raka.

 

“Bumbu mienya jangan dibuka sekarang. Aku sukanya bumbunya dituang langsung ke mangkuk,” ucap Sasa membuat Raka menghentikan tangannya untuk membuka bumbu dengan gunting. “Kalau boleh, ambilin wortel, sawi sama tomat di kulkas dong,” pinta Sasa dengan nada dingin. “Cuciin sekalian ya, mas. Biar bersih.”

 

Sikap Sasa yang terkesan acuh dengannya itu membuat Raka semakin kesal. Tapi entah kenapa dirinya menginginkan tetap berada di dekat Sasa.

 

Setelah beberapa menit memasak mie, akhirnya 4 mangkuk berisi mie kuah itu siap disantap.

 

“Bondan, kayanya aku balik ke Nusa Dua duluan. Kamu kalau masih mau main catur, biar aku naik taxi baliknya,” ucap Raka setelah mie di mangkuknya habis.

 

Tidak ada kata yang keluar dari mulut Deni maupun Sasa. Keduanya hanya sibuk menghabiskan mie.

 

“Kita kan dateng ke sini sama-sama, mas. Baliknya harus barengan juga dong...” sambung Bondan sambil menendang kaki kakaknya di bawah meja. Tapi Sasa tidak menunjukan  respon apapun ke adiknya itu.

 

Akhirnya siang ini, Raka dan Bondan balik bersama ke Nusa Dua dengan mobil yang mereka sewa.

 

“Mas, gimana jadinya? Bakal jadi kakak ipar aku ga?” tanya Bondan sambil menoleh Raka yang tengah mengemudi.

 

Bisa dirasakan oleh Bondan kalau saat ini Raka berat menjawab pertanyaannya itu.

 

“Hmmm... Ga tahu, Ndan. Kayanya kakak mu udah ada cowok...” jawab Raka dengan senyuman yang dipaksakan.

 

“Haihh...... Jangan berkecil hati, mas. Kalau jodoh pasti ga akan kemana. Mungkin kak Sasa lagi tersesat sekarang,” celetuk Bondan membuat bibir Raka tersenyum kecil.

 

“Asal jangan kelamaan aja tersesatnya,” balas Raka membuat keduanya saling tersenyum.

 

Beberapa menit kemudian ketika berada di dalam perjalanan, handphone Raka berdering. Ada nomor baru yang tertera di layar handphonenya.

 

“Hallo?” sapa Raka.

 

“Kalian udah sampai mana?”

 

“Ini siapa?” tanya Raka sambil menepikan mobilnya. Suaranya tidak asing. “Sasa?” tanya Raka membuat Bondan menoleh ke Raka.

 

“Iya. Ini aku, Sasa. Mas Raka sama Bondan udah sampai mana?”

 

“Masih di jalan. Kamu tahu nomorku dari mana?” tanya Raka sedikit senang. Dirinya tidak menyangka akan mendapat panggilan dari Sasa.

 

“Dari om Deni...” Raka memejamkan matanya beberapa detik karena harus mendengar nama Deni lagi. “Mas Raka... Aku cuma mau bilang, em...... Aku sama om Deni emang ada hubungan spesial. Aku— minta maaf karena tadi sempat cekcok dikit sama mas Raka waktu masak mie,” jelas Sasa membuat kepala Raka terbakar emosi.

 

“Kamu disuruh Deni buat ngomong gini ke aku?” tanya Raka dengan bibir miringnya.

 

“Em... Iya.”

 

“Okay... fine. Jaga diri baik-baik ya, Sa. Semoga kamu happy... bahagia sama pilihanmu,” ucap Raka menekan setiap katanya. Bondan yang menguping dibuat mematung mendengar kalimat Raka itu.

 

Raka dan Bondan saling diam setelah panggilan Sasa itu selesai. Masih tidak percaya, meskipun keduanya sudah merasakan  ada hal yang aneh ketika berkunjung di villa Sasa.

 

“Aku masih gak percaya...” celetuk Bondan merasa iba dengan Raka.

 

“Aku harap Deni gak akan mengecewakan kakak mu,” gumam Raka pelan.

 

“Maksudnya?” tanya Bondan heran dengan ucapan Raka.

 

“Sewaktu di wedding anniversary ortu kamu kemarin, aku sengaja nguping obrolan Deni sama kakakmu. Tadinya aku mau ikut gabung ngobrol sama mereka. Tapi karena aku sungkan jadinya ya... Aku duduk aja di dekat meja mereka,” ucap Raka yang kemudian menghela nafasnya mengingat kejadian itu.

 

“Terus? Mas Raka dengar apa?”

 

“Hufftt..... Jadi singkat cerita, mantan cewek si Deni itu aku kenal orangnya. Cukup kenal... karena cewek itu dulunya satu kampus sama aku waktu kuliah di Sydney Asutralia. Jadi semalam itu waktu aku nguping obrolan mereka, aku coba hubungin temen aku itu. Dan setelah kita ngobrol panjang lebar... Rupanya  sekarang dia lagi hamil,” ucap Raka.

 

“Hamil sama siapa? Om Deni? Terus kak Sasa gimana dong?” tanya Bondan bingung memikirkan kakaknya.

 

******

Bersambung...

******

1
Diah Andini
Luar biasa
Diah Andini
Iklannya please dicabut aja
Diah Andini
Otw baby baru sama raka
Diah Andini
Akhirnya luluh juga
Diah Andini
Jadi ruwet
Diah Andini
Tinggalin aja Saaa buang ke laut si deni
Queen
Sasha harusnya menjadi wanita elegant. Suka boleh, tapi harus jaga sikap
Jangan terlalu mencolok di mata orang
Jaga jarak ke Raka sha, jual mahal sedikit tidak masalah
Clara Evelin
ini iklan 18+ gitu kah? /Smile/
Th. Ranz
Sukaaaaaaa
di wish
ini memang tokoh wanitanya tipe murahan ya...kok lama2 sebel ya
aira aira
otw baby girl
Anisatul Azizah
apakabar iklan intim kamu dg Gadis???????????
Anisatul Azizah
ya ampun Den.. Den, kowe ki ngopo??
Anisatul Azizah
Sa.. kamu ni gampang bgt emosi jg gampang bgt luluh loh. Pergi dr Bintan sembunyi2 ke Salatiga, dirayu dikit luluh. Nangis2, dibaikin dikit luluh...
Anisatul Azizah
spesial kok ngajakin Gadis toh Om Om..
Anisatul Azizah
alangkah baiknya..
'maaf Sa aku g tau Gadis diajak kesini'
atau, 'udahlah Pa, Ma.. sekarang aku in relationship dg Sasa. Gadis cm masa lalu, gak perlu diungkit lagi. Tolong hargai Sasa'
ini cuma dag deg aja, hadeeeeeh
Anisatul Azizah
lah kamu juga mak mak.. keterlaluan, udah tau mau kerumah Sasa pake ajak Gadis, eh didalem runahnya bahas 'sayang dulu sama Raka putus'
Anisatul Azizah
Tante Kasih, Om Galang.. paling gak jelasin dikit lah kenapa harus ajak Gadis kerumah Sasa...
Anisatul Azizah
masalahnya Ka, gak jelas bgt emang kamu sm Gadis itu.. dikenalin ketemu sama Sasa n Al, trs kalian berdua ngobrol sendiri. Gak jelasin siapa Sasa/Al ke Gadis. Tiba2 bikin iklan dg adegan intim, sekarang ngejar2... take down 'kalo kamu gak suka'..
Anisatul Azizah
iklan minta di take down, giliran ada konser cello gercep mau hadir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!