NovelToon NovelToon
Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Patahhati / Badboy / Duniahiburan / Duniamasadepan / Cintamanis / Balas Dendam / Cintapertama / Poligami / Romantis
Popularitas:92k
Nilai: 5
Nama Author: vin vitri

Cerita ini banyak mengandung bawang.

Ini hanya pemikiran author, bukan kejadian sesuai fakta. Jika ada kesamaan nama dan kejadian, itu hanya kebetulan semata🙏

Namaku Talita Kusumaningrum, Aku anak desa yang masih belia. Disaat aku harus belajar namun kehidupan tak mendukungku.

Ibuku mengidap stroke setelah sebulan Ibu sakit, Aku kehilangan mahkotaku oleh Ayah tiriku. Tiap malam bagaikan kelambu kelam, aku harus melayani Ayah Tiriku.

Aku tetap tegar tapi setelah Ibu tempat penyemangatku meninggalkan aku, aku bingung harus apa.

Disaat aku mulai bangkit ternyata Ayah Tiriku menjualku pada seorang germo. Kehidupan di Club Malam sangatlah kelam, setiap hari aku harus melayani entah berapa pria hidung belang.
Dan pada saat itu seorang pria mau mengeluarkanku dan mau menikahiku. Aku mengira akan terbebas dari penderitaan.Ternyata aku Salah!

"Aku Rapuh ,Tuhan .. Aku tak sanggup hidup"

Bagaimana perjalanan dan akhir cerita Talita...
Akankah berakhir bahagia, ataukah berakhir sedih
Yuck Segera Baca Selengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vin vitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Om Felix datang 2

Pagi hari Talita sudah bersiap menuju apotik untuk membeli obat Ibunya, semalam obat Ibunya telah habis.

"Bu, Talita beli obat dulu ya di apotik?! Talita harap ibu baik-baik saja di rumah"

Ibu Talita hanya mengangguk tanda setuju.

Talita menyusuri jalan raya yang tampak ramai dengan mobil yang lalu lalang di jalan raya. Bagi Talita berjalan kaki itu sudah biasa apalagi apotik hanya berjarak 1/2 km dari rumah Talita, yang 1 km aja dia sanggup berjalan kaki apalagi hanya separuh yang biasa di lalui.

Ditengah perjalanan mata seseorang mengawasi Talita dan mengikutinya tanpa sepengetahuan Talita.

Kaki mungil Talita berjalan di pinggir jalan tanpa lelah, kadang kakinya tersandung kerikil tapi itu bukan penghalang Talita menuju apotik untuk membeli obat Ibunya.

"Nak Talita ! Nak Talita mau ke mana,?!" teriak Pak Sobri.

Talita kaget dengan suara Pak Sobri yang sedang membawa angkot berteriak kearahnya.

Talita menghentikan langkahnya dan mengatakan akan membeli obat Ibunya.

"Naiklah nak, apotik masih agak jauh dari sini. Matahari sudah mulai terik. Ayo! naiklah!" ucap Pak Sobri menawarkan Talita naik angkotnya.

Talita pun bersyukur dapat tumpangan gratis menuju ke apotik. Paling tidak dirinya tak begitu lama meninggalkan Ibunya di rumah.

Setelah sampai di apotik Talita turun dari angkot dan mengatakan terima kasih telah memberi tumpangan padanya. Pak Sobri pun hanya mengatakan kalo dia hanya ingin membantu Talita dan Ibunya selagi dia mampu.

Seseorang masih saja mengikuti Talita dari jauh, motornya di parkirkan agak jauh dari Talita sehingga Talita tidak mengetahuinya.

Talita menuju apotik dan mengeluarkan bekas obat yang sering ibunya minum. Setelah itu dia mengeluarkan amplop dari tas sekolahnya yang di dapat dari sumbangan sekolah.

Seseorang menyeringai licik dan mempunyai niat jahat terselubung. Dia segera menyalakan motornya dan menuju rumah Talita. Siapa lagi kalo bukan Om Felix.

Setelah sampai di rumah Ibu Anna, segera Om Felix masuk ke dalam rumah yang kebetulan memang tidak di kunci Talita.

Talita takut jika rumahnya di kunci, jika terjadi sesuatu pada ibunya ada yang ingin menolong ibunya malah tak bisa masuk karena pintu terkunci.

Nyatanya hanya Om Felix yang sengaja datang tak tau apa tujuannya datang ke rumah Ibu Anna pdhal sudah 1 minggu lebih tak pulang-pulang ke rumah.

Ibu Anna kaget ada suara-suara dari arah dapur, seperti ada seseorang yang masuk ke dalam rumahnya.

"a _ a _ u"(anakku) Ibu Anna mencoba berteriak tapi tak ada balasan. Ibu Talita sudah semakin takut karena tak ada sama sekali suara dari Talita.

Horden menutup kamar di buka seseorang tampak Om Felix menyerigai licik.

"heh, lumpuh !! Masih betah aja tidur-tiduran, kamu itu seharusnya mati saja! biar tak menyusahkan orang lain termasuk anakmu itu!" sakit _ itulah perasaan ibu anna. Dulu laki-laki ini bermohon agar di terima menjadi suaminya sekarang malah dia mendo'akan dan berharap Ibu Anna cepat meninggal.

Hanya air matanya yang bisa menetes di sudut matanya. seketika air mata itu luruh mengetahui jika suaminya menginginkannya mati dengan cepat.

"Kamu itu tak pantas hidup lama, hanya membuat orang lain susah dan merepotkan saja. dasar penyakitan!!"

Setelah mengatakan kekesalannya pada Ibu Anna, Om Felix langsung menuju tempat tidur Talita dan segera tidur. Dia menunggu Talita pulang dan mengistirahatkan badannya dulu karena semalam lembur main judi, apalagi dia tambah kesal setelah kalah taruhan lagi.

Ibu Anna hanya meneteskan air matanya tanpa berkata apa-apa, mau berbicara pun tak ada gunanya karena apa yang di katakan suaminya memang benar adanya.

Ibu Anna merasa bagai orang tua tak berguna untuk anaknya karena hanya bisa tidur saja tanpa berbuat apa-apa.

Sesak di dadanya membuat dia begitu terisak dalam tangisannya, Ibu Anna menggelengkan kepala tak berdaya sambil menangis meratapi penyesalan seorang Ibu, Ibu yang tak berguna untuk putrinya semata wayang.

30 menit berselang pintu rumah terbuka dan Talita masuk ke dalam rumahnya.

"Assalamualaikum" ujar Talita lirih takutnya ibunya tidur makanya dia hanya salam dengan suara kecil.

Talita menuju kamar ibunya, dia heran mata ibunya seperti baru menangis.

"Ada apa bu, kok ibu menangis? Apa ibu marah Talita datangnya lama??" tanya Talita dengan lembut,Talita penasaran kenapa ibunya bisa menangis di tinggalkan ke Apotik padahal kemarin ketika pergi ke rumah majikan bapaknya malah ibunya tak menangis sama sekali padahal lebih lama dari yang sekarang.

"Maafkan Talita ya bu, jika talita telat datangnya"

Ibu Anna menggeleng, dia tak ingin menceritakan apa yang barusan Om Felix katakan padanya karena jika dia jujur pasti akan melukai hati Talita lagi.

"Anak ingusan kamu dari mana saja, Hah !!!" bentak Om Felix mengagetkan Talita dan Ibunya.

"Aku _ Aku ba _ rusan membeli obat Ibu" ucap Talita dengan terbata.

"iya!! aku juga tau! tapi kenapa kamu lama sekali pulangnya! pasti kamu ngelayap dulu kan !! heh ! tadi saya liat kamu membawa amplop, mana sisanya, beri saya uang!" bentak Om Felix.

"Untuk apa Om! uangnya sudah habis" bohong Talita.

Talita tak ingin memberi uang pada Om Felix karena uang sisanya untuk keperluan Ibunya dan Talita lagi.

"JANGAN BOHONG KAMU!" teriak Om Felix sambil men*jambak rambut Talita.

"Aww.... Saaakiiitt Om, sakit.. le_pas.. lepaskan rambut Talita" isak Talita sambil memegangi rambutnya yang sedang di tarik.

"Makanya Ayo cepat berikan uang SISAnya!! jangan kamu kira bisa membohongiku! Hah!!"

"kejam kamu Felix, sudah membuatku begini.Sekarang kamu menyiksa anakku" batin Ibunya Talita sambil menangis pilu, dia ingin berteriak apa daya dia tak bisa mengucapkan semuanya dengan lancar.

Karena tidak ada itikad Talita memberi uangnya, Om Felix melepaskan rambut Talita dengan kasar dan segera mendekati Ibunya Talita dan men*jambak rambut Ibu Anna.

"aaa _ aa" teriak ibu Anna.

"Jaaangan Om.... jangan sakiti ibukuuu.. aku mo_ hon Om lepaskan Tangan Om" Talita berusaha melepaskan tangan Om Felix dari rambut Ibunya. Walau kulit kepalanya masih sakit akibat ulah Om Felix Talita tak perduli.

"Makanya!! mana uangnya!! jika tidak?! aku akan menyeret ibumu dari sini!!!"

"Baiklah Om, saya akan berikan tapi saya mohon lepaskan Tangan om dari Ibuku"

"Hah!! makanya dari tadi kek. biar tak buang-buang energiku!" bentak Om Felix sambil melepaskan rambut Ibunya Talita.

Talita segera mengeluarkan amplop yang berada di tas sekolahnya. uang itu masih tersisa 500rb, Talita pasrah. Dia tak tega Om Felix menyakiti Ibunya.

Belum juga disisihkan 100rb Om Felix langsung menyambar amplopnya. Dan segera pergi dari rumah Ibu Anna.

"e_ a _ a _ i a _ sih _ a,"(kenapa di kasih nak) ucap ibunya terbata.

Talita memeluk ibunya.

"Uang itu tak penting dari pada ibu, uang masih bisa aku cari bu, aku tak ingin ibu tersakiti. apa ibu baik-baik saja?"

"i_ a _ a _ i _ u _ a _ i _ a _ i _ a _ a"(iya nak, Ibu baik-baik saja) ucap ibunya terbata.

"Alhamdulillah, syukurlah"

Mereka berdua berpelukan sambil terisak. Talita berharap esok masih ada rezeki untuknya dan Ibunya.

TBC....

1
❁︎⃞⃟ʂ𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺 ᴀᷟmdani🎯™
semangat ya
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: makasih🙏
total 1 replies
🎀𝗩⃝🌟Inaᵀᵗᵇ'ˢ
sedih
🎀𝗩⃝🌟Inaᵀᵗᵇ'ˢ: oke dek
total 2 replies
Ichi Chi
llanjut thorr,up nya kok dikit bgt
Ichi Chi: adeeh...jd ceritanya ngengantung donk..kan syg kk
total 2 replies
Desta
lanjut kak... semangat
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: oke siap dek
total 1 replies
Ichi Chi
semangat thoorr💪💪💪
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: iya dek.. makasih ya tetap setia
total 1 replies
Ichi Chi
huuff akhirnya up juga thoorr
Ichi Chi
kok lom up thorr
fauzi
lanjut thor
fauzi
lama sekali..tunggu ubanan nanti😂😂😂
fauzi
wow... vaaanaass
fauzi
tuan Adi TDK ada akhlak😀😀😂
fauzi
maumu tuan Adi😂😂
fauzi
baiknya Talita
fauzi
kapok lie Pingkan
fauzi
pengen ku Jambak Jambak si Pingkan
fauzi
maaf baru lanjut baca... keren banget thor
fauzi
jengkel SMA Pingkan
Desta
jgn lupa undangannya ditunggu thor
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: oke deh.. hehehe😂
total 1 replies
Desta
uhuk uhuk... gerah kak Thor😁
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: sekali2 harus gerah dek😁😂
total 1 replies
Ichi Chi
tglnya ke lamaan thoorr😀
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: kan 6 bulan lagi... hehehe😂😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!